Saya Bersedia

Nancy tentu saja kecewa karena sang papa sama sekali tak mau mendengarkan apa yang ia katakan bahkan ketika bukti sudah ia sodorkan sang papa pun masih saja membela Dania dan mengatakan kalau wanita itu adalah wanita baik-baik? Nancy tentu saja ingin tertawa mendengar semua itu. Mana ada wanita baik-baik yang rela mendekati pria tua seperti papanya dan mengatakan mencintainya kalau bukan karena harta? Nancy datang ke makam mendiang sang mama. Di sana Nancy menangis dan mengadu pada sang mama mengenai kelakukan sang papa.

"Apa yang harus Nancy lakukan, ma?"

Nancy masih terisak selama beberapa saat hingga setelah semua perasaan sudah berhasil ia kendalikan maka Nancy mulai menyeka semua air mata yang barusan tumpah. Nancy menghela napas panjang dan berusaha tegar untuk menghadapi semua ini.

"Aku yakin kalau mama pasti akan membantuku. Maka tolong bantu aku untuk membuat papa gak jadi menikahi wanit itu."

Nancy mendoakan sang mama sebelum ia meninggalkan area pemakaman umum itu dan masuk kembali ke dalam mobilnya. Nancy perlahan melajukan mobilnya namun tiba-tiba saja ada seorang pejalan kaki yang menyebrang dan tidak menengok kanan dan kiri hingga nyaris saja Nancy menabrak orang itu andai kata ia tidak menginjak pedal rem tepat waktu.

"Untung saja aku tepat waktu menginjak rem."

Nancy membuka sabuk pengamannya dan kemudian berjalan keluar dari dalam mobilnya menghampiri orang yang barusan hendak ia tabrak.

"Kamu punya mata kan? Kenapa gak lihat-lihat kalau mau nyebrang jalan?!"

Nancy meluapkan kekesalannya pada orang yang barusan hendak menyebrang jalan ini namun orang itu masih diam dan seperti tak merespon apa yang dikatakan olehnya.

"Maaf karena saya gak melihat-lihat ketika menyebrang jalan."

Nancy memerhatikan orang ini dengan seksama dan sepertinya ia pernah melihat orang ini namun ia lupa pernah bertemu dengannya di mana.

"Sepertinya aku pernah melihatmu."

Pria yang sejak tadi menunduk itu kemudian menatap wajah Nancy.

****

Nancy memerhatikan wajah pria yang ada di depannya dan berusaha mengingat di mana mereka pernah bertemu dan ia ingat sekarang bahwa mereka pernah bertemu di sebuah cafe dekat kantor.

"Kamu karyawan di Artha Property Indo Group kan?"

"Iya, saya bekerja di sana."

Nancy menganggukan kepalanya dan seketika ingatannya langsung tertuju pada kejadian beberapa bulan lalu saat pria ini datang ke cafe bersama seorang wanita yang wajahnya kini tak asing lagi baginya.

"Istrimu namanya Dania Kusumastuti kan?"

Pria itu nampak heran sekaligus terkejut saat mendengar pertanyaan dari Nancy namun kemudian ia menganggukan kepalanya.

"Bagaimana anda bisa tahu?"

"Ah jadi rupanya saya gak salah mengenali orang. Kamu ini pasti Putra, baru saja saya mau menemui kamu."

"Anda mau menemui saya? Kenapa?"

"Masuk ke dalam mobil saya. Ada hal yang mau saya bicarakan."

Putra awalnya agak ragu namun kemudian ia mengikuti langkah kaki Nancy masuk ke dalam mobil dan ia duduk di kursi penumpang bagian depan di sebelah Nancy. Nancy sendiri membawa mobil itu menuju sebuah taman dan berhenti di sana.

"Saya tahu kalau kamu dan Dania sedang dalam proses cerai."

"Iya saya dan Dania memang sedang dalam proses cerai. Saya berusaha membujuknya untuk tidak bercerai dengan saya namun dia tetap saja menolak dan tetap ingin bercerai dari saya."

****

Nancy makin penasaran dengan rumah tangga Putra dan Dania selama ini, karena ia tak mau membuang waktu maka ia segera saja menanyakan pada Putra semua yang selama ini ia ingin tanyakan.

"Apakah benar kamu suka KDRT dan keluargamu memerlakukan Dania dengan buruk?"

"Saya gak pernah melakukan KDRT pada Dania. Saya sangat mencintai dia dan soal keluarga saya yang melakukan hal buruk pada Dania juga itu semua gak benar."

