Bab 3 - Tinggal serumah

Mobil yang Dean kemudikan berhenti di depan sebuah Mansion mewah yang cukup berjarak dari keramaian. Sepertinya dia sengaja memilih tempat sepi seperti ini agar tidak menimbulkan kecurigaan orang lain. Apa lagi Jeffrey itu adalah seorang Aktor, Model dan bintang Iklan yang cukup terkenal di negara ini.

Huh. Terdengar hembusan nafas kasar dari Dean sebelum dia turun dari mobil.

Dean masuk kedalam lebih dulu, disusul Luna di belakangnya.

“Dean, kau sudah pulang?” terdengar suara Pria dari arah dalam.

“Kau juga Jeff, bukankah hari ini kau ada pemotretan?” Dean balas bertanya.

“Hari ini pemotretan selesai dengan cepat. Aku langsung pulang setelah selesai, kau tahu aku sangat merindukanmu.” Ujarnya manja.

‘Sial. Aku ingin muntah,’ Luna menutup mulutnya dengan telapak tangan.

“Aku juga Jeff,” balas Dean.

‘Haish, aku harus segera melawati mereka, ini membuatku tak tahan.’ desahnya.

Luna berjalan masuk, saat itulah pandangan Jeffrey menangkap keberadaannya dari balik tubuh Dean.

“Dean, siapa dia?” tanyanya seraya melepas rangkulannya.

Jeffrey Roderick. Pria tampan berkulit putih, tingginya sekitar 173 cm, lebih pendek sedikit di banding Dean yang tingginya sekitar 176 ke atas.

“Dia penyewa kamar di lantai atas,” sahutnya terdengar tak meyakinkan.

“Penyewa kamar?” dia mengulangi ucapan Dean.

“Err, ya,” jawab Dean gugup.

‘Cih, kalau tak pandai berbohong, sebaiknya jangan coba-coba berbohong. Jangankan dia, anak kecil pun tidak akan percaya dengan alasan aneh yang dia buat itu. Hmh Penyewa kamar katanya,’ Luna mengulum senyum.

“Kau berharap aku percaya? Kau tidak pandai berbohong Dean, bahkan dia pun tahu itu, lihatlah dia tertawa,” kesal Jeffrey.

Dean melirik sambil melotot pada Luna, sedang gadis itu hanya diam sambil menghindari tatapannya.

“Katakan siapa dia, aku ingin tahu yang sebenarnya. Jangan tutupi apa pun dariku Dean, aku tidak suka kebohongan,” ujarnya, tatapan sinisnya masih setia terarah pada Luna.

‘Sial, kakiku sudah pegal rasanya. Berapa lama lagi aku harus berdiri disini?’ batin Luna tak henti-hentinya berbicara.

“Dean, aku ingin istirahat. Kamar lantai dua kan? Aku akan naik sendiri, tak perlu mengantarku,” ujar Luna sambil ngeloyor begitu saja, tak perduli lagi dengan orang yang masih berdebat tentang dirinya di bawah sana.

“Sialan, kau Dean!” Brak!! Suara-suara pertengkaran itu tak membuat Luna terusik sama sekali, dia tak ingin ikut campur urusan orang lain, apa lagi dia ini orang awam dalam masalah hubungan percintaan, dia tidak pernah punya pacar atau pun orang yang dia sukai selama hidupnya.

Dulu dia pernah di jodohkan dengan seorang laki-laki dari keluarga yang cukup terpandang, namun dia menolak perjodohan itu dia kabur dari rumah dan mendesak Ayahnya untuk membatalkannya. Dalam hidup Luna yang sudah sempurna, laki-laki benar-benar tak di butuhkan sama sekali.

Brak Brak Brak Brak!

“Jeffrey, buka pintunya! Ku mohon jangan lakukan hal bodoh. Kita bicara baik-baik oke!” terdengar suara Dean dari bawah sana, sepertinya pertengkaran mereka masih berlangsung.

“Ck, berisik sekali,” keluh Luna, dia mengambil headset dan memasangkan ke telinganya. Lebih baik mendengarkan musik, dari pada mendengar pertengkaran sepasang kekasih yang tak ada habisnya.

Luna duduk di balkon sambil membaca buku yang ia temukan di lemari kamar ini, sambil bersenandung kecil mengikuti irama lagu yang mengalun merdu memenuhi gendang telinganya.

