Bab 8 Liona Menerima Elvira Tinggal Di rumahnya

Malam itu,liona tidur di kamarnya tanpa kehadiran Alvaro di sampingnya. Ada rasa sepi melanda batin Liona,kamar yang besar itu membuat Liona semakin rindu pada sosok Alvaro yang selalu mengelus rambutnya,memanjakannya,dan menidurkan Liona layaknya anak kecil.Hal itulah yang di rindukan Liona

"malam ini begitu sepi tanpa kehadiranmu Alvaro. Kamu sedang apa di sana ya?walaupun,Alvaro tidak bisa memuaskan hasratku,tapi kebiasaannya dalam menemaniku tidur setiap malam tidak bisa aku lupakan". Liona menatap langit langit kamarnya yang dengan hiasan ornamen indah.Liona merindukan kebiasaan Alvaro terhadap dirinya. Akhirnya,malam itu Liona tertidur juga di atas kasurnya yang empuk.

"Kriing...kriing". Suara alarm berbunyi di dekat ranjang Liona,membuatnya harus terbangun walaupun masih mengantuk karena tidur larut malam. Tepat pukul 6.00 pagi,Liona beranjak dari kasurnya lalu melangkah ke kamar mandi yang terletak dalam kamarnya yang luas. Harum bau masakan m Mbok Tini,asisten rumah tangga Liona tercium sangat harum,memasak dan menyiapkan sarapan pagi buat Liona.

"Ting...tong".Bel pintu rumah Liona berbunyi.

"Siapa yang datang sepagi ini ya?pak Abel mana sih?aku kan lagi masak sarapan buat non Liona". Guman Mbok Tini,lalu Mbok Tini,mematikan kompor dan melangkah keluar dari dapur untuk membuka pintu.

"Pagi Mbok Tini" sapa Elvira yang datang bersama kedua anaknya.

"Pagi juga Mbak Elvira...silahkan masuk". Elvira masuk sambil memegang tangan kedua anaknya. Mbok Tini,tahu jika Elvira datang pasti akan meminta uang untuk keperluan anaknya.

"Kak Alvaro belum bangun Mbok?" Elvira duduk bersama kedua anaknya di ruang tamu.

"Tuan Alvaro tidak ada Mbak,yang ada hanya non Liona di kamarnya". Mbok Tini mengatakan pada Elvira jika Alvaro berangkat keluar negri untuk urusan bisnis,dan Mbok Tini di beritahu oleh Liona semalam.Elvira kaget karena Alvaro tidak menelponnya.

"Oh...begitu,aku tunggu Mbak Liona saja". Elvira duduk dengan tenang dan sabar menunggu sampai Liona keluar,karena melihat Mbok Tini yang sibuk di dapur,maka Elvira berniat membantu pekerjaan Mbok Tini,awalnya Mbok Tini melarang Elvira,karena merasa tidak enak namun, melihat Elvira sangat ingin membantunya maka akhirnya Mbok Tini membiarkan Elvira membantunya menyiapkan sarapan untuk Liona.

"Mbok,semuanya sudah aku taruh di atas meja,apa masih ada lagi yang bisa aku bantu?" tanya Elvira,dan Mbok Tini mengatakan tinggal susu Liona yang harus di siapkan.

"Biar aku yang buat susu untuk Mbak Liona,dan Mbok Tini kerjakan yang lain saja".

"Baiklah Mbak,aku cuci piring kotor ini saja". Mbok Tini melakukan tugasnya yang lain,sedangkan Elvira yang telah selesai menyiapkan susu untuk Liona,meletakkannya di atas meja dan menunggu Liona keluar dari kamarnya. Sekitar 20 menit,Liona yang telah selesai mandi dan berdandan keluar dari kamarnya. Liona melihat sarapannya sudah tersedia di atas meja,juga segelas susu.

"Pagi Mbok" Liona menyapa Mbok Tini yang sedang mencuci piring di wastafel,Mbok Tini menoleh kearah Liona lalu mengatakan jika Elvira dan kedua anaknya sedang berada di ruang tamu,Mbok Tini juga mengatakan jika Elvira membantunya dalam menyiapkan sarapan. Liona,meneguk susunya perlahan lalu meletakkan kembali gelas susu yang sisa setengah itu di atas meja. Liona,berdiri dari duduknya lalu melangkah ke ruang tamu menemui Elvira dan kedua anaknya.

