CLB - Sudah Mandi?

Malam itu Kaisar lewati dengan berat. Dingin yang dipikir biasa saja ternyata luar biasa. Bahkan cardigan yang dia pakai dan kain sarung tidak dapat menghalau rasa dingin.

Ingin minum yang hangat, dia hanya mendapatkan kopi rentengan dan teh c3lup juga tumpukan gelas kertas di samping dispenser. Malam tadi mendadak ia merindukan kopi yang biasa dia minum di kedai premium.

“Hah.” Kaisar mengusap wajahnya. Rambut sudah pasti berantakan tidak karuan, entah wajahnya seperti apa mungkin saja terlihat lelah karena tidurnya sangat tidak nyenyak.

“Sepertinya aku harus mandi air hangat,” seru Kaisar. Kemarin sore ia hanya berganti baju dan tidak mandi. Saat berada di toilet, menyadari tidak ada shower apalagi bathup. Hanya ada ember besar dengan keran juga gayung dan bak yang tergantung di salah satu dinding. Saat buang air kecil tadi malam, dia tidak menyadari itu.

“Busyet, dingin banget,” keluh Kaisar saat membuka air kran dan bingung bagaimana memindahkan menjadi air hangat. Dari pada bingung, ia pun teringat Rumi.

“Halo,” sapa Rumi di ujung sana. Terdengar suaranya yang serak, mungkin juga baru bangun tidur.

“Ini aku,” ujar Kaisar lalu terdiam. “Bagaimana mengeluarkan air hangat, airnya dingin sekali. Aku putar-putar krannya tetap saja yang keluar dingin,” tutur Kaisar dan terdengar hela di ujung sana.

“Bapak putar bolak balik itu kran sampai lebaran, nggak akan bikin air yang keluar jadi hangat. Tidak ada penghangat air otomatis di sana. Kalau bapak mau mandi air hangat, ya masak dulu.”

“Hah, masak dulu? Serius kamu?”

“Serius pak, nggak mungkin saya bercanda sama bapak. Ada panci dan kompor gasnya, kalau sudah panas bapak tuang saja ke bak kosong lalu tambahkan air dingin. Kalau bapak kebingungan sekarang, berarti semalam nggak mandi. Jangan sampai pagi ini juga nggak mandi ya pak, nanti nggak ganteng lagi loh,” tutur Rumi di ujung sana dan Kaisar rasanya hendak mengumpat.

“Nanti setengah delapan ada yang jemput bapak untuk sarapan dan ke kantor.”

Rumi pun pamit mengakhiri panggilan.

“Eh, tunggu dulu,” teriak Kaisar dan panggilan sudah berakhir. “Hah, si4l!”

Kaisar memandang kompor gas dan panci yang dijelaskan Rumi, lalu menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Jangankan kutu, ketombe pun malu untuk muncul di kepala Kaisar yang produk untuk membersihkan rambutnya bukan kaleng-kaleng.

“Kalau Arya dan Reno tahu perjuangan mandi aku kayak gini, bisa jadi pembahasan sampai kiamat. Apa nggak mandi aja ya, tapi si cumi udah ngancem harus mandi. Tuh cewek kenapa sih.”

Jam setengah delapan, sudah ada yang menjemput Kaisar. Berpikir ada Rumi ikut menjemput nyatanya tidak ada. Kaisar diajak menuju rumah makan sederhana, sudah ada Medi di sana. Pria itu sempat menanyakan tidur Kaisar tadi malam dan hanya dijawab dengan “biasa saja” meski Kaisar ingin menjawab, “Menurut lo, gue bisa tidur di tempat dan cuaca begini.”

“Pagi ini saya sudah jadwalkan briefing dengan semua staf harian di kantor, biar mereka kenal dengan Mas Kaisar. Setelah itu, saya akan laporkan perkembangan proyek selama ini dan kendala yang ada.”

“Hm.”

Kaisar menyesap teh manisnya setelah menikmati semangkuk lontong sayur, berharap perutnya tidak mules karena sepagi ini sudah mendapatkan menu santan. Ia menggeser layar ponsel, ada pesan dari Johan.

Om Johan : Nggak ada keluhan, kayaknya betah di sana ya

Gimana mau mengeluh, semalam sinyal ponselnya kembang kempis membuat Kaisar gagal dengan rencana mengganggu Johan menelpon di tengah malam.

Kaisar : Jemput gue!!!!!

Entah bagaimana raut wajah Johan saat membaca balasan pesan darinya, tidak lama ada lagi pesan masuk.

Om Johan : Belum waktunya. Kayak Jailangkung aja datang nggak dijemput pulang nggak diantar

“Anjritt,” gumam Kaisar.

“Eh, iya, Mas?” tanya Medi mendengar gumaman Kaisar.

“Kita jalan sekarang,” ajak Kaisar sudah berdiri.

