CLB - Lagi ....

Kaisar masih memikirkan bagaimana nanti ketika pekerjaannya sudah beres lalu pulang ke Jakarta. Baginya tidak sulit membawa serta Rumi, tapi entah dengan gadis itu mau atau tidak. Mungkin mereka harus bicara serius untuk bahas masalah ini.

Hujan turun sejak sore, bahkan Rumi tidak membawa motornya ikut dengan Medi dan Kaisar. Makan malam pun hanya dengan mie rebus karena Rumi tidak mau berbecek-becek mencari makanan.

Setelah mencuci semua peralatan, Rumi siap tidur. Membayangkan malam ini ia akan tidur di ranjang dengan selimut tebal, apalagi cuaca semakin dingin karena turun hujan.

“Loh, bapak kok masih di situ sih?”

Ternyata Kaisar sudah menguasai ranjang dan bergelung dibawah bed cover.

“Memang kenapa?”

“Malam ini giliran saya tidur di ranjang dong, kesepakatannya ‘kan begitu. Kita bergantian, semalam saya sudah di sofa sekarang giliran bapak,” jelas Rumi. Menurutnya ketampanan Kaisar berkurang karena sifat lupanya.

“Kesepakatan kamu, bukan dari aku. Kamu yang buat dan aku tidak bilang oke. Kalau mau di sini ya udah naik aja sih, tutup pintunya dulu.” Kaisar menatap Rumi yang memakai kaos tangan panjang dan celana training, mirip para peserta squid game.

Jangankan tergoda untuk menyentuh, kalau semua  tertutup macam begitu. Jadi, Kaisar merasa tidak akan terjadi sesuatu dengan mereka. Rumi kembali menempatkan guling di tengah ranjang diantara mereka sebagai pembatas.

“Jangan melewati batas,” ujarnya dan Kaisar malah berdecak, padahal lebih baik gulingnya digunakan untuk dipeluk daripada sebagai pembatas.

Suara hujan masih terdengar seperti nyanyian pengantar tidur, Rumi sudah terlelap sedangkan Kaisar masih terjaga. Saat menoleh ternyata Rumi berbaring menghadap ke arahnya.

“Kamu cantik tanpa kaca mata dan gaya rambut kuno itu, kenapa malah menyembunyikan kecantikanmu,” ujarnya lirih. Bahkan tangan Kaisar terulur untuk menghalau helaian rambut di dahi Rumi dan menyelipkan ke belakang telinga.

Terbesit tanya apa penyebab gadis itu berada di kantor cabang yang dirinya pun enggan untuk datang. Padahal sebelumnya di cabang Surabaya. Kenapa pula kekasihnya berkhianat bahkan sampai menikah dengan sepupunya, mungkinkan karena Rumi tidak secantik sepupunya.

Mendadak ada ide konyol terbersit dalam pikirannya. Bisa saja dipicu oleh Reno yang meramaikan grup chat dengan mengirimkan foto sedang berada di club diapit dua wanita dengan pakaian seksi, membuat yang melihatnya merinding disko.

Kaisar menggeser tubuhnya bahkan menendang guling yang berakhir jatuh ke lantai. Perlahan wajah Kaisar mendekat dan mencium kening Rumi. Tidak ada pergerakan dan penolakan. Pandangannya turun menuju bibir yang terlihat menggoda, ingin sekali ia gigit apalagi kalau sedang mengoceh dan berdebat dengannya.

“Dia tidur, tidak akan tahu,” pikir Kaisar dan kembali mendekatkan wajahnya.

Kecup4n singkat dan cepat dia lakukan lalu tersenyum karena Rumi masih nyaman dengan dunia mimpinya. Bibir dingin dan lembut itu memang menggoda, niatnya hanya sekilas nyatanya Kaisar kembali mendekat. Kali ini bukan hanya kecup4n, tapi memagut pelan.

Ulah Kaisar terhenti karena Rumi mengerang, gegas ia menjauh dan memejamkan mata merasakan debaran jantungnya. Seperti melakukan kesalahan, dengan mencuri cium4n dengan Rumi.

“Tapi dia istriku, tidak ada yang salah dengan itu,” gumam Kaisar lalu kembali membuka matanya. “Hah, sepertinya aku harus tidur.” Ulahnya tadi membuat tubuhnya merespon, ada yang menggeliat di bawah sana dan membuatnya tersiksa semalaman.

