Kerja tugas bareng

Nathan yang sudah sampai di kediaman caca kagum melihat mansion caca.mansion yang sangat luas dengan pagar yang sangat tinggi.

"Gue udah duga,caca bukan orang sembarangan."gumam nathan.

"Cari siapa den."ucap pak satpam ramah menghampiri nathan.

"apa benar ini mansion caca pak?"tanya nathan.

"iya benar nak,teman nya caca yah?"tanya balik pak satpam.

"iya pak."jawab nathan.

"tunggu sebentar yah den,bapak tanya dulu caca nya."ucap pak satpam.

"iya pak,bilang aja nathan yang datang."sahut nathan.

"iya nak,tunggu sebentar yah."pamit pak satpam di angguki nathan.

"gue fikir pak satpam nya galak seperti pak satpam lainnya."gumam nathan.

Beberapa saat pak satpam menghampiri nathan lalu membukankan pintu gerbang.

"silahkan masuk nak,nona caca sudah menunggu nak nathan."ucap pak satpam.

"terimah kasih pak."ucap nathan lalu memasukkan motornya kedalam lingkup mansion caca.

sedangkan pak satpam tersenyum melihat nathan. "saya kira nona caca pilih pilih teman."ucap pak satpam dalam hati yang mengira nathan orang yang tak punya.

"Gue kira lo nggak datang."ucap caca pada nathan.

"masa nggak datang sih."ucap nathan membuka helm nya dan memperbaiki kaca mata bulatnya.

"yuk masuk ke dalam rumah sederhana aku."ucap caca.

"sederhana apanya ca',ini mah seperti di negri dongeng.aku seperti masuk di negeri dongeng tau."ungkap nathan yang membuat caca terkekeh.

"hehe, yuk masuk.kita belajar di taman aja yah."ucap caca sambil berjalan melangkan kakinya.

"di atas genteng pun nggak apa apa ca."canda nathan.

"kamu sekarang bisa bercanda yah."ucap caca terkekeh.

"hehe nggak juga ca."ucap nathan.

"Dah sampai."ucap caca saat sampai pada taman mini nya yang memeliki gazebo yang lumayan besar untuk bisa ngumpul bareng keluarga.

"nyaman."ucap nathan menatap gazebo.

Mereka berdua langsung duduk di taman,caca juga sudah menyiapkan buku nya.

"Ini minum nya non den."ucap bibi rati. menghampiri mereka berdua membawa cemilan dan jus buah.

"makasih bi."ucap caca.

"makasih bi."sahut nathan.

"iya sama sama,kalau begitu saya permisi kebelakan."pamit bibi rati di angguki mereka.

"kamu suka jus nanas juga yah ca?"tanya nathan pada caca yang menyeruput jus nanas.

"iya nat,lo juga?"tanya caca balik.

"iya ca."jawab nathan.

"wah gue nggak nyangka.kerjain yuk agar cepat selesai nih tugas."ucap caca.

"iya ca."jawab nathan lalu mengeluarkan buku buku nya kemudian mereka mulai mengerjakan tugas mereka.

Novia yang melihat bibi rati yang dari gazebo mengerutkan keningnya,kemudia menghampirinya.

"Dari mana bi?"tanya novia pada bibi rati.

"dari nganterin jus dan cemilan untuk non caca dan teman nya nyonya."jawab bi rati.

"oh teman nya sudah datang yah."ucap novia.

"iya nyonya,barusan."ucap bi rati.

"ya udah deh kamu lanjut kerja nya..bi kamu siapkan makan malam yang spesial yah."ucap novia.

"Emang ada tamu nyah?"tanya bi rati.

"itu tamu nya teman caca,saya mau ajak dia makan malam."jawab novia.

"oh gitu,kalau gitu saya kebelakan nyah."pamit bi rati.

"iya bi."ucap novia mengangguk."samperin ah."ucap novia menyamperin caca.

Tapi belum sampai novia menghentikan langkah nya,dia melihat caca lagi serius banget kerja tugas.gak enak gangguinnya,pikir novia

Novia yang penasaran dengan nathan tak bisa melihatnya,karena hanya punggung nya saja yang bisa dia lihat.

"Tunggu sebentar aja deh."ucap novia,novia mendapatkan ide langsung mengeluarkan ponselnya mengirim pesan pada caca.

(***Caca imut***)

Isi pesan novia pada caca

"kenapa yah aku excited banget yah,padahal aku belum pernah ketemu sama teman nya caca."ucap novia dalam hati.