***

Mobil sudah berhenti di depan kantor, Kaisar turun dan memandang gedung tersebut. Bangunan dua lantai, lebih mirip ruko. Bisa dipastikan pagarnya tidak bisa dikunci dan tidak terlihat satpam di sana.

“Mari Mas Kaisar,” ajak Medi.

Ada satu mobil SUV lainnya dan beberapa motor. Saat melewati pintu kaca ada meja di sana. Mungkin diperuntukan untuk bagian informasi.

“Cep, sini kamu,” titah Medi.

Dari seragamnya seperti cleaning service, pria bernama Cecep menghampiri Kaisar dan Medi.

“Ini Mas Kaisar, orang pusat. Jabatannya tinggi, cium tangan kamu.”

Saat Cecep hendak mengambil tangan Kaisar untuk dicium, pria itu langsung menolak.

“Tidak usah, kamu bukan murid saya,” cetus Kaisar.

Medi terkekeh. “Bercanda mas. Kamu lanjut bersih-bersih, mana tahu Mas Kaisar rekomendasikan kamu naik jabatan.”

“Iya Pak, saya bersih-bersih lagi. Mudah-mudahan saya bisa naik jabatan jadi direktur.”

Kaisar hanya bisa menghela nafas mendengar harapan Cecep. Ada apa dengan orang-orang ini, sangat aneh pikirnya.

Ada ruangan di mana banyak meja dan beberapa orang yang langsung disebutkan namanya oleh Medi dan bersalaman dengan Kaisar.

“Sudah menikah Mas?” tanya salah satu staf.

“Oh, belum. Saya masih single.”

Si penanya langsung menunjukan wajah berbinar dan menyisir rambutnya dengan tangan. Medi juga mengenalkan dengan Ibu Eni, bagian keuangan yang disebut dengan menteri keuangan.

Masih berjalan bersisian sambil Medi terus mengoceh setelah mengenalkan semua tim yang pagi ini ada di kantor.

“Setiap hari tim inti yang stand by ya segini ini, sisanya ‘kan kerja di lapangan. Kadang saya juga harus ke lapangan.”

Medi membuka lebar pintu ruang rapat, sudah ada Rumi di sana. Berdiri membelakangi arah pintu sedang memastikan proyektor berfungsi.

“Silahkan, Mas Kaisar.” Medi menunjuk kursi rapat paling ujung yang biasa ditempati olehnya dan sering marah kalau ada yang menduduki, kali ini mau tidak mau ditempati Kaisar yang jabatannya lebih tinggi.

“Rum, panggilkan yang lain.”

Rumi menoleh lalu menatap Kaisar dengan memicingkan matanya.

“Pak Kaisar, sudah mandi ‘kan?”

“Eh.”