"Hai Elvira...kamu dan anakmu sudah sarapan?" Liona melihat Elvira menelan air liurnya.

"Belum Mbak",sambil memegang perutnya yang berbunyi. Liona,menyuruh Elvira membawa kedua anaknya ke ruang makan untuk sarapan bersamanya. Elvira tidak menolaknya,karena memang Elvira dan kedua anaknya belum makan dari rumah kontrakannya.

"Mbok,tolong siapkan sarapan untuk Elvira dan kedua anaknya" pinta Liona. Mbok Tini,mengambil beberapa piring,lalu meletakkan di atas meja makan.

"Elvira,ambilkan nasi dan lauk untuk kedua anakmu,kasihan mereka lapar" pinta Liona.

"Iya Mbak" Elvira mengikuti perintah kakak iparnya itu. Liona,melihat kedua anak Elvira makan dengan lahapnya,ada rasa iba melihat kedua keponakan suaminya itu. Liona,berjanji dalam hatinya kepada Tuhan dan dirinya,jika kelak Tuhan memberinya anak dalam rahimnya,maka Liona akan memastikan semua kebutuhan anaknya akan tercukupi.

"Mbak,aku sudah kenyang,dan kedua anakku juga kelihatannya sudah kenyang" ujar Elvira.

"Nanti,kamu bawa pulang makanan yang ada dalam kulkas ya,aku akan beritahu Mbok Tini".

"Terima kasih Mbak,tapi aku mau minta ijin sama Mbak" ujar Elvira gugup.

"Minta ijin apa?" Liona yang tidak mengerti maksud ucapan Elvira,mencoba menanyakannya dengan jelas. Elvira,lalu mengatakan niatnya datang ke rumah Liona,bahwa Elvira ingin tinggal sementara dirumah Liona,karena suaminya candra sudah seminggu tidak pulang ke rumah,dan pemilik rumah yang Elvira tinggali mengusir Elvira dan kedua anaknya karena tidak membayar uang kontrakan rumah.

"Loh...bukannya waktu itu Alvaro sudah memberikan sejumlah uang yang lebih dari cukup untuk membayar rumah kontrakanmu?" tanya Liona dengan heran.

"Iya mbak,tapi uang itu di ambil oleh candra. Dia pergi entah kemana,dan belum kembali sampai saat ini" mata Elvira mulai berkaca kaca,saat mengatakan bahwa Elvira sempat menahan uang pemberian kakaknya,namun candra memukulnya dan mengambilnya dengan paksa dari tangannya. Liona,menarik nafas panjang lalu menghempaskannya. Karena Liona sangat memahami penderitaan Elvira,akhirnya Liona menerima Elvira dan kedua anaknya untuk tinggal di rumahnya tanpa menelpon Alvaro.

"Baiklah,untuk sementara waktu kamu dan kedua anakmu boleh tinggal di sini" ujar Liona.

"Terima kasih banyak Mbak,aku akan membantu pekerjaan rumah". Sambil menangis,Elvira memeluk kakak iparnya.

Liona,lalu menyuruh Mbok Tini menyiapkan satu kamar untuk Elvira dan kedua anaknya,kamar yang cukup besar untuk Elvira tempati bersama kedua anaknya yang terletak di samping kamar Liona dan Alvaro.

"Aku membuka toko dulu,ini sudah jam 8.25" Liona melirik jam tangannya,dan sudah waktunya untuk membuka toko butiknya.

"Iya Mbak,hati hati di jalan" Elvira menatap Liona yang berjalan sampai di depan pintu. Elvira sangat bersyukur,akan kebaikan hati Liona,dan berjanji dalam hatinya kelak akan membalas kebaikan hati kakak iparnya itu. Setelah Liona pergi,Elvira kembali membantu pekerjaan Mbok Tini seperti menyapu,mengepel,dan pekerjaan rumah lainnya. Mbok Tini, tidak keberatan karena sebagaian pekerjaannya di ambil alih oleh Elvira,justru pekerjaannya terasa lebih ringan.

"Mbak Liona sangat baik dan tidak pelit" ujar Mbok Tini kepada Elvira.

"Iya Mbok,aku sangat bersyukur mempunyai kakak ipar seperti Mbak Liona" sahut Elvira.

