Nikahi Gadis Itu

Saat diberitahu oleh kedua anaknya dia berusaha tenang dan mencari kejadian yang sebenarnya. Mendapati kenyataan jika wanita yang bersama anaknya itu menipunya, Shofiyah berusaha mencari tahu dan kini dia mengerti alasannya, walau tidak memberitahu anaknya, dia akan tetap menyuruhnya untuk menikahinya karena biar bagaimanapun mereka tidur dalam satu kamar dan kita tidak tahu apa yang terjadi.

"Kami akan menikahkannya pak, tapi gadis ini memang tidak mengetahui rumah kami, kami hanya bertemu dengan keluarganya, anak saya ini sedang sakit dan pingsan dijalan dan karena dia tidak tahu rumah kami makanya dia membawanya ke rumahnya dengan tidak sengaja". Ucap Shofiyah kepada warga saat bertemu dengan mereka.

"Tapi mereka sedang tak berbusana saat kami datang menggerebek mereka bu".

" Maaf bapak, ibu kami tadi kehujanan, bapak bisa lihat sendiri baju kak Ubay itu sedang basah dan saya mengganti pakaiannya tapi tak punya baju laki-laki, jadi membuka pakaiannya agar tidak terlalu demam sedangkan saya tadi ketiduran setelah membuka pakaian karena kak Ubay jatuh menimpa saya".

"Baiklah, kami harap kalian tidak berbohong karena kami tidak terima perilaku zina disini, kalian semua pasti tahu karena kalian orang-orang paham dengan agama".

" Iya pak, maafkan kami". Ucap mereka serempak.

Para kerumunan pun akhirnya keluar dari rumah kontrakan si gadis dan sekarang tinggallah dirinya bersama dengan Ubay beserta keluarganya.

"Siapa namamu dan dimana keluargamu tinggal nak?? Tanya Shofiyah dengan lembut kepada gadis yang tengah ketakutan dihadapan mereka itu.

" Nama saya Fahira bu", ucapnya menunduk takut dengan tubuh bergetar.

"Baiklah Fahira besok kami akan ke rumah mu untuk melamar mu kepada kedua orang tuamu, jadi beritahu mereka jika kami akan datang besok".

Fahira mengangkat kepalanya dan bertabrakan dengan tatapan ibunda dari Ubay itu. Dia bisa melihat ketulusan di mata itu untuknya.

"Baiklah, kalau begitu kami pulang dulu, ayo anak-anak". Ucap Shofiyah kepada anak-anak nya yang memandang sinis kearah Fahira.

Mereka pun pulang dan meninggalkan Fahira yang menangis.

Setelah sampai dirumah mereka pun berkumpul ke ruang keluarga untuk membahas hal ini.

"Kenapa ummi malah menikahkan mereka??, ummi tahu sendiri wanita itu menipu adik kita". Umar mengajukan protes nya kepada sang ibu.

" Benar ummi, perempuan itu sengaja melakukannya dan menjebak Ubay, kenapa ummi menikahkan mereka??". Ammar kini menyampaikan protesnya.

"Dia perempuan baik yang terjebak dengan keadaan makanya dia melakukannya". Ucap Shofiyah dengan tenang

" Perempuan baik apanya ummi??, dia perempuan jahat yang telah menipu ku, mana dia berbohong lagi".

Shofiyah tersenyum melihat semua anaknya yang melayangkan protes kepadanya.

"Kalian akan tahu jawabannya besok, kenapa ummi mau menikahkan Ubay dengannya, padahal gadis itu telah menipunya".

" Baiklah ummi, kami percaya apa yang ummi katakan". Ucap mereka serempak.

"Kamu akan menyayangi nya nanti nak, dia perempuan baik dengan segudang masalah, menikah dengannya akan sangat banyak pahala yang kamu dapatkan karena menolongnya dari neraka dunia yang membelengkunya selama ini". Ucapnya memandang Ubay dengan sendu.

" Apa ummi yakin??, dia sudah membohongi kita dan semua orang ummi".

"Percaya lah nak, berusaha lah menerima dia nanti jika kalian menikah".

Keesokan harinya sesuai perkataan Shofiyah keluarga besar itu melamar Fahira ke rumahnya. Mereka jelas melihat rumah sederhana itu.

" Assalamualaikum ". Ucap Umar mengetuk pintu.

" Walaikum salam". Ucap orang dari dalam kemudian memandang mereka.

