Episode 14: Kenantra mesum!

Kenantra men desah pelan, mencoba menenangkan hatinya yang berdegup kencang. Sebelumnya tak pernah ia rasakan perasaan seperti ini. Tidak seumur hidup pun.

Dalam keadaan seperti ini, Kinara tampak tak berdaya-- tubuhnya yang kecil terkulai di atas dadanya, wajahnya yang polos dan tak bersalah membuat kenantra merasa bingung antara ingin marah atau membiarkan semua ini berlalu. Tidakkah seharusnya sekarang ia merasa kesal dan menghukum gadis ini? Tetapi kenapa sekarang ketika melihat kinara tertidur lelap, hatinya justru melunak?

Dia berusaha menggerakkan tubuhnya, tapi kinara tetap mengikatnya dengan pelukan yang kuat. "Astaga gadis ini, kenapa dia tidurnya seperti kebo sih? " kenantra geleng-geleng kepala. Benar- benar tak ada anggun- anggunnya.

Beberapa detik berlalu, suasana dalam ruangan itu terasa tenang dengan hanya suara nafas gadis itu yang terdengar. Kenantra akhirnya memutuskan untuk sabar, menunggu kinara sampai terbangun atau sampai mabuknya hilang.

Rasa lelah mulai menyelimuti kenantra, setelah seharian bekerja keras dan sekarang harus menghadapi masalah kinara, benar-benar double antara capek bekerja dan capek pikiran. Ia menengok ke jam dinding, terlihat sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Ingin memanggil kepala pelayan namun akhirnya ia urungkan karena tak ingin suaranya yang tinggi mengganggu tidur gadis itu. Dia berpikir, seharusnya sekarang dia bisa beristirahat dan tidak terjebak dalam keributan seperti ini.

Saat sedang merenung, tiba-tiba kinara menggeliat sedikit, mengubah posisinya hingga wajahnya hampir bersentuhan dengan wajah kenantra. Tanpa sadar, kenantra merasakan panas menjalar di pipinya. Dia menurunkan matanya untuk menatap gadis itu, lalu dengkuran halus dari nya terdengar membuat kenantra membuang nafas, yang sempat beberapa detik ia tahan.

"Kinara, " panggilnya pelan, berharap suaranya bisa membangunkan gadis itu tanpa harus memaksa nya. Namun kinara hanya mendengus pelan dan berusaha menarik nafas lebih dalam, seolah mencari kenyamanan.

Tanpa sadar, kenantra mengulum senyum tipis. Di saat- saat seperti ini, kinara benar-benar tampak manis,jauh dari setiap sikap yang pernah dia tunjukkan sebelumnya. Kenantra merapatkan bibirnya, mencoba untuk tidak bersuara lagi. Ia ingin memikirkan semua hal yang bisa mereka lakukan besok ketika kinara sudah kembali normal.

Namun perlahan kantuk mulai menyerang dirinya, apalagi kini ia merasakan lengannya yang semakin kebas karena menjadi bantal untuk kepala kinara tetapi ia berusaha untuk menahannya agar sang istri tetap tertidur nyenyak.

Karena tak tahan dengan kantuk yang semakin menjadi- jadi, akhirnya kenantra menyusul kinara dalam buai mimpi. Dua anak manusia itu terlelap dengan damai, seolah menjadi pemandangan yang paling indah yang pernah mereka lihat.

"nyonya muda dan tuan muda akhirnya tidur bersama, meskipun secara tidak sengaja bukankah ini akan menjadi berita yang menggemparkan, astaga," bibi jum berteriak girang membuat pak dandi menegur wanita tua itu.

"Ssst, pelan kan suara mu, bagaimana kalau mereka sampai bangun?! "

"Oh astaga, iya kau benar. Aku akan mengunci mulut ku. " sahut mbok jum seraya menirukan mulut nya yang seolah di kunci. Para pelayan yang lain juga diam- diam memperhatikan dari jauh majikan mereka yang tertidur bersama di atas sofa itu lalu saling tersenyum karena gemas, meski tak sedikit juga dari mereka yang tidak suka dan. memilih pergi dari sana.

ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ

Pagi hari tiba, sinar matahari yang hangat mulai menembus tirai jendela, menyelimuti ruangan dengan cahaya keemasan. Kinara terbangun lebih dulu karena suara kicauan burung di luar, namun rasa hangat yang menyelimuti tubuhnya membuat nya enggan untuk membuka mata.

Sementara kenantra masih terlelap, kinara mulai merasakan kepalanya yang berdenyut nyeri, perlahan ia membuka paksa matanya yang terasa memburam, lalu tersadar dengan lengan kokoh yang dia raba, yang awalnya dia kira bantal.

"Astaga! " pekiknya ketika melihat wajah tampan kenantra yang terpejam langsung di depan matanya. "K- kenapa aku bisa ada di sini? " serunya tergagap lalu semakin kaget ketika sadar ternyata kakinya sudah bertengger di atas tubuh kenantra.

