Bab 7 Alvaro Ke Australia

Liona,yang telah mengatakan tentang rumah tangganya pada Sara,mulai tenang. Beban yang selama ini menumpuk didadanya,kini terasa lebih ringan. Didalam mobil,Sara yang menyetir itu menoleh kearah Liona untuk memastikan keadaan sahabatnya itu.

"Kamu sudah tenang sekarang"?

"Sara,tolong jangan ceritakan tentang masalahku pada siapapun,termasuk Cakra". Liona memperingatkan Sara agar menjaga rahasianya tentang keadaan Alvaro.

"Iya Liona,aku paham kok" ujar Sara meyakinkan Liona. Kedua sahabat itu yang sudah pulang dari pantai,merasa lega karena mereka sama sama tahu keadaan mereka masing masing. Akhirnya kedua sahabat itu sampai didepan toko butik milik Liona,mereka turun dari mobil dan langsung masuk kedalam toko. Liona kaget saat masuk kedalam tokonya,ternyata Alvaro sudah berada didalam dan sedang menunggunya pulang. Alvaro,yang sudah melihat Liona dan Sara masuk kedalam toko menatap Liona sambil tersenyum lalu memeluk istrinya.

"Alvaro?kamu kok datang disini?" Liona yang membalas pelukan suaminya heran,karena tidak biasanya Alvaro pulang jam 3.00 sore. Alvaro mengatakan bahwa kebetulan dia lewat didepan toko Liona karena akan pergi secara mendadak.

"Apa?memangnya kamu mau kemana?" Liona,heran melihat suaminya membawa sebuah koper, Alvaro menjelaskan kepada Liona jika sora jam 5.45 nanti dia akan berangkat ke Australia untuk keperluan bisnisnya selama 2 bulan,dan di Australia Alvaro juga menjalin kerja sama dengan beberapa rekan bisnisnya yang berasal dari Australia.

"Kenapa mendadak sekali?" tanya Liona,lalu Alvaro mengatakan kalau ada urusan penting yang harus diselesaikan,karena kalau Alvaro menundanya maka akan berpengaruh pada bisnisnya yang sudah didirikan selama 3 tahun.

"Tadi,aku sempat kerumah mengambil beberapa lembar pakaian dan surat surat penting,lalu aku berpikir akan ketokomu saja untuk mengatakannya langsung". Sahut Alvaro,terlihat jelas dimata Liona yang sedih juga karena Alvaro akan pergi selama 4 minggu.walaupun,Liona tidak mendapat kepuasan batin dari Alvaro namun mengetahui jika Alvaro akan pergi keluar negri membuatnya merasa kesepian juga. Bagaimanapun,mereka selalu bersama dirumah itu saling bercanda dan bertukar pikiran.

"Kamu hati hati sayang" Liona memeluk dan mencium bibir Alvaro didepan Sara,membuat Sara berpikir jika Liona memang pintar menyembunyikan ketidakpuasannya pada suaminya. Betapa Liona selama ini telah menjaga perasaan Alvaro,walaupun sebenarnya Liona tidak mendapat kepuasan batin.

"Aku berangkat ya?jaga dirimu baik baik sayang,dan aku pasti akan merindukanmu". Alvaro memeluk dan membalas ciuman bibir Liona didepan Sara.

"Aku juga akan merindukanmu" ujar Liona,lalu Liona berniat mengantarkan Alvaro kebandara,namun Alvaro menolaknya karena tidak ingin membuat Liona repot. Alvaro,juga telah memesan taksi online untuk kebandara.

"Bye...sesampainya di Australia aku akan menelponmu" Alvaro menoleh kearah Sara yang berdiri disamping Liona, "Sara...tolong jaga dan temani Liona selama aku pergi ya?" pinta Alvaro. "iya Alvaro...selamat jalan dan hati hati,dan jangan lupa bawa oleh oleh ya?" canda Sara.

"memangnya kamu mau oleh oleh apa Sara?" tanya Alvaro dengan serius.

"Hehe...mungkin pria bule" Sara bercanda lagi,Liona hanya tersenyum mendengar candaan sahabatnya itu.

"Oh...pria bule?nanti aku kenalkan pada rekan bisnisku yang single" Alvaro,serius menanggapi candaan Sara.