Ting!suara notifikasi ponsel caca.

"Gue balas chat dulu yah nat."ucap caca.

"iya ca."ucap nathan tanpa menoleh masih fokus dengan catatan nya.

Caca yang melihat pesan dari bundanya geleng geleng kepala.

"Ada ada jih si bunda ini."ucap caca dalam hati.kemudian caca belajar kembali bersama nathan.

"Mah papa mau izin yah."ucap zidan izin pada istri nya.

"papa mau ke luar kota lagi."ucap dinda tanpa menoleh pada suaminya yang masih merias wajahnya.

"iya mah."jawab zidan.

"kapan pah?"tanya dinda.

"sebenar nya papa berangkat malam ini,tapi papa undur jadi besok papa berangkat nya."jawab zidan.

"oh ya udah papa pergi aja,tapi transferkan mama uang yah.mama mau ke salon buat perawatan."ucap dinda.

"Papa kan sudah kirim ke mama minggu lalu buat satu bulan."ucap zidan heran dengan kelakuan istri nya yang boros.

"sudah habis pah,mama pakai shopping pah."awab santai dinda yang membuat zidan geleng geleng kepala.

"iya iya mah,nanti papa transfer ka mama."pasrah zidan.

"gitu dong pah,mama cantik juga papa yang senang."sahut dinda.

Tok tok tok.

"Pah bukain pintu dong,mama masih belum selesai nih."ucap dinda pada suami nya yang membuat zidan kesal tapi dia tetap melakukannya.

ceklek..pintu terbuka

"Ada bi?"tanya zidan pada pembantu nya yang bernama nely.

"makan malam sudah siap tuan,den rangga juga sudah menunggu tuan dan nyonya."jawab nely.

"baiklah saya akan ke bawa."ucap zidan.

"kalau begitu saya permisi tuan."ucap nely di angguki zidan.

Nely pun meninggalkan zidan,zidan yang melihat nely semakin jauh tersenyum miring

"Si nely cantik juga kalau di lihat lihat,gunung kembar nya pun lumayan di genggaman ku."ucap zidan tersenyum mesum.

"Siapa pah."ucap dinda tiba tiba di samping zidan yang membuat zidan kaget.

"ih mama bikin kaget aja."ucap zidan mengelus dada nya.

"papa nggak usah lebay deh..siapa tadi pah."ucap dinda.

"nely mah,makan malam telah siap.yuk kita turun rangga juga sudah nunggu kita."ajak zidan di angguki dinda.mereka berdua menuju meja makan menggunakan lift.

"lama benget sih kalian,bikin adek buat rangga dulu yah."kesal rangga menunggu kedua orang tua nya.

"sembarangan kamu kalau bilang."sinis zidan pada anak nya.

"habis nya kalian lama benget."kesal rangga.

"tanyain mama kamu,dia lama banget dandan nya."ucap zidan.

"sudah sudah,kalian makan nggak usah banyak ngomong."lerai dinda.

Mereka pun makan malam bersama,zidan yang mengingat pesan yang dari seseorang langsung bertanya pada rangga.

"Rangga apa kah pernah mengganggu seseorang?"tanya zidan pada rangga di sela sela makan nya.

Rangga terdiam dia mengingat nathan."nggak pah."ucap nya bohong.

"Emang kenapa pah."sahut dinda.

"Para pemegang saham menarik semua sahamnya mah."jawab zidan yang membuat mereka kaget.

"Kenapa bisa pah,ya ampun..terus masalah nya dengan rangga apa?"tanya dinda.

"Mereka mengirim ini mah."ucap zidan memperlihatkan pesan.

"Rangga jawab jujur mamah siapa yang kamu sudah celakai hingga perusahaan hampir gulung tikar hah."kesal dinda.

"Sumpah mah,rangga nggak tau.rangga gak pernah salah,lagian rangga juga tidak kenal dengan pemegang saham mah."ucap rangga mengelak.

"Terus kenapa dia mengirim ini,papa pusing memikirkan perusahaan.pokok nya kamu harus bantu papa lusa tidak ada bantahan atau fasilitas papa akan tarik."ancam zidan.

Rangga yang kaget mendengar ancaman papanya,papa nya selalu serius dengan ancaman nya.Rangga menoleh pada mamanya meminta bantuan.

"Nggak,mama nggak akan bantu kamu."tolak tegas dinda.

Rangga akhir nya pasrah.

