Chapter 6 : Nonton Hamtaro

Pada malam di hari yang sama, Raka kembali dari Kampus sudah lewat tengah malam. Dia berjalan ke kamar kosnya dengan wajah lelah. Dia bahkan tidak mandi dan langsung berbaring di tempat tidur.

Namun, hanya beberapa saat setelah dia memejamkan mata, sebuah suara ketukan keras datang dari balik pintu kamarnya, membuatnya terusik.

Tok tok tok

Raka mengabaikannya

Tok tok tok

Raka masih mengabaikannya

Tok tok tok

Akhirnya Raka tidak bisa mengabaikannya lagi!

"Siapa sih?" gumam Raka kesal, matanya setengah terpejam, masih berusaha mengusir kantuk. "Ini masih malem, gila. Ada kebakaran apa!"

Dia bangun dan membuka pintu, namun tidak ada siapa-siapa di luar. Hanya udara dingin yang menyapa wajahnya. Ketika dia kembali ke kamar, tiba-tiba lampu padam, dan suasana menjadi semakin mencekam.

Malam itu, Raka tidak bisa tidur lagi dan harus menjalani kelas dengan kepala pusing.

Namun gangguan tak berhenti sampai di situ. Di malam-malam berikutnya, ketukan-ketukan itu terus datang. Setiap malam, pada waktu yang sama, pintu-pintu kamar kos akan diketuk satu per satu. Bahkan Dimas yang sering begadang menjadi sedikit ketakutan sekarang dan akan tidur lebih awal.

Namun malang bagi Raka, karena dia tidak hanya mendengar ketukan, dia juga mulai mendengar suara-suara aneh dari koridor yang gelap, langkah kaki dan bisikan-bisikan yang meminta untuk masuk kamarnya.

Raka yang sudah tidak tahan dengan ketakutannya, akhirnya mendatangi kamar Fandi di suatu pagi. Wajahnya tampak pucat, matanya terbelalak ketakutan.

Ini tepat tujuh hari setelah mereka mengembalikan pedang kayu di gudang belakang. Fandi tidak menyangka kalau Raka akan muncul di depan pintunya lagi.

"Fan, lo juga denger kan?" tanya Raka dengan cemas dan suara gemetar. Dia segera bicara begitu melihat Fandi

Fandi yang akan berangkat tampak kebingungan. "Apaan?" jawabnya, masih belum mengerti dengan maksud Raka.

Selama seminggu gangguan di kos-kosan ini, Fandi sibuk dengan kegiatan kuliahnya. Dia tidak mendengar gosip tentang kosan yang dibicarakan Raka, Dimas dan Arief karena dia belum berkumpul dengan mereka.

Selain itu, sebelum teror hantu sempat mengganggu Fandi, Kyai Jagakarsa muncul dan mengusir hantu itu. Hantu itu takut pada Kyai Jagakarsa dan tidak punya pilihan lain selain melewati tempat Fandi. Karena itu, Fandi benar-benar tidak mengalami gangguan dan tidak mengerti maksud Raka.

"Anjir, jangan pura-pura nggak tau deh Lo. Dimas aja sampe nggak pernah begadang selama seminggu ini." Kata Raka sambil mengacak-acak rambutnya bingung.

"Lah, bagus dong." Kata Fandi polos

"Bagus pala Kau!" Raka menarik nafas dalam-dalam. "Meski emang bagus tuh anak jaga kesehatannya sedikit. Lagian dia begadang juga cuma buat main game." Gumam Raka masuk akal.

"Nggak, bentar, bukan itu! Gangguan, yang gue maksud itu gangguannya." Kata Raka setelah mengingat kembali tujuannya.

"Gangguan apaan?"

Akhirnya Raka mulai menceritakan kejadian setelah mereka mengembalikan pedang kayu ke boneka di gudang belakang. Setelah penjelasan panjang, Raka menghela nafas. "Temenin gue di kamar. Pliss!!"

Fandi tercengang, "Apaan sih, kaya bocah lo."

"Bodo amat jadi bocah, gue takut. Gue udah cerita, kan. Dibandingkan Dimas dan Arief, gangguan ke gue lebih banyak."

Hening sejenak, Fandi kemudian ragu-ragu bertanya, "Lo nggak ambil barang aneh-aneh lagi kan?"

Raka langsung terlihat bodoh. "Anjir, jangan nuduh sembarangan. Mana berani gue!"

"Yaudah, gue temenin." Kata Fandi sambil menghela nafas pasrah.

Fandi melewati Raka dan berangkat kuliah, mengabaikan Kyai Jagakarsa yang berdiri bangga menyembunyikan prestasinya yang membantu Fandi menangani masalah.

Malam datang.

Seperti malam sebelumnya, tepat pada pukul 2 dini hari, pintu kamar Raka diketuk. Tapi kali ini Raka memiliki Fandi, sang anak indigo di sisinya. Dia merasa sudah siap. Saat ketukan kedua berbunyi, Fandi segera membuka pintu dengan cepat.

Mereka terkejut dengan pemandangan di depan mereka.

Sebuah boneka kayu yang tidak asing, berdiri dengan tangan boneka terangkat.

"Ini... boneka ini... dia... gerak!" ujar Fandi dengan suara tercekat.

Raka memandang boneka itu dengan tidak percaya. "Gue nggak ngerti lagi! Ini nggak masuk akal! Kenapa harus ke gue, Apa salah gue sekarang? Gue nggak sengaja nemu pedang itu, oke. Gue suka koleksi barang-barang kerajinan gituan. Apalagi pedang itu ukirannya keren. Tapi udah gue balikin, kan?" kata Raka dengan suara yang bergetar, matanya penuh kegelisahan dan keluhan.

"Tenang, Rak." Kata Fandi, meski dia takut ada Raka disebelahnya, dia harus menahan ketakutannya. Dia melihat boneka itu dan bertanya dengan tajam. "Ngapain Lo kesini, apa yang Lo mau?"

Boneka itu bergerak perlahan, tanpa ada yang menyentuhnya. Matanya yang rusak seolah berubah, dan wajahnya yang dulu tak berwarna kini tampak semakin menyeramkan. Setiap gerakan boneka itu semakin mengerikan, dan aura yang menyertainya semakin mencekam.

Tiba-tiba, boneka itu mengeluarkan suara pelan dan sedih khas anak-anak. "Aku, aku hanya ingin nonton Hamtaro..."

Fandi dan Raka tercengang, mereka saling memandang.

Fandi: "...."

Raka: "....."

Tunggu sebentar, kita tadi lagi ngapain?

Episodes
1 Chapter 1 - Kos-Kosan Baru, Masalah Lama
2 Chapter 2 : Penghuni Lain
3 Chapter 3 : Sarapannya Kelihatan Enak
4 Chapter 4 : Benda Aneh di Kamar Raka
5 Chapter 5 : Pedang Kayu dan Boneka Tua
6 Chapter 6 : Nonton Hamtaro
7 Chapter 7 : Ingatan Masa Lalu
8 Chapter 8 : Mengungkap Masa Lalu
9 Chapter 9 : Rencana Penyelesaian
10 Chapter 10 : Lima Hari dari Sekarang
11 Chapter 11 : Ritual Dimulai
12 Chapter 12 : Selamat Tinggal?
13 Chapter 13 : Bersikap Aneh
14 Chapter 14 : Pena Antik
15 Chapter 15 : Misi Gaib, Penumpang Gelap
16 Chapter 16 : Dua Penjaga
17 Chapter 17 : Dikejar-kejar
18 Chapter 18 : Mbah Semi, Keadaan Dimas
19 Chapter 19 : Daerah Hutan Bayangan
20 Chapter 20 : Berhasil Lolos
21 Chapter 21 : Parti atau Parto?
22 Chapter 22 : Bagian Tengah
23 Chapter 23 : Fandi Tertangkap?
24 Chapter 24 : Menjalankan Tugas, Momo
25 Chapter 25 : Rairo, Monster Dua Wajah
26 Chapter 26 : Calon Suami
27 Chapter 27 : Ampun, Aku Akan Mengembalikannya
28 Chapter 28 : Kyai Jagakarsa Vs Rinjani
29 Chapter 29 : Menyelesaikan Masalah
30 Chapter 30 : Keputusan Baswara, Kembali ke Bagian Tengah
31 Chapter 31 : Keberangkatan
32 Chapter 32 : Permisi, Paket...
33 Chapter 33: Aku Benar-Benar Merindukan Kos-Kosan
34 Chapter 34 : Akhirnya Pulang
35 Chapter 35 : Senior
36 Chapter 36: Kenan Anji
37 Chapter 37 : Keanehan Kenan
38 Chapter 38 : Masa Lalu Kenan
39 Chapter 39 : Mimpi Buruk
40 Chapter 40 : Bangun
41 Chapter 41 : Tayangga
42 Chapter 42 : Hai~ Titi disini~
43 Chapter 43 : Penawaran
44 Chapter 44 : Bachtiar Setianto
45 Chapter 45 : Nuhdin
46 Chapter 46 : Selamat Tinggal, Maaf, Terimakasih
47 Chapter 47 : Sosok Yang Harus Diwaspadai
48 Chapter 48 : Dimas Kembali
49 Chapter 49 : Jayden
50 Chapter 50 : Tawaran
51 Chapter 51 : Saran untuk Jayden
52 Chapter 52 : Kunti Nangis?
53 Chapter 53 : Latihan Jayden
54 Chapter 54 : Wilhelmina
55 Chapter 55 : Wilhelmina dan Jayden
56 Chapter 56 : Terror Night
57 Chapter 57 : Noni Belanda
58 Chapter 58 : Pergilah, Jayden!
59 Chapter 59 : Lolos
60 Chapter 60 : Mata-mata Kecil
61 Chapter 61 : Parto In Action
62 Chapter 62 : Di mata Jayden
63 Chapter 63 : Penyelamatan Arief
64 Chapter 64 : Bunga Terakhir Wilhelmina
65 Chapter 65 : Tak Kuasa Marahin Ayang
66 Chapter 66 : Kecemburuan Jayden
67 Chapter 67 : Hantu Aja Punya Jodoh, Kita Kapan....
68 Chapter 68 : Akhirnya Tenang
69 Chapter 69 : Ryan
70 Chapter 70 : Tidak Jadi Memberi
71 Chapter 71 : Bu Asti?
72 Chapter 72 : Mantra Jawa
73 Chapter 73 : Penyesalan Masa Lalu
Episodes

