Episode 12 : Suaminya marah

Kinara memastikan lagi black cardnya tersimpan aman di dalam tas, lalu ia kembali ke dalam kamarnya dengan memanjat tali yang ia buat dari untaian selimut itu. Sampai di dalam kamar, kinara berganti baju, merubah penampilan nya menjadi lebih matching dan gaul. Jaket kulit dengan celana jeans adalah perpaduan yang sempurna, tak lupa ia membubuhkan perona merah di bibir dan pipinya.

"Nah ini baru kinara wijaya yang berani! " gumamnya menatap puas penampilan diri di cermin. Kinara mencantel tas branded keluaran terbaru di tangannya, tak lupa ia juga memakai sepatu yang selaras dengan penampilannya. Dan, sekarang dia sudah siap!

"Baiklah kinara! saatnya bersenang-senang! " ucapnya pada diri sendiri, dengan semangat berapi-api.

Dia terpikirkan sebuah rencana yang bagus. Menikmati waktu di luar dengan teman- teman adalah ide yang terlintas di benaknya saat ini. Dia tahu kenantra pasti tidak akan suka dia menghabiskan waktu dengan orang lain, apalagi setelah kejadian tadi.

"Nanti akan ku pastikan dia menyesal karena telah mengurung ku! " gumamnya sambil tergelak nakal.

*Neng kinara ini emang gak ada habisnya nyari perkara, tau suaminya galak kaya singa. Ati- ati ya neng, takut langsung di terkam pak ceo😩*

Sambil memikirkan siapa yang bisa di hubungi nya, kinara meraih ponselnya. Dengan cepat dia mengirimkan pesan kepada Farel, nama pria itu begitu saja terlintas di otaknya, mungkin karena hanya Farel lah yang menjadi orang siap siaga kapan pun dia butuhkan. Teman yang selalu tahu bagaimana caranya bersenang-senang. Dengan cepat kinara membuka aplikasi pesan di ponselnya namun sebelum bisa ia mengetik, ada panggilan yang masuk, dari nama Rani. Dia adalah sahabat kinara yang selama ini sudah putus kontak.

"Halo kinara! " suara cempreng wanita itu langsung menggelegar di telinganya.

"Iya Rani, ada apa? " tanya kinara sambil menutup sebelah telinganya.

"Hari ini kamu free gak? ayo kita jalan- jalan!"

"Wah kebetulan sekali. " batin kinara, sumringah.

Ia lantas mengangguk, lalu menepuk dahinya menyadari Rani tidak akan mungkin melihat nya. "Free kok, aku free banget. "

"Oke aku jemput ya. Kita udah lama banget gak ketemu kan. "

"Eeeh jangan di jemput, biar aku yang datang menemuimu. Kamu share lock aja ya. *

" Oke deh aku kirim alamat nya. See you. "

"Bye, see you. "

Kinara menutup sambungan telepon, tak lama kemudian muncul pesan dari Rani yang menunjukkan lokasi tempat dia berada sekarang. Kinara merasakan semangat muncul dari dalam pori-pori nya. Ia kemudian memakai topi pet kekinian yang semakin melengkapi penampilan nya.

Lalu ia perlahan turun melalui balkon kamarnya, ke tanah. Saat ia berjalan mengendap-endap menuju garasi, tak sengaja di lihat nya pantulan tubuh kenantra dari balik kaca ruang kerjanya di lantai atas. Pria itu tampak fokus dengan lembar- lembar dokumen di hadapan nya.

Ia menatap pria itu cukup lama lalu mulai berpikir. "Duh apa aku benar-benar melakukan ini? " lirihnya. Tetapi dia sudah berada di ambang keputusan untuk mencari kebebasan sejenak dari semua situasi yang mengekang nya ini. Lantas kinara memutuskan untuk kembali meneruskan perjalanannya.

Tiba di garasi, ia mengambil mobilnya, pergi dengan secepat dan sehalus mungkin sebelum kenantra menyadari kepergiannya.

Di dalam mobil kinara merasa bergelora, membayangkan wajah kenantra yang terkejut dan khawatir saat mengetahui dirinya tidak ada lagi di dalam kamar. senyum nakal terpatri di bibirnya. "ini adalah balasan yang pantas untuk hukuman konyolnya! "

ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ

Sementara itu di ruang kerjanya, kenantra merasakan kegelisahan yang ternyata tidak bisa di abaikan nya. Itu karena dia tahu kinara yang kabur dari kamarnya.

Sebelumnya saat kinara berjalan mengendap-endap menuju garasi mobil, kenantra sudah melihat nya, tetapi dia sengaja berpura-pura tidak melihat apa-apa.

"Siall, kenapa harus merasa seperti ini? " gerutunya, berdecak hingga membuat Austin yang duduk tak jauh di depannya, terkejut.

"Ada apa tuan? "

Kenantra menggeleng dengan wajah masam. "Tidak apa- apa. "

Awalnya dia ingin membiarkan saja kinara pergi tapi ternyata tidak bisa. Meski dia berusaha menenggelamkan pikirannya dalam pekerjaan, bayangan wajah kinara yang penuh keberanian dan ketidakpatuhan terus menghantui benaknya. terlebih beban perasaannya tentang Farel yang ternyata selalu bersama istrinya itu semakin menguat.

