ACARA PERNIKAHAN

LILY

Resepsi pernikahan tidak menyembuhkan jiwaku yang hampa, sebaliknya kekosongan itu malah bertambah kuat.

Meski begitu, ruang dansa itu sangat menakjubkan, lautan lampu yang terang dan dekorasi indah yang seakan mengejek hati dan jiwaku.

Udara dipenuhi aroma mawar, sementara gelak tawa dan celoteh riang memenuhi ruangan.

Resepsi pernikahan saya, yang seharusnya menjadi hari penuh kebahagiaan, terasa seperti mimpi buruk yang tidak dapat saya hindari.

Aku berjalan di tengah kerumunan, wajahku seperti topeng terlatih berisi senyum sopan dan anggukan kosong.

Ke mana pun aku berpaling, kulihat wajah-wajah bahagia anggota keluarga, baik dari Keluarga Kierst maupun Keluarga Brown, memberi ucapan selamat kepadaku, merayakan persatuan yang lebih terasa seperti kutukan daripada berkah.

Aku merasakan tatapan mata mereka padaku, bisikan- bisikan mereka menggelitik telingaku bagai ribuan jarum kecil.

"Itu pengantinnya! Wah, dia tampak memukau!"

"Dia memiliki suami yang baik, orang-orang jadi iri pada dia!"

"Pasangan yang sangat serasi. Mereka akan sangat bahagia bersama."

Kebahagiaan.

Kata itu adalah kata yang kejam.

Bagaimana aku bisa bahagia, berdiri di sini di penjara ini, terikat pada Marcello, mantan kekasih saudara perempuanku Bella?

Marcello berada di seberang ruangan, dikelilingi sekelompok teman dan keluarga, senyumnya terlatih tetapi kosong, mencerminkan senyumku.

Lagi pula, Bella telah memutuskan hubungan dengannya, dan dia harus menikah denganku.

Tiba-tiba aku melihat adik bungsuku, Alessia, matanya yang berwarna coklat moka mengamati kerumunan hingga akhirnya tertuju padaku.

Dia minta diri dari kelompok gadis remaja yang sedang mengobrol dengannya dan berjalan menghampiri saya.

"Lily?" panggilnya, suaranya rendah dan khawatir.

"Apakah kamu baik-baik saja? Kamu tampak pucat."

Aku memaksakan senyum di wajahku, berusaha menyembunyikan keputusasaan yang mengancam akan menelanku.

"Aku baik-baik saja," aku berbohong. "Hanya sedikit kewalahan."

Alessia menyipitkan matanya, tetapi dia tidak memaksanya.

"Baiklah, mari kita cari udara segar," katanya sambil memegang tanganku dan menarikku keluar dari ruangan.

Kami melangkah ke balkon, udara malam musim panas menerpaku bagai tamparan di wajah.

Itu hampir melegakan.

"Oh, Lily," kata Alessia sambil memelukku erat-erat karena meskipun usianya masih belia, ia pandai sekali membaca situasi.

Dia tahu bahwa pernikahan ini dipaksakan, penipuan.

"Saya sangat menyesal hal ini harus terjadi pada Anda,"

"Itu bukan salahmu," bisikku.

Alessia mundur, matanya berkilat karena frustrasi.

"Tapi kenapa? Kenapa mereka harus membuatmu melakukan ini? Kenapa Bella tidak menikahinya?"

"Karena dia ingin bahagia, dia menderita," aku mengejek. "Dan aku dipaksa untuk menggantikannya oleh orang tua kami."

Genggaman Alessia di lenganku semakin erat. "Ugh, kenapa Bella selalu seperti itu? Kenapa dia dan Papa tidak bisa pergi untuk tinggal di suatu tempat di belahan dunia lain dan meninggalkan kita sendiri.

Sekarang kau dipaksa menikah dengan Marcello!"

Aku menatapnya, merasakan luapan rasa terima kasih terhadap adik perempuanku. Dia selalu begitu pengertian, begitu berempati.

