Episode : 04: Membuat pelayan itu tunduk

"Heh anak kampungan! dulu menatap ku saja bahkan kau tidak berani, sekarang setelah tenggelam di dalam kolam kau jadi sok pemberani seperti ini ya?! " hardik Marisa yang kesal.

Bayangan soal kehidupan kinara wijaya kembali berputar di kepalanya, kinara bisa melihat bagaimana dulu kelakuan Marisa padanya, benar- benar menunjukkan sifat mertua yang sangat dzolim.

"Ck, ck kinara wijaya. Jika aku jadi dirimu, sudah lama ku robek mulut si tua bangka ini. " batin kinara dalam hatinya.

"Kenapa kau diam saja? merasa bersalah sekarang? cepat, minta maaf padaku! "

Kinara mengerutkan dahi. "Meminta maaf untuk apa? aku bahkan tidak mengerahkan seluruh kekuatan ku saat balas menampar mu tadi, " katanya dengan kedua tangan terlipat di depan dada.

Marisa merasa amarah menggelegak di dalam dadanya. "Sudah semakin kurang ajar kau rupanya!Kau ini benar-benar anak yang tidak tahu di untung, memangnya apa bagusnya kau hah? kau hanya pengganti kakakmu, di rumah ini pun kau tidak lebih dari seorang sandera. Harusnya kau jaga tingkah dan perilaku mu! "

"Lalu bagaimana dengan kalian? apakah perilaku kalian sudah baik terhadap ku? di luar kau berlagak seperti seorang mertua idaman yang baik pada menantu nya padahal di dalam kau memperlakukan ku seperti ini. Coba bayangkan bagaimana jika orang-orang di luar sana tahu tentang sifat aslimu yang sebenarnya? apa reaksi mereka? " Kinara menyeringai.

Mata Marisa terbelalak kaget. "Kau? sudah mulai berani mengancam ku ya! " tangannya yang keriput hendak memberikan tamparan kembali ke wajah kinara, namun tanpa di duga gerakannya tertahan di udara, saat mereka melihat ke arah yang sama, Kenantra sudah berdiri di sana menahan tangan wanita itu.

"Cukup mah! " kenantra berbicara dingin. "Beginikah kelakuan mama jika tidak ada aku? "

Marisa mendengus culas, di tariknya tangannya kembali. "Mama hanya menegur istrimu, untuk menjaga nama baik keluarga besar kita."

"Aku bisa mengurus nya. Mama kembalilah ke pesta, " tukas kenan dengan masih tetap tenang.

Marisa tak membalas lagi, dan melengos pergi dari sana. Kenan menatap kepergian mamanya sesaat lalu kembali menatap ke arah Kinara.

"Cih, jangan sok peduli padaku! " desis kinara membuang muka.

"Siapa yang peduli padamu? aku hanya tidak ingin mendengar keributan yang mengganggu ketenangan ku di luar, " alibi Kenan, suaranya rendah dan serak.

"Memangnya seribut apa sih sampai menganggu ketenangan suami yang baru memasuki kamar istrinya setelah dua tahun pernikahan ini? " Kinara balas mencibir.

Kenan tak menjawab lagi, dia dekatkan kepalanya ke arah gadis berbadan mungil itu membuat kinara memandang waspada.

Tanpa aba- aba kenan menarik wajah Kinara, membingkai pipi wanita itu dengan tangannya, seolah sedang mengecek keadaan kinara.

"Apa yang kau lakukan? " Kinara bertanya tajam.

"Pak Dandi! " tanpa mengindahkan pertanyaan kinara, Kenan justru berteriak memanggil kepala pelayan mansion.

Sekonyong-konyong, pak Dandi segera menghampiri dengan tergesa-gesa. "Iya tuan muda. "

"Ambilkan saya kotak p3k! " titah Kenan dengan matanya yang tak lepas menatap Kinara.

"Baik! " pak Dandi segera berlari mengambilkan barang yang di minta tuan mudanya.

"Ck, pria kaku ini sebenarnya mau apa sih? mau sok peduli apa gimana? " batin kinara, menunjukkan rona wajah tak suka.

"Ini tuan muda, kotak p3k yang anda minta. " Pak dandi kembali tak berapa lama kemudian bersama kotak obat di tangannya.

Kenan mengambilnya lalu bahasa tubuhnya memberikan perintah untuk pak dandi keluar. Setelah hanya ada mereka berdua di kamar itu, kenan menuntun kinara duduk.

"Duduk! "

"Aku tidak mau! "

"Ku bilang duduk! " entah karena gemas atau kesal, kenan dengan sekali tarikan tangan berhasil membuat kinara duduk di hadapannya.

"Ck, dasar pria kaku pemaksa... " lirih Kinara hampir seperti bisikan yang tak terdengar.

Tapi bagi kenan yang memiliki indera pendengaran tajam bisa mendengar jelas apa yang di ucapkan istrinya itu.

"Aku masih bisa mendengar umpatan mu."

Kinara melengos. "memangnya aku mengumpat apa? " nada bicaranya seperti orang menantang.

