Bab 7 - Senyum kemenangan

“Tunggu dulu Pak. Kalian menuduhku mencuri hanya karena menemukan baju itu di tasku. Aku tidak merasa aku mencurinya, aku bahkan tidak pernah menyentuhnya sedikit pun,” sanggah Luna mengutarakan pembelaan diri.

“Kau tidak bisa menyangkalnya, sudah jelas barang buktinya ada di tasmu semua orang juga melihatnya,” tuding Martha.

“Kau melihat barang buktinya, tapi apa kau melihat aku memasukkan baju itu ke tasku sendiri?”

“Jika aku melihatnya, sudah pasti aku akan melaporkanmu lebih dulu,” tambah Rose.

“Nona, jika kau ingin melakukan pembelaan diri sebaiknya nanti saja di kantor polisi,” ucap si penjaga sambil mencekal tangan Luna.

“Tunggu dulu Pak. Mengapa tidak anda coba periksa kamera cctv, mungkin saja ada bukti lain yang bisa ditemukan disana,” ujar Luna.

“Ck, kau masih mencoba untuk menyangkal, sudahlah akui saja, kalau kau memang mencurinya. Orang miskin sepertimu pasti sangat tergoda untuk memiliki baju mahal itu, iya kan.” Rose terus berusaha menyudutkan Luna.

“Baiklah, ayo kita periksa rekaman cctv-nya.” Ucap salah satu penjaga keamanan.

Mereka memeriksa rekaman cctv-nya, namun luar biasanya kamera di area itu ternyata sudah dimatikan terlebih dahulu, hingga tak ada apa pun yang bisa terekam di dalamnya.

‘Oh, pandai sekali. Mereka ternyata sudah merencanakan ini sebelumnya, pasti ada orang dalam yang membantunya.’

“Rekamannya tidak ada, ini tidak bisa membuktikan apa-apa.” ujar salah satu penjaga tadi.

“Nona rekamannya tidak ada, jadi kau harus tetap kami bawa ke kantor polisi.”

“Baiklah, tapi ijinkan aku memberikan sesuatu pada kalian,” ucap Luna, dia berjalan ke area tempat dia meninggalkan tasnya tadi. Kemudian dia mengambil benda bulat kecil berwarna hitam dari penutup tasnya.

“Apa ini?”

“Bapak bisa membukanya sendiri,” ucap Luna tenang.

“Gawat, itu kamera pengintai. Sejak kapan dia menaruhnya disitu, sial.” Gumam Rose pelan.

Penjaga itu mengambil memori kecil dari balik kamera itu dan mengalihkannya ke komputer toko. Dan rekaman pun bermain, disana tampak jelas Rose dan Martha tengah memasukkan baju tadi kedalam paper bag milik Luna, sedang salah satu pelayan toko membantunya mematikan kamera cctv.

“Bagaimana sudah jelas bukan, aku tidak bersalah. Bagaimana kalian akan memberiku kompensasi?” Luna tersenyum Devil.

Ugh, “i-ini tidak benar, kamera itu mungkin sudah di manipulasi oleh dia,” tuding Rose.

“Benar, pasti rekaman itu palsu,” tambah Martha.

“Jika kalian ragu, kalian bisa mengecek sendiri keasliannya. Lagi pula aku sejak tadi bersama kalian, kapan aku ada waktu untuk mengeditnya, sungguh konyol.” Ujar Luna sambil tertawa.

“Benar rekaman ini asli. Maafkan kami Nona, kami akan lebih hati-hati kedepannya, untuk kompensasinya silahkan bicara dengan manajer toko.” Ucap penjaga keamanan.

“Baiklah tidak masalah itu bukan salah kalian juga.” Ujar Luna. Setelah itu mereka pun bubar.

“Ck ck, aku kira permainan kalian akan seperti apa, ternyata hanya permainan anak TK. Sayang sekali, padahal aku sudah memberi kalian kesempatan untuk mengalahkanku, tapi tetap saja aku lagi yang menang.” Ujar Luna sembari berlalu.

“Sial, dia pasti menjebak kita,” geram Rose.

Kini mereka harus berurusan dengan pemilik toko dan kantor polisi. Sedang Luna, dia mendapatkan kesenangan sekaligus barang gratis sebagai kompensasi. Sejak dulu, Rose selalu ingin bersaing dengannya dalam hal apapun, meski tentu saja dia selalu di kalahkan dengan telak.

“Haha, dasar dua orang bodoh, tapi aku cukup bersenang-senang dengan mereka.” Luna tertawa puas.

Saat Luna sedang melenggang, tiba-tiba ada seseorang yang memanggilnya, “Nona!” panggilnya, Luna pun seketika menoleh.

“Eh, bukankah kalian?”

“Ya, saya Zoya dan Ini Naya, apa Nona ingat kami?” ucapnya dengan mata berbinar senang.

“Aku tidak ingat nama kalian, tapi aku ingat wajah kalian. Apa sekarang kalian bekerja disini?” tanya Luna, karena melihat seragam yang mereka kenakan.