Akhirnya kenantra memutuskan untuk mencari kinara, ia pun berdiri dari duduk nya. "Kau selesaikan sisanya. Aku ingin pergi keluar, " titah nya pada Austin yang langsung di angguki oleh asistennya itu.

 "Baik tuan. "

...****************...

Kenantra berjalan cepat menyusuri lorong mansion, tangannya terkepal erat dengan urat- urat leher terpampang jelas. Ia menggertakkan giginya, berusaha menahan pikiran negatif yang memenuhi kepalanya. "Aku akan mencari tahu kemana pergi nya dia. Jika dia pergi dengan si cecunguk Farel itu, ck." pikirnya, dengan ketegangan yang mendorong langkahnya.

Ketika kenantra tiba ke garasi, ia terkejut melihat mobil kinara sudah tidak ada. "kemana dia pergi? " gumamnya dalam hati. Rasa panik mulai mendorong jantung nya hingga berdegup kencang, ketidakpastian itu membuat darahnya mendidih.

Dengan segala praduga di dalam kepalanya, kenantra melesat keluar dari mansion, menuju mobilnya. Pikirannya berkecamuk, rasa cemas memenuhi isi kepalanya.

Kijang innova yang di kendarai nya melesat dengan cepat menembus jalan raya. Ia menghubungi nomor kinara berkali-kali, berdecak kesal karena hanya ada deringan yang terdengar.

"Kemana kau kinara? apa kau tahu seberapa bahayanya di luar sana? " gumamnya, jalanan macet di depan membuat nya semakin kesal.

Di sisi lain, Kinara bertemu kini sudah bertemu Rani, mereka cipika-cipiki begitu kinara tiba di tempat mereka melakukan pertemuan.

"Karena kamu sudah ada di sini, teman- teman sma seangkatan kita juga sudah datang. Sekalian saja kita reunian kan. "

"Wahh serius? boleh! " kinara bersorak. Meskipun jiwanya bukan asli kinara wijaya tapi entah kenapa ia memiliki keterikatan dengan orang-orang ini. Mereka duduk di cafe itu, ada tiga laki-laki dan empat perempuan termasuk kinara dan Rani.

Mereka memesan banyak makanan, brondong jagung, minuman dan cemilan lainnya.

"Kinara kau bisa minum kan? "

"Tentu saja bisa! "

"Ciss! " mereka mengangkat gelas minum dan bersorak riang.

Mereka banyak mengobrol hal seru, dan canda tawa yang hangat.

"Tambah lagi gelas nya!" ujar kinara, entah sudah berapa gelas minuman beralkohol itu ia habiskan.

Seseorang tiba masuk ke dalam kafe. Ada aura yang kuat saat ia melangkahkan kaki nya menyusuri seluruh ruangan.

Saat matanya bertubrukan pada kinara yang sedang teler bersama teman-teman nya, pendar matanya langsung berubah tajam.

Kinara yang masih sibuk dengan minuman nya, tertawa seperti anak kecil yang di beri permen, Ia benar-benar mabuk sekarang hingga belum menyadari ada sosok tinggi dengan ratapan garang seperti hendak menerkamnya sedang berjalan ke arahnya saat ini. sementara teman- temannya yang sudah menyadari kehadiran kenantra di belakang kinara, saling melempar pandang, ngeri sambil menyikut perut.

"Lihat bukankah itu pak kenantra?" bisik- bisik mereka.

"Gawat suaminya marah!"

*

*

*

...Bersambung...

Terpopuler

Comments

Alif

Alif

knpa jd cwek gk bner pake mabok segala berubah berani bukan berarti seperti itu kali..

2025-03-06

1

beybi T.Halim

beybi T.Halim

harus yaa..pake acara mabok🤦🤦🤦nggak iya banget yg modelan gini ceweknya

2025-03-16

0

Umar

Umar

npa Kinara gak crai saja thor,kloe gtu sma aj msih o on kek dulu.

