babb 17 Ungkapan penyemangat

Pikiranku menerawang pada masa lalu, berusaha menghilangkan rasa trauma dalam diri ini. Namun, apa yang aku alami malah menjadi mimpi buruk. Apalagi jika mengingat tentang orang tuaku. Bukan karena mereka tidak peduli, namun keadaan yang mendesak.

Kala itu, Bapak sangat kerepotan antara kerja, menjaga 4 anak, dan harus bolak-balik menjaga Ibu yang sering keluar-masuk rumah sakit. Itulah alasan Bapak harus menitipkan aku dan Tina pada ibunya, sedangkan Teh Rima tetap di rumah karena sudah bisa membantu pekerjaan rumah dan bergantian menjaga Dian kalau-kalau Bapak pergi ke rumah sakit.

Setelah beberapa kali dirawat, keadaan Ibu tak kunjung membaik. Bukan hanya karena penyakitnya saja, tapi Ibu mengalami tekanan batin. Kelakuan Nenek yang sering membuat kondisi Ibu makin drop, ditambah lagi keluhan-keluhan dari suami adiknya tentang tingkah lakunya yang kurang baik menjadi beban pikiran Ibu juga. Bahkan, kata orang-orang, Ibu pernah nekat mau bunuh diri.

Bapak kewalahan karena tak mungkin harus membawa Dian sambil bekerja, sementara Teh Rima pergi sekolah. Apa lagi, tak ada yang bergantian menjaga Ibu saat berada di rumah sakit. Dengan terpaksa, Bapak menitipkan Dian di rumah ibunya bersama aku, dan Tina dibawa pulang oleh Bapak.

"Bagaimana keadaan istrimu nak" Tanya Nenek saat bapak berkunjung kerumah nya

"keadaanya makin drop mak,aku kewalahan harus bekerja sambil menjaga anak anak dan meninggalkannya di rumah sakit sendirian,aku akan kembali pada sore harinya setelah pulang bekerja,lalu meninggalkan rima bersama dian dirumah,tapi rima sering mengeluh gak bisa menjaga adiknya saat aku tinggalkan ke rumah sakit karena selalu rewel"keluh bapak pada nenek,dengan suara parau aku lihat matanya berembun, badannya bergetar tangannya masih melingkar memeluk badan mungil yang tertidur di pangkuannya,Nenek menepuk-nepuk pundak bapak untuk memenangkannya.

"Subhanallah,kasian kamu nak repot sendiri,rima juga  pasti kesusahan menjaga dian yang masih kecil apalagi tak mendapatkan asi dari ibunya,lalu kemana keluarga istrimu,apa mereka tak datang membantu" Kata nenek prihatin

"Untuk sekedar menjenguk pun tak ada mak,kalau gak ada upahnya mah mana mau mereka bantu jagain,keadaan istriku makin drop juga karena pengaruh mereka mak" Jelas bapak

"Astaghfirullah,ya robbi,emak gak menyangka mereka seperti itu, yang sabar nak semoga istrimu segera sehat kembali,untuk sementara biarkan dian tinggal di sini dulu sampai kondisi istrimu membaik,biar kakak mu ikut menjaganya, kami tak bisa pulang pergi menjenguk ke kota setiap saat karena terkendala jarak"

"Iya mak,terimakasih, maaf lagi lagi aku merepotkan mu, Tina akan saya bawa pulang biar Rima ada temannya di rumah,saya titip Resa sama Dian di sini,nanti setiap seminggu sekali saya akan kirimkan susu untuk Dian kesini".

" Iya nak gak apa apa, emak ikhlas menjaga mereka di sini,setidaknya sedikit mengurangi beban pikiran mu" Ujar Nenek kepada bapak.

Setelah beberapa bulan kemudian, Bapak datang mengantarkan susu dan uang jajan buat aku, tapi juga membawa kabar tentang kepergian Ibu. Mengapa harus secepat ini? Aku belum siap kalau harus kehilangan Ibu untuk selamanya. Aku sudah mengalah untuk tetap tinggal bersama Nenek agar Bapak bisa lebih fokus menjaga Ibu, namun nyatanya Allah berkehendak lain.

