Bab 18 Alun-alun Kota

Beberapa menit sebelumnya, di dalam ruangan guild La Promesse, Iris sedang asyik membaca-baca dokumen perkembangan pemilihan orang-orang yang akan di rekrut sebagai karyawan, investor yang akan berinvestasi dan perkembangan pembangunan gedung yang kini dilampirkan menggunakan kristal sihir yang bisa menampilkan foto. Kerja sama yang begitu memuaskan membuat Iris menjadi percaya dengan guild ini.

"Bagaimana? Apakah ini memuaskan anda nona?"

"Jika iya, bagaimana jika kita pergi ke kota untuk melihat lebih dekat bangunan yang sedang dibangun?" tanya sang laki-laki bertopeng kelinci tapi sebelum Iris menjawab tiba-tiba sang laki-laki topeng kelinci menjentikkan jarinya yang membuat keduanya berteleportasi di belakang tempat pembangunan bank yang sedang dalam proses pembangunan

Iris yang di kehidupan lalu sangat jarang memiliki kesempatan atau keinginan berkeliling alun-alun kota, karena menurutnya itu tidak sesuai dengan yang di ajarkan oleh guru etikanya mengenai calon ratu yang seharusnya ditambah lagi rakyat jelata tidak layak ditempat yang sama dengan bangsawan. Ajaran itu membuatnya enggan dan menolak tempat semacam ini, tapi saat ini bodohlah dengan ucapan orang-orang ataupun etika itu dia ingin menikmati hidup selagi masih bisa hidup dengan motto keluarga kekayaan adalah kebahagiaan kedua setelah keluarga. Pertama kalinya untuk Iris keluar dari rumah bersama orang asing yang baru di temuinya tiga kali.

"Nona, karena sudah berada di tengah-tengah alun-alun kota, bagaimana kalau kita sekalian berkeliling dan berjalan-jalan menikmati makanan dan minuman yang jual selama dekat dengan hari pendirian negara ini,"

"Makanan dan minuman di alun-alun kota selalu special setiap tahunnya hanya untuk memperingati pendirian negara," ucap laki-laki dengan topeng pesta dan tudung kepala

"Benarkah? Tapi, jika keluar lama seperti ini apa tidak masalah tanpa pengawalan? Bagaimana jika nantinya kita tersesat? Dan bagaimana jika orang-orang tau jika seorang putri bangsawan pergi ke alun-alun kota dengan seorang laki-laki selain tunangannya bukankah itu akan jadi gosip yang buruk?" ucap Iris dengan cepat dan kebingungan panik dengan situasi saat ini sebab tidak pernah melakukan hal semacam ini

'Tunggu bukankah dia sendiri yang menginginkan permintaan untuk menyebarkan rumor perselingkuhan? Kenapa dia merasa bersalah jika datang ke tempat terbuka dengan laki-laki lain?' ucap sosok laki-laki bertopeng pesta di dalam hati menatap kebingungan

Iris yang melihat laki-laki bertopeng pesta itu melamun mencoba melambaikan tangan di depannya hingga akhirnya dia sadar kembali dan berdehem untuk menenangkan dirinya. Bagaimanapun dia berpikir tetap dilakukan oleh wanita memang sejak dulu wanita sulit dipahami bahkan ketika saat ini.

"Tenang saja, aku sudah terbiasa berjalan-jalan di alun-alun kota ini jadi tidak akan mungkin kita berdua tersesat,"

"Aku bisa menggunakan sihir dan pedang jadi tidak perlu khawatir ataupun sulit mengandalkan orang yang ada di sebelahmu ini,"

"Aku pastikan kamu akan menjadi gadis yang bahagia hari ini menikmati kota," ucap sosok laki-laki bertopeng pesta itu membuat Iris merasa tersentuh

Laki-laki bertopeng pesta itu menjentikkan jarinya sesaat langsung merubah warna rambut Iris yang tadinya coklat menjadi abu-abu warna yang cukup pasaran di negara itu. Iris menatap kagum warna rambutnya yang kini berbeda hanya dengan sentuhan sihir.

"Kalau begitu kamu akan sulit untuk dikenali bukan? Walaupun kamu sudah melepaskan tudung kepalamu,"

"Bagaimana dengan dirimu tuan pemilik? Apakah kamu tidak panas menggunakan topeng dan tudung itu terus menerus padahal telah menggunakan sihir?"