Baru saja terpejam ia merasakan sesuatu menimpa kakinya. Ternyata kaki Rumi dan berikutnya tangan gadis itu memeluknya bahkan bagian depan tubuh Rumi terasa menempel di lengan Kaisar.

“Astaga, dia pikir aku guling dan itu … aish.”

Kaisar semakin tersiksa dengan ulah Rumi, apalagi lutut yang bergerak menyentuh sesuatu di pangkal pah4nya.

“Ru-mi.”

***

Kaisar membaca laporan yang diserahkan Rumi dan mendengarkan penjelasan Medi. Sudah beberapa hari setelah proyek X dirombak kebijakannya dan tidak ada masalah. Apalagi ancaman Kaisar dan keputusan perusahaan membuat takut para mandor yang berbuat curang.

Proyek lain sudah mulai berjalan, Kaisar juga sudah mendokumentasikan semua dan siap dia kirimkan pada Johan sebagai tiket untuk pulang.

“Mas Kaisar, kira-kira saya akan kena teguran dari pusat tidak?” tanya Medi di akhir diskusi mereka.

“Tergantung, kalau setelah evaluasi ternyata kesalahan ada juga pada Pak Medi ya pasti ada teguran. Paling parah dimutasi.”

“Jangan dong Mas, kalau dimutasi bagaimana nasib keluarga saya.”

Kaisar diam saja mendengarkan keluhan dan rengekan Medi. Dia lebih tertarik untuk membahas hal lainnya, yaitu Rumi. Kebetulan gadis itu sudah keluar dari ruangannya.

“Pak Medi ada yang mau saya tanyakan,” cetus Kaisar.

“Iya Mas, tanya saja. Saya siap menjawab.”

“Rumi, kenapa dia bisa tersesat sampai ke sini?”

Medi mendengus mendengar kata tersesat seakan tempatnya sekarang adalah hutan antah berantah.

“Yang saya tahu karena permintaan Rumi sendiri. Sempat menghubungi cabang Surabaya dan pihak di sana menyampaikan memang permintaan Rumi bukan karena melakukan kesalahan lalu dimutasi ke sini. Jujur saya sempat berpikir kalau dia tidak bisa kerja, nyatanya cukup bisa diandalkan.”

“Apa alasan Rumi minta mutasi ke sini? Padahal bisa saja dia pengajuan mutasi ke cabang lain, Jakarta misalnya,” tutur Kaisar lagi.

“Kalau itu saya tidak tahu.”

Sepertinya Kaisar akan mencari tahu lebih dalam mengenai Rumi, meski merasa aneh kenapa pula dia terlalu kepo dengan kehidupan RUmi. Apa mungkin penasarannya muncul karena perasaan. Entahlah. 

Seperti biasa Rumi pulang sendiri dengan motornya, Kaisar diantar oleh supir. Karena weekend, jalanan agak ramai. Ternyata banyak anak muda menuju tempat hiburan dan pasar malam saat akhir pekan.

Membayangkan ulahnya tiap malam selalu mencium Rumi diam-diam seperti pencuri. Entah akan semarah apa gadis itu kalau tahu ulahnya.

“Kapan ya bisa dapat lebih dari bibir,” batin Kaisar.

Sampai rumah ia terkejut mendapati Rumi di sofa sedang terisak.

“Kamu kenapa?” tanyanya langsung ikut duduk di samping gadis itu.

“Nasib saya gimana pak?”

“Nasib kamu, memang ada apa dengan nasib kamu?” Kaisar balik tanya karena tidak tahu maksud dari kegundahan yang  Rumi rasakan sampai menangis.

“Tujuan bapak kesini karena ada masalah dan sekarang masalahnya hampir selesai. Nggak mungkin bapak terus-terusan di sini. Lalu nasib saya gimana?” tanya Rumi lalu mengusap wajahnya dari air mata. “Tadi ada yang antar ini,” ujarnya lagi menunjukan dua buah buku nikah. Tentu saja buku nikah mereka.

Kaisar menerima buku nikah tersebut, tidak heran kalau akhirnya pernikahan mereka didaftarkan ternyata secepat itu. Dua hari setelah mereka dinikahkan secara agama, Medi meminta pas foto perintah dari Prapto untuk syarat pendaftaran pernikahan.

