CLB - Tinggal Bersama

Pagi sekali Medi mendapatkan panggilan telepon dari Kaisar, setelah kemarin beberapa kali menghubungi dan tidak dijawab. Sedangkan nomor Rumi malah tidak aktif. Yang membuatnya terkejut adalah permintaan untuk segera datang menjemput di lokasi pondok milik Djarot.

Suara yang putus-putus membuat Medi semakin penasaran ada masalah apa sampai Kaisar bermalam di sana. Nyatanya bukan hanya Kaisar, tapi Rumi juga. Tidak datang sendiri, Medi mengajak serta supir kantor. Khawatir butuh bantuan lain.

Keterkejutan karena Kaisar dan Rumi bermalam di pondok, ditambah informasi kalau mereka sudah dinikahkan. Entah siapa mendapat berkah dan siapa tertimpa musibah antara Rumi dan Kaisar.

“Kamu bawa mobil itu ke kantor, biar mereka ikut dengan saya,” titah Medi pada supir kantor menunjuk mobil yang digunakan oleh pasangan fenomenal abad ini menurut versi on the spot.

Medi tidak berani bicara, selama perjalanan hanya hening. Kaisar yang duduk di sampingnya menatap ke luar jendela. Sedangkan Rumi duduk di kabin tengah pun melakukan hal yang sama.

“Memang benar jodoh, gayanya aja sama,” gumam Medi setelah menoleh ke arah Kaisar lalu menatap Rumi melalui center mirror.

Tanpa bertanya, Medi menghentikan mobil di rumah makan. Mana tahu mereka bisa bicara lebih santai setelah perut terisi.

“Jadi mau ke mana ini?” tanya Medi saat mereka sudah berada di dalam mobil setelah sarapan.

“Antar saya ke kontrakan,” titah Kaisar.

“Saya juga mau pulang,” sahut Rumi.

“Hm, ini pulangnya ke kontrakan siapa?” Medi baru menyalakan mesin dan belum menjalankan mobil. Ia menatap bergantian Kaisar dan Rumi, mengingat mereka adalah pasangan sekarang.

“Gimana Rum?” tanya Kaisar tanpa menoleh.

“Gimana apanya?”

“Kamu ikut saya atau kita masing-masing aja,” sahut Kaisar. Medi menatap Kaisar lalu berganti menatap Rumi mengikuti pembicaraan yang sahut menyahut.

“Masing-masing ajalah, toh ….”

“Eh, tidak bisa begitu.” Medi menyela ucapan Rumi. “Pak Djarot sudah kasih peringatan kalau hubungan kalian tidak boleh main-main dan jangan mempermainkan pernikahan. Kalau kalian lanjut dengan hidup masing-masing, sama saja main-main.”

Kaisar menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dalam hati dia berniat menuntut Johan untuk membayarnya lebih banyak.

“Kamu saja pindah ke kontrakan saya,” titah Kaisar lagi.

“tapi kamarnya Cuma satu, saya tidur di mana?”

“Ya tidur dengan Mas Kaisar dong Rumi, gitu aja pake ditanya. Lagian kalau pindah ke kontrakan kamu kamarnya ada berapa. Kontrakan petak gitu kok, makan, tidur dan guling-guling di tempat yang sama. Rute pertama ambil barang Rumi lalu ke kontrakan Mas Kaisar, itu sudah paling benar.”

Kaisar diam saja mendengar ocehan Medi sedangkan Rumi berdecak kesal bahkan sempat menendang jok mobil yang diduduki Medi. Masih menyimpan dendam dan emosi pada pria itu.

“Hei, saya masih atasan kamu loh.”

“Tapi saya istrinya Pak Kaisar,” cetus Rumi bangga seakan memiliki kartu as untuk membalas dendam pada atasannya dan Medi langsung bungkam. Kaisar membuang pandangan ke arah lain tidak ingin terlibat dengan perdebatan itu sambil mengulum senyum.

***

Rumi duduk di sofa menatap tas dan koper sedangkan Kaisar berada di kamar sedang menelpon. Saat ini ia sudah berada di kontrakan pria itu dan Medi sudah meluncur ke kantor untuk menyiapkan berkas perizinan yang akan diproses oleh Prapto dan Djarot.

“Iya mah, aku masih di pelosok. Susah jaringan di sini, halo … mah.” Terdengar decakan Kaisar. “Nggak usah, nanti beres dari sini aku pulang ke sana. Bawa kejutan untuk mama, moga nggak kena serangan jantung ya, sudah dulu.”

“Apa pula perempuan mulu yang dibahas,” gerutu Kaisar lalu menghubungi kontak lain.

“Halo, om. Halo … ck, nggak usah pura-pura. Dengar suaraku ‘kan?” tanya Kaisar lalu kembali berdecak. “Aku kirim pesan, baca yang bener. Nggak usah banyak tanya dulu, besok-besok aku cari tempat yang jaringannya bagus untuk bicara. Ya sudah, mau mandi udah lengket badanku.”