Saat itu, aku hanya bisa menangis tersedu-sedu meratapi kepergiannya. Beberapa kejadian di masa lalu masih terus menghantui sampai sekarang. Dulu, aku sempat berpikir hidup ini tak berarti lagi. Perasaan yang membelenggu raga ini sulit untuk dijabarkan dengan kata.

Rasa nyaman tinggal bersama Nenek, tapi jauh dari jangkauan orang tua.Lalu, saat ikut tinggal bersama keluarga baru Bapak, aku merasa asing, seolah tak menganggap kehadiranku. Lalu, aku ikut Bibi, adik dari almarhum Ibu, namun lagi-lagi aku malah mendapat perlakuan tidak adil dan kekerasan fisik.

Mau tak mau, akhirnya aku lebih memilih ikut Bapak lagi, meski gak pernah di-manja dengan kasih sayang dan kemewahan. Kalau lagi pengen sesuatu pun, aku harus usaha sendiri.

*****

Pagi hari yang cerah, meskipun tak secerah hatiku, namun melihat keusilan kakak beradik di depan sana membuatku sedikit terhibur.

"Is..." desis Dian merasa kesal sambil menggaruk kepala.

"Kenapa kamu?" tanya Tina.

"Ini soal matematikanya sulit, teh. Mana waktunya udah mepet lagi, aku lupa ngerjain PR semalam," jawab Dian.

"Coba liat, ah gampang atuh itu mah. Logikanya gini, teteh punya uang 7 ribu, di pinta kamu 2 ribu, jadi sisanya berapa?" tanya Tina.

"Lima ribu," jawab Dian.

"Cepat banget lu kalau masalah uang," canda Tina. "Tapi jawabannya salah."

"Bener dong, ini kan 7 ribu, aku pinta 2 ribu, sisanya tinggal 5 ribu," bantah Dian.

"Yeh nggak dong, kan nggak teteh kasih, jadi jawabnya tetap 7 ribu," jawab Tina.

"Ini sih bukan pelajaran matematika, teh, tapi sosiologi," sindir Dian.

"Eh buset, ko sosialita?" tanya Tina.

"Iya kan, pelit," jawab Dian.

Hahahaha, dasar usil, gumam Resa menggelengkan kepala. Tina hanya cekikikan mendengar keluhan sang adik.

"Eh Dian, teteh punya tebak-tebakan. Kalau kamu bisa jawab, uang ini jadi milik kamu," ajak Tina.

"Apa?" tanya Dian.

"Lemari, lemari apa yang bisa di saku in?" tanya Tina.

"Mmmm, apa yah? Kayanya gak ada deh, lemari kan gede, mana bisa di masukin saku?" pikir Dian sambil mengetuk-ngetuk pensil pada kepalanya.

"Ada, Ian, bisa jawab gak?" tanya Tina.

"Apa sih, takluk deh. Aku gak tahu," jawab Dian.

"Beneran gak tahu, nih?" tanya Tina memastikan lagi.

"Nggak," geleng Dian dengan wajah polosnya.

"Jawabannya, lemaribuan," ucap Tina diiringi tawa jahilnya.

***

Di tempat lain seorang pemuda sedang berusaha menyemangati dirinya yang sedang galau.mengalihkan pikirannya dengan membaca Al-quran.

Ini adalah ungkapan yang menyemangati ku,yang setiap hari ku sampaikan pada Allah dalam bentuk DOA

Ya Alloh aku titipkan semua urusanku kepadamu,hatiku,masa depanku,rezekiku,kedamaianku,agamaku & berikanlah apa yang engkau kehendaki, buatlah aku ridho terhadap apa yang engkau takdirkan kepadaku

"Seandainya kamu tahu,gimana rasanya berat memperjuangkan mu Res" Gumam Hasan yang sedang duduk merenung di teras rumah temannya

"Bro,ini bukan Hasan yang aku kenal loh,biasanya,ramai sekali bicaramu.masih kepikiran tentang yang semalam? " Tebak Aceng yang meliat temannya hanya diam tak bersemangat setelah selesai menutup Al-Quran nya.