Nancy memindai wajah Putra dan melihat sorot mata pria itu dan ia melihat bahwa Putra memang jujur dan tak menutupi apa pun hingga Nancy yakin bahwa Dania memang wanita ular yang sengaja mengincar papanya.

"Kamu tahu alasan kenapa dia menggugat cerai kamu?"

"Dia bilang saya gak memberikan apa yang ia minta."

"Jelas kamu gak bisa memberikan apa yang dia minta, kamu kan cuma staf biasa di kantor. Dia itu wanita mata duitan yang sedang mengincar papa saya."

Putra nampak terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Nancy barusan seolah pria itu tak percaya dengan apa yang dikatakan olehnya.

"Kamu gak percaya dengan apa yang saya katakan? Saya perlihatkan nih pada kamu bukti kedekatan papa saya dengan istri kamu selama ini."

Maka Nancy pun sengaja memperlihatkan foto kemesraan papanya dengan Dania pada Putra dan membuat Putra geram bukan main.

****

Putra merasa dihianati oleh Dania dan ia juga rupanya ditipu mentah-mentah selama ini. Putra merasa bahwa pengorbanannya selama ini sia-sia untuk memperjuangkan wanita yang bahkan sama sekali tak mencintainya. Raut penyesalan menghantui dirinya, ia merasa sudah bodoh bisa tertipu begini oleh Dania.

"Saya tahu ini gak mudah buat kamu, tapi saya menawarkan sesuatu untuk membantu kamu."

"Memangnya anda siapa? Kenapa bilang bisa bantu saya?"

"Kamu gak tahu saya siapa? Saya adalah Nancy Susilo Atmadji, Presdir Artha Property Indo Group."

Mata Putra seketik terbelalak mendengar pengakuan Nancy barusan, selama ini ia memang tak pernah bertemu langsung dengan presdir karena ia hanya staf biasa dan hanya mendengar bahwa presdir perusahaan adalah seorang wanita.

"Dan saya menawarkan kamu untuk bisa membalas rasa sakit hati ini pada Dania."

"Apa yang anda bisa lakukan untuk bantu saya?"

"Segera ceraikan Dania dan nikahi saya."

Putra makin terbelalak dengan ucapan Nancy barusan, Nancy nampak tenang sekali ketika mengatakan hal itu dan ia mengatakan pada Putra bahwa ia tak punya banyak waktu untuk memberikan Putra waktu untuk berpikir mengenai kesempatan ini.

"Waktumu gak banyak, segera pikirkan penawaran saya."

"Kapan saya harus kasih jawaban?"

"Besok."

"Besok?!"

"Iya besok, kamu temui saya di ruangan saya dan berikan jawabannya."

****

Nancy nampak tak bisa tidur semalaman karena menunggu hari ini tiba, hari di mana Putra akan memberikan jawaban atas permintaannya kemarin untuk menikahinya sebagai aksi balas dendam pada Dania. Nancy tak pernah segugup ini sebelumnya dan ia sejak tadi tak bisa fokus pada pekerjaannya.

"Kenapa sih aku harus gugup begini?"

Nancy menarik napas dalam-dalam dan berusaha menetralisasikan degup jantungnya hingga akhirnya sosok yang sejak tadi ia tunggu muncul juga bersama sang asisten pribadi.

"Bu, ini ada pegawai yang mau bertemu dengan anda katanya dia sudah buat janji."

"Iya, dia memang orangnya. Kamu bisa pergi dan tinggalkan kami berdua."

"Baik, Bu."

Maka selepas asisten pribadi Nancy pergi hanya ada mereka berdua di dalam ruangan ini dan Nancy merasa gugup namun ia memaksakan diri untuk tetap tenang di depan Putra.

"Jadi bagaimana jawabanmu?"

"Saya bersedia."