Kaisar mengakhiri panggilan telepon meski di ujung sana Johan menertawakan dan mengejek karena sesiang ini dia baru mandi. Saat keluar dari kamar mendapati Rumi masih duduk melamun.

“Ngapain kamu di situ?”

“Terus saya harus ke mana, tadi saya diminta tinggal di sini sekarang ditanya mau ngapain. Gimana sih.”

“Maksudnya ngapain melamun,” balas Kaisar sambil mengusap dadanya.

“Mikirin hidup saya kedepan, pak.”

“Bawa barang kamu ke dalam, terserah mau dirapikan gimana. Yang jelas ranjang tempat saya, kamu mau ikut tidur di atas boleh di lantai juga boleh.”

Rumi mendengus mendapatkan opsi tidak menguntungkan.

“Pak Medi sudah laporan dengan pemilik kontrakan kalau kita sudah menikah, jadi nggak usah takut diamuk warga. Di kantor sementara tidak perlu ada yang tahu,” jelas Kaisar dan Rumi hanya mengangguk. “Saya mau mandi, nggak usah ke belakang dulu.”

Perintah Kaisar agar Rumi tidak ke belakang karena kamar mandi tidak ada pintunya hanya gorden plastik. Takut kaget melihat lele dumbo miliknya. Membayangkan itu Kaisar terkekeh pelan.

“Kayaknya mulai besok, aku bisa mandi kapanpun. Air hangat pasti aman, ada Rumi,” gumam Kaisar tentu saja tidak dapat didengar oleh Rumi.

Karena sudah siang, ia merasa tidak perlu menggunakan air hangat. Setelah melepas pakaiannya langsung mengguyur tubuh dengan air dalam bak.

“Anjritttt, masih aja dingin,” teriak Kaisar.

Rumi mendengar jeritan Kaisar tersenyum. “Rasain, emang enak.” Ponsel yang berada dalam genggamannya bergetar, dari jendela pop up dapat terlihat kalau itu pesan dari Mela.

Khawatir penting, Rumi membuka pesan tersebut. Lagi-lagi hanya foto yang menunjukan kebersamaan Ardi dengan Mela.

“Ardi pindah ke kantor pusat, berarti Pak Kaisar kenal dengan Ardi dong.”

Terpopuler

Comments

Eva Karmita

Eva Karmita

sabar Rumi nanti kasih kejutan sama sepupu lacknat mu kalau kamu sudah dapat yg lebih berkelas Ardi mah lewat kebanting sama mamas Kaisar 😍❤️😅

2025-01-05

3

꧁♥𝑨𝒇𝒚𝒂~𝑻𝒂𝒏™✯꧂

꧁♥𝑨𝒇𝒚𝒂~𝑻𝒂𝒏™✯꧂

suatu kejutan buat Ardi nnti apabila Rumi di perkenalkan sebagai istrinya Kaisar.. malah Mela bertambah sakit hati mengetahui suami Rumi lebih dari Ardi suaminya...

2025-01-06

0

Damayanti Samsir

Damayanti Samsir

si Mela pasti kesel banget sampe mau ngunyahin beton proyek kalo tau Rumi bisa nikah sama atasannya Ardi /Joyful//Joyful//Joyful/