Namun di detik kemudian, dia tersentak, karena Dean datang tiba-tiba dan langsung menyeretnya keluar.

“Hey, lepaskan aku! Kau sudah gila ya?!” Protes Luna, dia berusaha memberontak ingin melepaskan diri dari cengkeraman Dean. Kabel Headset yang semula tergantung di telinganya pun jatuh bersama Handphonenya ke lantai.

“Ikut aku, kau harus membantuku menjelaskan situasi kita pada Jeffrey, dia tidak mau mendengar penjelasanku sama sekali,” ucapnya tanpa melepas cengkraman tangannya di lengan Luna.

“Kenapa aku? Dia kekasihmu, kau harusnya berusaha lebih keras agar dia percaya,” ujar Luna, langkahnya terseok-seok berusaha mengimbangi langkah kaki Dean yang dua kali lebih lebar dari langkah kakinya.

“Disini kau juga terlibat, jadi kau harus berusaha meyakinkan dia agar percaya pada kita. Jika sampai dia kenapa-napa, maka aku akan membuat perjanjian kita batal saat ini juga,” ancamnya.

“Haish, baiklah baiklah. Tapi lepaskan tanganku, kau membuat tanganku mati rasa," kesalnya.

Mereka tiba di depan pintu kamar Jeffrey, pintu itu tertutup rapat seolah tak ada penghuni di dalamnya.

Tok Tok Tok

“Jeff, ayolah buka pintunya. kita bicara baik-baik!” desak Dean sambil mengetuk pintu bercat putih tersebut.

Lagi-lagi tak ada sahutan dari dalam.

“Cepat bicara!” ucap Dean setengah membentak.

“Ehem ehem baiklah. Tapi, aku harus bicara apa?” tanya Luna bingung, dia sama sekali tak punya pengalaman membujuk orang yang sedang merajuk.

“Ck, apa saja. Yakinkan dia, soal kau dan aku, bodoh!” kesalnya.

“Jangan mengataiku bodoh, brengsek!” balas Luna dengan nada yang sama.

“Iya iya, tapi cepatlah katakan sesuatu. Jeff itu orang yang nekad, aku takut dia melukai dirinya sendiri,” nada suaranya berubah cemas.

“Em, Hay Jeffrey namaku Luna. Aku dan Dean tidak ada hubungan apa-apa, dia tidak suka aku, aku pun tidak suka dia, jadi kau tidak usah khawatir aku akan merebut dia darimu. Lagi pula masih banyak pria lurus di dunia ini, mengapa aku harus suka dia,” jelas Luna.

Lagi-lagi kamar itu masih saja hening. Tak ada pergerakan atau pun sahutan dari dalam sana.

‘Si Jeffrey ini tuli apa, minimal bilang hm ke, apa ke.’ keluh Luna dalam hati.

“Jeffrey, kau mendengar kami bukan?”

“Iya iya, aku dengar!” sahutnya dari dalam.

Raut wajah Dean tampak bahagia. Kemudian pintu pun terbuka, menampilkan wajah kusut Jeff yang hanya mengenakan handuk mandi.

“Berisik sekali kalian,” sinisnya sambil melipat tangan di dada.

Dean maju dan membawa Jeff dalam rangkulannya, kemudian berkata, “kau tahu aku sangat mengkhawatirkanmu. Kenapa kau tidak menyahutiku saat aku meracau di depan pintu.”

“Aku sedang mandi sambil mendengarkan musik, lalu aku ketiduran, maaf.” ucapnya masih dengan nada dingin.

“Sepertinya urusanku disini sudah selesai, silahkan nikmati waktu kalian.” Luna berbalik dan hendak pergi, namun Jeff menghentikannya.

“Tunggu. Aku ingin kau menjelaskan lagi tentang kau dan Dean.” Pintanya.

Akhirnya, Luna, Dean dan Jeffrey bicara bersama di ruang tamu. Luna menjelaskan tentang kontrak itu dan juga soal syarat Tuan Adiyasa yang ingin Dean dan Luna segera punya anak.

“Mimpi saja kau, aku tidak akan membiarkan itu terjadi,” raut wajahnya kembali kesal.