Dia mendapatkanku dengan cara yang tak dilakukan orang lain.

"Dia tidak pantas untukmu," dia meludahkan pikirannya.

"Itu kebalikan dari apa yang terus-terusan dikatakan orang. Mereka bilang aku tidak akan menemukan lelaki yang lebih baik daripada dia," kataku datar.

Namun Alessia hanya menggelengkan kepalanya. "Dia tidak pantas untukmu. Kamu pantas mendapatkan seseorang yang mencintaimu, seseorang yang bisa menghabiskan sisa hidupmu bersamamu. Bukan seseorang yang pernah bersama dengan saudara perempuanmu."

Aku merasakan ada yang mengganjal di tenggorokanku ketika memandang adik bungsuku, merasakan kedamaian menyelimutiku untuk pertama kalinya sepanjang hari ini.

Saya senang Alessia dapat memilih jalannya sendiri, menjalani hidupnya sesuai keinginannya karena dia berhati emas.

"Mungkin semuanya akan baik-baik saja, mungkin akan ada seseorang yang mencintaimu terlepas dari keadaannya."

"Mungkin..." kataku perlahan, sambil menahan diri untuk tidak merasakan setitik pun harapan.

Alessia tersenyum padaku, matanya berkaca-kaca. "Tentu saja."

Kami berdiri di sana beberapa saat sampai Alessia kembali ke ruang dansa menemui teman-temannya.

Aku tetap berada di balkon, belum siap untuk kembali ke kenyataan yang menantiku di dalam, tetapi aku tidak dapat lari dari kenyataan.

"Lily," sebuah suara memanggil, mengganggu kedamaianku.

Aku menoleh melihat ibuku mendekat, wajahnya berseri-seri dengan senyuman yang tidak mencapai matanya.

"Ya, Ibu?" kataku, suaraku kosong.

"Kamu diam saja sepanjang malam. Apa kamu baik- baik saja?" Kekhawatirannya hanya kepura-puraan, dia tidak pernah mengkhawatirkanku.

"Aku baik-baik saja, hanya kewalahan," jawabku sambil memaksakan senyum yang terasa seperti seringai.

Dia mengangguk, menepuk lenganku. "Hari ini hari yang penting, Sayang. Semuanya akan baik-baik saja. Kau akan lihat nanti."

Akankah demikian? Saya bertanya-tanya. Akankah semuanya baik-baik saja lagi?

Aku memperhatikannya saat dia berjalan kembali ke ruang dansa, langkahnya ringan dan riang, meninggalkanku dalam kesendirianku sekali lagi.

Aku berbalik, memandangi cahaya bulan dan bintang- bintang di langit, kegelapan di luar sana terasa menenangkan.

Pikiranku melayang kepada Isabella, sumber kesengsaraanku, karena dia tidak terlihat karena dia telah pergi setelah upacara pernikahan.

Aku diberitahu oleh adik laki-lakiku bahwa dia sedang mengadakan pesta dengan teman-temannya.

Dia sedang merayakan balas dendamnya.

Tenggelam dalam lamunanku, aku tak memperhatikan Marcello yang berdiri di sampingku.

Kami berdiri diam sejenak di balkon, dan tampaknya tak seorang pun bisa meninggalkanku sendirian sejenak, pertama ibuku, dan sekarang Marcello.

Bisakah semua orang meninggalkanku sendiri?

"Maafkan aku," katanya lirih.

"Untuk apa?" tanyaku.

Apa yang membuatnya menyesal? Kami tidak pernah bersama, jadi dia tidak pernah memiliki apa pun untukku.

"Untuk segalanya. Untuk ini." la menunjuk ke belakang kami, ke arah pintu balkon yang terbuka, tempat suara musik menggema, melodi romantis yang terasa seperti ejekan kejam mulai dimainkan.

Can't take my eyes off you oleh Frankie Valli diputar di latar belakang.

Saya suka lagu itu, tetapi saya merasa ingin berteriak karena pernikahan ini bukanlah lagu romantis dengan akhir yang bahagia.

