Chapter 13 : Bersikap Aneh

"Ngomong-ngomong, arwah Dek Anis kan udah pergi ke tempat yang seharusnya. Kemana tuh, Fan? Apa kayak tempat surga-neraka di film-film gitu?" tanya Raka sambil menyesap kopi hitamnya.

Fandi mendesah, menatap temannya dengan tatapan lelah. Mereka sedang duduk santai di teras kos, menikmati angin pagi. Sejak mengetahui hal-hal mistis di kos ini, Raka mendadak jadi pengamat dunia gaib yang sok tahu dan sering mengajak Fandi diskusi.

Fandi bahkan dipaksa membuka mata batin Raka. Untung Fandi tau sebuah jimat yang berfungsi sebagai mata batin, sehingga dia tidak perlu membuka mata batin Raka secara langsung. Meskipun Jimat ini hanya bertahan selama 5 jam pemakaian, ini lebih baik daripada membuka mata batin.

Membuka mata batin seperti membuka aura. Sebagai manusia yang hidup dan penuh aura positif, membuka mata batin hanya akan menarik aura negatif untuk memakan aura positif itu. Ini seperti seseorang menyodorkan makanan dengan cuma-cuma. Karena itu, orang yang telah atau pernah membuka mata batin lebih rentan dirasuki, lelah atau sakit daripada manusia biasa.

Melayang disamping Fandi ada Pak Kromo dan Lili ikut ngobrol. Raka saat ini membawa jimat Fandi. Meskipun tidak sejelas membuka mata batin, dia masih puas dapat berinteraksi dengan penghuni di kosan.

"Nggak usah ngawur, Rak," balas Fandi sambil menghela napas. "Jangan bawa-bawa konsep kepercayaan lain sembarangan juga. Tapi ya, kalau Lo penasaran, gue bisa kasih tau. Yang pernah gue lihat itu bukan neraka."

Fandi menggosok dagunya, berpikir keras bagaimana menjelaskannya. "Karena lo muslim, harusnya lo tahu soal alam barzah. Nah, tempat yang gue lihat itu semacam itu. Bukan tempat siksaan seperti neraka, meski ada juga yang disiksa. Tapi banyak arwah yang duduk santai, main-main, bahkan ada yang bikin rumah!"

Raka meletakkan kopinya perlahan, matanya membelalak. "Serius? Rumah? Tunggu, mereka bikin rumah di alam barzah? Itu gimana? Pake kontraktor? Atau langsung jadi kayak Minecraft?"

Fandi tiba-tiba terbatuk keras. Serius, apa yang dipikirkan anak ini, bagaimana bisa ada kontraktor di dunia sana. Dan apa? Minecraft? Fandi benar-benar ingin membuka kepala Raka untuk melihat isi didalamnya.

Pak Kromo, arwah tua yang melayang di samping Fandi, langsung menyela. "Jangan salah, Nak. Kita masih harus bayar pajak properti di sana. Bedanya, bayarnya pakai karma dan nggak bisa nipu kaya di dunia."

Fandi melirik orang tua itu. Lalu mengangguk kecil, mencapai kesimpulan.

Baiklah, terserah kalian, dia tidak akan peduli!

Raka nyaris menyemburkan kopinya. "Pajak properti? serius ini?!"

Pak Kromo hanya mengangguk bijak sambil memutar-mutar rokok gaibnya yang tak pernah habis. "Iya. Kebaikan yang kamu tanam di dunia akan kamu panen di akhirat, itu bukanlah kiasan semata. Kerena kebaikan itu, kamu memiliki banyak karma dan kamu bisa melanjutkan kehidupan disana dengan melimpah seperti di dunia ini. Mereka yang punya banyak dosa, contohnya koruptor itu, berharap saja mereka tidak masuk ke wilayah ungu."

"Wilayah ungu? Apa itu pak?" Tanya Raka penasaran.

Fandi mengambil alih penjelasan, "wilayah ungu tidak benar-benar wilayah dengan warna ungu. Itu hanya sebutan untuk wilayah dengan banyak jiwa di siksa. Ada delapan belas lapisan yang meniru Neraka. Siksaan ini didapatkan dari berapa banyak orang yang telah disakiti. Contoh, untuk koruptor perusahaan yang dia sakiti adalah orang-orang di perusahaan itu. Untuk koruptor negara, yah, lo bisa bayangin. Tapi ada juga tempat untuk orang-orang yang melakukan kebohongan, pencurian atau pembunuhan. Intinya, mereka yang berbuat baik mendapat kebaikan, mereka yang berbuat jahat hanya bisa merasakan siksaan sampai hari penghakiman."

"Artinya orang jahat tetap akan mendapat balasan bahkan jika di dunia ini tidak." Raka mengangguk. "Luar biasa."

Pak Kromo tiba-tiba tertawa, "Yang luar biasa itu Mbak Lili. Bahkan setelah kematiannya masih rajin masak buat dapat karma baik. Hantu kayak Mbak Lili sering dapet diskon karma."

