Sandra mengangkat kepalanya ingin melihat siapa yang sudah berani menabraknya dalam hatinya dia ingin memarahi orang yang sudah berani membuatnya berantakan begini.
Dia kaget ternyata yang menabraknya orang yang belum pernah di kenal dan pertanyaannya siapakah lelaki ini yang ada di pesekitaran kantor ini dia ingin bertanya namun sudah terlanjur menunjukkan muka yang kesal karena tidak mungkin kan tiba-tiba menunjukkan ekspresi yang sok kalem sedangkan pria ini sudah menangkap wajahnya yang sedang kesal.
Sedangkan vicky dengan raut wajah yang biasa saja namun tetap dalam mode ketampanannya dan itu membuat Sandra benar-benar tidak menyangka kalau cowo yang barusan di menabraknya sungguh luar biasa tampan.
'ehmm,suara itu dari vicky.
"maaf aku buru-dan tidak tau klau akan menabrak mba,nama saya vicky"
vicky mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengannya namun tidak sangka uluran itu tidak di sambut baik oleh Sandra.
Sandra berlalu dengan wajah yang datar tanpa perduli dengan cowok hitam manis yang sedang mengulurkan tangannya.sedangkan vicky merasa terheran apa salahnya ya berkenalan dengan wanita itu, dalam hatinya merutuki dirinya yang sudah lancang ingin berkenalan dengannya sedangkan dirinya hanya seorang sopir pribadi.
"kamu cantik namun kenapa di depanku kamu menunjukkan wajah yang datar sedangkan tadi kamu duduk sendiri di kantin merasa biasa saja' gumam vicky dalam hati memikirkan sikap Sandra tadi yang berbeda dengan yang di kantin pas melihatnya tadi.
Sedangkan sandra langsung menuju ke arah ruangannya dengan wajah yang sulit si artikan, sesampainya di ruangannya dia langsung berpapasan dengan dewi yang juga kebetulan ingin ke ruangan neneknya.
"kenapa denganmu ndra,wajahmu seperti orang yang barusan putus cinta namun kamu belum punya pacaran, ceritain" omel dewi tiada habisnya.
" tidak wi,biasa saja ko"
"wi emang kita ada tambahan karyawan baru ya lelaki" tiba-tiba saja wajah cowok itu memenuhi otak kepalanya dia ingin tau tentang lelaki itu saja cukup.
"setahuku tidak sih ndra ada apa dengan itu sih,ko elu tumben nanya itu"dewi mala bertanya balik ke Sandra.
" tidak aku hanya ingin tau" jawab santai si Sandra.
Tidak terasa percakapan antara dua sahabat itu sudah berlangsung sampai sore dewi sudah kembali ke ruangannya sedangkan Sandra sudah santai saja di ruangan karena pekerjaan mereka memang sangat ringan Apalgi bagaian keuangan saat ini tidak bermasalah .
Sore pun sudah menyapa dewi dan sandara bergegas turun ke bawah dan sedang menunggu dewi ke tempat parkiran mobil, akhirnya mereka pun keluar dari area kantor langsung menuju ke apartemen sandra karena dia sedang tidak minat dengan apapun selain kesal dengan kejadian tadi siang di tabrak oleh pria asing itu dan sandra merasa pria itu tidak berasal dari pulau Jawa dia dari luar pulau namun apa alasannya di kantor itu apa dia sedang melamar kerja.beragam pikiran muncul di otaknya tentang pria itu karena dia telah melakukan otaknya bekerja karena hanya memikirkannya.
Malam tiba sandra pun turun dari apartemennya memilih cari makan di sekiling apartemennya duduk sebentar di taman apartemennya karena merasa malas juga jalan sana sini setelah duduk sebentar dia pun beranjak untuk makan karena malam sudah semakin larut dan diapun masuk di sebuah restoran jepang yang kebetulan ada dia lantai bawah apartemennya.
Dia memilih duduk di tempat paling ujung karena hanya tempat itu yang kosong namun dia tidak tau kalau tempat itu adalah sudah ada yang pesan karena tiba-tiba ada yang bertanya dari belakang "apakah mba juga memesan tempat ini?..
deg...suara itu.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
_Sebx_
Aduh, terharu banget!
2025-01-03
1