“Ya Nona, kami bekerja disini sebagai petugas kebersihan. Nona kemana saja selama ini, kami sudah mencari anda kemana-mana, kami pikir anda pergi ke luar negeri,” ujar dia yang bernama Zoya dengan mata berkaca-kaca, “tapi syukurlah sepertinya anda baik-baik saja,” tambahnya. Dia menyeka ujung matanya yang nampak berair.

“Aku baik-baik saja, tapi terimakasih sudah mengkhawatirkanku. Bagaimana kabar Ibu pelayan Mar?”

“Beliau baik-baik saja. Beliau pasti akan sangat senang jika tahu kami bertemu dengan Nona.”

“Sampaikan salamku untuknya.” Luna mengambil beberapa lembar uang kertas dari dalam dompetnya dan memberikannya pada Zoya, “terimalah ini. Ini memang tidak seberapa, maaf karena aku belum bisa membayar gaji kalian yang sebelumnya.”

“A-apa yang Nona katakan, itu sungguh tidak perlu Nona, mengingat kebaikan Tuan terhadap kami, itu sudah lebih dari cukup untuk bayaran kami.” Ujarnya tulus.

“Tidak papa, kalian simpan saja,” Luna tersenyum tulus, “setelah aku berhasil mendapatkan kembali rumah kita, ayo kita berkumpul lagi.” Tambahnya.

Mereka menatap Luna dengan penuh haru, “tentu Nona, kami akan menanti hari itu tiba.”

Selepas itu mereka pun berpisah, Luna berjalan keluar sambil menjinjing tas belanjaan nya.

“Haha, aku tidak menyangka mereka ternyata adalah pasangan gay,” ucap salah satu wanita yang tak sengaja ia lewati.

Gay. Kata itu sedikit mengusik Luna, mengingat dia juga mengenal satu pasangan gay, membuat langkahnya seketika terhenti.

“Benar, aku tidak menyangka padahal dengan wajah mereka yang begitu tampan wanita cantik seperti apa pun pasti akan bertekuk lutut di hadapannya, tapi mereka malah penyuka sesama jenis, sungguh disayangkan,” timpal yang lainnya.

Karena di dorong rasa penasaran yang kuat, akhirnya Luna pun memberanikan diri bertanya pada sekelompok wanita tersebut.

“Emh permisi, apa aku boleh tahu pasangan mana yang kalian bicarakan?” tanyanya sopan.

“Oh ini dia, Dean Adiyasa dan Jeffrey Roderick artis terkenal yang sedang naik daun,” jelas salah satu dari mereka.

“Hah siapa?!” Luna seakan tak mempercayai apa yang di dengarnya dari mulut wanita itu.

“Ini lihatlah jika kau tak percaya.” Ucapnya sedikit kesal.

Luna langsung meraih ponsel wanita itu setengah merampasnya. Dan ternyata benar saja, ada sepasang laki-laki yang terlihat seperti sedang berciuman tapi wajah mereka tampak tak begitu jelas, namun Luna juga meyakini bahwa itu memang Dean dan Jeffrey melihat dari postur tubuh mereka.

Terpopuler

Comments

Cahaya Sidrap

Cahaya Sidrap

semangat thor

2025-03-18

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Tawaran Pernikahan
2 Bab 2- Surat Nikah
3 Bab 3 - Tinggal serumah
4 Bab 4 - Hidup bersama
5 Bab 5 – Suara malam
6 Bab 6 - Memainkan permainan
7 Bab 7 - Senyum kemenangan
8 Bab 8 - Skandal
9 Bab 9 - Pengumuman tak terduga
10 Bab 10 - Hanya sebuah ciuman
11 Bab 11 - Sebuah kesempatan
12 Bab 12 - Hanya dia dan aku
13 Bab 13 - Ayo lakukan!
14 Bab 14 - Inseminasi
15 Bab 15 - Terlena
16 Bab 16 - Waktunya Bekerja
17 Bab 17 - Beraktinglah Jeff!
18 Bab 18 - Bersama Jeff
19 Bab 19 - Bersatunya Pelakor dan Istri Sah
20 Bab 20 - Skandal baru
21 Bab 21 - Kencan percobaan
22 Bab 22 - Sikap Aneh Jeff
23 Bab 23- Rencana diam-diam
24 Bab 24 - Hanya Teman?
25 Bab 25- Gagal
26 Bab 26 - Selalu bertengkar, tapi bukan musuh
27 Bab 27 - Dean Shock
28 Bab 28 - Jeff atau Luna?
29 Bab 29 - Rumah Jeff
30 Bab 30 - Jadilah Kakak Iparku
31 Bab 31 - Kembali pulang
32 Bab 32 - Kehidupan Estetik
33 Bab 33 - Kekhawatiran Dean
34 Bab 34 - Marah?
35 Bab 35- Perasaan Jeff
36 Bab 36 - Pengakuan Jeff
37 Bab 37- Kepergian Luna
38 Bab 38- Kita hanya teman
39 Bab 39- Teman menyebalkan
40 Bab 40 - Tamu tak di undang
41 Bab 41 - Apa aku normal?
42 Bab 42 - Hasrat Pria Normal
43 Bab 43- Pengalaman pertama
44 Bab 44- Pisang super
45 Bab 45- Gelisah?
46 Bab 46- Fokuslah Dean
47 Bab 47- Tinggal serumah lagi
48 Bab 48- Kesempatan ke-2
49 Bab 49- Teman Ranjang
50 Bab 50 - Si Mesum
51 Bab 51- Alat kontrasepsi
52 Bab 52- Kekecewaan Luna
53 Bab 53- Perubahan sikap Dean
54 Bab 54 - Ungkapan perasaan Dean
55 Bab 55- Penyesalan Dean
56 Bab 56 - Kontrak seumur hidup
57 Bab 57 - Kesempatan
58 Bab 58 - Kaulah pilihanku
59 Bab 59- fakta tentang Abian
60 Bab 60- Bukan gay lagi
61 Pengumuman!
62 Bab 61
63 Bab 62 - Hamil!
64 Bab 63 - Keanehan Luna
65 Pengumuman! Novel Jeff
66 Bab 65 - Rasa sakit yang luar biasa
67 Bab 66
68 Bab 67 - Welcome Baby Darrel!
69 Bab 68
70 Bab 69 - Bertemu mantan
71 Bab 70- Si Nakal tersayang
72 Bab 71 - Si Pintar
73 Bab 72 - Dael Anak baik
74 Bab 73- End
75 Bonus Chapter 1
76 Bonus Chapter 2
77 Bonus Chapter akhir!
78 Promosi Novel Baru!
Episodes