"*Siapa yah yang gue gangguin,atau si cupu itu.mana mungkin sih,dia kan miskin."ucap rangga dalam hati*.

Episodes
1 Bab 1 Nathan Alister
2 Bab 2 Tunggu Tanggal mainnya
3 Bab 3 (Mengetahui sebuah fakta)
4 Alister
5 Bab 5 (Mendapatkan hukuman)
6 Bab 6 Bonus untuk pelayan
7 Bab 7 Murid baru
8 Bab 8 Berkenalan dengan nathan
9 Salah berteman
10 Teman pertama nathan
11 Motor legend nathan
12 Menemui ayah bunda
13 Cerita ke ayah bunda
14 Di bully kembali
15 Rahasia zidan
16 Cubitan untuk nathan
17 Memberikan sentilan pertama
18 Mengingat sahabat lama
19 Kerja tugas bareng
20 Kagum dengan nathan
21 Panggil saya bunda
22 Mengikuti nathan
23 Bukan nathan yang dulu?
24 Kejutan untuk zidan
25 Bertemu ayah bunda
26 Hamil?
27 Insiden kantin
28 Punya adik!
29 Bekal dari bunda
30 Misi pertama
31 Part 2
32 Membayar apa yang kalian lakukan
33 Aku sudah jatuh cinta?
34 Kevin pratama
35 Diskusi keluarga
36 Kesya vs nely
37 Rencana kesya
38 Melawan preman
39 Ngidamnya bunda novia
40 Ngobrol dengan kak mil
41 Rencana gagal
42 Di cuekin
43 Kecewa
44 Menajalankan Misi #caca
45 Mengetahui pengkhianat
46 Ajakan caca
47 Mengunjungi panti
48 Bertemu rani
49 Kabar bahagia untuk yuda
50 Menangkap pengkhianat
51 Penjelasan kesya
52 Cerita ke bunda
53 Cuekin nathan.
54 Tuduhan kesya
55 Hadiah untuk lusi
56 Tiba saatnya
57 Kejujuran nathan.
58 Part 2
59 Sahabat
60 Rumah pohon.
61 Di usir
62 Senang dan sedih
63 Ruangan BK
64 Kebenaran
65 Hukuman kesya
66 Menemuai dimas
67 Cari kesempatan
68 Kalakuan lili??
69 Menjemput rani dan kevin
70 Piknik!
71 Di keluarkan dari sekolah
72 Cerai
73 Rangga cuek pada kesya
74 Ingin meminta maaf?
75 Bermaafan
76 Bersungguh-sungguh
77 Putus
78 Kemarahan zidan
79 Menemui cindy
80 Gak mood
81 Kematian lisa
82 Menemui untuk terakhir kalinya.
83 Makam Nico dan Tasya
84 Berita terbaru
85 Cerai
86 Penangkapan Zidan
87 PHK
88 Jangan berubah!
89 Menemui lusi
90 Siksaan Zidan
91 Makan malam
92 Caca KDPS
93 Jadian?
94 Godaan dan gunjingan di pagi hari.
95 Penjelasan dimas!
96 Permintaan bunda novia
97 Lili & Manda
98 Marah pun tak bisa #RaditKevin.
99 Salting?
100 Ingin berubah?
101 Mendapatkan kerjaan
102 Butuh pelampiasan!
103 Apakah harus berubah?
104 Berubah!
105 Lusi di hadang.
106 Penjelasan Pratama Dirgantara
107 Ada apa dengan hati dimas?
108 Ada apa dengan rani?
109 Cerita rani
110 Kebenaran!
111 Kesedihan liam
112 Bekal untuk dimas
113 Tingkah kevin
114 Insiden
115 Kebenaran akan terungkap?
116 Terungkap.
117 Iri?
118 Membuat rani senang
119 Kematian zidan
120 Membantu liam
121 Bingung!
122 Syukuran rumah lusi.
123 Berdamai
124 Piknik kembali.
125 Jadian?
126 Meminta bantuan
127 Gugup?
128 Will you marry me?
129 Rencana manda
130 Akhirnya bertemu
131 Meminta restu.
132 Meminta restu part 2
133 Pergi untuk selamanya
134 Adik
135 Kepanikan kesya
136 Firasat buruk yura
137 Kekesalan marvel
138 Ganjal
139 Mode ngambek
140 Kacangin
141 Diam berarti bukan gak tahu!
142 Kangen
143 Aiden Nikolaus Aldebaran
144 Kedatangan karina dan bara
Episodes

