Chapter 10 : Lima Hari dari Sekarang

Beberapa waktu kemudian, Raka akhirnya melihat Fandi duduk di teras sambil memegang segelas wedang jahe. Ada lingkaran hitam yang sangat mencolok di bawah mata Fandi.

"Anjir, ngapain aja Lo, Fan? Item banget itu mata, Apa lo nggak tidur berhari-hari?" kata Raka, sambil bercanda. Namun juga khawatir. Meskipun urusan dek Anis penting, dia tidak ingin melelahkan temannya.

Fandi melihat Raka dengan malas. Dia melambaikan tangannya, memberi isyarat untuk mengabaikan masalahnya. Lalu dia berkata. "Lo mau nanya tentang Dek Anis, kan?" suaranya serak, penuh kelelahan, namun sorot matanya terlihat bersemangat.

Hening, Raka diam. Tidak tau bagaimana menanggapi.

"Tenang aja, gue bantu." Kata Fandi sambil menyeruput wedang jahe di tangannya.

"Tapi Lo keliatan lelah banget. Urusan Dek Anis kapan kapan aja nggak masalah gue." Kata Raka seolah tidak peduli. Lagipula dia tidak merasa terganggu oleh dek Anis sekarang. "Btw, Lo habis ngapain aja. Kelihatan capek gitu. Main cewek ya?"

"Ngawur. Gue nggak suka hal-hal kaya gitu. Dosa." Fandi diam sejenak sebelum berkata, "Gue bantuin temen gue, sambil biasain diri sama hal mistis lagi. Selain itu, gue juga disuruh buat soal ujian anak semester 1 sama dosen. Terakhir, gue masih harus belajar buat ujian lusa. Yah, gue banyak begadang, nggak aneh kalau gue kelihatan capek." Meskipun terlihat tenang, Raka yang mendengarnya langsung merasa capek seketika.

Raka mengangkat ibu jarinya di depan wajah Fandi, seolah memberi penghargaan. "Hebat Lo, Fan. Bisa-bisanya Lo kuat jalanin jadwal sepadat itu."

"Yaelah, biasa aja." Fandi memutar matanya dengan bosan. Meskipun dia memang lelah namun kelelahannya lebih karena temannya yang memberinya lebih banyak pelatihan daripada kegiatan lain. Fandi menghela nafas, "masalah Dek Anis, habis ujian gue aja. Mungkin lima hari lagi. Sama bilang ke Kang Roy dan yang lain, kita butuh bantuan mereka."

Raka mengangguk. "Oke, gue ajak yang lain nanti. Lo tenang aja dan istirahat hari ini, gue nggak bakal kasih Lo tambahan tugas." katanya dengan prihatin.

Fandi menggelengkan kepalanya, dia masih harus mengoreksi beberapa makalahnya, bagaimana dia bisa istirahat.

Raka sedang menyulut rokok saat Fandi minum wedang jahe dengan tenang. Pak Kromo dan Mbak Lili juga tidak mengganggu Fandi seminggu ini, yang membuat Fandi bisa sedikit beristirahat ketika kembali ke kosnya.

Saat ini, suara langkah kaki terdengar mendekat. Arief dan Dimas muncul dari balik sudut teras, berjalan menuju Fandi dan Raka dengan senyum lebar di wajah mereka.

Begitu melihat Fandi, Arief langsung ngakak. "Waduh, Fan, Itu lingkaran hitam di bawah mata Lo mirip banget sama panda. Lagi cosplay, kah?" katanya sambil tertawa hingga memegang perutnya.

Dimas yang mengikuti di belakang Arief juga memperhatikan mata Fandi. Mendengar ucapan Arief, dia ikut menimpali, "Lo kenapa, Fan? Kayak orang kepikiran gara-gara batal nikah aja." tanya Dimas sambil mendekat, dengan senyum lebar yang tak bisa disembunyikan.