Updated 78 Episodes

1
Bab 1 : Tawaran Pernikahan
2
Bab 2- Surat Nikah
3
Bab 3 - Tinggal serumah
4
Bab 4 - Hidup bersama
5
Bab 5 – Suara malam
6
Bab 6 - Memainkan permainan
7
Bab 7 - Senyum kemenangan
8
Bab 8 - Skandal
9
Bab 9 - Pengumuman tak terduga
10
Bab 10 - Hanya sebuah ciuman
11
Bab 11 - Sebuah kesempatan
12
Bab 12 - Hanya dia dan aku
13
Bab 13 - Ayo lakukan!
14
Bab 14 - Inseminasi
15
Bab 15 - Terlena
16
Bab 16 - Waktunya Bekerja
17
Bab 17 - Beraktinglah Jeff!
18
Bab 18 - Bersama Jeff
19
Bab 19 - Bersatunya Pelakor dan Istri Sah
20
Bab 20 - Skandal baru
21
Bab 21 - Kencan percobaan
22
Bab 22 - Sikap Aneh Jeff
23
Bab 23- Rencana diam-diam
24
Bab 24 - Hanya Teman?
25
Bab 25- Gagal
26
Bab 26 - Selalu bertengkar, tapi bukan musuh
27
Bab 27 - Dean Shock
28
Bab 28 - Jeff atau Luna?
29
Bab 29 - Rumah Jeff
30
Bab 30 - Jadilah Kakak Iparku
31
Bab 31 - Kembali pulang
32
Bab 32 - Kehidupan Estetik
33
Bab 33 - Kekhawatiran Dean
34
Bab 34 - Marah?
35
Bab 35- Perasaan Jeff
36
Bab 36 - Pengakuan Jeff
37
Bab 37- Kepergian Luna
38
Bab 38- Kita hanya teman
39
Bab 39- Teman menyebalkan
40
Bab 40 - Tamu tak di undang
41
Bab 41 - Apa aku normal?
42
Bab 42 - Hasrat Pria Normal
43
Bab 43- Pengalaman pertama
44
Bab 44- Pisang super
45
Bab 45- Gelisah?
46
Bab 46- Fokuslah Dean
47
Bab 47- Tinggal serumah lagi
48
Bab 48- Kesempatan ke-2
49
Bab 49- Teman Ranjang
50
Bab 50 - Si Mesum
51
Bab 51- Alat kontrasepsi
52
Bab 52- Kekecewaan Luna
53
Bab 53- Perubahan sikap Dean
54
Bab 54 - Ungkapan perasaan Dean
55
Bab 55- Penyesalan Dean
56
Bab 56 - Kontrak seumur hidup
57
Bab 57 - Kesempatan
58
Bab 58 - Kaulah pilihanku
59
Bab 59- fakta tentang Abian
60
Bab 60- Bukan gay lagi
61
Pengumuman!
62
Bab 61
63
Bab 62 - Hamil!
64
Bab 63 - Keanehan Luna
65
Pengumuman! Novel Jeff
66
Bab 65 - Rasa sakit yang luar biasa
67
Bab 66
68
Bab 67 - Welcome Baby Darrel!
69
Bab 68
70
Bab 69 - Bertemu mantan
71
Bab 70- Si Nakal tersayang
72
Bab 71 - Si Pintar
73
Bab 72 - Dael Anak baik
74
Bab 73- End
75
Bonus Chapter 1
76
Bonus Chapter 2
77
Bonus Chapter akhir!
78
Promosi Novel Baru!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!