Bab 16 - Waktunya Bekerja

Tok ... Tok ... Tok

Suara ketukan di pintu membuat tidur Luna terusik dengan malas ia pun beranjak turun dari ranjang menuju pintu.

“Hoam, kenapa kau menggangguku pagi-pagi begini Dean?” tanyanya dengan mata masih mengantuk. Dia langsung mengenali siapa sosok yang berdiri di hadapannya meski dengan mata tertutup sekalipun.

“Bersiaplah kita akan pergi ke kantor.” ujarnya sudah dengan setelan rapi.

“Apa, sekarang?!”

“Tentu saja, kapan lagi. Bukannya kau ingin belajar mengurus perusahaanmu sendiri, cepatlah jangan membuang waktuku,” desaknya.

“Baiklah baiklah, tunggu aku bersiap dulu.”

“Cepatlah. Waktumu hanya lima belas menit, jika lebih dari itu maka kau harus berjalan sendiri sampai ke kantor,” seringainya.

“Iya iya, aku akan cepat!”

Luna berusaha bersiap-siap secepat mungkin, waktu lima belas menit tak terasa sama sekali hampir saja dia terlambat.

“Jeff, apa Dean sudah pergi?” tanya Luna saat dia menuruni tangga setengah berlari.

“Baru saja dia keluar, tapi sepertinya mobilnya masih ada. Apa kau akan mulai bekerja?” tanyanya.

“Iya,” jawab Luna, “kau tidak pergi ke lokasi syuting?”

“Sepertinya nanti siang, sekarang aku bisa sedikit bersantai,” ujarnya.

“Ah begitu. Apa kau sudah bicara dengan Dean?”

“Masih belum, dia sepertinya benar-benar marah padaku kali ini. Jika bisa tolong bicara dengannya,” pinta Jeff.

“Aku?” tunjuk Luna pada diri sendiri, “tidak tidak, kau tahu sikapnya padaku seperti apa,” tolak Luna.

“Tapi hanya dengan kau dia mau bicara.” Jeff mengangkat bahu ringan.

Luna melipat tangan di dada, “apa kau tahu sebuah pribahasa, apa pun masalahnya jika suami dan istri sedang bertengkar solusinya hanya satu, tempat tidur.”

Jeff menilik penampilan Luna dari atas hingga ke bawah sambil mendudukkan dirinya di pegangan sopa, “pikiranmu agak liar ya, tapi aku suka,” kekehnya. Entah mengapa Jeff tak bisa membenci Luna meski mereka ini sebenarnya saingan cinta.

“Apa kau punya ide?” tanyanya.

“Emh.” Luna tampak berpikir, namun bertepatan dengan itu suara teriakan Dean memecah keheningan.

“Luna! Satu detik lagi kau diam di dalam, aku akan benar-benar meninggalkanmu!” teriaknya dengan nada penuh kekesalan.

“Ah sial Jeff, aku lupa pacarmu yang brengsek itu sedang menungguku. Aku pergi dulu, nanti aku akan menghubungimu kalau aku punya ide,” Luna langsung berlalu pergi meninggalkan Jeffrey sendirian masih di posisi yang sama.

Jeff tersenyum tipis. Aneh, meski tahu bahwa Luna itu istri sahnya Dean tak ada rasa cemburu sedikit pun di hati Jeff pada Luna.

“Kenapa ya, seharusnya aku cemburu pada mereka berdua kan, tapi kenapa ini tidak?” Jeff bingung sendiri dengan perasaannya.

“Ah sudahlah, mungkin karena dia itu bodoh jadi aku merasa aman. Wanita bodoh mana coba yang mengatakan sumpah untuk hidup sendiri dan hanya akan mencintai uang selama hidupnya. Tapi dia akan menjadi Ibu dari anaknya Dean, aih sudahlah.”

Sementara Luna dan Dean sedang dalam perjalanan menuju kantor.

“Kau lihat jam berapa sekarang? Sudah aku bilang kau hanya punya waktu 15 menit, tapi kau malah menghabiskan waktu satu jam. Sedangkan penampilanmu lihatlah,” dia melirik penuh cibiran.

“Memangnya kenapa dengan penampilanku, aku merasa nyaman begini.” Sahut Luna.

“Apa kau tidak punya pakaian formal? Kenapa kau pergi ke kantor seolah kau akan pergi ke pesta,” keluh Dean.

Saat ini Luna mengenakan Dress selutut tanpa lengan berwarna hitam polos. Memamerkan leher jenjangnya yang putih bersih.

Dean melepaskan jasnya dan melemparnya pada Luna, “pakai ini, orang lain akan salah mengira kalau kau ingin menggoda mereka.”

“Hey ayolah, pakaianku tidak terlalu pendek sama sekali. Aku bahkan punya yang lebih pendek dari ini,” seringainya.

Dean melempar tatapan membunuh padanya, “jangan lupa siapa dirimu, di depan umum kau adalah istriku jadi bersikaplah sebagaimana mestinya.”

Dia langsung turun saat mobil telah mencapai parkiran kantor.

“Ck, baiklah-baiklah.” Luna terpaksa mengenakan Jas Dean yang tampak begitu kebesaran di tubuhnya. Rongga hidungnya benar-benar di penuhi dengan aroma parfum Dean saat ini, perasaan Luna campur aduk, antara senang, kesal dan sedikit takut.

Siang harinya.

“Arggh! Sudah cukup Dean, kepalaku hampir pecah,” protes Luna, sejak pagi Dean terus mencecarnya dengan banyak dokumen yang harus dia pelajari, nyawanya hampir hilang separuh rasanya.

“Aku lapar Dean,” rengeknya.

“Makanan akan datang saat jam makan siang, berhenti merengek seperti anak kecil dan lakukan pekerjaanmu,” jawabnya acuh, sedang dia sendiri sibuk dengan layar komputernya.

“Otakku tidak bisa bekerja jika aku kelaparan,” keluhnya lagi, sambil membaringkan kepalanya di atas meja.

“Tahanlah, ini baru pukul 10:30.” Ucapnya tak peduli.

“Tidak bisa, aku benar-benar sudah kelaparan.”

“Kau ini benar-benar menyebalkan. Pergi sana,” kesalnya.

Luna tersenyum cerah seraya bangkit, “hehe terimakasih Tuan Dean, kau adalah guru terbaik sejagat raya,” puji Luna.

“Bicara sekali lagi, kau tidak akan jadi pergi.”

“Baiklah-baiklah, sampai jumpa.” Luna menyambar tas selempangnya seraya melambaikan tangan sambil berlalu.

Dean menghembuskan nafas frustasi, bisa-bisa dia jadi gila jika terus bersama dengan Luna. Wanita yang aneh dalam pandangan matanya, dia benar-benar mengganggu dan jika bisa Dean ingin segera menyingkirkan Luna dari hidupnya dan Jeff, namun tentu saja itu tidak akan berhasil jika Luna tidak hamil.

‘Aku harus segera menjalankan rencanaku sebelum Ayah menyadarinya.’

Terpopuler

Comments

Cahaya Sidrap

Cahaya Sidrap

😁😁😁😁

2025-03-19

0

Adinda

Adinda

sepertinya jeff bakalan cinta sama Aluna

2025-01-07

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Tawaran Pernikahan
2 Bab 2- Surat Nikah
3 Bab 3 - Tinggal serumah
4 Bab 4 - Hidup bersama
5 Bab 5 – Suara malam
6 Bab 6 - Memainkan permainan
7 Bab 7 - Senyum kemenangan
8 Bab 8 - Skandal
9 Bab 9 - Pengumuman tak terduga
10 Bab 10 - Hanya sebuah ciuman
11 Bab 11 - Sebuah kesempatan
12 Bab 12 - Hanya dia dan aku
13 Bab 13 - Ayo lakukan!
14 Bab 14 - Inseminasi
15 Bab 15 - Terlena
16 Bab 16 - Waktunya Bekerja
17 Bab 17 - Beraktinglah Jeff!
18 Bab 18 - Bersama Jeff
19 Bab 19 - Bersatunya Pelakor dan Istri Sah
20 Bab 20 - Skandal baru
21 Bab 21 - Kencan percobaan
22 Bab 22 - Sikap Aneh Jeff
23 Bab 23- Rencana diam-diam
24 Bab 24 - Hanya Teman?
25 Bab 25- Gagal
26 Bab 26 - Selalu bertengkar, tapi bukan musuh
27 Bab 27 - Dean Shock
28 Bab 28 - Jeff atau Luna?
29 Bab 29 - Rumah Jeff
30 Bab 30 - Jadilah Kakak Iparku
31 Bab 31 - Kembali pulang
32 Bab 32 - Kehidupan Estetik
33 Bab 33 - Kekhawatiran Dean
34 Bab 34 - Marah?
35 Bab 35- Perasaan Jeff
36 Bab 36 - Pengakuan Jeff
37 Bab 37- Kepergian Luna
38 Bab 38- Kita hanya teman
39 Bab 39- Teman menyebalkan
40 Bab 40 - Tamu tak di undang
41 Bab 41 - Apa aku normal?
42 Bab 42 - Hasrat Pria Normal
43 Bab 43- Pengalaman pertama
44 Bab 44- Pisang super
45 Bab 45- Gelisah?
46 Bab 46- Fokuslah Dean
47 Bab 47- Tinggal serumah lagi
48 Bab 48- Kesempatan ke-2
49 Bab 49- Teman Ranjang
50 Bab 50 - Si Mesum
51 Bab 51- Alat kontrasepsi
52 Bab 52- Kekecewaan Luna
53 Bab 53- Perubahan sikap Dean
54 Bab 54 - Ungkapan perasaan Dean
55 Bab 55- Penyesalan Dean
56 Bab 56 - Kontrak seumur hidup
57 Bab 57 - Kesempatan
58 Bab 58 - Kaulah pilihanku
59 Bab 59- fakta tentang Abian
60 Bab 60- Bukan gay lagi
61 Pengumuman!
62 Bab 61
63 Bab 62 - Hamil!
64 Bab 63 - Keanehan Luna
65 Pengumuman! Novel Jeff
66 Bab 65 - Rasa sakit yang luar biasa
67 Bab 66
68 Bab 67 - Welcome Baby Darrel!
69 Bab 68
70 Bab 69 - Bertemu mantan
71 Bab 70- Si Nakal tersayang
72 Bab 71 - Si Pintar
73 Bab 72 - Dael Anak baik
74 Bab 73- End
75 Bonus Chapter 1
76 Bonus Chapter 2
77 Bonus Chapter akhir!
78 Promosi Novel Baru!
Episodes