2025-01-05

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog ~ CLB
2 CLB - Berkah Atau Musibah
3 CLB - Saya Juga Lapar
4 CLB - Cewek Pertama
5 CLB - Sudah Mandi?
6 CLB - Pantas Saja Jomblo
7 CLB - Belum Ada Judul
8 CLB - Salah Sangka
9 CLB - Bukan Prank
10 CLB - Drama Suami Istri
11 CLB ~ Mau Kemana?
12 CLB - Tinggal Bersama
13 CLB : Enaknya Punya Istri
14 CLB - Mau ....
15 CLB - Lagi ....
16 CLB - Mau Ikut
17 CLB - Karpet Merah
18 CLB - Mela dan Ardi
19 CLB - Sambutan Keluarga
20 CLB - Mirip Dengan ....
21 CLB ~ Perasaan
22 CLB - Jatuh Cinta
23 CLB - Menyesal
24 CLB - Lebih Hebat
25 CLB - Sambutan Keluarga
26 CLB - Gagal Lagi
27 CLB - Bertemu (Lagi)
28 CLB - Mencari Tahu
29 CLB - Kamu Siapa?
30 CLB - Terungkap
31 CLB - Rencana
32 CLB - Bertemu Mertua
33 CLB - Ada Yang Salah
34 CLB - Rencana (2)
35 CLB - Tidak Mungkin
36 CLB - Ternyata ....
37 CLB - Belum Ada Judul
38 CLB - Ternyata (2)
39 CLB - Nanti Juga Tahu
40 CLB - Tidak Mungkin
41 CLB - Balas Dendam
42 CLB - Tuduhan Ardi
43 CLB - Gaya Apa
44 CLB - Akhirnya Berhasil
45 CLB - Karena Rumi
46 CLB - Masa Lalu
47 CLB - Mikirin Aku
48 CLB - Kerja Siang dan Malam
49 CLB - Ancaman Ardi
50 CLB - Tempat Sampah
51 CLB - Rumi Sakit
52 CLB - Sakitnya Rumi (2)
53 CLB - Hamil
54 CLB - Perempuan Gil4
55 CLB - Cewek Gila
56 CLB - Kami Bersaudara
57 CLB - Karatan
58 CLB - Baby Rusa
59 CLB - Keluarga Yang Aneh
60 CLB - Suami Mesum
61 CLB -
62 CLB - Menyadari Kesalahan
63 CLB - Siapa Yang Gil4
64 CLB - Tanda - tanda
65 CLB - Bulan Madu
66 CLB - Rumi Vs Rida
67 CLB - I Love You
68 CLB - Masih Kuat
69 CLB - Tanda-tanda (2)
70 CLB - Nama Kesayangan
71 CLB - Luar Biasa
72 CLB - Kontraksi
73 CLB - Seriuslah Kai ....
74 CLB - Seperti Digigit
75 CLB - Akhirnya ....
76 CLB - Kejutan (1)
77 CLB - Kejutan (2)
78 CLB - Warisan Kaisar
79 CLB - Aku Buktikan
80 CLB - Kontraksi
81 CLB - Kondisi Mamak
82 CLB - Kaisar VS Dokter
83 CLB - Astaga ....
84 CLB - Terserah!
85 CLB - Tidak Yakin
86 CLB - Benar Anakku
87 CLB -
88 CLB - Rahasia
89 CLB -
90 CLB - End
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Prolog ~ CLB
2
CLB - Berkah Atau Musibah
3
CLB - Saya Juga Lapar
4
CLB - Cewek Pertama
5
CLB - Sudah Mandi?
6
CLB - Pantas Saja Jomblo
7
CLB - Belum Ada Judul
8
CLB - Salah Sangka
9
CLB - Bukan Prank
10
CLB - Drama Suami Istri
11
CLB ~ Mau Kemana?
12
CLB - Tinggal Bersama
13
CLB : Enaknya Punya Istri
14
CLB - Mau ....
15
CLB - Lagi ....
16
CLB - Mau Ikut
17
CLB - Karpet Merah
18
CLB - Mela dan Ardi
19
CLB - Sambutan Keluarga
20
CLB - Mirip Dengan ....
21
CLB ~ Perasaan
22
CLB - Jatuh Cinta
23
CLB - Menyesal
24
CLB - Lebih Hebat
25
CLB - Sambutan Keluarga
26
CLB - Gagal Lagi
27
CLB - Bertemu (Lagi)
28
CLB - Mencari Tahu
29
CLB - Kamu Siapa?
30
CLB - Terungkap
31
CLB - Rencana
32
CLB - Bertemu Mertua
33
CLB - Ada Yang Salah
34
CLB - Rencana (2)
35
CLB - Tidak Mungkin
36
CLB - Ternyata ....
37
CLB - Belum Ada Judul
38
CLB - Ternyata (2)
39
CLB - Nanti Juga Tahu
40
CLB - Tidak Mungkin
41
CLB - Balas Dendam
42
CLB - Tuduhan Ardi
43
CLB - Gaya Apa
44
CLB - Akhirnya Berhasil
45
CLB - Karena Rumi
46
CLB - Masa Lalu
47
CLB - Mikirin Aku
48
CLB - Kerja Siang dan Malam
49
CLB - Ancaman Ardi
50
CLB - Tempat Sampah
51
CLB - Rumi Sakit
52
CLB - Sakitnya Rumi (2)
53
CLB - Hamil
54
CLB - Perempuan Gil4
55
CLB - Cewek Gila
56
CLB - Kami Bersaudara
57
CLB - Karatan
58
CLB - Baby Rusa
59
CLB - Keluarga Yang Aneh
60
CLB - Suami Mesum
61
CLB -
62
CLB - Menyadari Kesalahan
63
CLB - Siapa Yang Gil4
64
CLB - Tanda - tanda
65
CLB - Bulan Madu
66
CLB - Rumi Vs Rida
67
CLB - I Love You
68
CLB - Masih Kuat
69
CLB - Tanda-tanda (2)
70
CLB - Nama Kesayangan
71
CLB - Luar Biasa
72
CLB - Kontraksi
73
CLB - Seriuslah Kai ....
74
CLB - Seperti Digigit
75
CLB - Akhirnya ....
76
CLB - Kejutan (1)
77
CLB - Kejutan (2)
78
CLB - Warisan Kaisar
79
CLB - Aku Buktikan
80
CLB - Kontraksi
81
CLB - Kondisi Mamak
82
CLB - Kaisar VS Dokter
83
CLB - Astaga ....
84
CLB - Terserah!
85
CLB - Tidak Yakin
86
CLB - Benar Anakku
87
CLB -
88
CLB - Rahasia
89
CLB -
90
CLB - End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!