"Janji ya?" wajah Sara mulai serius mendengar jawaban Alvaro yang kelihatan tidak bercanda. Alvaro hanya tersenyum lalu perlahan membalikkan badannya meninggalkan Liona dan Sara yang masih berdiri menatapnya melangkah keluar dari tojo butik milik Liona.

"Hati hati sayang" Liona melambaikan tangannya kearah Alvaro yang berjalan keluar sambil menenteng kopernya yang berisi baju dan barang penting lainnya.

Sara menatap mata Liona yang tampak sedih. Sara melihat dan merasakan,jika Liona juga pasti akan merasa kesepian walaupun kepergian Alvaro hanya 2 bulan,karena setahu Sara sahabatnya Liona selalu bersama dengan Alvaro dan mereka jarang berpisah. Sara menoleh ke arah Liona yang masih menatap ke arah Alvaro yang naik ketaksi.

"Apa perlu aku menemanimu dirumah?" tanya Sara yang hendak menemani Liona dirumah mewahnya,agar Liona tidak kesepian.

"Nanti pacarmu mencarimu" canda Liona,sambil berjalan dan duduk dikursinya yang biasa Liona pakai untuk duduk menggambar model pakaiannya.

"Ah...kamu ini,mana ada yang mau denganku?" keluh Sarah.

"Yang mau denganmu itu banyak,kamu terlalu pemilih" ujar Liona,sambil mengeluarkan kertas gambarnya dari dalam laci

"harus seperti itu dong,aku kan tidak mau gagal lagi dengan mantanku yang dulu" Sara mengingat kembali saat perpisahannya dengan mantan suaminya Hendra. Perpisahan yang tidak bisa dia tolak,karena saat itu Hendra diphk dari pekerjaannya. Sedangkan,Sara yang terbiasa hidup mewah tidak bisa menerima kekurangan materi dalam rumah tangganya,ditambah lagi sifat Hendra yang pemarah,dan pencemburu membuat Sara tambah tertekan hidup bersama Hendra.

"Sara...bagaimana kelanjutan hubunganmu dengan Doni?pria yang pernah kamu ceritakan padaku bulan lalu" Liona mengingatkan kembali hubungan Doni dengan Sara yang tanpa kabar.

"Huu...aku juga tidak tahu" keluh Sara.

"Kok,tidak tahu sih" tanya Liona penasaran,lalu Sara menceritakan jika ternyata Doni sudah punya kekasih yang selama ini bersamanya selama 3 tahun.

"Kan,baru pacaran?dia belum sah...jadi kamu masih bisa kok bersama dia" Liona membujuk Sara agar mempertahankan hubungannya dengan Doni jika memang Doni bisa memberikan kenyamanan padanya.

"Biarlah...cinta dan jodoh akan menemukan jalannya sendiri" sahut Sara dengan bijaksana.

"Tumben...kamu sangat bijaksana" ejek Liona.

Kedua sahabat itu saling bercerita tentang hidup mereka,juga tentang percintaan mereka yang penuh liku,dan pada akhirnya mereka tertawa bersama untuk menghibur diri mereka.

"Sudah semakin sore,aku mau pulang" Sara berdiri dari tempat duduknya,lalu mengambil tasnya yang dia letakkan diatas meja kerja sahabatnya.

"Iya,aku juga mau tutup sudah hampir jam 6.00". Liona melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 5.30 sore. Setelah Sara pergi dari toko butiknya,Liona segera menutup toko butiknya karena memang sudah waktunya pulang. Kedua karyawan Liona keluar dari toko butik Liona,mereka hendak pulang. Liona,masuk kedalam mobilnya dan menyalakan mesin mobilnya hendak pulang kerumahnya. Sepasang mata yang juga sedang berada dalam mobil melihat Liona melaju dengan mobilnya,lalu mengikuti Liona dari belakang. Liona,tidak sadar jika seseorang yang merupakan pria itu telah mengikutinya sampai didepan rumah Liona yang besar dan mewah.

"oh...ini rumah Liona?wah...besar dan mewah". Pria itu kagum melihat penampakan rumah Liona yang besar dan mewah. Pria itu terus saja memperhatikan sampai Liona masuk kedalam rumahnya,dan berpikir akan datang menemui Liona nanti.