"Hmmm" Jawab Hasan menganggukkan kepala

"Biasanya aku yang PHP-in cewek ceng.nah sekarang kebalik.nasib.nasib"

"Ikhlas'in aja bro,serahin sama Allah,kalau jodoh gak akan kemana ko"

"Sedang aku usahakan.tapi tidak aku paksakan.karena takdir tuhan yang menentukan.tapi sebelum janur kuning melengkung,gak ada salahnya aku perjuangkan " Jawab Hasan menyemangati dirinya sendiri sedangkan aceng hanya menganggukkan kepala sembari menepuk-nepuk pundak temannya itu

"Kenapa gak nge chat dia lagi?? " Tanya Aceng yang melihat hasan hanya Memandang lekat layar ponsel yang sedang di scroll nya

"Aku sadar diri,jika pesanku saja membuatnya tak tenang.lebih baik saat ini aku tak mengganggunya" Ucap Hasan sambil mengusap tengkuknya merasa gusar

"Good.tegar sekai hatimu,memang ketika seseorang menginginkan kamu dalam hidupnya,dia akan menempatkan mu di hatinya,kamu tidak perlu bersaing dengan siapapun untuk mendapatkan ruang itu, dia sendiri yang akan menjadikan pemenangnya"Kata Aceng memberi semangat,dengan menepuk pundaknya.

"Hemmm,jika punya kendala,allah punya kendali,yakin saja jika Alloh sudah ikut andil,maka tidak ada kata mustahil" Bijak Hasan

"aku salut deh sama kang hasan.mampu melampaui potensi dirinya" Puji Sabila yang menguping pembicaraan kedua pemuda itu.

"Iya,usahanya pasti ekstra tuh.berjuang keras.beda sama kamu,yang tampang sempurna! kerjaan mu rebahan doang.tapi mimpi setinggi langit "ejek Aceng pada adiknya

"Lah akang udah umur segitu.masih begitu begitu aaja" Usil sabila menimpali ejekan sang kakak

"Jangan salah ya, aku juga punya prestasi terbaik tau"

"Apa?? "

"Juara satu dalam nge jomblo"

"Hahaha...bisa aja.berasa ngeledek diri sendiri itu mah" usil sang adik mentertawakan nasib kakaknya.

Terpopuler

Comments

@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸

@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸

rima, resa, tina, dian. 4 bersaudara.

2025-02-16

1

Tini Timmy

Tini Timmy

kak izin koreksi, ini bisa dijadikan 3 paragraf supaya lebih enak dilihat dan dibaca 😊

2025-02-02

2

Elisabeth Ratna Susanti

Elisabeth Ratna Susanti

visualnya keren.

2025-02-06

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Liburan di desa
2 Babb 2 Kegundahan gadis remaja
3 Babb 3 pengagum gadis desa
4 babb 4 Galau
5 Babb 5 Hanya satu macam
6 babb 6 Hari pertama bekerja
7 babb 7 banyak yang mengagumi
8 babb 8 Keahlian terpendam
9 babb 9 Prasangka baik
10 babb 10 Ketahuan
11 babb 11 Awali pagimu dengan senyuman
12 babb 12 Gak bikin ketar ketir
13 babb 13 gundah
14 babb 14 Orang baru
15 babb 15 Menghindar
16 babb 16 Bimbang
17 babb 17 Ungkapan penyemangat
18 babb 18 Gak akan aku sia sia kan
19 babb 19 mood buster
20 babb 20 menghadiri acara pernikahan
21 babb 21 Kelakuan rendom Tina
22 babb 22 Pendekatan
23 babb 23 Mulai nyaman
24 Babb 24 Hanya di anggap beban
25 Babb 25 Kebingungan dan keraguan
26 Babb 26 salah paham berujung tunangan
27 bab 27 Ada aja tingkahnya
28 bab 28 Berita yang mengejutkan
29 Babb 29 Speknya pria idaman banget
30 Babb 30 Masih berharap
31 babb 31 Titik terendah
32 babb 32 Terancam kandas
33 babb 33 Gunjingan orang
34 babb 34 Di antara dua pilihan
35 babb 35 Labil
36 babb 36 Merasa buntu
37 babb 37 Jalan jalan
38 babb 38 Rungkad
39 bab 39 Kembali bekerja
40 bab 40 Suasana yang beda
41 bab 41 Overthinking
42 babb 42 Cobalah sadar bukanya terus sabar
43 babb 43 Omongan orang yang bikin down
44 babb 44 Anggap saja aku bahagia
45 bab 45 Rasa bersalah
46 bab 46 Hanya Allah yang tahu
47 babb 47 obrolan kocak yang membuat resa tersenyum
48 bab 48 insecure
49 babb 49 Tingkah random resa
50 babb 50 kegundahan Resa
51 babb 51 Di awasi seseorang
52 babb 52 pendekatan keluarga
53 babb 53 Agak lain emang
54 babb 54 Dompetku kaya museum
55 babb 55 Tak seindah Torabika cremy latte
56 babb 56 Kaya ATM
57 babb 57 sahur pertama
58 babb 58 Harus banyak ngalah
59 babb 59 ke rendoman Tina & wina
60 babb 60 It's Ok, I'm fine.. I have Allah
61 babb 61 Terbelenggu rindu
62 babb 62 Usil juga ternyata
63 bab 63 Bimbang
64 Bab 64 Hari raya
65 Bab 65 Tamat
Episodes