Episodes
1 Calon Istri Baru Papa
2 Saya Bersedia
3 Dia Calon Suamiku
4 Kejutan Saat Hari Lamaran
5 Menikah
6 Tidur Bersama
7 Cowok Matre?
8 Pergi Ke Rumah Mertua
9 Mandi di Sungai
10 Bukan Orang Kaya Baru
11 Rasa yang Berubah
12 Pesta Perpisahan dan Pernikahan
13 Bulan Madu yang Tak Terlupakan
14 Curiga Hanya Alasan Saja
15 Aku Merasa Takut
16 Hasil Asli yang Membuat Terkejut
17 Tak Mudah
18 Hanya Ingin Harta
19 Ingin Segera Menguasai
20 Tahu yang Sebenarnya
21 Ruangan yang Menjadi Saksi
22 Kabar Dari Rumah Sakit
23 Dia Ingin Membuat Fitnah Pada Saya
24 Pulang Dari Rumah Sakit
25 Rencana Licik yang Dimulai
26 Dosa yang Selama Ini Terkubur
27 Tabir yang Mulai Tersibak
28 Tes DNA
29 Persiapan Mulai Dilakukan
30 Kejutan di Hari Ulang Tahun
31 Tak Sesuai
32 Kesempatan Untuk Bicara
33 Penyesalan dan Pengakuan
34 Sebuah Rencana
35 Akhirnya Mengikuti Juga
36 Ditangkap Polisi
37 Di Taman Kita Bicara
38 Saatnya Pulang
39 Melabrak Mulut Nyinyir
40 Kalian Pacaran?
41 Pergi Dinas
42 Kerja Sambil Bulan Madu
43 Foto USG dan Tudingan
44 Kabar Bahagia Akhirnya Datang
45 Apakah Aku Pantas?
46 Masih Ada Rasa Bersalah
47 Jadi Presdir
48 Beri Dia Kesempatan
49 Obrolan Serius
50 Jadi Ibu Rumah Tangga
51 Memberi Nama
52 Amarah yang Muncul
53 Mengungkit Soal Masa Lalu
54 Tolong Datang
55 Mimpi Mama Terwujud
56 Sebatas Teman
57 Kalau Serius, Temui Kakakku
58 Perkenalan Dengan Calon Ipar
59 Siapa Dia
60 Bertemu Ayah dan Ibu
61 Lamaran Resmi
62 Pernikahan yang Akhirnya Terjadi
63 Selamat Datang di Rumah
64 Risiko yang Harus Diterima
65 Tidak Mau Timbul Fitnah
66 Jangan Salahkan Saya
67 Gym
68 Bertemu Untuk Pertama Kali Dengan Calon Istri
69 Nyatanya Aku Takut
70 Omongan Miring
71 Emosi yang Tak Bisa Dibendung
72 Hanya Ingin Kau Tahu
73 Menjenguk Keponakan
74 Mertua Datang
75 Selamat Jalan Tante
76 Tak Pernah Ku Bayangkan
77 Masing-Masing
78 Mendadak Jadi CEO
79 Obrolan di Ruang Kerja
80 Melawan Rasa Takut dan Bersalah
81 Adu Mulut Antar Besan
82 Mengadu Pada Akhirnya
83 Tak Akan Pergi
84 Sudah Sangat Sabar
85 Membawa Petaka
86 Saya Tidak Peduli
87 Ini Tidak Pantas
88 Foto Viral
89 Sang Mantan yang Kembali
90 Jujur yang Menyakitkan
91 Mantan VS Istri Sah
92 Aku Harus Jujur
93 Butuh Liburan
94 Waktunya Berangkat
95 Kejadian Horor di Rumah
96 Rumah Masa Kecil
97 Tudingan Jahat
98 Hidup yang Penuh Kejutan
99 Kembali Pulang dan Adanya Sebuah Kebenaran
100 Aku Mau Bertahan
101 Siraman Air Tanda Kemarahan
102 Karena Aku Istrimu
103 Pergi Untuk Menenangkan Diri
104 Akan Kubalas Kamu
105 Awal Dari Kehancuran
106 Kehilangan Selamanya
107 Pengakuan Dosa
108 Keputusan Bahagia Sudah Dibuat
109 Bulan Madu yang Bahagia
110 Rasa Berbeda Setelah Kembali Bersama
111 Bertemu Sang Pria Penuh Obsesi
112 Teror Pertama
113 Butik Hancur
114 Serangan Mendadak
115 Sabotase Kembali
116 Dendam yang Terkuak
117 Berhasil Selamat
118 Rencana Gagal
119 Belum Usai
120 Pelangi Setelah Hujan
121 Sungguh Tak Sabar Rasanya
122 Semangat Kembali
123 Jadi Ingin Segera Lahir
124 Pujian dan Kritik
125 Cobaan Ketika Sukses
126 Syukuran
127 Lahiran yang Dinantikan
128 Akhir Cerita
Episodes