“Ya kamu ikut saya ke Jakarta, gitu aja kok repot.”

“Hah! Serius saya boleh ikut ke Jakarta?" tanya Rumi lagi.

“Iya, Rumi, iya,” sahut Kaisar lalu meraih kacamata Rumi dan melepaskannya. Tangannya juga meraih ikat rambut dan membiarkan surai hitam itu tergerai tidak lupa mengacak poni yang seperti pagar. “Nah, begini ‘kan enak dilihat. Kalau di rumah jangan nyamar jadi betty la fea, geli gue.”

Rumi cemberut sedangkan Kaisar malah tergelak.

“Nggak usah mancing, mau gue cium lagi?”

“Lagi? Memang pernah gitu?”

Kaisar salah tingkah dan langsung beranjak. “Mandi ah!”

“Pak!”

 \=\=\=\=\=

Author : Kai, rasain loh

Kaisar : makanya bikin kita lope lope dong

Terpopuler

Comments

Dewi Purnomo

Dewi Purnomo

Wah jadi gak sabar nanti Rumi ikut kejakarta dan jadi cantik dan ketemu sama Mela....apa gak kejang2 tuh nanti si mela dan Ardi...hehe...lanjut up kak.

2025-01-06

2

Dewi kunti

Dewi kunti

bibir Rumi ad narkoba nya ,makanya kaisar kecanduan bibir Rumi,blm nanti kue apem penuh lumpur klo dah diacak2 KAI trus ditambah mik susu dr sumbernya

2025-01-07

0

Vita

Vita

mau vote mst ngg upnya
kan kan kan keceplosan kaisar
maen2 d belakang orgnya sich
ht2 cewe klo dah kepo smp dlmnya samudra ttp d kejar 🤣🤣🤣