"Omo! omo, apa yang aku lewatkan? " gumamnya lalu mulai tersadar sepenuhnya dari alam mimpi. Potongan-potongan ingatan semalam serupa puzzle yang kini membentuk sebuah angka. Ia ingat sedang berada di cafe bersama teman-teman nya lalu kenantra menjemputnya lalu berakhir lah mereka terjatuh di atas sofa dan tertidur.

Kinara menepuk jidatnya sendiri menyadari betapa ceroboh nya dia lalu semakin panik ketika tersadar kemeja putih kenantra yang kotor karena make up dan ilernya menempel di sana.

Kinara meraba wajahnya sendiri, merasakan sisa make up bercampur iler yang menempel di pipi. "duh gimana ini? benar- benar memalukan! "

Dia mengalihkan pandangan ke arah kenantra yang tertidur, melihat wajahnya yang tenang dan damai dari pria itu seketika kinara melupakan wajahnya yang selalu menunjukkan raut seperti angry bird saat berdebat dengannya.

"Ck, kenapa mahluk ini sangat tampan tapi menyebalkan sekali sih, " gumamnya, bisa- bisanya di saat panik seperti ini dia sempat- sempat nya mencoel pipi kenantra dengan telunjuknya. Mumpung lagi tidur, kalau dia bangun mana bisa kinara melakukan hal semacam gini pada pria angry bird ini.

"Kalau begitu tidak seharusnya aku membangun kan dia kan? " monolog kinara tersadar namun belum sempat ia menarik telunjuk, tangannya sudah lebih dulu di tarik oleh pria itu.

"Apa yang sedang kau lakukan? " kenantra yang sudah bangun, menatapnya dengan tajam.

Kinara seketika gugup dan salah tingkah. "Oh astaga, kau sudah bangun? ahaha." ia bisa merasakan tangannya berkeringat, lelaki ini mencengkram nya begitu erat.

Perlahan kenantra bangkit, ia meringis merasakan pegal yang luar biasa di tangannya, ia mengayun- ayunkannya sekilas, hal itu sontak membuat kinara panik.

"Eh ada apa? apa yang terjadi pada mu? "

Kenantra kembali menatap lebih horor membuat kinara tertegun. "Ini semua karena mu. "

"A- apa semalam kita tidur bersama? "

"Kau bisa melihat nya sendiri, bukankah kau yang bangun lebih dulu? " sentak kenantra mendengkus kecil.

Kinara sontak mengerucutkan bibir. "Aku kan gak tau. " Ia mencebik. " kenapa sih selalu harus selalu nyolot begitu pada ku? "

Kenantra tak menjawab lagi, ia kemudian bangkit. Sedikit tergesa-gesa kinara menghampiri.

"Tunggu! itu- anu-"

"Apa lagi? " kenantra melirik tajam.

"Hmm, itu bajumu biar aku cuci kan. "

"Memangnya kenapa? "

"Itu, karena terkena iler ku hehehe. " kinara nyengir kuda antara merasa bersalah juga malu dan ingin ketawa.

Tiba-tiba saja, blek! kemeja putih itu sudah terlempar begitu saja mengenai wajah kinara.

Wajah kinara memerah ingin sekali marah namun saat ia mengambil kemeja itu yang menutupi pandangannya, ia dengan cepat di kejutkan dengan pemandangan kenantra yang sudah bertelanjang dada.

"Aaaaa! " lantas ia berteriak dan mengubah posisi nya membelakangi pria itu.

"Kenantra mesum!! harus nya kamu buka baju nya di kamar! "