Fandi hanya mengerutkan kening, berusaha bertahan dari ledekan mereka. Tapi dengan suara serak dan wajah lelahnya, dia terlihat tidak meyakinkan.. "Gue cuma kurang tidur."

Raka segera angkat suara, membela Fandi. "Udahlah, Fandi emang lagi sibuk banget akhir-akhir ini."

Arief dan Dimas duduk di sebelah Fandi, ekspresi mereka penuh rasa ingin tahu.

"Yaudah, serius," kata Arief, mengambil sebatang rokok milik Raka dengan cara yang akrab lalu menyalakannya. Setelah mengembuskan asap pertama, dia mulai bertanya, "Lo ngapain aja sampe kayak gini? Nggak yakin gue kalau cuma belajar."

Fandi mendesah panjang, seolah sudah lelah menjawab pertanyaan yang sama berulang kali. "Belajar emang nggak seberapa capek. Yang bikin kayak gini tuh karena gue bantuin temen. Anggap aja gue ikut kursus keberanian. Ngadepin hal-hal yang nguras mental dan fisik."

Dimas langsung ngakak. "Njir, temen Lo kejem amat." Dia juga menyalakan rokok, lalu menepuk bahu Fandi. "Udah lah, mau latihan sekeras apa juga, yang penting jangan lupa makan enak."

Arief mengangguk setuju. "Bener, Fan. Lo juga mesti tidur yang bener. Jangan sampai mati muda, banyak kasusnya." Dia diam sejenak, lalu menatap Fandi sambil menyeringai. "Apa Lo mau ikut gue olahraga rutin? Ke gym gitu, biar tambah bugar."

Fandi melongo. Tubuhnya sudah hampir ambruk karena kelelahan, dan anak ini malah nyuruh dia ke gym?

"Sial, Lo harusnya nyuruh gue istirahat, bukan malah ngajak olahraga."

"Itu bener," timpal Raka, diikuti anggukan Dimas.

Arief menggaruk belakang kepalanya. "Iya, iya. Maaf. Siapa tau lo mau."!

Fandi hanya menggeleng pelan. Meski barusan nyaris kehilangan kata-kata, setidaknya dia merasa sedikit terhibur oleh mereka.

"Ngomong-ngomong, gue liat akhir-akhir ini si Raka nyariin lo. Ada apa?" tanya Dimas, mencoba mengalihkan topik.

Arief langsung menyeringai lebar. "Jangan bilang Raka ngejar Fandi. Ish, Fan, hati-hati sama dia. Selama cakep, baik laki-laki atau perempuan, diembat semua sama dia."

"Nggak usah aneh." Raka menyikut lengan Arief pelan, lalu menatap Dimas dan Arief dengan ekspresi misterius. "Kalau Lo mau tahu, lima hari dari sekarang, ketemu di gudang belakang. Kang Roy juga bakal ada."

Dimas dan Arief saling bertukar pandang. Ada rasa penasaran yang jelas di mata mereka. "Oke," jawab mereka serempak, meskipun ekspresi mereka masih penuh tanda tanya.

Fandi hanya bisa menghela napas dan menggelengkan kepala. Raka benar-benar suka bikin orang senam jantung.

Yah, mengingat dia dan Raka sebelumnya sudah merasakan debaran ketakutan karena hantu, sepertinya tidak ada salahnya membuat Arief dan Dimas ikut merasakannya juga.

——+++——

Pojok Penulis :

Yang mau kenalan sama Fandi dkk, yuk sini merapat...

Itu untuk penghuni Kos ya~

Buat setan dan penjaga (Khodam) Fandi juga ada. Ini dia...