Updated 73 Episodes

1
Chapter 1 - Kos-Kosan Baru, Masalah Lama
2
Chapter 2 : Penghuni Lain
3
Chapter 3 : Sarapannya Kelihatan Enak
4
Chapter 4 : Benda Aneh di Kamar Raka
5
Chapter 5 : Pedang Kayu dan Boneka Tua
6
Chapter 6 : Nonton Hamtaro
7
Chapter 7 : Ingatan Masa Lalu
8
Chapter 8 : Mengungkap Masa Lalu
9
Chapter 9 : Rencana Penyelesaian
10
Chapter 10 : Lima Hari dari Sekarang
11
Chapter 11 : Ritual Dimulai
12
Chapter 12 : Selamat Tinggal?
13
Chapter 13 : Bersikap Aneh
14
Chapter 14 : Pena Antik
15
Chapter 15 : Misi Gaib, Penumpang Gelap
16
Chapter 16 : Dua Penjaga
17
Chapter 17 : Dikejar-kejar
18
Chapter 18 : Mbah Semi, Keadaan Dimas
19
Chapter 19 : Daerah Hutan Bayangan
20
Chapter 20 : Berhasil Lolos
21
Chapter 21 : Parti atau Parto?
22
Chapter 22 : Bagian Tengah
23
Chapter 23 : Fandi Tertangkap?
24
Chapter 24 : Menjalankan Tugas, Momo
25
Chapter 25 : Rairo, Monster Dua Wajah
26
Chapter 26 : Calon Suami
27
Chapter 27 : Ampun, Aku Akan Mengembalikannya
28
Chapter 28 : Kyai Jagakarsa Vs Rinjani
29
Chapter 29 : Menyelesaikan Masalah
30
Chapter 30 : Keputusan Baswara, Kembali ke Bagian Tengah
31
Chapter 31 : Keberangkatan
32
Chapter 32 : Permisi, Paket...
33
Chapter 33: Aku Benar-Benar Merindukan Kos-Kosan
34
Chapter 34 : Akhirnya Pulang
35
Chapter 35 : Senior
36
Chapter 36: Kenan Anji
37
Chapter 37 : Keanehan Kenan
38
Chapter 38 : Masa Lalu Kenan
39
Chapter 39 : Mimpi Buruk
40
Chapter 40 : Bangun
41
Chapter 41 : Tayangga
42
Chapter 42 : Hai~ Titi disini~
43
Chapter 43 : Penawaran
44
Chapter 44 : Bachtiar Setianto
45
Chapter 45 : Nuhdin
46
Chapter 46 : Selamat Tinggal, Maaf, Terimakasih
47
Chapter 47 : Sosok Yang Harus Diwaspadai
48
Chapter 48 : Dimas Kembali
49
Chapter 49 : Jayden
50
Chapter 50 : Tawaran
51
Chapter 51 : Saran untuk Jayden
52
Chapter 52 : Kunti Nangis?
53
Chapter 53 : Latihan Jayden
54
Chapter 54 : Wilhelmina
55
Chapter 55 : Wilhelmina dan Jayden
56
Chapter 56 : Terror Night
57
Chapter 57 : Noni Belanda
58
Chapter 58 : Pergilah, Jayden!
59
Chapter 59 : Lolos
60
Chapter 60 : Mata-mata Kecil
61
Chapter 61 : Parto In Action
62
Chapter 62 : Di mata Jayden
63
Chapter 63 : Penyelamatan Arief
64
Chapter 64 : Bunga Terakhir Wilhelmina
65
Chapter 65 : Tak Kuasa Marahin Ayang
66
Chapter 66 : Kecemburuan Jayden
67
Chapter 67 : Hantu Aja Punya Jodoh, Kita Kapan....
68
Chapter 68 : Akhirnya Tenang
69
Chapter 69 : Ryan
70
Chapter 70 : Tidak Jadi Memberi
71
Chapter 71 : Bu Asti?
72
Chapter 72 : Mantra Jawa
73
Chapter 73 : Penyesalan Masa Lalu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!