Orang yang membukakan pintu adalah ayah Fahira dan menatap mereka semua dari atas sampai bawah. Senyum sinis dan merendahkan ditunjukkannya kepada mereka.

"Mau apa kalian?? Tanya dengan ketus.

" Bisakah kami masuk dan berbincang dengan anda pak?? Tanya Umar dengan sopan walau emosinya mulai meledak.

"Ya silahkan saja". Ucapnya masuk kedalam tanpa mempersilahkan mereka masuk.

Mereka sekeluarga saling berpandangan melihat sikap tak menghargai dari orang dihadapan mereka tadi. Mereka pun masuk dan datanglah Fahira mempersilahkan mereka duduk dan menjamu mereka, sangat berbeda dengan kedua orangtuanya yang tampak tidak perduli.

"Silahkan duduk tante, maaf rumah kami sangat sederhana". Ucapnya dengan sopan.

" Tak usah merendah seperti itu, mereka saja orang biasa". Ucap Ayahnya dengan ketus.

"Ayah jangan bicara sembarangan, mereka adalah bosku ditempatku bekerja". Ucap Fahira dengan tidak hati memandang mereka dengan tatapan meminta maaf.

" Bos?? ". Ucap ayahnya tidak percaya.

" Sebelumnya pak, perkenalkan, kami keluarga Ahmad kemari untuk meminang putri anda, Fahira untuk adik kami Ubaidillah, apakah bapak berkenan?? Tanya Ahmad kepada mereka berdua.

"Memang mampu berapa kalian memberi mahar kepada anak saya??, karena saya akan menikahkan anak saya dengan tuan Jarot yang bisa memberikan saya mahar ratusan juta". Ucapnya dengan sombong.

" Memang berapa mahar yang akan diberikan oleh Pak Jarot untuk putri bapak jika boleh tahu". Ucap Ahmad dengan sopan

"100 juta, Banyak kan??, apa kalian mampu?? Ucapnya meremehkan orang-orang yang ada di hadapannya.

" Bapak bisa memberikan ank bapak kepada putra kami, karena kami akan memberikan lebih banyak dari yang anda katakan". Ucap Ahmad dengan tersenyum ramah.

"Memang berapa yang kalian sanggup?? Tatapannya yang tadi meremehkan langsung berbinar mendengar mereka akan memberikan uang lebih banyak.

Keluarga Ubay menggelengkan kepalanya melihat sikap ayah gadis itu. Kini mereka mulai memahami apa maksud ibunya meminang gadis ini berarti menolongnya ".

" Saya akan memberi Uang panaik sebesar 550 juta dengan perhiasan yang akan kami serahkan langsung pada Fahira saat Ijab Kabul dan sebuah mobil, apa itu cukup??

Mendengar ucapan mereka kedua orangtua Fahira langsung berbinar dan menyambut mereka dengan ramah sangat berbeda dengan awal mereka datang. Mereka tidak menyangka jika orang yang melamar anaknya itu adalah orang kaya.

"Tentu pak, itu sangat cukup, apakah uangnya akan diberikan kepada saya semua?? Tanya ayah Fahira dengan tidak sabaran.

" Kami akan memberikan setengah nya lebih dahulu dan sisanya saat pernikahan. Kami akan melangsungkan pernikahan di rumah karena kami memiliki banyak kolega".

"Tapi kami mau pestanya di gedung mewah, bagaimana?? Tanyanya dengan mendesak.

" Baiklah pak, tidak masalah ". Ucap Ahmad masih mempertahankan sikap ramahnya.

Mata orangtua Fahira tambah berbinar mendengar mereka akan melakukan di gedung pasti pernikahan itu akan mewah dan mereka juga akan bisa membanggakan diri.

"Baiklah kami setuju, kapan pernikahannya akan dilaksanakan?? ". Tanya dengan antusias.

" Minggu depan pak. Tapi kami punya perjanjian khusus dengan kalian setelah ini, bagaimana?? ". Tanya Shofiyah memandang keduanya dengan penuh maksud.

" Perjanjian apa?? Tanya mereka dengan tidak sabaran.

"Kami akan membawa Fahira tinggal bersama kami dan akan hidup dilingkungan keluarga kami, anda bisa sesekali berkunjung jika diizinkan oleh Fahira". Ucap Shofiyah dengan senyuman miring dibalik cadarnya.

" Baiklah, jadi kami tidak perlu repot mengurusi anak itu lagi". Ucap ayah Fahira dengan senang.