Kenan mengangkat wajah. "Pria kaku pemaksa. Apakah seperti itu penilaian mu terhadap ku selama ini? "

"Entah.Bagi seorang istri yang selalu di abaikan suaminya selama dua tahun pernikahan ini, aku tak memiliki penilaian terhadap suami ku sendiri. Yaaa bagaimana mau menilai, suaminya saja bahkan tak pernah menganggap nya ada. " Nada bicara kinara di buat sesantai mungkin tapi dia tahu kata- katanya itu pasti bakal begitu menusuk untuk kenan. Biarlah, biar suami dinginnya ini sadar karena telah menyia- nyiakannya selama ini.

Kenan bergeming namun hanya sebentar, tak ada ekspresi di wajah tampan itu, dia tetap tenang seolah perkataan kinara tadi bukanlah apa- apa.

"Entah dari mana kau mendapatkan keberanian seperti ini, " ujarnya mengambil salep di dalam kotak obat.

Kinara menggidikkan bahu. "Semua bisa berubah, entah orang atau keadaan. "

Kenan mengangguk. "Kau benar. " ia menarik wajah Kinara kembali memberikan salep luka di wajahnya yang memar memerah.

Karena perlakuan yang tiba-tiba itu membuat kinara hampir menahan nafas selama beberapa saat. Setelah memberikan salep, kenan berdiri dan tidak banyak bicara lagi.

Pria itu keluar meninggalkan Kinara dengan kebingungan.

"Apa- apaan ini? kenapa dia mendadak berubah perhatian gini?! " Kinara geleng-geleng kepala, pria itu memang seperti bunglon tidak bisa di tebak.

...----------------...

Dari awal kinara melihat Kenantra, dia sudah tahu jika pria itu adalah suami pemilik raga yang di tempatinya ini. Itu semua berkat bayangan masa lalu kehidupan kinara wijaya yang terkadang muncul di kepalanya.

Setahu kinara, kenantra adalah pria yang dingin dan cuek, dia hanya peduli pada dirinya sendiri. Saat mengetahui sarah kabur sebelum hari pernikahan mereka, kenan juga tak berbuat apa-apa untuk mencari wanita itu, dan saat orang tua sarah mengusulkan kinara untuk menggantikan posisi sarah sementara, Kenan juga menerimanya itu semua jelas karena ambisinya.

Setelah pesta pernikahan pun tak ada malam pertama bagi mereka, Kinara ingat saat itu kenan langsung pergi meninggalkan nya di kamar pengantin sendirian. Dia sibuk mengembangkan perusahaan nya dan hanya pulang beberapa kali dan jika pun pulang, dia tak pernah menganggap istrinya ada.

Semakin dipikirkan semakin kinara mengenal lebih dalam sosok kinara wijaya, raga yang di tempatinya ini.

"Ahh, sekarang lupakan dengan suami sok cuek itu, aku akan hidup dengan bebas! " Dia sudah bertekad untuk menghindari konflik apapun yang akan terjadi di novel ini. Kinara hanya ingin bebas dan berfoya-foya.

Pagi hari, Kinara keluar kamar, setelah di bantu Maya bersiap. Dia tampil cantik dengan gaun selutut berwarna coklat dengan motif bunga daisy.

Hal yang pertama kali dia lakukan setelah keluar kamar adalah memanggil seorang pelayan di mansion ini.

Namun pelayan wanita itu nampak ogah- ogahan menghampiri nya.

"Ada apa kau memanggil ku?" katanya dengan nada ketus.

Kinara sontak mengernyitkan dahi. "Jadi begini perlakuan yang selama ini kau dapatkan di mansion ini kinara? pantas, kau bahkan tidak di hormati oleh pelayan mu sendiri. Baiklah aku akan membuat mereka tunduk padamu mulai hari ini. "

Kinara bergumam dalam hati lantas menyeringai dingin.

*

*

*

Bersambung

Terpopuler

Comments

Land19

Land19

berharap untuk kedepannya masih sama kaya gini ya Nara, jangan terpengaruh perasaan nya

2025-03-28

1

MashMellow🍭

MashMellow🍭

mulalah kisah yang akan jadi suami yg posesif🤣🤣🤣

2025-02-12

0

Jamayah Tambi

Jamayah Tambi

Pelayan belagak lebih dari tuan rumah.