Episodes
1 Bab 1 Kelemahan Alvaro
2 Bab 2 Godaan Dokter Nico
3 Bab 3 Penyesalan Alvaro
4 Bab 4 Pertemuan Liona Dan Cakra
5 Bab 5 Cakra Dan Liona Di Toko Butik
6 Bab 6 Akhirnya Sara Tahu tentang Alvaro
7 Bab 7 Alvaro Ke Australia
8 Bab 8 Liona Menerima Elvira Tinggal Di rumahnya
9 Bab 9 Cakra Ungkapkan Perasaannya Kepada Liona
10 Bab 10 Buku Harian Liona
11 Bab 11 Liona Terlena Dengan Godaan Cakra
12 Bab 12 Kecemburuan Liona
13 Bab 13 Elvira mulai Curiga Terhadap Liona
14 Bab 14 Permintaan Gila Cakra
15 Bab 15 Hasil Dari Perselinkuhan Liona
16 Bab 16 perjalanan Cinta Sara
17 Bab 17 Terakhir Kali
18 Bab 18 Liona Membeli Perlengkapan Bayi
19 Bab 19 Kepulangan Alvaro
20 Bab 20 Liona Dan Cakra Janjian Lagi
21 Bab 21 Kram Perut Liona
22 Bab 22 Liona Masuk Rumah Sakit
23 Bab 23 Kejujuran Liona Membawa Petaka Bagi Alvaro
24 Bab 24 Pertemuan Alvaro Dengan Kakek Jenggot
25 Bab 25 Kisah Nama Kakek Jenggot
26 Bab 26 Tante Wanda Menyalahkan Liona
27 Bab 27 Liona Tetap Menanti Alvaro
28 Bab 28 Perpisahan Alvaro Penuh Haru
29 Bab 29 Pertemuan Alvaro Dan Elvira
30 Bab 30 Pertemuan Alvaro Dan Liona
31 Bab 31 Keputusan Alvaro Untuk Liona
32 Bab 32 Alvaro Terkesima Pada Kecantikan Cindy
33 Bab 33 Liona Tergoda Lagi
34 Bab 34 Liona Mengingkari Janjinya Sendiri
35 Bab 35 Percakapan Liona Dan Cindy
36 Bab 36 Alvaro Dan Jodoh Eksklusif
37 Bab 37 Alvaro Dan Siska
38 Bab 38 Malam Pertama Yang Belum Saatnya
39 Bab 39 Restu Tante Wanda
40 Bab 40 Liona Kepikiran Alvaro
41 Bab 41 Kabar Dari Rumah Sakit
42 Bab 42 Cakra Koma
43 Bab 43 Cakra Pergi Untuk Selamanya
44 Bab 44 Banjir Air Mata Di Rumah Sakit
45 Bab 45 Bayangan Alvaro
46 Bab 46 Godaan Cindy
47 Bab 47 Terkejutnya Sara Tentang Siska
48 Bab 48 Pembicaraan Alvaro Dan Sara
49 Bab 49 Kecoa Keberuntungan
50 Bab 50 Karma Alvaro
51 Bab 51 Pria Itu Bernama Ronal
52 Bab 52 Liona Dan Rara
53 Bab 53 Alvaro Dan Kisah Rara
54 Bab 54 Gaun Yang Menyebabkan Pertengkaran
55 Bab 55 Pertemuan Liona Dan Siska
56 Bab 56 Piknik Ke Danau
57 Bab 57 Masa Lalu Ronal
58 Bab 58 Curhatan Rara
59 Bab 59 Pertemuan Tak Di sangka
60 Bab 60 Siska Cemburu Dengan Masa lalu Alvaro
61 Bab 61 Rasa Penasaran Siska Terjawab
62 Bab 62 Pertengkaran Liona Dan Siska
63 Bab 63 Pertengkaran Siska Dan Alvaro
64 Bab 64 Siska Mengancam Alvaro
65 Bab 65 Rencana Siska Terhadap Liona
66 Bab 66 Sari Menolong Liona
67 Bab 67 Ulah Siska Membuat Liona Trauma
68 Bab 68 Tindakan Ganas Siska
69 Bab 69 Pengakuan Alvaro Dan Permintaan Elvira
70 Bab 70 Pendekatan Alvaro
Episodes