2025-01-06

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog ~ CLB
2 CLB - Berkah Atau Musibah
3 CLB - Saya Juga Lapar
4 CLB - Cewek Pertama
5 CLB - Sudah Mandi?
6 CLB - Pantas Saja Jomblo
7 CLB - Belum Ada Judul
8 CLB - Salah Sangka
9 CLB - Bukan Prank
10 CLB - Drama Suami Istri
11 CLB ~ Mau Kemana?
12 CLB - Tinggal Bersama
13 CLB : Enaknya Punya Istri
14 CLB - Mau ....
15 CLB - Lagi ....
16 CLB - Mau Ikut
17 CLB - Karpet Merah
18 CLB - Mela dan Ardi
19 CLB - Sambutan Keluarga
20 CLB - Mirip Dengan ....
21 CLB ~ Perasaan
22 CLB - Jatuh Cinta
23 CLB - Menyesal
24 CLB - Lebih Hebat
25 CLB - Sambutan Keluarga
26 CLB - Gagal Lagi
27 CLB - Bertemu (Lagi)
28 CLB - Mencari Tahu
29 CLB - Kamu Siapa?
30 CLB - Terungkap
31 CLB - Rencana
32 CLB - Bertemu Mertua
33 CLB - Ada Yang Salah
34 CLB - Rencana (2)
35 CLB - Tidak Mungkin
36 CLB - Ternyata ....
37 CLB - Belum Ada Judul
38 CLB - Ternyata (2)
39 CLB - Nanti Juga Tahu
40 CLB - Tidak Mungkin
41 CLB - Balas Dendam
42 CLB - Tuduhan Ardi
43 CLB - Gaya Apa
44 CLB - Akhirnya Berhasil
45 CLB - Karena Rumi
46 CLB - Masa Lalu
47 CLB - Mikirin Aku
48 CLB - Kerja Siang dan Malam
49 CLB - Ancaman Ardi
50 CLB - Tempat Sampah
51 CLB - Rumi Sakit
52 CLB - Sakitnya Rumi (2)
53 CLB - Hamil
54 CLB - Perempuan Gil4
55 CLB - Cewek Gila
56 CLB - Kami Bersaudara
57 CLB - Karatan
58 CLB - Baby Rusa
59 CLB - Keluarga Yang Aneh
60 CLB - Suami Mesum
61 CLB -
62 CLB - Menyadari Kesalahan
63 CLB - Siapa Yang Gil4
64 CLB - Tanda - tanda
65 CLB - Bulan Madu
66 CLB - Rumi Vs Rida
67 CLB - I Love You
68 CLB - Masih Kuat
69 CLB - Tanda-tanda (2)
70 CLB - Nama Kesayangan
71 CLB - Luar Biasa
72 CLB - Kontraksi
73 CLB - Seriuslah Kai ....
74 CLB - Seperti Digigit
75 CLB - Akhirnya ....
76 CLB - Kejutan (1)
77 CLB - Kejutan (2)
78 CLB - Warisan Kaisar
79 CLB - Aku Buktikan
80 CLB - Kontraksi
81 CLB - Kondisi Mamak
82 CLB - Kaisar VS Dokter
83 CLB - Astaga ....
84 CLB - Terserah!
85 CLB - Tidak Yakin
86 CLB - Benar Anakku
87 CLB -
88 CLB - Rahasia
89 CLB -
90 CLB - End
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Prolog ~ CLB
2
CLB - Berkah Atau Musibah
3
CLB - Saya Juga Lapar
4
CLB - Cewek Pertama
5
CLB - Sudah Mandi?
6
CLB - Pantas Saja Jomblo
7
CLB - Belum Ada Judul
8
CLB - Salah Sangka
9
CLB - Bukan Prank
10
CLB - Drama Suami Istri
11
CLB ~ Mau Kemana?
12
CLB - Tinggal Bersama
13
CLB : Enaknya Punya Istri
14
CLB - Mau ....
15
CLB - Lagi ....
16
CLB - Mau Ikut
17
CLB - Karpet Merah
18
CLB - Mela dan Ardi
19
CLB - Sambutan Keluarga
20
CLB - Mirip Dengan ....
21
CLB ~ Perasaan
22
CLB - Jatuh Cinta
23
CLB - Menyesal
24
CLB - Lebih Hebat
25
CLB - Sambutan Keluarga
26
CLB - Gagal Lagi
27
CLB - Bertemu (Lagi)
28
CLB - Mencari Tahu
29
CLB - Kamu Siapa?
30
CLB - Terungkap
31
CLB - Rencana
32
CLB - Bertemu Mertua
33
CLB - Ada Yang Salah
34
CLB - Rencana (2)
35
CLB - Tidak Mungkin
36
CLB - Ternyata ....
37
CLB - Belum Ada Judul
38
CLB - Ternyata (2)
39
CLB - Nanti Juga Tahu
40
CLB - Tidak Mungkin
41
CLB - Balas Dendam
42
CLB - Tuduhan Ardi
43
CLB - Gaya Apa
44
CLB - Akhirnya Berhasil
45
CLB - Karena Rumi
46
CLB - Masa Lalu
47
CLB - Mikirin Aku
48
CLB - Kerja Siang dan Malam
49
CLB - Ancaman Ardi
50
CLB - Tempat Sampah
51
CLB - Rumi Sakit
52
CLB - Sakitnya Rumi (2)
53
CLB - Hamil
54
CLB - Perempuan Gil4
55
CLB - Cewek Gila
56
CLB - Kami Bersaudara
57
CLB - Karatan
58
CLB - Baby Rusa
59
CLB - Keluarga Yang Aneh
60
CLB - Suami Mesum
61
CLB -
62
CLB - Menyadari Kesalahan
63
CLB - Siapa Yang Gil4
64
CLB - Tanda - tanda
65
CLB - Bulan Madu
66
CLB - Rumi Vs Rida
67
CLB - I Love You
68
CLB - Masih Kuat
69
CLB - Tanda-tanda (2)
70
CLB - Nama Kesayangan
71
CLB - Luar Biasa
72
CLB - Kontraksi
73
CLB - Seriuslah Kai ....
74
CLB - Seperti Digigit
75
CLB - Akhirnya ....
76
CLB - Kejutan (1)
77
CLB - Kejutan (2)
78
CLB - Warisan Kaisar
79
CLB - Aku Buktikan
80
CLB - Kontraksi
81
CLB - Kondisi Mamak
82
CLB - Kaisar VS Dokter
83
CLB - Astaga ....
84
CLB - Terserah!
85
CLB - Tidak Yakin
86
CLB - Benar Anakku
87
CLB -
88
CLB - Rahasia
89
CLB -
90
CLB - End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!