Episode 13 : Naiklah ke punggung ku

Kenantra melangkah masuk ke dalam cafe, aura dominannya membuat semua orang berbisik. Di tengah keramaian itu dia melihat kinara yang tampak ceria dengan teman- temannya. Senyumnya yang merekah, dengan tawa yang menggemaskan, semuanya terlihat sangat menyenangkan, namun situasi itu justru menambah rasa amarahnya.

Dengan rahang mengeras dan tangan terkepal kuat kenantra berjalan menghampiri Kinara dan sekarang sudah berdiri dekat di belakang kursi istrinya itu, ia berdeham namun tak ada sahutan sama sekali dari orang yang dia tuju.

"Ekhem! "

"Ekheeem! "

Sekali, dua kali. Kenantra benar-benar dongkol, kinara sama sekali tak menyadari kehadirannya, sementara teman- teman gadis itu tak ada yang berani membuka suara. Kedatangannya di sambut dengan keheningan yang luar biasa, semua mata tertuju padanya, lalu beberapa dari mereka mulai menatap ke arahnya dengan takut- takut sebagian lagi hanya berbisik- bisik tentang situasi yang tengah terjadi, sambil menujukkan raut wajah ngeri. Kenantra tidak peduli,

"Kinara!" panggil kenantra akhirnya karena kesal, suaranya menggema hingga mengundang perhatian semua orang di dalam cafe.

Kinara yang masih dalam kondisi setengah sadar menoleh dengan ekspresi kaget. "Kenantra?! " soraknya, sebelum menambahkan dengan tawa riang. "Akhirnya kamu datang! Ayo sini- sini gabung, kita lagi seru- seruan hahaha! "

Kinara yang berkata seperti itu namun teman- temannya yang sontak menahan nafas karena takut. Mereka saling mencubit satu sama lain tapi tetap saja tidak ada yang berani bersuara.

"Kenapa kau keluar dari kamar tanpa ijin ku? siapa yang membantu mu kabur? " suara kenantra rendah namun penuh penekanan.

Bukannya menjawab, kinara malah cegukan lalu tersenyum lebar. "Uh oh. " gumamnya samar, kemudian tertawa."Kau mencari ku ya hahaha!"

Kenantra menyatukan alis,wajahnya keruh dan sorot matanya semakin tajam saat menemukan alasan gadis itu bersikap demikian.

Tak! Di ambilnya dengan gelas minuman yang berada di tangan kinara. "Kau bahkan minum minuman tanpa sepengetahuan ku? Apakah kau tahu seberapa bahaya nya minuman ini untuk mu?!"

Bibir kinara mengerucut lucu, ia merampas kembali gelas di tengan Kenantra. "Ck, kembalikan sini, om ini apa- apaan sih? aku kan lagi bersenang-senang. "

Kenantra menggelengkan kepala, "kau sudah mabuk kinara. " Lalu ia mengedarkan pandangan kepada teman- teman gadis itu.

Tatapan kenantra yang horor sontak membuat mereka tertunduk. "Siapa yang memberikannya minum minuman seperti ini? "

Rani yang merasa bertanggung jawab maju mengangkat tangan. "Saya tuan. Saya tidak tahu kalau kinara akan mabuk seperti ini. " Dia menundukkan kepalanya, wajahnya pucat ketakutan.

Kenantra tidak berkata-kata lagi, di tariknya pergelangan tangan kinara untuk bangkit dari duduknya. "Ayo sekarang kembali ke rumah! " itu bukan permintaan tapi sebuah perintah yang tidak bisa di bantah.

Teman-teman Kinara hanya bisa diam membisu saat gadis itu di bawa pergi oleh suaminya. Kenantra membuka pintu kafe dengan kasar, tampak kinara terhantuk- hantuk karena mengikuti langkahnya yang cepat.

"Aduh, aduh! tunggu dulu om! kaki ku sakit tahu! " sungut kinara saat mereka sudah berada di luar cafe, ia menatap nyolot ke arah kenantra, dengan bibir manyun nya yang nampak menggemaskan.

Sebenarnya kenantra agak menikmati juga momen saat gadis itu mabuk, ternyata membuat tingkah nya jadi lebih lucu, sisi lain yang tidak pernah di tunjukkan gadis itu sebelumnya bisa ia lihat saat kinara kehilangan kesadarannya karena pengaruh alkohol.

Kenantra mendengkus geli, tangannya menyentil poni gadis itu. "Makanya kalau tidak pernah minum, jangan sok- sok an minum, bocil! "

Di panggil seperti itu membuat kinara semakin mengerucutkan bibir, ingin protes dan mengeluarkan kata- kata mutiaranya untuk membalas pria itu, tiba-tiba saja kenantra sudah berjongkok di hadapannya.

"Naiklah ke punggung ku," katanya, singkat.

Kinara yang masih dalam keadaan setengah mabuk memandang kenantra, dengan tatapan bingung. "Hah? apa? kenapa harus naik ke punggung mu? aku bisa berjalan kok! " ucapnya ngelantur, dengan nada ngantuk. Namun lirikan mata kenantra tidak menunjukkan bahwa saat ini mereka sedang berkompromi.