Updated 128 Episodes

1
Calon Istri Baru Papa
2
Saya Bersedia
3
Dia Calon Suamiku
4
Kejutan Saat Hari Lamaran
5
Menikah
6
Tidur Bersama
7
Cowok Matre?
8
Pergi Ke Rumah Mertua
9
Mandi di Sungai
10
Bukan Orang Kaya Baru
11
Rasa yang Berubah
12
Pesta Perpisahan dan Pernikahan
13
Bulan Madu yang Tak Terlupakan
14
Curiga Hanya Alasan Saja
15
Aku Merasa Takut
16
Hasil Asli yang Membuat Terkejut
17
Tak Mudah
18
Hanya Ingin Harta
19
Ingin Segera Menguasai
20
Tahu yang Sebenarnya
21
Ruangan yang Menjadi Saksi
22
Kabar Dari Rumah Sakit
23
Dia Ingin Membuat Fitnah Pada Saya
24
Pulang Dari Rumah Sakit
25
Rencana Licik yang Dimulai
26
Dosa yang Selama Ini Terkubur
27
Tabir yang Mulai Tersibak
28
Tes DNA
29
Persiapan Mulai Dilakukan
30
Kejutan di Hari Ulang Tahun
31
Tak Sesuai
32
Kesempatan Untuk Bicara
33
Penyesalan dan Pengakuan
34
Sebuah Rencana
35
Akhirnya Mengikuti Juga
36
Ditangkap Polisi
37
Di Taman Kita Bicara
38
Saatnya Pulang
39
Melabrak Mulut Nyinyir
40
Kalian Pacaran?
41
Pergi Dinas
42
Kerja Sambil Bulan Madu
43
Foto USG dan Tudingan
44
Kabar Bahagia Akhirnya Datang
45
Apakah Aku Pantas?
46
Masih Ada Rasa Bersalah
47
Jadi Presdir
48
Beri Dia Kesempatan
49
Obrolan Serius
50
Jadi Ibu Rumah Tangga
51
Memberi Nama
52
Amarah yang Muncul
53
Mengungkit Soal Masa Lalu
54
Tolong Datang
55
Mimpi Mama Terwujud
56
Sebatas Teman
57
Kalau Serius, Temui Kakakku
58
Perkenalan Dengan Calon Ipar
59
Siapa Dia
60
Bertemu Ayah dan Ibu
61
Lamaran Resmi
62
Pernikahan yang Akhirnya Terjadi
63
Selamat Datang di Rumah
64
Risiko yang Harus Diterima
65
Tidak Mau Timbul Fitnah
66
Jangan Salahkan Saya
67
Gym
68
Bertemu Untuk Pertama Kali Dengan Calon Istri
69
Nyatanya Aku Takut
70
Omongan Miring
71
Emosi yang Tak Bisa Dibendung
72
Hanya Ingin Kau Tahu
73
Menjenguk Keponakan
74
Mertua Datang
75
Selamat Jalan Tante
76
Tak Pernah Ku Bayangkan
77
Masing-Masing
78
Mendadak Jadi CEO
79
Obrolan di Ruang Kerja
80
Melawan Rasa Takut dan Bersalah
81
Adu Mulut Antar Besan
82
Mengadu Pada Akhirnya
83
Tak Akan Pergi
84
Sudah Sangat Sabar
85
Membawa Petaka
86
Saya Tidak Peduli
87
Ini Tidak Pantas
88
Foto Viral
89
Sang Mantan yang Kembali
90
Jujur yang Menyakitkan
91
Mantan VS Istri Sah
92
Aku Harus Jujur
93
Butuh Liburan
94
Waktunya Berangkat
95
Kejadian Horor di Rumah
96
Rumah Masa Kecil
97
Tudingan Jahat
98
Hidup yang Penuh Kejutan
99
Kembali Pulang dan Adanya Sebuah Kebenaran
100
Aku Mau Bertahan
101
Siraman Air Tanda Kemarahan
102
Karena Aku Istrimu
103
Pergi Untuk Menenangkan Diri
104
Akan Kubalas Kamu
105
Awal Dari Kehancuran
106
Kehilangan Selamanya
107
Pengakuan Dosa
108
Keputusan Bahagia Sudah Dibuat
109
Bulan Madu yang Bahagia
110
Rasa Berbeda Setelah Kembali Bersama
111
Bertemu Sang Pria Penuh Obsesi
112
Teror Pertama
113
Butik Hancur
114
Serangan Mendadak
115
Sabotase Kembali
116
Dendam yang Terkuak
117
Berhasil Selamat
118
Rencana Gagal
119
Belum Usai
120
Pelangi Setelah Hujan
121
Sungguh Tak Sabar Rasanya
122
Semangat Kembali
123
Jadi Ingin Segera Lahir
124
Pujian dan Kritik
125
Cobaan Ketika Sukses
126
Syukuran
127
Lahiran yang Dinantikan
128
Akhir Cerita

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!