Chasing Gold And Avoid The Prince

Episodes
1 Bab 1 Penyesalan
2 Bab 2 Sakit atau dicampakkan?
3 Bab 3 Teman Masa Kecil dan Perjalanan
4 Bab 4 La Promesse
5 Bab 5 Dicintai
6 Bab 6 Luangkan Waktumu Untuk Berdua
7 Bab 7 Izinkan Aku Bersikap Layaknya Seorang Tunangan
8 Bab 8 Tidak Bermoral dan Licik
9 Bab 9 Moment Kakak dan Adik
10 Bab 10 Tertusuk Tapi Tidak Berdarah
11 Bab 11 Identitas dan Sepotong Kue
12 Bab 12 Bermain Perasaan
13 Bab 13 Pahit
14 Bab 14 Fu Xiang
15 Bab 15 Berani Memukul?
16 Bab 16 Permintaan Maaf
17 Bab 17 Investasi
18 Bab 18 Alun-alun Kota
19 Bab 19 Pasangan Satu Hari
20 Bab 20 Percaya
21 Bab 21 Hari Yang Menyenangkan
22 Bab 22 Gadis Suci
23 Bab 23 Kamu Sudah Manis
24 Bab 24 Meminta Maaf
25 Bab 25 Maka Biarlah Aku Yang Menerimamu
26 Bab 26 Merah
27 Bab 27 Berdansa
28 Bab 28 Saling Memanggil Nama
29 Bab 29 Waktu Membuat Penyesalan
30 Bab 30 Terlihat Manis
31 Bab 31 Makan Bersama
32 Bab 32 Shareefah
33 Bab 33 Kenapa Harus Salah Paham?
34 Bab 34 Laki-laki Berkulit Eksotis
35 Bab 35 Badut Di Pesta Teh
36 Bab 36 Memangnya Kenapa?
37 Bab 37 Sapu Tangan
38 Bab 38 Apa Salahnya Egois?
39 Bab 39 Menyulut Api
40 Bab 40 Penculikan?
41 Bab 41 Menghilangkan
42 Bab 42 Naif dan Bodoh
43 Bab 43 Luka
44 Bab 44 Langkahi Mayatku
45 Bab 45 Akan Aku Pertimbangan Kembali (Tamat)
46 Pengumuman
47 Bab 46 Special chapter part 1
48 Bab 47 Special Chapter Part 2
49 Bab 48 Special Chapter Part 3 (End)
Episodes

Updated 49 Episodes

1
Bab 1 Penyesalan
2
Bab 2 Sakit atau dicampakkan?
3
Bab 3 Teman Masa Kecil dan Perjalanan
4
Bab 4 La Promesse
5
Bab 5 Dicintai
6
Bab 6 Luangkan Waktumu Untuk Berdua
7
Bab 7 Izinkan Aku Bersikap Layaknya Seorang Tunangan
8
Bab 8 Tidak Bermoral dan Licik
9
Bab 9 Moment Kakak dan Adik
10
Bab 10 Tertusuk Tapi Tidak Berdarah
11
Bab 11 Identitas dan Sepotong Kue
12
Bab 12 Bermain Perasaan
13
Bab 13 Pahit
14
Bab 14 Fu Xiang
15
Bab 15 Berani Memukul?
16
Bab 16 Permintaan Maaf
17
Bab 17 Investasi
18
Bab 18 Alun-alun Kota
19
Bab 19 Pasangan Satu Hari
20
Bab 20 Percaya
21
Bab 21 Hari Yang Menyenangkan
22
Bab 22 Gadis Suci
23
Bab 23 Kamu Sudah Manis
24
Bab 24 Meminta Maaf
25
Bab 25 Maka Biarlah Aku Yang Menerimamu
26
Bab 26 Merah
27
Bab 27 Berdansa
28
Bab 28 Saling Memanggil Nama
29
Bab 29 Waktu Membuat Penyesalan
30
Bab 30 Terlihat Manis
31
Bab 31 Makan Bersama
32
Bab 32 Shareefah
33
Bab 33 Kenapa Harus Salah Paham?
34
Bab 34 Laki-laki Berkulit Eksotis
35
Bab 35 Badut Di Pesta Teh
36
Bab 36 Memangnya Kenapa?
37
Bab 37 Sapu Tangan
38
Bab 38 Apa Salahnya Egois?
39
Bab 39 Menyulut Api
40
Bab 40 Penculikan?
41
Bab 41 Menghilangkan
42
Bab 42 Naif dan Bodoh
43
Bab 43 Luka
44
Bab 44 Langkahi Mayatku
45
Bab 45 Akan Aku Pertimbangan Kembali (Tamat)
46
Pengumuman
47
Bab 46 Special chapter part 1
48
Bab 47 Special Chapter Part 2
49
Bab 48 Special Chapter Part 3 (End)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!