"Ini bukan tawaran tapi perintah!" katanya dengan nada dingin, masih dengan posisi berjongkok di depan kinara.

Kinara mencebik, akhirnya ia mengalah. Dengan bantuan dari kenantra, dia memanjat ke punggung lebar pria itu dan merangkul lehernya. "Hmm, ini justru lebih nyaman, " katanya seraya tertawa.

Kenantra menggelengkan kepalanya, coba menahan senyuman yang ingin muncul di wajahnya. meskipun situasi ini cukup membuat kesal, melihat kinara yang ceria di atas punggung nya membuat hati kenantra sedikit hangat. Dalam sekejap mereka mulai berjalan dan kinara mulai melontarkan berbagai cerita konyol, seolah semua yang terjadi di cafe tadi adalah hal paling menyenangkan di dunia.

"Aku ingin bernyanyi, " katanya setelah puas bercerita.

Kenantra diam, membiarkan gadis itu bernyanyi.

"Cicak, cicak di langit, diam- diam merayap! "

Kenantra menggeleng geli. "Mana ada cicak di langit. "

"Ada, di sana. " Kinara menunjuk ke atas.

"Itu bintang, bodoh, " kata kenantra mengikuti arah telunjuk gadis itu.

"Hahaha iyakah." Kinara tertawa garing, sepertinya dia memang masih mabuk.

"KENANTRA! ken- nan- tra! " gadis itu mulai ngelantur lagi.

"Kenapa kamu kalau lagi marah kaya gini, heeugh! " Kinara sengaja meniru gaya wajah pria itu saat marah, alisnya menukik dalam dengan tatapan tajam yang selalu menjadi ciri khasnya.

"Tahu tidak, seperti angry bird, " kata Kinara lagi, sambil mengeratkan rangkulan nya di leher pria itu.

Kenantra menggelengkan kepala, pelan. "Itu karena kau selalu membuat ku marah. "

"Kenapa? padahal dulu kamu tidak pernah memperdulikan ku," ujar kinara, sukses membuat kenantra terdiam.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Tiba di mansion, Kenantra langsung memapah kinara masuk. Gadis itu awalnya memberontak dan kembali ngelantur namun kenantra menahannya agar dia diam. Meski agak kepayahan karena ternyata saat mabuk tenaga gadis itu justru malah bertambah kuat.

"Tidak mau, aku tidak mau ikut dengan mu! " katanya memukul- mukuli dada bidang suaminya.

"Ck, kau harus kembali ke kamarmu kinara! sudah cukup membuat keonaran hari ini! "

"Tidak! tidak! ku bilang tidak mau!"

"Awas! " karena kehilangan keseimbangan, kenantra dan kinara pun terjatuh di atas sofa panjang.

Kenantra merasakan dadanya yang berdentum hebat, untungnya ia bisa menahan tubuh kinara agar terjatuh ke dadanya kalau tidak, gadis itu sudah pasti terjatuh di lantai.

Saat ini posisinya kenantra yang rebahan di atas sofa, sedangkan di atas dadanya kepala kinara menempel.

Gadis itu enggan bangun dan memilih untuk tetap di posisi itu. Saat ia menengok, terlihat kinara ternyata sudah memejamkan matanya dengan kaki dan tangan gadis itu yang memeluk erat seolah dia adalah sebuah guling.

Saat kenantra mencoba untuk bangkit mendorong nya, kinara malah semakin mengeratkan pelukannya, alhasil kenantra hanya diam dan harus merelakan lengannya untuk menjadi bantalan gadis itu semalaman.

"Ck, merepotkan, " katanya namun justru berbanding terbalik dengan jantung nya yang kini berdetak kencang.

*

*

*

Bersambung

Terpopuler

Comments

Melani Sunardi

Melani Sunardi

istrimu versi sekarang yang menarik hatimu ken....