Terpopuler

Comments

Mrs.Riozelino Fernandez

Mrs.Riozelino Fernandez

bukan aneh tapi kamu nya yang orang nya seriusan,gak bisa diajak bercanda...😅

2025-01-02

0

@arieyy

@arieyy

kaya nya enggak,cuci muka gosok gigi aja...😁

2025-02-25

0

Eva Karmita

Eva Karmita

hayooo mas Kai jujur ditanya mbak Runi tu ..😁😁😁

2025-01-02

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog ~ CLB
2 CLB - Berkah Atau Musibah
3 CLB - Saya Juga Lapar
4 CLB - Cewek Pertama
5 CLB - Sudah Mandi?
6 CLB - Pantas Saja Jomblo
7 CLB - Belum Ada Judul
8 CLB - Salah Sangka
9 CLB - Bukan Prank
10 CLB - Drama Suami Istri
11 CLB ~ Mau Kemana?
12 CLB - Tinggal Bersama
13 CLB : Enaknya Punya Istri
14 CLB - Mau ....
15 CLB - Lagi ....
16 CLB - Mau Ikut
17 CLB - Karpet Merah
18 CLB - Mela dan Ardi
19 CLB - Sambutan Keluarga
20 CLB - Mirip Dengan ....
21 CLB ~ Perasaan
22 CLB - Jatuh Cinta
23 CLB - Menyesal
24 CLB - Lebih Hebat
25 CLB - Sambutan Keluarga
26 CLB - Gagal Lagi
27 CLB - Bertemu (Lagi)
28 CLB - Mencari Tahu
29 CLB - Kamu Siapa?
30 CLB - Terungkap
31 CLB - Rencana
32 CLB - Bertemu Mertua
33 CLB - Ada Yang Salah
34 CLB - Rencana (2)
35 CLB - Tidak Mungkin
36 CLB - Ternyata ....
37 CLB - Belum Ada Judul
38 CLB - Ternyata (2)
39 CLB - Nanti Juga Tahu
40 CLB - Tidak Mungkin
41 CLB - Balas Dendam
42 CLB - Tuduhan Ardi
43 CLB - Gaya Apa
44 CLB - Akhirnya Berhasil
45 CLB - Karena Rumi
46 CLB - Masa Lalu
47 CLB - Mikirin Aku
48 CLB - Kerja Siang dan Malam
49 CLB - Ancaman Ardi
50 CLB - Tempat Sampah
51 CLB - Rumi Sakit
52 CLB - Sakitnya Rumi (2)
53 CLB - Hamil
54 CLB - Perempuan Gil4
55 CLB - Cewek Gila
56 CLB - Kami Bersaudara
57 CLB - Karatan
58 CLB - Baby Rusa
59 CLB - Keluarga Yang Aneh
60 CLB - Suami Mesum
61 CLB -
62 CLB - Menyadari Kesalahan
63 CLB - Siapa Yang Gil4
64 CLB - Tanda - tanda
65 CLB - Bulan Madu
66 CLB - Rumi Vs Rida
67 CLB - I Love You
68 CLB - Masih Kuat
69 CLB - Tanda-tanda (2)
70 CLB - Nama Kesayangan
71 CLB - Luar Biasa
72 CLB - Kontraksi
73 CLB - Seriuslah Kai ....
74 CLB - Seperti Digigit
75 CLB - Akhirnya ....
76 CLB - Kejutan (1)
77 CLB - Kejutan (2)
78 CLB - Warisan Kaisar
79 CLB - Aku Buktikan
80 CLB - Kontraksi
81 CLB - Kondisi Mamak
82 CLB - Kaisar VS Dokter
83 CLB - Astaga ....
84 CLB - Terserah!
85 CLB - Tidak Yakin
86 CLB - Benar Anakku
87 CLB -
88 CLB - Rahasia
89 CLB -
90 CLB - End
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Prolog ~ CLB
2
CLB - Berkah Atau Musibah
3
CLB - Saya Juga Lapar
4
CLB - Cewek Pertama
5
CLB - Sudah Mandi?
6
CLB - Pantas Saja Jomblo
7
CLB - Belum Ada Judul
8
CLB - Salah Sangka
9
CLB - Bukan Prank
10
CLB - Drama Suami Istri
11
CLB ~ Mau Kemana?
12
CLB - Tinggal Bersama
13
CLB : Enaknya Punya Istri
14
CLB - Mau ....
15
CLB - Lagi ....
16
CLB - Mau Ikut
17
CLB - Karpet Merah
18
CLB - Mela dan Ardi
19
CLB - Sambutan Keluarga
20
CLB - Mirip Dengan ....
21
CLB ~ Perasaan
22
CLB - Jatuh Cinta
23
CLB - Menyesal
24
CLB - Lebih Hebat
25
CLB - Sambutan Keluarga
26
CLB - Gagal Lagi
27
CLB - Bertemu (Lagi)
28
CLB - Mencari Tahu
29
CLB - Kamu Siapa?
30
CLB - Terungkap
31
CLB - Rencana
32
CLB - Bertemu Mertua
33
CLB - Ada Yang Salah
34
CLB - Rencana (2)
35
CLB - Tidak Mungkin
36
CLB - Ternyata ....
37
CLB - Belum Ada Judul
38
CLB - Ternyata (2)
39
CLB - Nanti Juga Tahu
40
CLB - Tidak Mungkin
41
CLB - Balas Dendam
42
CLB - Tuduhan Ardi
43
CLB - Gaya Apa
44
CLB - Akhirnya Berhasil
45
CLB - Karena Rumi
46
CLB - Masa Lalu
47
CLB - Mikirin Aku
48
CLB - Kerja Siang dan Malam
49
CLB - Ancaman Ardi
50
CLB - Tempat Sampah
51
CLB - Rumi Sakit
52
CLB - Sakitnya Rumi (2)
53
CLB - Hamil
54
CLB - Perempuan Gil4
55
CLB - Cewek Gila
56
CLB - Kami Bersaudara
57
CLB - Karatan
58
CLB - Baby Rusa
59
CLB - Keluarga Yang Aneh
60
CLB - Suami Mesum
61
CLB -
62
CLB - Menyadari Kesalahan
63
CLB - Siapa Yang Gil4
64
CLB - Tanda - tanda
65
CLB - Bulan Madu
66
CLB - Rumi Vs Rida
67
CLB - I Love You
68
CLB - Masih Kuat
69
CLB - Tanda-tanda (2)
70
CLB - Nama Kesayangan
71
CLB - Luar Biasa
72
CLB - Kontraksi
73
CLB - Seriuslah Kai ....
74
CLB - Seperti Digigit
75
CLB - Akhirnya ....
76
CLB - Kejutan (1)
77
CLB - Kejutan (2)
78
CLB - Warisan Kaisar
79
CLB - Aku Buktikan
80
CLB - Kontraksi
81
CLB - Kondisi Mamak
82
CLB - Kaisar VS Dokter
83
CLB - Astaga ....
84
CLB - Terserah!
85
CLB - Tidak Yakin
86
CLB - Benar Anakku
87
CLB -
88
CLB - Rahasia
89
CLB -
90
CLB - End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!