“Aku juga tidak mau itu terjadi Jeff, tapi untuk sementara ini biarkan aku mencari solusi yang terbaik untuk kita. Aku anak satu-satunya di keluargaku, sulit bagiku untuk menghindari ini semua. Aku harap kau bersabar oke, ini aku lakukan untuk masa depan kita,” bujuk Dean.

“Ck, baiklah-baiklah. Tapi kenapa harus wanita ini,” kesalnya, sejak awal Jeff tidak menyukai sosok Luna. Wanita cantik dengan tubuh seksi, dia pikir itu akan menjadi ancaman baginya, siapa yang tahu kan tiba-tiba Dean berubah normal kembali dan jatuh hati pada gadis cantik ini, saat memikirkan semua kemungkinan itu membuat Jeff selalu merasa kesal.

“Kenapa harus aku? Jawabannya, tentu saja karena aku wanita, apa lagi. Jika kau bisa hamil mungkin Ayah Dean tidak akan mencariku dan akan langsung menyetujui pernikahan kalian,” tanggap Luna santai sambil bertumpang kaki.

“Sialan, kau menyindirku,” kesalnya. Sepertinya perkataan Luna tepat mengenai kelemahan Jeffrey.

“Siapa yang menyindir. Aku hanya berkata apa adanya, karena yang Tuan Adiyasa inginkan adalah seorang anak untuk penerus keluarganya.”

Terpopuler

Comments

Sutrisno Sutrisno

Sutrisno Sutrisno

sebenarnya kalo baca yang belok2 gini langsung aku tinggal, tp coba ditahan dulu, sepertinya menarik...

2025-02-01

1

Cahaya Sidrap

Cahaya Sidrap

lagi ya kak

2025-03-18

1

Abel_alone

Abel_alone

suka karakter cewek yg tegas gini

2024-12-25

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Tawaran Pernikahan
2 Bab 2- Surat Nikah
3 Bab 3 - Tinggal serumah
4 Bab 4 - Hidup bersama
5 Bab 5 – Suara malam
6 Bab 6 - Memainkan permainan
7 Bab 7 - Senyum kemenangan
8 Bab 8 - Skandal
9 Bab 9 - Pengumuman tak terduga
10 Bab 10 - Hanya sebuah ciuman
11 Bab 11 - Sebuah kesempatan
12 Bab 12 - Hanya dia dan aku
13 Bab 13 - Ayo lakukan!
14 Bab 14 - Inseminasi
15 Bab 15 - Terlena
16 Bab 16 - Waktunya Bekerja
17 Bab 17 - Beraktinglah Jeff!
18 Bab 18 - Bersama Jeff
19 Bab 19 - Bersatunya Pelakor dan Istri Sah
20 Bab 20 - Skandal baru
21 Bab 21 - Kencan percobaan
22 Bab 22 - Sikap Aneh Jeff
23 Bab 23- Rencana diam-diam
24 Bab 24 - Hanya Teman?
25 Bab 25- Gagal
26 Bab 26 - Selalu bertengkar, tapi bukan musuh
27 Bab 27 - Dean Shock
28 Bab 28 - Jeff atau Luna?
29 Bab 29 - Rumah Jeff
30 Bab 30 - Jadilah Kakak Iparku
31 Bab 31 - Kembali pulang
32 Bab 32 - Kehidupan Estetik
33 Bab 33 - Kekhawatiran Dean
34 Bab 34 - Marah?
35 Bab 35- Perasaan Jeff
36 Bab 36 - Pengakuan Jeff
37 Bab 37- Kepergian Luna
38 Bab 38- Kita hanya teman
39 Bab 39- Teman menyebalkan
40 Bab 40 - Tamu tak di undang
41 Bab 41 - Apa aku normal?
42 Bab 42 - Hasrat Pria Normal
43 Bab 43- Pengalaman pertama
44 Bab 44- Pisang super
45 Bab 45- Gelisah?
46 Bab 46- Fokuslah Dean
47 Bab 47- Tinggal serumah lagi
48 Bab 48- Kesempatan ke-2
49 Bab 49- Teman Ranjang
50 Bab 50 - Si Mesum
51 Bab 51- Alat kontrasepsi
52 Bab 52- Kekecewaan Luna
53 Bab 53- Perubahan sikap Dean
54 Bab 54 - Ungkapan perasaan Dean
55 Bab 55- Penyesalan Dean
56 Bab 56 - Kontrak seumur hidup
57 Bab 57 - Kesempatan
58 Bab 58 - Kaulah pilihanku
59 Bab 59- fakta tentang Abian
60 Bab 60- Bukan gay lagi
61 Pengumuman!
62 Bab 61
63 Bab 62 - Hamil!
64 Bab 63 - Keanehan Luna
65 Pengumuman! Novel Jeff
66 Bab 65 - Rasa sakit yang luar biasa
67 Bab 66
68 Bab 67 - Welcome Baby Darrel!
69 Bab 68
70 Bab 69 - Bertemu mantan
71 Bab 70- Si Nakal tersayang
72 Bab 71 - Si Pintar
73 Bab 72 - Dael Anak baik
74 Bab 73- End
75 Bonus Chapter 1
76 Bonus Chapter 2
77 Bonus Chapter akhir!
78 Promosi Novel Baru!
Episodes