2025-03-02

0

Jamayah Tambi

Jamayah Tambi

Mau tapi malu/Facepalm//Facepalm//Facepalm/

2025-02-28

0

Uthie

Uthie

Sukkkaaaa 👍👍👍👍😆😆😆😆🤩🤩🤩

2024-12-21

3

lihat semua
Episodes
1 Episode 01: Memasuki tubuh istri yang teraniaya
2 Episode: 02: Berniat mengubah jalan cerita
3 Episode : 03: menantu durhaka or mertua durjana?
4 Episode : 04: Membuat pelayan itu tunduk
5 Episode 05: sekarang aku lah antagonis nya
6 Episode 06: keributan di pagi hari
7 Episode 07: Aku adalah kinara wijaya, istri sah mu!
8 Episode 08: suami dinginnya itu mulai tertarik
9 Episode 09: menjahili suami sok cuek
10 Episode 10: Hukuman
11 Episode 11 : Gengsi bilang pak
12 Episode 12 : Suaminya marah
13 Episode 13 : Naiklah ke punggung ku
14 Episode 14: Kenantra mesum!
15 Episode 15: Ingin melihat sisi lain dari mu
16 Episode 16: hati yang sama-sama patah
17 Episode 17: perkara eskrim dan Choco pie
18 Episode 18: Beraninya main keroyokan.
19 Episode 19 : meminta cerai
20 20 : Undangan pesta ulang tahun nenek
21 Episode 21 : ku bilang hapus, atau aku yang menghapusnya?
22 Episode 22 : Bertemu Claudia
23 23 : Berdansa bersama
24 24: Ada sesuatu yang di sembunyikan
25 Episode 25 : Claudia kena getahnya
26 Episode 26 : kebohongan
27 Episode 27 : Salah paham
28 Episode 28 : Kinara pergi
29 Episode 29 : Kinara tak ada di mansion
30 Episode 30 : memberi pelajaran pada Kenantra
31 Episode 31 : Frustasinya Kenantra
32 Episode 32 : Kenan ke kediaman wijaya
33 Episode 33 : Si cabe datang
34 Episode 34 : Balik atau enggak?
35 Episode 35 : Ketahuan?
36 Episode 36 : Kenantra kenapa?
37 Episode 37 : Kenan masuk rumah sakit
38 Episode 38 : mimpi buruk
39 Bab : 39
40 Bab : 40
41 Bab : 41
42 Bab : 42
43 Bab : 43
44 Bab : 44
45 Bab : 45
46 Bab : 46
47 Bab 47: Alasan Kenantra bersikap dingin
48 Bab 48 : deeptalk
49 Bab : 49
50 Bab : 50
51 Bab : 51
52 Bab : 52
53 Bab : 53
54 Bab : 54
55 Bab : 55
56 Bab : 56
57 Bab : 57
58 Bab : 58
59 Bab : 59
60 Bab : 60
61 Bab : 61
62 Bab : 62
63 Bab : 63
64 Bab : 64
65 Bab : 65
66 Bab : 66
67 Bab : 67
68 Bab : 68
69 Bab : 69
70 Bab : 70
71 Bab : 71
72 Bab : 72
73 Bab : 73
74 Bab : 74
75 Bab : 75
76 Bab : 76
77 Bab : 77
78 Pengumuman : promosi karya baru
Episodes

Updated 78 Episodes

1
Episode 01: Memasuki tubuh istri yang teraniaya
2
Episode: 02: Berniat mengubah jalan cerita
3
Episode : 03: menantu durhaka or mertua durjana?
4
Episode : 04: Membuat pelayan itu tunduk
5
Episode 05: sekarang aku lah antagonis nya
6
Episode 06: keributan di pagi hari
7
Episode 07: Aku adalah kinara wijaya, istri sah mu!
8
Episode 08: suami dinginnya itu mulai tertarik
9
Episode 09: menjahili suami sok cuek
10
Episode 10: Hukuman
11
Episode 11 : Gengsi bilang pak
12
Episode 12 : Suaminya marah
13
Episode 13 : Naiklah ke punggung ku
14
Episode 14: Kenantra mesum!
15
Episode 15: Ingin melihat sisi lain dari mu
16
Episode 16: hati yang sama-sama patah
17
Episode 17: perkara eskrim dan Choco pie
18
Episode 18: Beraninya main keroyokan.
19
Episode 19 : meminta cerai
20
20 : Undangan pesta ulang tahun nenek
21
Episode 21 : ku bilang hapus, atau aku yang menghapusnya?
22
Episode 22 : Bertemu Claudia
23
23 : Berdansa bersama
24
24: Ada sesuatu yang di sembunyikan
25
Episode 25 : Claudia kena getahnya
26
Episode 26 : kebohongan
27
Episode 27 : Salah paham
28
Episode 28 : Kinara pergi
29
Episode 29 : Kinara tak ada di mansion
30
Episode 30 : memberi pelajaran pada Kenantra
31
Episode 31 : Frustasinya Kenantra
32
Episode 32 : Kenan ke kediaman wijaya
33
Episode 33 : Si cabe datang
34
Episode 34 : Balik atau enggak?
35
Episode 35 : Ketahuan?
36
Episode 36 : Kenantra kenapa?
37
Episode 37 : Kenan masuk rumah sakit
38
Episode 38 : mimpi buruk
39
Bab : 39
40
Bab : 40
41
Bab : 41
42
Bab : 42
43
Bab : 43
44
Bab : 44
45
Bab : 45
46
Bab : 46
47
Bab 47: Alasan Kenantra bersikap dingin
48
Bab 48 : deeptalk
49
Bab : 49
50
Bab : 50
51
Bab : 51
52
Bab : 52
53
Bab : 53
54
Bab : 54
55
Bab : 55
56
Bab : 56
57
Bab : 57
58
Bab : 58
59
Bab : 59
60
Bab : 60
61
Bab : 61
62
Bab : 62
63
Bab : 63
64
Bab : 64
65
Bab : 65
66
Bab : 66
67
Bab : 67
68
Bab : 68
69
Bab : 69
70
Bab : 70
71
Bab : 71
72
Bab : 72
73
Bab : 73
74
Bab : 74
75
Bab : 75
76
Bab : 76
77
Bab : 77
78
Pengumuman : promosi karya baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!