Mbak Lili yang melayang di sebelah Pak Kromo membalas sambil tersenyum, "Pak Kromo cuma iri aja, soalnya rumah dia di sana bocor di mana-mana."

Fandi menutup wajah dengan tangan, menahan rasa malu saat bercanda. "Lo liat sendiri, kan. Bahkan di alam sana pun mereka masih punya drama properti. Jadi kalau lo takut soal hantu, mending lo pikirin bayar kosan dulu bulan ini, gimana?"

Raka mendesah keras. "Gue udah siap uang soal itu, tenang aja. Tapi Gue nanya serius malah dapet kelas humor hantu. Tapi... Minecraft versi arwah itu keren juga sih."

Fandi tertawa kecil sambil menyeruput kopinya. Kos ini, meski penuh misteri, semakin hari makin terasa seperti acara komedi supernatural.

Tak lama kemudian, mereka melihat Dimas pulang. Wajahnya datar seolah tidak menyadari kehadiran mereka.

"Dim..." sapa Raka yang hanya mendapat bahu dingin dari temannya.

Raka terkejut karena biasanya Dimas adalah anak yang mudah bergaul. Kalau tidak diajak ngobrol, Dimas pasti balik nyapa duluan, tapi sekarang malah cuek gitu.

Di sisi lain, Fandi melihat aura aneh muncul di sekitar Dimas. Entah bagaimana, aura itu mengingatkannya pada pedang kayu milik Dek Anis. Melalui pelatihan keras temannya selama sebulan terakhir, Fandi menjadi semakin peka. Tanpa Pak Kromo atau Mbak Lili mengingatkan, dia langsung menghampiri Dimas.

Fandi berdiri di depan Dimas, namun Dimas hanya melewati Fandi tanpa melihatnya. Fandi segera menyentuh bahu Dimas, menghentikan gerakannya. Sebelum Dimas sempat berkata apa-apa, Fandi buru-buru meraih sesuatu dari jaket Dimas.

Episodes
1 Chapter 1 - Kos-Kosan Baru, Masalah Lama
2 Chapter 2 : Penghuni Lain
3 Chapter 3 : Sarapannya Kelihatan Enak
4 Chapter 4 : Benda Aneh di Kamar Raka
5 Chapter 5 : Pedang Kayu dan Boneka Tua
6 Chapter 6 : Nonton Hamtaro
7 Chapter 7 : Ingatan Masa Lalu
8 Chapter 8 : Mengungkap Masa Lalu
9 Chapter 9 : Rencana Penyelesaian
10 Chapter 10 : Lima Hari dari Sekarang
11 Chapter 11 : Ritual Dimulai
12 Chapter 12 : Selamat Tinggal?
13 Chapter 13 : Bersikap Aneh
14 Chapter 14 : Pena Antik
15 Chapter 15 : Misi Gaib, Penumpang Gelap
16 Chapter 16 : Dua Penjaga
17 Chapter 17 : Dikejar-kejar
18 Chapter 18 : Mbah Semi, Keadaan Dimas
19 Chapter 19 : Daerah Hutan Bayangan
20 Chapter 20 : Berhasil Lolos
21 Chapter 21 : Parti atau Parto?
22 Chapter 22 : Bagian Tengah
23 Chapter 23 : Fandi Tertangkap?
24 Chapter 24 : Menjalankan Tugas, Momo
25 Chapter 25 : Rairo, Monster Dua Wajah
26 Chapter 26 : Calon Suami
27 Chapter 27 : Ampun, Aku Akan Mengembalikannya
28 Chapter 28 : Kyai Jagakarsa Vs Rinjani
29 Chapter 29 : Menyelesaikan Masalah
30 Chapter 30 : Keputusan Baswara, Kembali ke Bagian Tengah
31 Chapter 31 : Keberangkatan
32 Chapter 32 : Permisi, Paket...
33 Chapter 33: Aku Benar-Benar Merindukan Kos-Kosan
34 Chapter 34 : Akhirnya Pulang
35 Chapter 35 : Senior
36 Chapter 36: Kenan Anji
37 Chapter 37 : Keanehan Kenan
38 Chapter 38 : Masa Lalu Kenan
39 Chapter 39 : Mimpi Buruk
40 Chapter 40 : Bangun
41 Chapter 41 : Tayangga
42 Chapter 42 : Hai~ Titi disini~
43 Chapter 43 : Penawaran
44 Chapter 44 : Bachtiar Setianto
45 Chapter 45 : Nuhdin
46 Chapter 46 : Selamat Tinggal, Maaf, Terimakasih
47 Chapter 47 : Sosok Yang Harus Diwaspadai
48 Chapter 48 : Dimas Kembali
49 Chapter 49 : Jayden
50 Chapter 50 : Tawaran
51 Chapter 51 : Saran untuk Jayden
52 Chapter 52 : Kunti Nangis?
53 Chapter 53 : Latihan Jayden
54 Chapter 54 : Wilhelmina
55 Chapter 55 : Wilhelmina dan Jayden
56 Chapter 56 : Terror Night
57 Chapter 57 : Noni Belanda
58 Chapter 58 : Pergilah, Jayden!
59 Chapter 59 : Lolos
60 Chapter 60 : Mata-mata Kecil
61 Chapter 61 : Parto In Action
62 Chapter 62 : Di mata Jayden
63 Chapter 63 : Penyelamatan Arief
64 Chapter 64 : Bunga Terakhir Wilhelmina
65 Chapter 65 : Tak Kuasa Marahin Ayang
66 Chapter 66 : Kecemburuan Jayden
67 Chapter 67 : Hantu Aja Punya Jodoh, Kita Kapan....
68 Chapter 68 : Akhirnya Tenang
69 Chapter 69 : Ryan
70 Chapter 70 : Tidak Jadi Memberi
71 Chapter 71 : Bu Asti?
72 Chapter 72 : Mantra Jawa
73 Chapter 73 : Penyesalan Masa Lalu
Episodes