Updated 65 Episodes

1
Bab 1 Liburan di desa
2
Babb 2 Kegundahan gadis remaja
3
Babb 3 pengagum gadis desa
4
babb 4 Galau
5
Babb 5 Hanya satu macam
6
babb 6 Hari pertama bekerja
7
babb 7 banyak yang mengagumi
8
babb 8 Keahlian terpendam
9
babb 9 Prasangka baik
10
babb 10 Ketahuan
11
babb 11 Awali pagimu dengan senyuman
12
babb 12 Gak bikin ketar ketir
13
babb 13 gundah
14
babb 14 Orang baru
15
babb 15 Menghindar
16
babb 16 Bimbang
17
babb 17 Ungkapan penyemangat
18
babb 18 Gak akan aku sia sia kan
19
babb 19 mood buster
20
babb 20 menghadiri acara pernikahan
21
babb 21 Kelakuan rendom Tina
22
babb 22 Pendekatan
23
babb 23 Mulai nyaman
24
Babb 24 Hanya di anggap beban
25
Babb 25 Kebingungan dan keraguan
26
Babb 26 salah paham berujung tunangan
27
bab 27 Ada aja tingkahnya
28
bab 28 Berita yang mengejutkan
29
Babb 29 Speknya pria idaman banget
30
Babb 30 Masih berharap
31
babb 31 Titik terendah
32
babb 32 Terancam kandas
33
babb 33 Gunjingan orang
34
babb 34 Di antara dua pilihan
35
babb 35 Labil
36
babb 36 Merasa buntu
37
babb 37 Jalan jalan
38
babb 38 Rungkad
39
bab 39 Kembali bekerja
40
bab 40 Suasana yang beda
41
bab 41 Overthinking
42
babb 42 Cobalah sadar bukanya terus sabar
43
babb 43 Omongan orang yang bikin down
44
babb 44 Anggap saja aku bahagia
45
bab 45 Rasa bersalah
46
bab 46 Hanya Allah yang tahu
47
babb 47 obrolan kocak yang membuat resa tersenyum
48
bab 48 insecure
49
babb 49 Tingkah random resa
50
babb 50 kegundahan Resa
51
babb 51 Di awasi seseorang
52
babb 52 pendekatan keluarga
53
babb 53 Agak lain emang
54
babb 54 Dompetku kaya museum
55
babb 55 Tak seindah Torabika cremy latte
56
babb 56 Kaya ATM
57
babb 57 sahur pertama
58
babb 58 Harus banyak ngalah
59
babb 59 ke rendoman Tina & wina
60
babb 60 It's Ok, I'm fine.. I have Allah
61
babb 61 Terbelenggu rindu
62
babb 62 Usil juga ternyata
63
bab 63 Bimbang
64
Bab 64 Hari raya
65
Bab 65 Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!