*

*

*

Bersambung

Terpopuler

Comments

Uthie

Uthie

heheheee... kocak 😁

2024-12-22

2

lihat semua
Episodes
1 Episode 01: Memasuki tubuh istri yang teraniaya
2 Episode: 02: Berniat mengubah jalan cerita
3 Episode : 03: menantu durhaka or mertua durjana?
4 Episode : 04: Membuat pelayan itu tunduk
5 Episode 05: sekarang aku lah antagonis nya
6 Episode 06: keributan di pagi hari
7 Episode 07: Aku adalah kinara wijaya, istri sah mu!
8 Episode 08: suami dinginnya itu mulai tertarik
9 Episode 09: menjahili suami sok cuek
10 Episode 10: Hukuman
11 Episode 11 : Gengsi bilang pak
12 Episode 12 : Suaminya marah
13 Episode 13 : Naiklah ke punggung ku
14 Episode 14: Kenantra mesum!
15 Episode 15: Ingin melihat sisi lain dari mu
16 Episode 16: hati yang sama-sama patah
17 Episode 17: perkara eskrim dan Choco pie
18 Episode 18: Beraninya main keroyokan.
19 Episode 19 : meminta cerai
20 20 : Undangan pesta ulang tahun nenek
21 Episode 21 : ku bilang hapus, atau aku yang menghapusnya?
22 Episode 22 : Bertemu Claudia
23 23 : Berdansa bersama
24 24: Ada sesuatu yang di sembunyikan
25 Episode 25 : Claudia kena getahnya
26 Episode 26 : kebohongan
27 Episode 27 : Salah paham
28 Episode 28 : Kinara pergi
29 Episode 29 : Kinara tak ada di mansion
30 Episode 30 : memberi pelajaran pada Kenantra
31 Episode 31 : Frustasinya Kenantra
32 Episode 32 : Kenan ke kediaman wijaya
33 Episode 33 : Si cabe datang
34 Episode 34 : Balik atau enggak?
35 Episode 35 : Ketahuan?
36 Episode 36 : Kenantra kenapa?
37 Episode 37 : Kenan masuk rumah sakit
38 Episode 38 : mimpi buruk
39 Bab : 39
40 Bab : 40
41 Bab : 41
42 Bab : 42
43 Bab : 43
44 Bab : 44
45 Bab : 45
46 Bab : 46
47 Bab 47: Alasan Kenantra bersikap dingin
48 Bab 48 : deeptalk
49 Bab : 49
50 Bab : 50
51 Bab : 51
52 Bab : 52
53 Bab : 53
54 Bab : 54
55 Bab : 55
56 Bab : 56
57 Bab : 57
58 Bab : 58
59 Bab : 59
60 Bab : 60
61 Bab : 61
62 Bab : 62
63 Bab : 63
64 Bab : 64
65 Bab : 65
66 Bab : 66
67 Bab : 67
68 Bab : 68
69 Bab : 69
70 Bab : 70
71 Bab : 71
72 Bab : 72
73 Bab : 73
74 Bab : 74
75 Bab : 75
76 Bab : 76
77 Bab : 77
78 Pengumuman : promosi karya baru
Episodes

Updated 78 Episodes

1
Episode 01: Memasuki tubuh istri yang teraniaya
2
Episode: 02: Berniat mengubah jalan cerita
3
Episode : 03: menantu durhaka or mertua durjana?
4
Episode : 04: Membuat pelayan itu tunduk
5
Episode 05: sekarang aku lah antagonis nya
6
Episode 06: keributan di pagi hari
7
Episode 07: Aku adalah kinara wijaya, istri sah mu!
8
Episode 08: suami dinginnya itu mulai tertarik
9
Episode 09: menjahili suami sok cuek
10
Episode 10: Hukuman
11
Episode 11 : Gengsi bilang pak
12
Episode 12 : Suaminya marah
13
Episode 13 : Naiklah ke punggung ku
14
Episode 14: Kenantra mesum!
15
Episode 15: Ingin melihat sisi lain dari mu
16
Episode 16: hati yang sama-sama patah
17
Episode 17: perkara eskrim dan Choco pie
18
Episode 18: Beraninya main keroyokan.
19
Episode 19 : meminta cerai
20
20 : Undangan pesta ulang tahun nenek
21
Episode 21 : ku bilang hapus, atau aku yang menghapusnya?
22
Episode 22 : Bertemu Claudia
23
23 : Berdansa bersama
24
24: Ada sesuatu yang di sembunyikan
25
Episode 25 : Claudia kena getahnya
26
Episode 26 : kebohongan
27
Episode 27 : Salah paham
28
Episode 28 : Kinara pergi
29
Episode 29 : Kinara tak ada di mansion
30
Episode 30 : memberi pelajaran pada Kenantra
31
Episode 31 : Frustasinya Kenantra
32
Episode 32 : Kenan ke kediaman wijaya
33
Episode 33 : Si cabe datang
34
Episode 34 : Balik atau enggak?
35
Episode 35 : Ketahuan?
36
Episode 36 : Kenantra kenapa?
37
Episode 37 : Kenan masuk rumah sakit
38
Episode 38 : mimpi buruk
39
Bab : 39
40
Bab : 40
41
Bab : 41
42
Bab : 42
43
Bab : 43
44
Bab : 44
45
Bab : 45
46
Bab : 46
47
Bab 47: Alasan Kenantra bersikap dingin
48
Bab 48 : deeptalk
49
Bab : 49
50
Bab : 50
51
Bab : 51
52
Bab : 52
53
Bab : 53
54
Bab : 54
55
Bab : 55
56
Bab : 56
57
Bab : 57
58
Bab : 58
59
Bab : 59
60
Bab : 60
61
Bab : 61
62
Bab : 62
63
Bab : 63
64
Bab : 64
65
Bab : 65
66
Bab : 66
67
Bab : 67
68
Bab : 68
69
Bab : 69
70
Bab : 70
71
Bab : 71
72
Bab : 72
73
Bab : 73
74
Bab : 74
75
Bab : 75
76
Bab : 76
77
Bab : 77
78
Pengumuman : promosi karya baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!