Updated 73 Episodes

1
Chapter 1 - Kos-Kosan Baru, Masalah Lama
2
Chapter 2 : Penghuni Lain
3
Chapter 3 : Sarapannya Kelihatan Enak
4
Chapter 4 : Benda Aneh di Kamar Raka
5
Chapter 5 : Pedang Kayu dan Boneka Tua
6
Chapter 6 : Nonton Hamtaro
7
Chapter 7 : Ingatan Masa Lalu
8
Chapter 8 : Mengungkap Masa Lalu
9
Chapter 9 : Rencana Penyelesaian
10
Chapter 10 : Lima Hari dari Sekarang
11
Chapter 11 : Ritual Dimulai
12
Chapter 12 : Selamat Tinggal?
13
Chapter 13 : Bersikap Aneh
14
Chapter 14 : Pena Antik
15
Chapter 15 : Misi Gaib, Penumpang Gelap
16
Chapter 16 : Dua Penjaga
17
Chapter 17 : Dikejar-kejar
18
Chapter 18 : Mbah Semi, Keadaan Dimas
19
Chapter 19 : Daerah Hutan Bayangan
20
Chapter 20 : Berhasil Lolos
21
Chapter 21 : Parti atau Parto?
22
Chapter 22 : Bagian Tengah
23
Chapter 23 : Fandi Tertangkap?
24
Chapter 24 : Menjalankan Tugas, Momo
25
Chapter 25 : Rairo, Monster Dua Wajah
26
Chapter 26 : Calon Suami
27
Chapter 27 : Ampun, Aku Akan Mengembalikannya
28
Chapter 28 : Kyai Jagakarsa Vs Rinjani
29
Chapter 29 : Menyelesaikan Masalah
30
Chapter 30 : Keputusan Baswara, Kembali ke Bagian Tengah
31
Chapter 31 : Keberangkatan
32
Chapter 32 : Permisi, Paket...
33
Chapter 33: Aku Benar-Benar Merindukan Kos-Kosan
34
Chapter 34 : Akhirnya Pulang
35
Chapter 35 : Senior
36
Chapter 36: Kenan Anji
37
Chapter 37 : Keanehan Kenan
38
Chapter 38 : Masa Lalu Kenan
39
Chapter 39 : Mimpi Buruk
40
Chapter 40 : Bangun
41
Chapter 41 : Tayangga
42
Chapter 42 : Hai~ Titi disini~
43
Chapter 43 : Penawaran
44
Chapter 44 : Bachtiar Setianto
45
Chapter 45 : Nuhdin
46
Chapter 46 : Selamat Tinggal, Maaf, Terimakasih
47
Chapter 47 : Sosok Yang Harus Diwaspadai
48
Chapter 48 : Dimas Kembali
49
Chapter 49 : Jayden
50
Chapter 50 : Tawaran
51
Chapter 51 : Saran untuk Jayden
52
Chapter 52 : Kunti Nangis?
53
Chapter 53 : Latihan Jayden
54
Chapter 54 : Wilhelmina
55
Chapter 55 : Wilhelmina dan Jayden
56
Chapter 56 : Terror Night
57
Chapter 57 : Noni Belanda
58
Chapter 58 : Pergilah, Jayden!
59
Chapter 59 : Lolos
60
Chapter 60 : Mata-mata Kecil
61
Chapter 61 : Parto In Action
62
Chapter 62 : Di mata Jayden
63
Chapter 63 : Penyelamatan Arief
64
Chapter 64 : Bunga Terakhir Wilhelmina
65
Chapter 65 : Tak Kuasa Marahin Ayang
66
Chapter 66 : Kecemburuan Jayden
67
Chapter 67 : Hantu Aja Punya Jodoh, Kita Kapan....
68
Chapter 68 : Akhirnya Tenang
69
Chapter 69 : Ryan
70
Chapter 70 : Tidak Jadi Memberi
71
Chapter 71 : Bu Asti?
72
Chapter 72 : Mantra Jawa
73
Chapter 73 : Penyesalan Masa Lalu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!