Episodes
1 Bab 1 Kelemahan Alvaro
2 Bab 2 Godaan Dokter Nico
3 Bab 3 Penyesalan Alvaro
4 Bab 4 Pertemuan Liona Dan Cakra
5 Bab 5 Cakra Dan Liona Di Toko Butik
6 Bab 6 Akhirnya Sara Tahu tentang Alvaro
7 Bab 7 Alvaro Ke Australia
8 Bab 8 Liona Menerima Elvira Tinggal Di rumahnya
9 Bab 9 Cakra Ungkapkan Perasaannya Kepada Liona
10 Bab 10 Buku Harian Liona
11 Bab 11 Liona Terlena Dengan Godaan Cakra
12 Bab 12 Kecemburuan Liona
13 Bab 13 Elvira mulai Curiga Terhadap Liona
14 Bab 14 Permintaan Gila Cakra
15 Bab 15 Hasil Dari Perselinkuhan Liona
16 Bab 16 perjalanan Cinta Sara
17 Bab 17 Terakhir Kali
18 Bab 18 Liona Membeli Perlengkapan Bayi
19 Bab 19 Kepulangan Alvaro
20 Bab 20 Liona Dan Cakra Janjian Lagi
21 Bab 21 Kram Perut Liona
22 Bab 22 Liona Masuk Rumah Sakit
23 Bab 23 Kejujuran Liona Membawa Petaka Bagi Alvaro
24 Bab 24 Pertemuan Alvaro Dengan Kakek Jenggot
25 Bab 25 Kisah Nama Kakek Jenggot
26 Bab 26 Tante Wanda Menyalahkan Liona
27 Bab 27 Liona Tetap Menanti Alvaro
28 Bab 28 Perpisahan Alvaro Penuh Haru
29 Bab 29 Pertemuan Alvaro Dan Elvira
30 Bab 30 Pertemuan Alvaro Dan Liona
31 Bab 31 Keputusan Alvaro Untuk Liona
32 Bab 32 Alvaro Terkesima Pada Kecantikan Cindy
33 Bab 33 Liona Tergoda Lagi
34 Bab 34 Liona Mengingkari Janjinya Sendiri
35 Bab 35 Percakapan Liona Dan Cindy
36 Bab 36 Alvaro Dan Jodoh Eksklusif
37 Bab 37 Alvaro Dan Siska
38 Bab 38 Malam Pertama Yang Belum Saatnya
39 Bab 39 Restu Tante Wanda
40 Bab 40 Liona Kepikiran Alvaro
41 Bab 41 Kabar Dari Rumah Sakit
42 Bab 42 Cakra Koma
43 Bab 43 Cakra Pergi Untuk Selamanya
44 Bab 44 Banjir Air Mata Di Rumah Sakit
45 Bab 45 Bayangan Alvaro
46 Bab 46 Godaan Cindy
47 Bab 47 Terkejutnya Sara Tentang Siska
48 Bab 48 Pembicaraan Alvaro Dan Sara
49 Bab 49 Kecoa Keberuntungan
50 Bab 50 Karma Alvaro
51 Bab 51 Pria Itu Bernama Ronal
52 Bab 52 Liona Dan Rara
53 Bab 53 Alvaro Dan Kisah Rara
54 Bab 54 Gaun Yang Menyebabkan Pertengkaran
55 Bab 55 Pertemuan Liona Dan Siska
56 Bab 56 Piknik Ke Danau
57 Bab 57 Masa Lalu Ronal
58 Bab 58 Curhatan Rara
59 Bab 59 Pertemuan Tak Di sangka
60 Bab 60 Siska Cemburu Dengan Masa lalu Alvaro
61 Bab 61 Rasa Penasaran Siska Terjawab
62 Bab 62 Pertengkaran Liona Dan Siska
63 Bab 63 Pertengkaran Siska Dan Alvaro
64 Bab 64 Siska Mengancam Alvaro
65 Bab 65 Rencana Siska Terhadap Liona
66 Bab 66 Sari Menolong Liona
67 Bab 67 Ulah Siska Membuat Liona Trauma
68 Bab 68 Tindakan Ganas Siska
69 Bab 69 Pengakuan Alvaro Dan Permintaan Elvira
70 Bab 70 Pendekatan Alvaro
Episodes