Aku menarik napas dalam-dalam dan menegakkan bahuku, lalu mengenakan topengku sekali lagi.

Malam masih jauh dari selesai, dan masih ada peran yang harus dimainkan dan harapan yang harus dipenuhi.

"Marcello, kita lewati saja malam ini." Kataku padanya sambil berjalan kembali ke dalam ruang dansa, dan dia mengikutiku di belakang karena tugas.

Seiring berlalunya malam, aku menari, aku tersenyum, aku berpura-pura.

Malam harinya, tangan Marcello menemukan tanganku saat kami menuju lantai dansa, gerakan kami anggun namun robotik, dua aktor dalam drama yang tidak dipilih oleh kami berdua.

Sesaat mata kami bertemu, dan aku benci karena aku bukanlah wanita yang dicintainya.

Senyumku pudar sesaat, tapi aku mendapatkannya kembali, memaksakan senyum palsu yang cerah di wajahku, karena aku harus menjaga kewarasanku.

Lagi pula, aku terikat padanya hingga maut memisahkan kami.

Episodes
1 KABAR PERNIKAHAN
2 BELLA MERENCANAKAN PERNIKAHAN INI
3 TIDAK ADA YANG PEDULI
4 PERNIKAHAN INI SEPERTI HUKUMAN MATI
5 ACARA PERNIKAHAN
6 AWAL DARI PENDERITAAN
7 BAGAIMANA AKU MENJALANINYA
8 KEBOHONGANKU
9 BAYANG BAYANG BELLA
10 BULAN MADU
11 SEMAKIN TENGGELAM
12 KEMBALI DARI BULAN MADU
13 BERTEMU TUAN KIERST
14 GETARAN ANEH
15 KALUNG
16 PESTA ULANG TAHUN
17 UNDANGAN
18 MERAYU
19 KAMU MILIKKU
20 DIMANA KAU,LILY
21 TERTANGKAP
22 MENCOBA SADAR DIRI
23 BIANCA MENJEBAKKU
24 MARCELLO MENGUSIRKU
25 KEKOSONGAN DALAM HATIKU
26 TERAMAT PUTUS ASA
27 ALLESANDRO AKAN MENIKAH
28 AKU MELIHATNYA LAGI
29 DUNIA YANG KEJAM
30 AKU HAMIL
31 PENGHIBURKU
32 MAMA MENGETAHUI KEHAMILANKU
33 BAYI BAYI INI MILIKKU
34 APA YANG TERJADI
35 MIA PENGKHIANAT
36 TETANGGA YANG MEMBANTUKU
37 MENGENAL RENOLD
38 MEREKA MENJEMPUTKU
39 MEMUTUSKAN UNTUK KEMBALI
40 UNTUK PERTAMA KALI AYAH MEMBELAKU
41 AYAH MEMBATALKAN PERJANJIAN
42 PERCERAIANKU
43 MENGHADIRI PERNIKAHAN ALESSANDRO
44 AYAHKU MENGETAHUINYA
45 TERKURUNG
46 ALESSANDRO MEMINTAKU
47 ALESSANDRO MENCULIKKU
48 KAMU MILIKKU
49 BELLA DALANG SEMUANYA
50 HAL YANG INGIN KUKETAHUI
51 JANJI ALESSANDRO
52 KEMBALI KE RUMAH ALESSANDRO
53 KEMARAHAN MARCELLO
54 MENIKMATI HARI HARI BERSAMANYA
55 MENGGODAKU
56 RUANG GANTI
57 MERASA AMAN
58 RUMAH KAMI
59 KEMARAHAN CLARA
60 MENJADI SKANDAL
61 PENYERANGAN
62 SIAPA YANG MENGENDALIKAN BELLA
63 MEREKA MENGINTIMIDASIKU
64 ALESSANDRO KEMBALI
65 RENOLD BERSAMA ALESSANDRO
66 BELLA MENGHUBUNGIKU
67 MIMPI BURUK
68 CLARA MENJADI TIDAK TERKENDALI
69 CLARA MENEMBAKKU
70 AKU TIDAK BISA KEHILANGAN DIA
71 AKU MENUNGGUMU LILY
72 HAMPA
73 CLARA AKAN MENYESAL
74 MIMPI INDAH
75 SECERCAH HARAPAN
76 LILY TERBANGUN
77 BAYI KAMI
78 BAYI BAYI KAMI
79 INI RUMAHKU, INI KELUARGAKU
80 AKHIR BAHAGIA
Episodes