Updated 78 Episodes

1
Bab 1 : Tawaran Pernikahan
2
Bab 2- Surat Nikah
3
Bab 3 - Tinggal serumah
4
Bab 4 - Hidup bersama
5
Bab 5 – Suara malam
6
Bab 6 - Memainkan permainan
7
Bab 7 - Senyum kemenangan
8
Bab 8 - Skandal
9
Bab 9 - Pengumuman tak terduga
10
Bab 10 - Hanya sebuah ciuman
11
Bab 11 - Sebuah kesempatan
12
Bab 12 - Hanya dia dan aku
13
Bab 13 - Ayo lakukan!
14
Bab 14 - Inseminasi
15
Bab 15 - Terlena
16
Bab 16 - Waktunya Bekerja
17
Bab 17 - Beraktinglah Jeff!
18
Bab 18 - Bersama Jeff
19
Bab 19 - Bersatunya Pelakor dan Istri Sah
20
Bab 20 - Skandal baru
21
Bab 21 - Kencan percobaan
22
Bab 22 - Sikap Aneh Jeff
23
Bab 23- Rencana diam-diam
24
Bab 24 - Hanya Teman?
25
Bab 25- Gagal
26
Bab 26 - Selalu bertengkar, tapi bukan musuh
27
Bab 27 - Dean Shock
28
Bab 28 - Jeff atau Luna?
29
Bab 29 - Rumah Jeff
30
Bab 30 - Jadilah Kakak Iparku
31
Bab 31 - Kembali pulang
32
Bab 32 - Kehidupan Estetik
33
Bab 33 - Kekhawatiran Dean
34
Bab 34 - Marah?
35
Bab 35- Perasaan Jeff
36
Bab 36 - Pengakuan Jeff
37
Bab 37- Kepergian Luna
38
Bab 38- Kita hanya teman
39
Bab 39- Teman menyebalkan
40
Bab 40 - Tamu tak di undang
41
Bab 41 - Apa aku normal?
42
Bab 42 - Hasrat Pria Normal
43
Bab 43- Pengalaman pertama
44
Bab 44- Pisang super
45
Bab 45- Gelisah?
46
Bab 46- Fokuslah Dean
47
Bab 47- Tinggal serumah lagi
48
Bab 48- Kesempatan ke-2
49
Bab 49- Teman Ranjang
50
Bab 50 - Si Mesum
51
Bab 51- Alat kontrasepsi
52
Bab 52- Kekecewaan Luna
53
Bab 53- Perubahan sikap Dean
54
Bab 54 - Ungkapan perasaan Dean
55
Bab 55- Penyesalan Dean
56
Bab 56 - Kontrak seumur hidup
57
Bab 57 - Kesempatan
58
Bab 58 - Kaulah pilihanku
59
Bab 59- fakta tentang Abian
60
Bab 60- Bukan gay lagi
61
Pengumuman!
62
Bab 61
63
Bab 62 - Hamil!
64
Bab 63 - Keanehan Luna
65
Pengumuman! Novel Jeff
66
Bab 65 - Rasa sakit yang luar biasa
67
Bab 66
68
Bab 67 - Welcome Baby Darrel!
69
Bab 68
70
Bab 69 - Bertemu mantan
71
Bab 70- Si Nakal tersayang
72
Bab 71 - Si Pintar
73
Bab 72 - Dael Anak baik
74
Bab 73- End
75
Bonus Chapter 1
76
Bonus Chapter 2
77
Bonus Chapter akhir!
78
Promosi Novel Baru!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!