2025-02-28

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 01: Memasuki tubuh istri yang teraniaya
2 Episode: 02: Berniat mengubah jalan cerita
3 Episode : 03: menantu durhaka or mertua durjana?
4 Episode : 04: Membuat pelayan itu tunduk
5 Episode 05: sekarang aku lah antagonis nya
6 Episode 06: keributan di pagi hari
7 Episode 07: Aku adalah kinara wijaya, istri sah mu!
8 Episode 08: suami dinginnya itu mulai tertarik
9 Episode 09: menjahili suami sok cuek
10 Episode 10: Hukuman
11 Episode 11 : Gengsi bilang pak
12 Episode 12 : Suaminya marah
13 Episode 13 : Naiklah ke punggung ku
14 Episode 14: Kenantra mesum!
15 Episode 15: Ingin melihat sisi lain dari mu
16 Episode 16: hati yang sama-sama patah
17 Episode 17: perkara eskrim dan Choco pie
18 Episode 18: Beraninya main keroyokan.
19 Episode 19 : meminta cerai
20 20 : Undangan pesta ulang tahun nenek
21 Episode 21 : ku bilang hapus, atau aku yang menghapusnya?
22 Episode 22 : Bertemu Claudia
23 23 : Berdansa bersama
24 24: Ada sesuatu yang di sembunyikan
25 Episode 25 : Claudia kena getahnya
26 Episode 26 : kebohongan
27 Episode 27 : Salah paham
28 Episode 28 : Kinara pergi
29 Episode 29 : Kinara tak ada di mansion
30 Episode 30 : memberi pelajaran pada Kenantra
31 Episode 31 : Frustasinya Kenantra
32 Episode 32 : Kenan ke kediaman wijaya
33 Episode 33 : Si cabe datang
34 Episode 34 : Balik atau enggak?
35 Episode 35 : Ketahuan?
36 Episode 36 : Kenantra kenapa?
37 Episode 37 : Kenan masuk rumah sakit
38 Episode 38 : mimpi buruk
39 Bab : 39
40 Bab : 40
41 Bab : 41
42 Bab : 42
43 Bab : 43
44 Bab : 44
45 Bab : 45
46 Bab : 46
47 Bab 47: Alasan Kenantra bersikap dingin
48 Bab 48 : deeptalk
49 Bab : 49
50 Bab : 50
51 Bab : 51
52 Bab : 52
53 Bab : 53
54 Bab : 54
55 Bab : 55
56 Bab : 56
57 Bab : 57
58 Bab : 58
59 Bab : 59
60 Bab : 60
61 Bab : 61
62 Bab : 62
63 Bab : 63
64 Bab : 64
65 Bab : 65
66 Bab : 66
67 Bab : 67
68 Bab : 68
69 Bab : 69
70 Bab : 70
71 Bab : 71
72 Bab : 72
73 Bab : 73
74 Bab : 74
75 Bab : 75
76 Bab : 76
77 Bab : 77
78 Pengumuman : promosi karya baru
Episodes

Updated 78 Episodes

1
Episode 01: Memasuki tubuh istri yang teraniaya
2
Episode: 02: Berniat mengubah jalan cerita
3
Episode : 03: menantu durhaka or mertua durjana?
4
Episode : 04: Membuat pelayan itu tunduk
5
Episode 05: sekarang aku lah antagonis nya
6
Episode 06: keributan di pagi hari
7
Episode 07: Aku adalah kinara wijaya, istri sah mu!
8
Episode 08: suami dinginnya itu mulai tertarik
9
Episode 09: menjahili suami sok cuek
10
Episode 10: Hukuman
11
Episode 11 : Gengsi bilang pak
12
Episode 12 : Suaminya marah
13
Episode 13 : Naiklah ke punggung ku
14
Episode 14: Kenantra mesum!
15
Episode 15: Ingin melihat sisi lain dari mu
16
Episode 16: hati yang sama-sama patah
17
Episode 17: perkara eskrim dan Choco pie
18
Episode 18: Beraninya main keroyokan.
19
Episode 19 : meminta cerai
20
20 : Undangan pesta ulang tahun nenek
21
Episode 21 : ku bilang hapus, atau aku yang menghapusnya?
22
Episode 22 : Bertemu Claudia
23
23 : Berdansa bersama
24
24: Ada sesuatu yang di sembunyikan
25
Episode 25 : Claudia kena getahnya
26
Episode 26 : kebohongan
27
Episode 27 : Salah paham
28
Episode 28 : Kinara pergi
29
Episode 29 : Kinara tak ada di mansion
30
Episode 30 : memberi pelajaran pada Kenantra
31
Episode 31 : Frustasinya Kenantra
32
Episode 32 : Kenan ke kediaman wijaya
33
Episode 33 : Si cabe datang
34
Episode 34 : Balik atau enggak?
35
Episode 35 : Ketahuan?
36
Episode 36 : Kenantra kenapa?
37
Episode 37 : Kenan masuk rumah sakit
38
Episode 38 : mimpi buruk
39
Bab : 39
40
Bab : 40
41
Bab : 41
42
Bab : 42
43
Bab : 43
44
Bab : 44
45
Bab : 45
46
Bab : 46
47
Bab 47: Alasan Kenantra bersikap dingin
48
Bab 48 : deeptalk
49
Bab : 49
50
Bab : 50
51
Bab : 51
52
Bab : 52
53
Bab : 53
54
Bab : 54
55
Bab : 55
56
Bab : 56
57
Bab : 57
58
Bab : 58
59
Bab : 59
60
Bab : 60
61
Bab : 61
62
Bab : 62
63
Bab : 63
64
Bab : 64
65
Bab : 65
66
Bab : 66
67
Bab : 67
68
Bab : 68
69
Bab : 69
70
Bab : 70
71
Bab : 71
72
Bab : 72
73
Bab : 73
74
Bab : 74
75
Bab : 75
76
Bab : 76
77
Bab : 77
78
Pengumuman : promosi karya baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!