Updated 80 Episodes

1
KABAR PERNIKAHAN
2
BELLA MERENCANAKAN PERNIKAHAN INI
3
TIDAK ADA YANG PEDULI
4
PERNIKAHAN INI SEPERTI HUKUMAN MATI
5
ACARA PERNIKAHAN
6
AWAL DARI PENDERITAAN
7
BAGAIMANA AKU MENJALANINYA
8
KEBOHONGANKU
9
BAYANG BAYANG BELLA
10
BULAN MADU
11
SEMAKIN TENGGELAM
12
KEMBALI DARI BULAN MADU
13
BERTEMU TUAN KIERST
14
GETARAN ANEH
15
KALUNG
16
PESTA ULANG TAHUN
17
UNDANGAN
18
MERAYU
19
KAMU MILIKKU
20
DIMANA KAU,LILY
21
TERTANGKAP
22
MENCOBA SADAR DIRI
23
BIANCA MENJEBAKKU
24
MARCELLO MENGUSIRKU
25
KEKOSONGAN DALAM HATIKU
26
TERAMAT PUTUS ASA
27
ALLESANDRO AKAN MENIKAH
28
AKU MELIHATNYA LAGI
29
DUNIA YANG KEJAM
30
AKU HAMIL
31
PENGHIBURKU
32
MAMA MENGETAHUI KEHAMILANKU
33
BAYI BAYI INI MILIKKU
34
APA YANG TERJADI
35
MIA PENGKHIANAT
36
TETANGGA YANG MEMBANTUKU
37
MENGENAL RENOLD
38
MEREKA MENJEMPUTKU
39
MEMUTUSKAN UNTUK KEMBALI
40
UNTUK PERTAMA KALI AYAH MEMBELAKU
41
AYAH MEMBATALKAN PERJANJIAN
42
PERCERAIANKU
43
MENGHADIRI PERNIKAHAN ALESSANDRO
44
AYAHKU MENGETAHUINYA
45
TERKURUNG
46
ALESSANDRO MEMINTAKU
47
ALESSANDRO MENCULIKKU
48
KAMU MILIKKU
49
BELLA DALANG SEMUANYA
50
HAL YANG INGIN KUKETAHUI
51
JANJI ALESSANDRO
52
KEMBALI KE RUMAH ALESSANDRO
53
KEMARAHAN MARCELLO
54
MENIKMATI HARI HARI BERSAMANYA
55
MENGGODAKU
56
RUANG GANTI
57
MERASA AMAN
58
RUMAH KAMI
59
KEMARAHAN CLARA
60
MENJADI SKANDAL
61
PENYERANGAN
62
SIAPA YANG MENGENDALIKAN BELLA
63
MEREKA MENGINTIMIDASIKU
64
ALESSANDRO KEMBALI
65
RENOLD BERSAMA ALESSANDRO
66
BELLA MENGHUBUNGIKU
67
MIMPI BURUK
68
CLARA MENJADI TIDAK TERKENDALI
69
CLARA MENEMBAKKU
70
AKU TIDAK BISA KEHILANGAN DIA
71
AKU MENUNGGUMU LILY
72
HAMPA
73
CLARA AKAN MENYESAL
74
MIMPI INDAH
75
SECERCAH HARAPAN
76
LILY TERBANGUN
77
BAYI KAMI
78
BAYI BAYI KAMI
79
INI RUMAHKU, INI KELUARGAKU
80
AKHIR BAHAGIA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!