Updated 70 Episodes

1
Bab 1 Kelemahan Alvaro
2
Bab 2 Godaan Dokter Nico
3
Bab 3 Penyesalan Alvaro
4
Bab 4 Pertemuan Liona Dan Cakra
5
Bab 5 Cakra Dan Liona Di Toko Butik
6
Bab 6 Akhirnya Sara Tahu tentang Alvaro
7
Bab 7 Alvaro Ke Australia
8
Bab 8 Liona Menerima Elvira Tinggal Di rumahnya
9
Bab 9 Cakra Ungkapkan Perasaannya Kepada Liona
10
Bab 10 Buku Harian Liona
11
Bab 11 Liona Terlena Dengan Godaan Cakra
12
Bab 12 Kecemburuan Liona
13
Bab 13 Elvira mulai Curiga Terhadap Liona
14
Bab 14 Permintaan Gila Cakra
15
Bab 15 Hasil Dari Perselinkuhan Liona
16
Bab 16 perjalanan Cinta Sara
17
Bab 17 Terakhir Kali
18
Bab 18 Liona Membeli Perlengkapan Bayi
19
Bab 19 Kepulangan Alvaro
20
Bab 20 Liona Dan Cakra Janjian Lagi
21
Bab 21 Kram Perut Liona
22
Bab 22 Liona Masuk Rumah Sakit
23
Bab 23 Kejujuran Liona Membawa Petaka Bagi Alvaro
24
Bab 24 Pertemuan Alvaro Dengan Kakek Jenggot
25
Bab 25 Kisah Nama Kakek Jenggot
26
Bab 26 Tante Wanda Menyalahkan Liona
27
Bab 27 Liona Tetap Menanti Alvaro
28
Bab 28 Perpisahan Alvaro Penuh Haru
29
Bab 29 Pertemuan Alvaro Dan Elvira
30
Bab 30 Pertemuan Alvaro Dan Liona
31
Bab 31 Keputusan Alvaro Untuk Liona
32
Bab 32 Alvaro Terkesima Pada Kecantikan Cindy
33
Bab 33 Liona Tergoda Lagi
34
Bab 34 Liona Mengingkari Janjinya Sendiri
35
Bab 35 Percakapan Liona Dan Cindy
36
Bab 36 Alvaro Dan Jodoh Eksklusif
37
Bab 37 Alvaro Dan Siska
38
Bab 38 Malam Pertama Yang Belum Saatnya
39
Bab 39 Restu Tante Wanda
40
Bab 40 Liona Kepikiran Alvaro
41
Bab 41 Kabar Dari Rumah Sakit
42
Bab 42 Cakra Koma
43
Bab 43 Cakra Pergi Untuk Selamanya
44
Bab 44 Banjir Air Mata Di Rumah Sakit
45
Bab 45 Bayangan Alvaro
46
Bab 46 Godaan Cindy
47
Bab 47 Terkejutnya Sara Tentang Siska
48
Bab 48 Pembicaraan Alvaro Dan Sara
49
Bab 49 Kecoa Keberuntungan
50
Bab 50 Karma Alvaro
51
Bab 51 Pria Itu Bernama Ronal
52
Bab 52 Liona Dan Rara
53
Bab 53 Alvaro Dan Kisah Rara
54
Bab 54 Gaun Yang Menyebabkan Pertengkaran
55
Bab 55 Pertemuan Liona Dan Siska
56
Bab 56 Piknik Ke Danau
57
Bab 57 Masa Lalu Ronal
58
Bab 58 Curhatan Rara
59
Bab 59 Pertemuan Tak Di sangka
60
Bab 60 Siska Cemburu Dengan Masa lalu Alvaro
61
Bab 61 Rasa Penasaran Siska Terjawab
62
Bab 62 Pertengkaran Liona Dan Siska
63
Bab 63 Pertengkaran Siska Dan Alvaro
64
Bab 64 Siska Mengancam Alvaro
65
Bab 65 Rencana Siska Terhadap Liona
66
Bab 66 Sari Menolong Liona
67
Bab 67 Ulah Siska Membuat Liona Trauma
68
Bab 68 Tindakan Ganas Siska
69
Bab 69 Pengakuan Alvaro Dan Permintaan Elvira
70
Bab 70 Pendekatan Alvaro

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!