2024-12-26

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 01: Memasuki tubuh istri yang teraniaya
2 Episode: 02: Berniat mengubah jalan cerita
3 Episode : 03: menantu durhaka or mertua durjana?
4 Episode : 04: Membuat pelayan itu tunduk
5 Episode 05: sekarang aku lah antagonis nya
6 Episode 06: keributan di pagi hari
7 Episode 07: Aku adalah kinara wijaya, istri sah mu!
8 Episode 08: suami dinginnya itu mulai tertarik
9 Episode 09: menjahili suami sok cuek
10 Episode 10: Hukuman
11 Episode 11 : Gengsi bilang pak
12 Episode 12 : Suaminya marah
13 Episode 13 : Naiklah ke punggung ku
14 Episode 14: Kenantra mesum!
15 Episode 15: Ingin melihat sisi lain dari mu
16 Episode 16: hati yang sama-sama patah
17 Episode 17: perkara eskrim dan Choco pie
18 Episode 18: Beraninya main keroyokan.
19 Episode 19 : meminta cerai
20 20 : Undangan pesta ulang tahun nenek
21 Episode 21 : ku bilang hapus, atau aku yang menghapusnya?
22 Episode 22 : Bertemu Claudia
23 23 : Berdansa bersama
24 24: Ada sesuatu yang di sembunyikan
25 Episode 25 : Claudia kena getahnya
26 Episode 26 : kebohongan
27 Episode 27 : Salah paham
28 Episode 28 : Kinara pergi
29 Episode 29 : Kinara tak ada di mansion
30 Episode 30 : memberi pelajaran pada Kenantra
31 Episode 31 : Frustasinya Kenantra
32 Episode 32 : Kenan ke kediaman wijaya
33 Episode 33 : Si cabe datang
34 Episode 34 : Balik atau enggak?
35 Episode 35 : Ketahuan?
36 Episode 36 : Kenantra kenapa?
37 Episode 37 : Kenan masuk rumah sakit
38 Episode 38 : mimpi buruk
39 Bab : 39
40 Bab : 40
41 Bab : 41
42 Bab : 42
43 Bab : 43
44 Bab : 44
45 Bab : 45
46 Bab : 46
47 Bab 47: Alasan Kenantra bersikap dingin
48 Bab 48 : deeptalk
49 Bab : 49
50 Bab : 50
51 Bab : 51
52 Bab : 52
53 Bab : 53
54 Bab : 54
55 Bab : 55
56 Bab : 56
57 Bab : 57
58 Bab : 58
59 Bab : 59
60 Bab : 60
61 Bab : 61
62 Bab : 62
63 Bab : 63
64 Bab : 64
65 Bab : 65
66 Bab : 66
67 Bab : 67
68 Bab : 68
69 Bab : 69
70 Bab : 70
71 Bab : 71
72 Bab : 72
73 Bab : 73
74 Bab : 74
75 Bab : 75
76 Bab : 76
77 Bab : 77
78 Pengumuman : promosi karya baru
Episodes

Updated 78 Episodes

1
Episode 01: Memasuki tubuh istri yang teraniaya
2
Episode: 02: Berniat mengubah jalan cerita
3
Episode : 03: menantu durhaka or mertua durjana?
4
Episode : 04: Membuat pelayan itu tunduk
5
Episode 05: sekarang aku lah antagonis nya
6
Episode 06: keributan di pagi hari
7
Episode 07: Aku adalah kinara wijaya, istri sah mu!
8
Episode 08: suami dinginnya itu mulai tertarik
9
Episode 09: menjahili suami sok cuek
10
Episode 10: Hukuman
11
Episode 11 : Gengsi bilang pak
12
Episode 12 : Suaminya marah
13
Episode 13 : Naiklah ke punggung ku
14
Episode 14: Kenantra mesum!
15
Episode 15: Ingin melihat sisi lain dari mu
16
Episode 16: hati yang sama-sama patah
17
Episode 17: perkara eskrim dan Choco pie
18
Episode 18: Beraninya main keroyokan.
19
Episode 19 : meminta cerai
20
20 : Undangan pesta ulang tahun nenek
21
Episode 21 : ku bilang hapus, atau aku yang menghapusnya?
22
Episode 22 : Bertemu Claudia
23
23 : Berdansa bersama
24
24: Ada sesuatu yang di sembunyikan
25
Episode 25 : Claudia kena getahnya
26
Episode 26 : kebohongan
27
Episode 27 : Salah paham
28
Episode 28 : Kinara pergi
29
Episode 29 : Kinara tak ada di mansion
30
Episode 30 : memberi pelajaran pada Kenantra
31
Episode 31 : Frustasinya Kenantra
32
Episode 32 : Kenan ke kediaman wijaya
33
Episode 33 : Si cabe datang
34
Episode 34 : Balik atau enggak?
35
Episode 35 : Ketahuan?
36
Episode 36 : Kenantra kenapa?
37
Episode 37 : Kenan masuk rumah sakit
38
Episode 38 : mimpi buruk
39
Bab : 39
40
Bab : 40
41
Bab : 41
42
Bab : 42
43
Bab : 43
44
Bab : 44
45
Bab : 45
46
Bab : 46
47
Bab 47: Alasan Kenantra bersikap dingin
48
Bab 48 : deeptalk
49
Bab : 49
50
Bab : 50
51
Bab : 51
52
Bab : 52
53
Bab : 53
54
Bab : 54
55
Bab : 55
56
Bab : 56
57
Bab : 57
58
Bab : 58
59
Bab : 59
60
Bab : 60
61
Bab : 61
62
Bab : 62
63
Bab : 63
64
Bab : 64
65
Bab : 65
66
Bab : 66
67
Bab : 67
68
Bab : 68
69
Bab : 69
70
Bab : 70
71
Bab : 71
72
Bab : 72
73
Bab : 73
74
Bab : 74
75
Bab : 75
76
Bab : 76
77
Bab : 77
78
Pengumuman : promosi karya baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!