Updated 144 Episodes

1
Bab 1 Nathan Alister
2
Bab 2 Tunggu Tanggal mainnya
3
Bab 3 (Mengetahui sebuah fakta)
4
Alister
5
Bab 5 (Mendapatkan hukuman)
6
Bab 6 Bonus untuk pelayan
7
Bab 7 Murid baru
8
Bab 8 Berkenalan dengan nathan
9
Salah berteman
10
Teman pertama nathan
11
Motor legend nathan
12
Menemui ayah bunda
13
Cerita ke ayah bunda
14
Di bully kembali
15
Rahasia zidan
16
Cubitan untuk nathan
17
Memberikan sentilan pertama
18
Mengingat sahabat lama
19
Kerja tugas bareng
20
Kagum dengan nathan
21
Panggil saya bunda
22
Mengikuti nathan
23
Bukan nathan yang dulu?
24
Kejutan untuk zidan
25
Bertemu ayah bunda
26
Hamil?
27
Insiden kantin
28
Punya adik!
29
Bekal dari bunda
30
Misi pertama
31
Part 2
32
Membayar apa yang kalian lakukan
33
Aku sudah jatuh cinta?
34
Kevin pratama
35
Diskusi keluarga
36
Kesya vs nely
37
Rencana kesya
38
Melawan preman
39
Ngidamnya bunda novia
40
Ngobrol dengan kak mil
41
Rencana gagal
42
Di cuekin
43
Kecewa
44
Menajalankan Misi #caca
45
Mengetahui pengkhianat
46
Ajakan caca
47
Mengunjungi panti
48
Bertemu rani
49
Kabar bahagia untuk yuda
50
Menangkap pengkhianat
51
Penjelasan kesya
52
Cerita ke bunda
53
Cuekin nathan.
54
Tuduhan kesya
55
Hadiah untuk lusi
56
Tiba saatnya
57
Kejujuran nathan.
58
Part 2
59
Sahabat
60
Rumah pohon.
61
Di usir
62
Senang dan sedih
63
Ruangan BK
64
Kebenaran
65
Hukuman kesya
66
Menemuai dimas
67
Cari kesempatan
68
Kalakuan lili??
69
Menjemput rani dan kevin
70
Piknik!
71
Di keluarkan dari sekolah
72
Cerai
73
Rangga cuek pada kesya
74
Ingin meminta maaf?
75
Bermaafan
76
Bersungguh-sungguh
77
Putus
78
Kemarahan zidan
79
Menemui cindy
80
Gak mood
81
Kematian lisa
82
Menemui untuk terakhir kalinya.
83
Makam Nico dan Tasya
84
Berita terbaru
85
Cerai
86
Penangkapan Zidan
87
PHK
88
Jangan berubah!
89
Menemui lusi
90
Siksaan Zidan
91
Makan malam
92
Caca KDPS
93
Jadian?
94
Godaan dan gunjingan di pagi hari.
95
Penjelasan dimas!
96
Permintaan bunda novia
97
Lili & Manda
98
Marah pun tak bisa #RaditKevin.
99
Salting?
100
Ingin berubah?
101
Mendapatkan kerjaan
102
Butuh pelampiasan!
103
Apakah harus berubah?
104
Berubah!
105
Lusi di hadang.
106
Penjelasan Pratama Dirgantara
107
Ada apa dengan hati dimas?
108
Ada apa dengan rani?
109
Cerita rani
110
Kebenaran!
111
Kesedihan liam
112
Bekal untuk dimas
113
Tingkah kevin
114
Insiden
115
Kebenaran akan terungkap?
116
Terungkap.
117
Iri?
118
Membuat rani senang
119
Kematian zidan
120
Membantu liam
121
Bingung!
122
Syukuran rumah lusi.
123
Berdamai
124
Piknik kembali.
125
Jadian?
126
Meminta bantuan
127
Gugup?
128
Will you marry me?
129
Rencana manda
130
Akhirnya bertemu
131
Meminta restu.
132
Meminta restu part 2
133
Pergi untuk selamanya
134
Adik
135
Kepanikan kesya
136
Firasat buruk yura
137
Kekesalan marvel
138
Ganjal
139
Mode ngambek
140
Kacangin
141
Diam berarti bukan gak tahu!
142
Kangen
143
Aiden Nikolaus Aldebaran
144
Kedatangan karina dan bara

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!