Apa ada yang kurang? \=^-^\=

Terpopuler

Comments

Husein

Husein

kang Roy sama Bu asih

2025-02-17

1

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 - Kos-Kosan Baru, Masalah Lama
2 Chapter 2 : Penghuni Lain
3 Chapter 3 : Sarapannya Kelihatan Enak
4 Chapter 4 : Benda Aneh di Kamar Raka
5 Chapter 5 : Pedang Kayu dan Boneka Tua
6 Chapter 6 : Nonton Hamtaro
7 Chapter 7 : Ingatan Masa Lalu
8 Chapter 8 : Mengungkap Masa Lalu
9 Chapter 9 : Rencana Penyelesaian
10 Chapter 10 : Lima Hari dari Sekarang
11 Chapter 11 : Ritual Dimulai
12 Chapter 12 : Selamat Tinggal?
13 Chapter 13 : Bersikap Aneh
14 Chapter 14 : Pena Antik
15 Chapter 15 : Misi Gaib, Penumpang Gelap
16 Chapter 16 : Dua Penjaga
17 Chapter 17 : Dikejar-kejar
18 Chapter 18 : Mbah Semi, Keadaan Dimas
19 Chapter 19 : Daerah Hutan Bayangan
20 Chapter 20 : Berhasil Lolos
21 Chapter 21 : Parti atau Parto?
22 Chapter 22 : Bagian Tengah
23 Chapter 23 : Fandi Tertangkap?
24 Chapter 24 : Menjalankan Tugas, Momo
25 Chapter 25 : Rairo, Monster Dua Wajah
26 Chapter 26 : Calon Suami
27 Chapter 27 : Ampun, Aku Akan Mengembalikannya
28 Chapter 28 : Kyai Jagakarsa Vs Rinjani
29 Chapter 29 : Menyelesaikan Masalah
30 Chapter 30 : Keputusan Baswara, Kembali ke Bagian Tengah
31 Chapter 31 : Keberangkatan
32 Chapter 32 : Permisi, Paket...
33 Chapter 33: Aku Benar-Benar Merindukan Kos-Kosan
34 Chapter 34 : Akhirnya Pulang
35 Chapter 35 : Senior
36 Chapter 36: Kenan Anji
37 Chapter 37 : Keanehan Kenan
38 Chapter 38 : Masa Lalu Kenan
39 Chapter 39 : Mimpi Buruk
40 Chapter 40 : Bangun
41 Chapter 41 : Tayangga
42 Chapter 42 : Hai~ Titi disini~
43 Chapter 43 : Penawaran
44 Chapter 44 : Bachtiar Setianto
45 Chapter 45 : Nuhdin
46 Chapter 46 : Selamat Tinggal, Maaf, Terimakasih
47 Chapter 47 : Sosok Yang Harus Diwaspadai
48 Chapter 48 : Dimas Kembali
49 Chapter 49 : Jayden
50 Chapter 50 : Tawaran
51 Chapter 51 : Saran untuk Jayden
52 Chapter 52 : Kunti Nangis?
53 Chapter 53 : Latihan Jayden
54 Chapter 54 : Wilhelmina
55 Chapter 55 : Wilhelmina dan Jayden
56 Chapter 56 : Terror Night
57 Chapter 57 : Noni Belanda
58 Chapter 58 : Pergilah, Jayden!
59 Chapter 59 : Lolos
60 Chapter 60 : Mata-mata Kecil
61 Chapter 61 : Parto In Action
62 Chapter 62 : Di mata Jayden
63 Chapter 63 : Penyelamatan Arief
64 Chapter 64 : Bunga Terakhir Wilhelmina
65 Chapter 65 : Tak Kuasa Marahin Ayang
66 Chapter 66 : Kecemburuan Jayden
67 Chapter 67 : Hantu Aja Punya Jodoh, Kita Kapan....
68 Chapter 68 : Akhirnya Tenang
69 Chapter 69 : Ryan
70 Chapter 70 : Tidak Jadi Memberi
71 Chapter 71 : Bu Asti?
72 Chapter 72 : Mantra Jawa
73 Chapter 73 : Penyesalan Masa Lalu
Episodes