Fahira menundukkan kepalanya sejak tadi karena orangtuanya seakan mempermalukannya dengan tingkah mereka yang mata duitan itu.

Episodes
1 Kejadian Setelah Pemakaman
2 Berapa Yang Harus Kubayar
3 Surat Wasiat
4 Rencana Pernikahan
5 Pernikahan
6 Pengenalan Keluarga
7 Ammar si Jahil 1
8 Ammar Si jahil 2
9 Rencana Honeymoon
10 Keluarga Hangat dan Pengertian
11 Ketemu Salwa
12 Harus Hati-hati
13 Jangan Lihat Covernya
14 Terbongkarnya Identitas Ubaidillah
15 Pernikahan Yang tidak diInginkan
16 Apa Yang sebenarnya terjadi
17 Nikahi Gadis Itu
18 Perjuangan cinta Fahira
19 Memaafkan
20 Kalian Anak Kami
21 Keharmonisan Keluarga
22 Salwa Berulah
23 Kemarahan Gibran
24 Kedatangan Keluarga Fahira 1
25 Kedatangan Keluarga Fahira 2
26 Pelindung Fahira
27 Dukungan Moril Keluarga
28 Jalan-jalan
29 Pertengkaran Ammar dan Safa
30 Amarah Ammar
31 Kedatangan Keluarga Salwa
32 Obsesi Salwa
33 Ubaidillah Mengamuk
34 Masuk ke penjara
35 Jangan sentuh Istriku
36 Kesombongan menghancurkan Diri
37 Ingin belajar Parenting
38 Rasa Iri Pada Fahira
39 Nasehat Sang Menantu
40 Syukuran kelulusan Safa
41 Pertengkaran 2 keluarga
42 Tingkah Random para suami
43 Kehamilan Safa
44 Shifa Diculik
45 Pulang Babak Belur
46 Kabar Duka Keluarga Ahmad
47 Pemakaman Shifa dan pertengkaran
48 Ini sudah takdir
49 Bertemu Salwa
50 Safa Masuk Rumah sakit
51 Kedatangan Shofiyah
52 Shofiyah bertindak
53 Pernikahan Salwa
54 Tingkah Random
55 Safa bertemu Sang Kakak
56 Safwan ingin Uang
57 Fahira melahirkan
58 Ammar dan Ahmad kecelakaan
Episodes

Updated 58 Episodes

1
Kejadian Setelah Pemakaman
2
Berapa Yang Harus Kubayar
3
Surat Wasiat
4
Rencana Pernikahan
5
Pernikahan
6
Pengenalan Keluarga
7
Ammar si Jahil 1
8
Ammar Si jahil 2
9
Rencana Honeymoon
10
Keluarga Hangat dan Pengertian
11
Ketemu Salwa
12
Harus Hati-hati
13
Jangan Lihat Covernya
14
Terbongkarnya Identitas Ubaidillah
15
Pernikahan Yang tidak diInginkan
16
Apa Yang sebenarnya terjadi
17
Nikahi Gadis Itu
18
Perjuangan cinta Fahira
19
Memaafkan
20
Kalian Anak Kami
21
Keharmonisan Keluarga
22
Salwa Berulah
23
Kemarahan Gibran
24
Kedatangan Keluarga Fahira 1
25
Kedatangan Keluarga Fahira 2
26
Pelindung Fahira
27
Dukungan Moril Keluarga
28
Jalan-jalan
29
Pertengkaran Ammar dan Safa
30
Amarah Ammar
31
Kedatangan Keluarga Salwa
32
Obsesi Salwa
33
Ubaidillah Mengamuk
34
Masuk ke penjara
35
Jangan sentuh Istriku
36
Kesombongan menghancurkan Diri
37
Ingin belajar Parenting
38
Rasa Iri Pada Fahira
39
Nasehat Sang Menantu
40
Syukuran kelulusan Safa
41
Pertengkaran 2 keluarga
42
Tingkah Random para suami
43
Kehamilan Safa
44
Shifa Diculik
45
Pulang Babak Belur
46
Kabar Duka Keluarga Ahmad
47
Pemakaman Shifa dan pertengkaran
48
Ini sudah takdir
49
Bertemu Salwa
50
Safa Masuk Rumah sakit
51
Kedatangan Shofiyah
52
Shofiyah bertindak
53
Pernikahan Salwa
54
Tingkah Random
55
Safa bertemu Sang Kakak
56
Safwan ingin Uang
57
Fahira melahirkan
58
Ammar dan Ahmad kecelakaan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!