Episode 10: Hukuman

Kenantra merasakan urat lehernya menegang melihat interaksi di depan matanya. Kinara tampak ceria, tertawa dan berbagi cerita dengan Farel, sementara padanya,kinara bahkan tak pernah tersenyum selepas itu. Rasa yang tak enak yang dia sendiri tidak tahu apa itu kini mulai merayap di hatinya, membuatnya ingin melompati meja dan menarik kinara untuk kembali ke samping nya.

*Itu namanya cemburu pak CEO, masa gak tau sih😝*

"Apa- apaan ini?! " serunya dengan nada kesal membuat kedua orang yang sedang mengobrol seru itu seketika menoleh ke arahnya. Bukan hanya mereka bahkan maya dan Austin yang berdiri cukup jauh pun langsung terkaget dan menatap secara bersamaan.

"Apa yang kau lakukan di sini, Farel? " kenantra memecah suasana, suaranya datar namun penuh penekanan. Farel yang awalnya tersenyum, kini merasakan ketegangan di udara, begitupun dengan kinara yang terkejut dengan emosi yang di tunjukkan pria kaku itu.

Farel kembali menyunggingkan senyum, tapi ia entah kenapa terselip wajah sinis di sana. "Aku hanya ingin menyapa kinara. Sudah lama kita tidak bertemu kan? " Farel menjawab santai, meski saat ia melirik dapat ia lihat tatapan kenantra yang seperti ingin mencabik- cabik nya saat itu juga.

Kinara meringis, menyadari betapa anehnya situasi ini. "kalian tenang lah, lebih baik kita mengobrol saja sekalian di sini, ha.. ha. hahaha. "

Krik... krik... krik...

Kata-kata penenang kinara bahkan tak berhasil meredakan suasana. Malah saat ini Kenantra dan farel saling menatap tajam seolah sedang perang batin dalam diri mereka.

Kenantra menenggelamkan tangan di saku celananya, wajahnya tanpa ekspresi itu tetap sama tapi kali ini lebih menyeramkan. "tapi kau tidak seharusnya menganggu waktu ku dengan istri ku. "

Farel malah terkekeh sinis. "Istri ku? hahaha, istri yang mana? istri yang selalu di abaikan? " sarkasnya.

Setelah Farel mengatakan itu suasana jadi lebih rumit dari yang Kinara kira, bisa di lihat kenantra yang sebisa mungkin menahan emosinya dengan buku- buku tangan pria itu yang terkepal erat.

"Sepertinya kau orang yang suka sekali mencampuri urusan rumah tangga orang lain. "

Pernyataan kenantra yang tak kalah telak membuat mereka yang mendengar nya sontak menutup mulut.

"Ini seru. " sahut Austin pelan. Dia seperti melihat perlombaan debat di televisi. "kira- kira siapa ya yang menang? "

Maya lantas menggeplak lengannya. "Tolong pisahkan mereka, jangan malah belagak jadi seorang supportive. "

"Bagaimana aku bisa memisahkan mereka? aku saja takut dengan tuan kenan." papar Austin, mencebik. Maya hanya geleng-geleng kepala di buatnya.

Kinara mengangkat alis, merasa tidak nyaman dengan situasi ini. "Sudahlah.Kita sudahi ketegangan ini! "

Kedua pria itu menoleh berbarengan ke arahnya membuat kinara sontak mengerjapkan mata.

"Apa? kenapa? " tanya wanita itu. Kini merasa sedang di apit oleh dua binatang buas, satunya singa dan satunya beruang. Haish! ia merasa benar-benar tercekik.

Grep! tanpa banyak omong, kenantra menarik tangan kinara untuk bangkit. Keduanya hendak pergi dari sana.

"Eh tunggu kenantra, aku belum selesai bicara dengan Farel! "

Namun kenantra tidak mengindahkan sama sekali teriakan istrinya itu dan tetap menarik Kinara pergi dari sana.

Langkah kenantra yang lebar sulit sekali di imbangi dengan langkah kinara yang kecil hingga beberapa kali dia tampak terhantuk- hantuk untuk mensejajarkan langkah mereka.

Sementara Austin dan juga maya ikut pergi dari sana, meninggalkan Farel terdiam dengan wajah melongo.

"Suami sinting. " gumamnya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

"Astaga kenantra lepaskan aku, tangan ku sakit! " sejak tadi Kinara sudah memberontak minta di lepaskan tapi tidak di gubris sama sekali oleh pria itu. Hingga kini mereka tiba di depan mobil sedan berwarna abu metalik, kenantra membuka pintunya, menuntun kinara untuk masuk, meski dengan sedikit paksaan gadis itu kini sudah terduduk di dalam mobil, Kenantra pun menutup pintu, lalu dia juga masuk dan duduk di kursi kemudi.

Srek! Kenantra memasangkan sabuk pengaman pada tubuh wanita itu. Perlakuan kenantra yang selalu tiba-tiba dan tidak terduga ini selalu sukses membuat jantung kinara seakan berhenti berdetak selama beberapa saat.

Kenantra pun melajukan mobilnya meninggalkan parkiran, sementara itu terlihat Austin yang berlari tergopoh- gopoh saat mobil kenantra sudah pergi.

"Astaga tuan! kau meninggalkan ku! " lirih nya, menatap nelangsa mobil yang sudah menghilang dari pandangan.

Brak! tiba-tiba saja dari arah samping maya melemparkan sebuah kunci mobil ke dadanya membuat Austin refleks menoleh.

"Cepat pakai ini dan kejar mereka. " kata maya tanpa banyak cang cing cong.

"T- tunggu dulu, kunci mobil punya siapa ini? " tanya Austin yang penuh selidik.

"Ini punya nyonya kinara. Beruntung nya kunci mobil ini ada di dalam tas dan aku yang membawanya. "

"Nyonya kinara mengendarai mobil nya sendiri? " Austin cukup speechless.

"Iya, cepatlah kita kejar mereka sekarang! " maya terlihat geram sekali, pria di samping nya ini banyak tanya.

Austin lantas mengangguk, wajahnya sedikit pias. "Maya galak juga ternyata. "

Lalu mereka pun segera menuju mobil kinara yang terparkir di parkiran dan mengejar pasangan suami- istri itu.

Tiba di mansion, setelah memikirkan mobilnya di garansi, kenantra kembali menggandeng tangan kinara hingga masuk ke dalam mansion. Pemandangan tidak biasa dari tuan dan nyonya mereka sukses membuat para pelayan yang ada di sana langsung menaruh atensi penuh pada mereka, ada juga yang berbisik- bisik.

Namun tampaknya kenantra tidak memperdulikan itu semua padahal kinara sudah menutup wajahnya sejak tadi dengan tangan.

Karena kesal sendiri, ketika sampai di depan kamar nya kinara dengan paksa menarik tangannya dari cengkeraman tangan besar pria itu.

"Sudah ku bilang lepaskan, kenapa kau tidak mendengarkan nya juga! " sentak kinara yang stok kesabaran nya mulai menipis.

Kenantra diam, dengan wajah menggelap kelam. "Lalu bagaimana dengan dirimu, setelah membuat kericuhan, merasa tidak bersalah sama sekali? " pria itu bersidekap dada.

"Aku kan sudah bilang minta maaf, " kata kinara membela diri.

"Apa kau pikir dengan meminta maaf masalahnya akan selesai begitu saja? "

"Haish, lalu kau ingin apa? " kinara menghela nafas panjang.

"Hukuman! " tandas nya, langkahnya mulai mendekat ke arah kinara membuat gadis itu refleks memundurkan langkah.

Kinara merasa jantung nya berderak seperti genderang perang. "Apa yang ingin kau lakukan? " hingga kini punggung nya menempel pada pintu kamar nya, langkah kenantra juga berhenti lalu ia mulai membunnuh jarak di antara mereka hingga rasanya nafas pria itu kini menerpa wajah kinara.

Lalu tangan besar kenantra mulai merambat ke arahnya membuat kinara refleks menutup mata. Tapi ternyata kenantra cuma ingin membuka pintu, pria itu sedikit mendorong bahu kinara hingga dia masuk ke dalam kamarnya.

Lalu setelah memastikan kinara di dalam, kenantra menutup pintu nya dan mengunci nya dari luar.

Sontak saja kinara berteriak dari dalam, seraya menggebrak- gebrak daun pintu. "Kenantra siallan! kenapa kau mengunci ku, lepaskan aku! "

Bibir kenantra melengkung membentuk senyuman yang dingin. "Ini hukuman untuk mu karena telah membuat ku khawatir. "

*

*

*

Bersambung

Terpopuler

Comments

MashMellow🍭

MashMellow🍭

katanya ingin membalas dendam, tapi......
entahlahhh

2025-02-12

3

Bonny Liberty

Bonny Liberty

ken..ken manusia silver bergerak sesuai kepentingan 😏 cemburu🤔 varian apa itu 😎

2025-03-01

0

Jamayah Tambi

Jamayah Tambi

Kemana kau selama ini.Isteri /CoolGuy/diabaikan.

2025-02-28

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 01: Memasuki tubuh istri yang teraniaya
2 Episode: 02: Berniat mengubah jalan cerita
3 Episode : 03: menantu durhaka or mertua durjana?
4 Episode : 04: Membuat pelayan itu tunduk
5 Episode 05: sekarang aku lah antagonis nya
6 Episode 06: keributan di pagi hari
7 Episode 07: Aku adalah kinara wijaya, istri sah mu!
8 Episode 08: suami dinginnya itu mulai tertarik
9 Episode 09: menjahili suami sok cuek
10 Episode 10: Hukuman
11 Episode 11 : Gengsi bilang pak
12 Episode 12 : Suaminya marah
13 Episode 13 : Naiklah ke punggung ku
14 Episode 14: Kenantra mesum!
15 Episode 15: Ingin melihat sisi lain dari mu
16 Episode 16: hati yang sama-sama patah
17 Episode 17: perkara eskrim dan Choco pie
18 Episode 18: Beraninya main keroyokan.
19 Episode 19 : meminta cerai
20 20 : Undangan pesta ulang tahun nenek
21 Episode 21 : ku bilang hapus, atau aku yang menghapusnya?
22 Episode 22 : Bertemu Claudia
23 23 : Berdansa bersama
24 24: Ada sesuatu yang di sembunyikan
25 Episode 25 : Claudia kena getahnya
26 Episode 26 : kebohongan
27 Episode 27 : Salah paham
28 Episode 28 : Kinara pergi
29 Episode 29 : Kinara tak ada di mansion
30 Episode 30 : memberi pelajaran pada Kenantra
31 Episode 31 : Frustasinya Kenantra
32 Episode 32 : Kenan ke kediaman wijaya
33 Episode 33 : Si cabe datang
34 Episode 34 : Balik atau enggak?
35 Episode 35 : Ketahuan?
36 Episode 36 : Kenantra kenapa?
37 Episode 37 : Kenan masuk rumah sakit
38 Episode 38 : mimpi buruk
39 Bab : 39
40 Bab : 40
41 Bab : 41
42 Bab : 42
43 Bab : 43
44 Bab : 44
45 Bab : 45
46 Bab : 46
47 Bab 47: Alasan Kenantra bersikap dingin
48 Bab 48 : deeptalk
49 Bab : 49
50 Bab : 50
51 Bab : 51
52 Bab : 52
53 Bab : 53
54 Bab : 54
55 Bab : 55
56 Bab : 56
57 Bab : 57
58 Bab : 58
59 Bab : 59
60 Bab : 60
61 Bab : 61
62 Bab : 62
63 Bab : 63
64 Bab : 64
65 Bab : 65
66 Bab : 66
67 Bab : 67
68 Bab : 68
69 Bab : 69
70 Bab : 70
71 Bab : 71
72 Bab : 72
73 Bab : 73
74 Bab : 74
75 Bab : 75
76 Bab : 76
77 Bab : 77
78 Pengumuman : promosi karya baru
Episodes

Updated 78 Episodes

1
Episode 01: Memasuki tubuh istri yang teraniaya
2
Episode: 02: Berniat mengubah jalan cerita
3
Episode : 03: menantu durhaka or mertua durjana?
4
Episode : 04: Membuat pelayan itu tunduk
5
Episode 05: sekarang aku lah antagonis nya
6
Episode 06: keributan di pagi hari
7
Episode 07: Aku adalah kinara wijaya, istri sah mu!
8
Episode 08: suami dinginnya itu mulai tertarik
9
Episode 09: menjahili suami sok cuek
10
Episode 10: Hukuman
11
Episode 11 : Gengsi bilang pak
12
Episode 12 : Suaminya marah
13
Episode 13 : Naiklah ke punggung ku
14
Episode 14: Kenantra mesum!
15
Episode 15: Ingin melihat sisi lain dari mu
16
Episode 16: hati yang sama-sama patah
17
Episode 17: perkara eskrim dan Choco pie
18
Episode 18: Beraninya main keroyokan.
19
Episode 19 : meminta cerai
20
20 : Undangan pesta ulang tahun nenek
21
Episode 21 : ku bilang hapus, atau aku yang menghapusnya?
22
Episode 22 : Bertemu Claudia
23
23 : Berdansa bersama
24
24: Ada sesuatu yang di sembunyikan
25
Episode 25 : Claudia kena getahnya
26
Episode 26 : kebohongan
27
Episode 27 : Salah paham
28
Episode 28 : Kinara pergi
29
Episode 29 : Kinara tak ada di mansion
30
Episode 30 : memberi pelajaran pada Kenantra
31
Episode 31 : Frustasinya Kenantra
32
Episode 32 : Kenan ke kediaman wijaya
33
Episode 33 : Si cabe datang
34
Episode 34 : Balik atau enggak?
35
Episode 35 : Ketahuan?
36
Episode 36 : Kenantra kenapa?
37
Episode 37 : Kenan masuk rumah sakit
38
Episode 38 : mimpi buruk
39
Bab : 39
40
Bab : 40
41
Bab : 41
42
Bab : 42
43
Bab : 43
44
Bab : 44
45
Bab : 45
46
Bab : 46
47
Bab 47: Alasan Kenantra bersikap dingin
48
Bab 48 : deeptalk
49
Bab : 49
50
Bab : 50
51
Bab : 51
52
Bab : 52
53
Bab : 53
54
Bab : 54
55
Bab : 55
56
Bab : 56
57
Bab : 57
58
Bab : 58
59
Bab : 59
60
Bab : 60
61
Bab : 61
62
Bab : 62
63
Bab : 63
64
Bab : 64
65
Bab : 65
66
Bab : 66
67
Bab : 67
68
Bab : 68
69
Bab : 69
70
Bab : 70
71
Bab : 71
72
Bab : 72
73
Bab : 73
74
Bab : 74
75
Bab : 75
76
Bab : 76
77
Bab : 77
78
Pengumuman : promosi karya baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!