Updated 70 Episodes

1
Bab 1 Kelemahan Alvaro
2
Bab 2 Godaan Dokter Nico
3
Bab 3 Penyesalan Alvaro
4
Bab 4 Pertemuan Liona Dan Cakra
5
Bab 5 Cakra Dan Liona Di Toko Butik
6
Bab 6 Akhirnya Sara Tahu tentang Alvaro
7
Bab 7 Alvaro Ke Australia
8
Bab 8 Liona Menerima Elvira Tinggal Di rumahnya
9
Bab 9 Cakra Ungkapkan Perasaannya Kepada Liona
10
Bab 10 Buku Harian Liona
11
Bab 11 Liona Terlena Dengan Godaan Cakra
12
Bab 12 Kecemburuan Liona
13
Bab 13 Elvira mulai Curiga Terhadap Liona
14
Bab 14 Permintaan Gila Cakra
15
Bab 15 Hasil Dari Perselinkuhan Liona
16
Bab 16 perjalanan Cinta Sara
17
Bab 17 Terakhir Kali
18
Bab 18 Liona Membeli Perlengkapan Bayi
19
Bab 19 Kepulangan Alvaro
20
Bab 20 Liona Dan Cakra Janjian Lagi
21
Bab 21 Kram Perut Liona
22
Bab 22 Liona Masuk Rumah Sakit
23
Bab 23 Kejujuran Liona Membawa Petaka Bagi Alvaro
24
Bab 24 Pertemuan Alvaro Dengan Kakek Jenggot
25
Bab 25 Kisah Nama Kakek Jenggot
26
Bab 26 Tante Wanda Menyalahkan Liona
27
Bab 27 Liona Tetap Menanti Alvaro
28
Bab 28 Perpisahan Alvaro Penuh Haru
29
Bab 29 Pertemuan Alvaro Dan Elvira
30
Bab 30 Pertemuan Alvaro Dan Liona
31
Bab 31 Keputusan Alvaro Untuk Liona
32
Bab 32 Alvaro Terkesima Pada Kecantikan Cindy
33
Bab 33 Liona Tergoda Lagi
34
Bab 34 Liona Mengingkari Janjinya Sendiri
35
Bab 35 Percakapan Liona Dan Cindy
36
Bab 36 Alvaro Dan Jodoh Eksklusif
37
Bab 37 Alvaro Dan Siska
38
Bab 38 Malam Pertama Yang Belum Saatnya
39
Bab 39 Restu Tante Wanda
40
Bab 40 Liona Kepikiran Alvaro
41
Bab 41 Kabar Dari Rumah Sakit
42
Bab 42 Cakra Koma
43
Bab 43 Cakra Pergi Untuk Selamanya
44
Bab 44 Banjir Air Mata Di Rumah Sakit
45
Bab 45 Bayangan Alvaro
46
Bab 46 Godaan Cindy
47
Bab 47 Terkejutnya Sara Tentang Siska
48
Bab 48 Pembicaraan Alvaro Dan Sara
49
Bab 49 Kecoa Keberuntungan
50
Bab 50 Karma Alvaro
51
Bab 51 Pria Itu Bernama Ronal
52
Bab 52 Liona Dan Rara
53
Bab 53 Alvaro Dan Kisah Rara
54
Bab 54 Gaun Yang Menyebabkan Pertengkaran
55
Bab 55 Pertemuan Liona Dan Siska
56
Bab 56 Piknik Ke Danau
57
Bab 57 Masa Lalu Ronal
58
Bab 58 Curhatan Rara
59
Bab 59 Pertemuan Tak Di sangka
60
Bab 60 Siska Cemburu Dengan Masa lalu Alvaro
61
Bab 61 Rasa Penasaran Siska Terjawab
62
Bab 62 Pertengkaran Liona Dan Siska
63
Bab 63 Pertengkaran Siska Dan Alvaro
64
Bab 64 Siska Mengancam Alvaro
65
Bab 65 Rencana Siska Terhadap Liona
66
Bab 66 Sari Menolong Liona
67
Bab 67 Ulah Siska Membuat Liona Trauma
68
Bab 68 Tindakan Ganas Siska
69
Bab 69 Pengakuan Alvaro Dan Permintaan Elvira
70
Bab 70 Pendekatan Alvaro

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!