Updated 78 Episodes

1
Bab 1 : Tawaran Pernikahan
2
Bab 2- Surat Nikah
3
Bab 3 - Tinggal serumah
4
Bab 4 - Hidup bersama
5
Bab 5 – Suara malam
6
Bab 6 - Memainkan permainan
7
Bab 7 - Senyum kemenangan
8
Bab 8 - Skandal
9
Bab 9 - Pengumuman tak terduga
10
Bab 10 - Hanya sebuah ciuman
11
Bab 11 - Sebuah kesempatan
12
Bab 12 - Hanya dia dan aku
13
Bab 13 - Ayo lakukan!
14
Bab 14 - Inseminasi
15
Bab 15 - Terlena
16
Bab 16 - Waktunya Bekerja
17
Bab 17 - Beraktinglah Jeff!
18
Bab 18 - Bersama Jeff
19
Bab 19 - Bersatunya Pelakor dan Istri Sah
20
Bab 20 - Skandal baru
21
Bab 21 - Kencan percobaan
22
Bab 22 - Sikap Aneh Jeff
23
Bab 23- Rencana diam-diam
24
Bab 24 - Hanya Teman?
25
Bab 25- Gagal
26
Bab 26 - Selalu bertengkar, tapi bukan musuh
27
Bab 27 - Dean Shock
28
Bab 28 - Jeff atau Luna?
29
Bab 29 - Rumah Jeff
30
Bab 30 - Jadilah Kakak Iparku
31
Bab 31 - Kembali pulang
32
Bab 32 - Kehidupan Estetik
33
Bab 33 - Kekhawatiran Dean
34
Bab 34 - Marah?
35
Bab 35- Perasaan Jeff
36
Bab 36 - Pengakuan Jeff
37
Bab 37- Kepergian Luna
38
Bab 38- Kita hanya teman
39
Bab 39- Teman menyebalkan
40
Bab 40 - Tamu tak di undang
41
Bab 41 - Apa aku normal?
42
Bab 42 - Hasrat Pria Normal
43
Bab 43- Pengalaman pertama
44
Bab 44- Pisang super
45
Bab 45- Gelisah?
46
Bab 46- Fokuslah Dean
47
Bab 47- Tinggal serumah lagi
48
Bab 48- Kesempatan ke-2
49
Bab 49- Teman Ranjang
50
Bab 50 - Si Mesum
51
Bab 51- Alat kontrasepsi
52
Bab 52- Kekecewaan Luna
53
Bab 53- Perubahan sikap Dean
54
Bab 54 - Ungkapan perasaan Dean
55
Bab 55- Penyesalan Dean
56
Bab 56 - Kontrak seumur hidup
57
Bab 57 - Kesempatan
58
Bab 58 - Kaulah pilihanku
59
Bab 59- fakta tentang Abian
60
Bab 60- Bukan gay lagi
61
Pengumuman!
62
Bab 61
63
Bab 62 - Hamil!
64
Bab 63 - Keanehan Luna
65
Pengumuman! Novel Jeff
66
Bab 65 - Rasa sakit yang luar biasa
67
Bab 66
68
Bab 67 - Welcome Baby Darrel!
69
Bab 68
70
Bab 69 - Bertemu mantan
71
Bab 70- Si Nakal tersayang
72
Bab 71 - Si Pintar
73
Bab 72 - Dael Anak baik
74
Bab 73- End
75
Bonus Chapter 1
76
Bonus Chapter 2
77
Bonus Chapter akhir!
78
Promosi Novel Baru!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!