Updated 73 Episodes

1
Chapter 1 - Kos-Kosan Baru, Masalah Lama
2
Chapter 2 : Penghuni Lain
3
Chapter 3 : Sarapannya Kelihatan Enak
4
Chapter 4 : Benda Aneh di Kamar Raka
5
Chapter 5 : Pedang Kayu dan Boneka Tua
6
Chapter 6 : Nonton Hamtaro
7
Chapter 7 : Ingatan Masa Lalu
8
Chapter 8 : Mengungkap Masa Lalu
9
Chapter 9 : Rencana Penyelesaian
10
Chapter 10 : Lima Hari dari Sekarang
11
Chapter 11 : Ritual Dimulai
12
Chapter 12 : Selamat Tinggal?
13
Chapter 13 : Bersikap Aneh
14
Chapter 14 : Pena Antik
15
Chapter 15 : Misi Gaib, Penumpang Gelap
16
Chapter 16 : Dua Penjaga
17
Chapter 17 : Dikejar-kejar
18
Chapter 18 : Mbah Semi, Keadaan Dimas
19
Chapter 19 : Daerah Hutan Bayangan
20
Chapter 20 : Berhasil Lolos
21
Chapter 21 : Parti atau Parto?
22
Chapter 22 : Bagian Tengah
23
Chapter 23 : Fandi Tertangkap?
24
Chapter 24 : Menjalankan Tugas, Momo
25
Chapter 25 : Rairo, Monster Dua Wajah
26
Chapter 26 : Calon Suami
27
Chapter 27 : Ampun, Aku Akan Mengembalikannya
28
Chapter 28 : Kyai Jagakarsa Vs Rinjani
29
Chapter 29 : Menyelesaikan Masalah
30
Chapter 30 : Keputusan Baswara, Kembali ke Bagian Tengah
31
Chapter 31 : Keberangkatan
32
Chapter 32 : Permisi, Paket...
33
Chapter 33: Aku Benar-Benar Merindukan Kos-Kosan
34
Chapter 34 : Akhirnya Pulang
35
Chapter 35 : Senior
36
Chapter 36: Kenan Anji
37
Chapter 37 : Keanehan Kenan
38
Chapter 38 : Masa Lalu Kenan
39
Chapter 39 : Mimpi Buruk
40
Chapter 40 : Bangun
41
Chapter 41 : Tayangga
42
Chapter 42 : Hai~ Titi disini~
43
Chapter 43 : Penawaran
44
Chapter 44 : Bachtiar Setianto
45
Chapter 45 : Nuhdin
46
Chapter 46 : Selamat Tinggal, Maaf, Terimakasih
47
Chapter 47 : Sosok Yang Harus Diwaspadai
48
Chapter 48 : Dimas Kembali
49
Chapter 49 : Jayden
50
Chapter 50 : Tawaran
51
Chapter 51 : Saran untuk Jayden
52
Chapter 52 : Kunti Nangis?
53
Chapter 53 : Latihan Jayden
54
Chapter 54 : Wilhelmina
55
Chapter 55 : Wilhelmina dan Jayden
56
Chapter 56 : Terror Night
57
Chapter 57 : Noni Belanda
58
Chapter 58 : Pergilah, Jayden!
59
Chapter 59 : Lolos
60
Chapter 60 : Mata-mata Kecil
61
Chapter 61 : Parto In Action
62
Chapter 62 : Di mata Jayden
63
Chapter 63 : Penyelamatan Arief
64
Chapter 64 : Bunga Terakhir Wilhelmina
65
Chapter 65 : Tak Kuasa Marahin Ayang
66
Chapter 66 : Kecemburuan Jayden
67
Chapter 67 : Hantu Aja Punya Jodoh, Kita Kapan....
68
Chapter 68 : Akhirnya Tenang
69
Chapter 69 : Ryan
70
Chapter 70 : Tidak Jadi Memberi
71
Chapter 71 : Bu Asti?
72
Chapter 72 : Mantra Jawa
73
Chapter 73 : Penyesalan Masa Lalu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!