Pagi-pagi buta sekali Sandra sudah berada di dapur mininya untuk membuat sarapan sederhana karena bangun pagi ini sudah terlambat dan tidak sempat untuk membuatkan juga bekal makan siangnya di kantor.
Setelah acara sarapan paginya sudah selesai buru-buru bersiap karena memang pagi ini rapatnya akan di adakan tepat jam 8.sehingga tidak sempat untuk menghubungi dewi untuk datang tidak perlu menjemputnya karena biasanya si dewi selalu mengekori di dewi.
Sandra keluar dengan motor matic beat kesayangannya meluncur begitu cepat menuju kantornya, perjalanan itu hanya memakan waktu 20 menitan karena memang tidak begitu jauh dari apartemennya.
Sesampainya di kantor Sandra bergegas menyiapkan berkas-berkas penting yang akan di bawah ke rapat nanti, setelah semuanya beres dia akhirnya bisa duduk dengan tenang santai sebentar sebelum rapat di mulai..
Sementara asyik menyendiri hp yang masih ada dalam tasnya bergetar, sedangkan Sandra lupa untuk mengabarkan pada dewi untuk tak perlu menjemputnya.dia sudah tebak pasti ini dewi sudah ke apartemennya dan saat ini pasti ngomel kaya emak-emak.
Akhirnya sandra langsung menjawab teleponnya dengan sudah deg-degan akan seperti apa nadanya si dewi kali ini.namun rupanya salah dewi mengabari kalau dirinya tidak bisa menjemputnya karena memang hari ini dia masuk agak lambat.
'untung nasib baik berpihak padaku pagi ini'
gumam Sandra dalam hati.
Karena sudah di bayangkan jika perkiraannya tadi benar jika dewi sudah berada di apartemennya.
akhirnya rapat pun di mulai tepat jam 8, karena ini adalah proyek baru dengan klien baru juga dan akhirnya semuanya berjalan lancar dan cepat.
Sandra buru-buru ke kantin kantor terdekat karena dewi tidak mengabarinya untuk makan di luar akhirnya dia melangkah seorang diri ke kantin karena tadi pagi dia hanya sarapan roti Bakan dan segelas susu hangat dan itu mudah membuatnya lapar dengan cepat.
Sandra memili duduk di tempat duduk paling sudut dia langsung memesan makanannya dengan begitu santai menikmatinya seperti tanpa beban,dan memang seperti begitu kehidupan Sandra maharani seperti tidak ada beban begitupun dengan kedua orang tuanya.
Sedangkan dari jauh tempat halaman parkiran ada seorang lelaki yang penasaran menatapnya dengan penasaran,melihat gadis itu dengan saksama dan hati yang bergetar, memandangnya dari ujung kaki hingga ujung rambut, bahkan gaya makannya gadis itu segala menarik untuk di perhatikan oleh pria itu.
Ya... pria itu adalah vicky gabriel seorang cowok yang hitam manis, rambut yang tidak terlalu lurus dan tidak terlalu keriting rambutnya ombak halus membuat pria itu semakin manis di tambahi kumis tipis melingkar di dahinya jika tersenyum tampan hitam manisnya makin menawan.
Vicky adalah sopir pribadi pak ardi klien Sandra tadi yang rapat pagi-pagi vicky belum pulang karena dari tadi masih ada pertemuan pribadi dengan bos sandra alias pak denis.
Masih dengan santai vicky menatap gadis itu karena dia penasaran dengan gadis yang menurutnya cantik alami tanpa di bubuhi make up apapun mukanya bersih berseri.
Dering ponsel vicky bergetar dia buru-buru mengangkat telponnya karena itu memang dari bosnya menyuruh menyiapkan mobil karena akan langsung segera pergi.
ketika berbalik untuk membuka pintu mobil untuk masuk dia langsung kaget karena gadis itu langsung jatuh di belakangnya gara-gara dia balik langsung menabrak gadis itu,dan gadis itu menunjukkan muka yang penuh Amarah
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments