Episode 08: suami dinginnya itu mulai tertarik

Kinara melangkahkan kaki keluar rumah dengan semangat baru yang membara. Dia menatap kembali kartu di tangannya, benda ini bukan hanya sekedar alat untuk berbelanja melainkan simbol kekuasaan dan keberanian yang baru saja ia dapatkan.

Saat ia melangkah ke teras, maya muncul dari dalam garansi, dengan wajah ceria ia melambaikan tangannya. "Nyonya, mobilnya sudah siap! " teriaknya sambil menunjukkan sebuah mobil sedan hitam yang nampak berkilau.

Kinara tertawa lirih, ia tidak menduga jika maya sudah ada di depan mendahului nya, nampaknya pelayan pribadinya itu juga tidak kalah semangat dari dirinya.

Kinara lantas mengangguk, lalu berjalan mendekat ke arahnya, di sana ada pak dandi juga yang menunggu dengan seorang supir.

"Aku tidak tahu kau sudah ada duluan di sini maya, ku pikir kau masih bersiap- siap. "

Maya kontan tersenyum malu. "Untuk orang seperti saya tidak perlu memakan waktu banyak untuk bersiap- siap nyonya, lagipula saya tidak enak jika nyonya harus menunggu saya. "

Kinara menatap gadis berusia dua puluhan itu sambil mengusap tangannya, maya yang malang. Dalam ingatannya di dalam novel ini, setelah kinara wijaya meninggal, keadaan maya begitu memprihatinkan, dia di tuduh meracuni sarah karena ingin membalas dendam atas kematian kinara, lalu dia penjara dan meninggal di dalam penjara itu tanpa ada siapapun yang memperdulikan nya.

Begitu besar pengorbanan dan kesetiaan nya untuk kinara wijaya. Dalam hati kinara berjanji untuk kehidupan yang telah berubah ini, ia akan memberikan kehidupan bahagia untuk pelayan setianya itu.

"Maya berjanji lah untuk tetap selalu berada di samping ku. "

Maya mengangguk. "Tentu saja nyonya. Sejak pertama datang, saya di sini ada untuk melayani anda. "

Kinara tersenyum. "Baiklah, sekarang ayo kita berbelanja. Pak dandi, mana kunci mobilnya? "

"Apa maksud nyonya? tentu anda akan berangkat bersama supir. " ucap pria tua itu.

"Itu tidak di perlukan. Biar aku yang mengemudikan mobilnya sendiri. " tukas kinara.

"Nyonya anda benar ingin mengemudikan mobil sendiri? " sahut maya ikut terkejut

"Tapi bukankah anda tidak bisa mengendarai mobil? " ujar pak dandi, terlihat meragukan.

"Kata siapa aku tidak bisa? " kinara melirik angkuh. "Aku bahkan memiliki surat ijinnya. Jadi sekarang mana kunci mobilnya. "

Ia menggerakkan tangan ke arah pak dandi sebagai isyarat, tampak pria berusia senja itu menghela nafasnya.

"Ah sudahlah turuti saja kemauannya. " gumam pak dandi dalam hatinya lalu menyerahkan kunci mobil itu.

Wajah kinara yang berseri, menyeringai lebar. "Let's Go maya, hari ini kita akan bersenang-senang! "

Di tempat lain, ada kenantra yang sejak tadi memperhatikan tingkah laku kinara di bawah melalui jendela kamar nya. Tatapannya yang selalu datar kini seperti tersirat oleh sesuatu, perasaan yang dia sendiri tidak tahu.

"Aku kesini untuk menjadi menantu keluarga ini, bukan menjadi seorang budak! "

Ucapan kinara beberapa saat lalu kini masih saja terngiang di kepala, Kata-kata yang akhirnya membuat seorang kenantra yang terkenal memiliki hati beku, jadi luluh dan akhirnya memberikan black cardnya kepada gadis itu.

"Austin." panggilnya pada sang asisten yang sejak tadi berdiri di belakang.

"Ya tuan. "

"Ceritakan padaku, apa saja yang sudah terjadi selama aku tidak ada di sini. "

"Tentu banyak tuan, sekarang nyonya dan tuan besar lebih sering menghabiskan waktu di mansion, mereka--"

"Bukan itu maksud ku. "

"Lalu tuan? " dahulu Austin mengkerut tak paham.

"Soal dia. "

"Oh, nyonya sarah, dia--"

"Ck, Austin, memangnya umur mu berapa sekarang sampai tidak tahu siapa yang aku maksud? " potong kenantra, melirik kesal.

Austin seketika terperanjat, di garuk nya kepala yang tidak gatal. Setau dia, sang tuan memang terlihat menaruh hati pada sarah, jadi dia mengira kenantra sedang menyinggung soal wanita itu.

"Lalu " dia " siapa yang anda maksud? "

"Tentu saja kinara, istri ku! " Kenantra agak berdeham sejenak dengan wajah canggung saat menyebutkan kata "istri ku".

" Oh nyonya kinara. Maaf tuan saya tidak langsung peka, karena saya pikir anda selama ini tidak pernah peduli padanya. "

Kenantra terdiam. Benarkah ia setidak peduli itu pada istrinya?

Lalu setelah itu mengalir lah cerita dari mulut Austin tentang kehidupan kinara di mansion ini selama kenantra tidak ada.

Mendengar soal kinara yang selalu mendapatkan perlakuan tidak adil dan semena- mena bahkan dari para pelayannya sendiri, membuat kenantra merasa geram. Apalagi mama nya juga menjadi salah satu orang yang paling terlibat dalam kesengsaraan hidup istrinya.

"Baiklah, tak usah di terus kan lagi. Aku paham. " potong Kenantra kemudian, lantas membuat Austin langsung menutup mulut.

"Sekarang dia sedang berbelanja. Kirimkan lah bodyguard untuk berjaga-jaga dari jarak jauh, jangan sampai ketauan. Dan kirim kan lah pada ku pengeluarannya melalui black card itu. "

"Baik tuan. "

Kenantra tidak tahu kepedulian yang datang secara tiba-tiba untuk gadis itu, entah datang dari mana. Namun satu hal yang ia sadari, dirinya mulai tertarik untuk menelusuri tentang kinara wijaya lebih dalam.

ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ

Sesampainya di mall, kinara melangkah keluar dari mobilnya dengan percaya diri. dengan kacamata hitam bertengger dan tas coklat branded yang melengkapi penampilan nya, ia berjalan anggun bak model papan atas. Dia merasakan tatapan para pengunjung mall yang tertuju ke arahnya, ada yang terpesona, ada juga yang melirik skeptis. Namun semua itu ia abaikan, kini yang ada di pikirannya adalah merayakan kehidupan barunya ini dengan berbelanja sebanyak mungkin.

"Kita akan kemana dulu nyonya? " tanya Maya dengan antusias.

Kinara memandangi deretan toko- toko, lalu matanya berhenti di sebuah butik mewah. "Kita akan kesana, maya! aku membutuhkan beberapa pakaian baru. Pakaian yang layak untuk seorang nyonya! "

Begitu langkah mereka memasuki butik, pelayan menyambut dengan senyuman lebar. "Selamat datang nyonya, ada yang bisa kami bantu? "

Kinara tersenyum, ia membuka kacamata hitamnya. "Tentu,saya ingin melihat gaun terbaru yang kalian punya. yang paling mencolok dan elegan. "

"Baik mari ikuti saya. " kinara dan maya mengikuti si pelayan toko itu.

Satu persatu, gaun- gaun indah ditunjukkan ke hadapan kinara, begitu ia mencoba ia merasa seperti ratu yang sedang berusaha menemukan mahkotanya.

Selain gaun, baju sehari- hari juga ia pilih, sepatu, mantel, tas dan banyak lainnya. Ia juga memerintahkan maya untuk memilih bagiannya, meski awalnya gadis itu menolak segan, kinara sedikit memaksanya.

"Anggap lah ini sebagai hadiah dari ku untuk mu maya. " Setelah kinara mengatakan itu barulah maya membeli beberapa setel baju untuknya sendiri.

Tak terasa waktu berjalan seperti arus sungai. Mereka keluar dengan banyak membawa tas belanjaan.

"Setelah ini kita ke restoran maya, aku lapar."

"Baik nyonya. "

Saat mereka sedang berjalan santai, tiba-tiba saja kinara merasa seperti ada yang mengawasi. ia melihat ke lalu lalang orang-orang, instingnya mengatakan jika sekarang dia sedang di ikuti.

"Ikuti aku maya! " kinara menarik tangan maya, mereka bersembunyi di balik sebuah tembok besar.

"Ada apa nyonya? "

"Kau tunggu di sini. " Kinara keluar dari balik tembok, saat ia melihat dua pria berbadan besar, sontak ia berbalik menyamakan kehadiran nya di tengah orang-orang.

"Eh kemana larinya dia? " ucap salah satu di antara pria itu.

"Sudah ku bilang kan untuk tidak terlalu mencolok, tuan kenantra menugaskan kita untuk menjaganya dari jarak jauh saja. "

Mendengar ucapan dua pria berbadan besar itu, Kinara tak bisa menyembunyikan senyum nya. Apa sekarang, suami dinginnya itu mulai tertarik padanya?

*

*

*

Bersambung

Terpopuler

Comments

Jamayah Tambi

Jamayah Tambi

Baru tau aura Kinara/Tongue/

2025-02-28

0

Uthie

Uthie

Sukkkaaaa... ceritanya 👍👍👍😍😍😍

2024-12-19

2

lihat semua
Episodes
1 Episode 01: Memasuki tubuh istri yang teraniaya
2 Episode: 02: Berniat mengubah jalan cerita
3 Episode : 03: menantu durhaka or mertua durjana?
4 Episode : 04: Membuat pelayan itu tunduk
5 Episode 05: sekarang aku lah antagonis nya
6 Episode 06: keributan di pagi hari
7 Episode 07: Aku adalah kinara wijaya, istri sah mu!
8 Episode 08: suami dinginnya itu mulai tertarik
9 Episode 09: menjahili suami sok cuek
10 Episode 10: Hukuman
11 Episode 11 : Gengsi bilang pak
12 Episode 12 : Suaminya marah
13 Episode 13 : Naiklah ke punggung ku
14 Episode 14: Kenantra mesum!
15 Episode 15: Ingin melihat sisi lain dari mu
16 Episode 16: hati yang sama-sama patah
17 Episode 17: perkara eskrim dan Choco pie
18 Episode 18: Beraninya main keroyokan.
19 Episode 19 : meminta cerai
20 20 : Undangan pesta ulang tahun nenek
21 Episode 21 : ku bilang hapus, atau aku yang menghapusnya?
22 Episode 22 : Bertemu Claudia
23 23 : Berdansa bersama
24 24: Ada sesuatu yang di sembunyikan
25 Episode 25 : Claudia kena getahnya
26 Episode 26 : kebohongan
27 Episode 27 : Salah paham
28 Episode 28 : Kinara pergi
29 Episode 29 : Kinara tak ada di mansion
30 Episode 30 : memberi pelajaran pada Kenantra
31 Episode 31 : Frustasinya Kenantra
32 Episode 32 : Kenan ke kediaman wijaya
33 Episode 33 : Si cabe datang
34 Episode 34 : Balik atau enggak?
35 Episode 35 : Ketahuan?
36 Episode 36 : Kenantra kenapa?
37 Episode 37 : Kenan masuk rumah sakit
38 Episode 38 : mimpi buruk
39 Bab : 39
40 Bab : 40
41 Bab : 41
42 Bab : 42
43 Bab : 43
44 Bab : 44
45 Bab : 45
46 Bab : 46
47 Bab 47: Alasan Kenantra bersikap dingin
48 Bab 48 : deeptalk
49 Bab : 49
50 Bab : 50
51 Bab : 51
52 Bab : 52
53 Bab : 53
54 Bab : 54
55 Bab : 55
56 Bab : 56
57 Bab : 57
58 Bab : 58
59 Bab : 59
60 Bab : 60
61 Bab : 61
62 Bab : 62
63 Bab : 63
64 Bab : 64
65 Bab : 65
66 Bab : 66
67 Bab : 67
68 Bab : 68
69 Bab : 69
70 Bab : 70
71 Bab : 71
72 Bab : 72
73 Bab : 73
74 Bab : 74
75 Bab : 75
76 Bab : 76
77 Bab : 77
78 Pengumuman : promosi karya baru
Episodes

Updated 78 Episodes

1
Episode 01: Memasuki tubuh istri yang teraniaya
2
Episode: 02: Berniat mengubah jalan cerita
3
Episode : 03: menantu durhaka or mertua durjana?
4
Episode : 04: Membuat pelayan itu tunduk
5
Episode 05: sekarang aku lah antagonis nya
6
Episode 06: keributan di pagi hari
7
Episode 07: Aku adalah kinara wijaya, istri sah mu!
8
Episode 08: suami dinginnya itu mulai tertarik
9
Episode 09: menjahili suami sok cuek
10
Episode 10: Hukuman
11
Episode 11 : Gengsi bilang pak
12
Episode 12 : Suaminya marah
13
Episode 13 : Naiklah ke punggung ku
14
Episode 14: Kenantra mesum!
15
Episode 15: Ingin melihat sisi lain dari mu
16
Episode 16: hati yang sama-sama patah
17
Episode 17: perkara eskrim dan Choco pie
18
Episode 18: Beraninya main keroyokan.
19
Episode 19 : meminta cerai
20
20 : Undangan pesta ulang tahun nenek
21
Episode 21 : ku bilang hapus, atau aku yang menghapusnya?
22
Episode 22 : Bertemu Claudia
23
23 : Berdansa bersama
24
24: Ada sesuatu yang di sembunyikan
25
Episode 25 : Claudia kena getahnya
26
Episode 26 : kebohongan
27
Episode 27 : Salah paham
28
Episode 28 : Kinara pergi
29
Episode 29 : Kinara tak ada di mansion
30
Episode 30 : memberi pelajaran pada Kenantra
31
Episode 31 : Frustasinya Kenantra
32
Episode 32 : Kenan ke kediaman wijaya
33
Episode 33 : Si cabe datang
34
Episode 34 : Balik atau enggak?
35
Episode 35 : Ketahuan?
36
Episode 36 : Kenantra kenapa?
37
Episode 37 : Kenan masuk rumah sakit
38
Episode 38 : mimpi buruk
39
Bab : 39
40
Bab : 40
41
Bab : 41
42
Bab : 42
43
Bab : 43
44
Bab : 44
45
Bab : 45
46
Bab : 46
47
Bab 47: Alasan Kenantra bersikap dingin
48
Bab 48 : deeptalk
49
Bab : 49
50
Bab : 50
51
Bab : 51
52
Bab : 52
53
Bab : 53
54
Bab : 54
55
Bab : 55
56
Bab : 56
57
Bab : 57
58
Bab : 58
59
Bab : 59
60
Bab : 60
61
Bab : 61
62
Bab : 62
63
Bab : 63
64
Bab : 64
65
Bab : 65
66
Bab : 66
67
Bab : 67
68
Bab : 68
69
Bab : 69
70
Bab : 70
71
Bab : 71
72
Bab : 72
73
Bab : 73
74
Bab : 74
75
Bab : 75
76
Bab : 76
77
Bab : 77
78
Pengumuman : promosi karya baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!