Tiba di Kota Xibo.

Xiao Yuen segera memasukan dua buah cincin ruang kelas satu itu kedalam cincin ruang kelas tiga milik nya, hanya menyisakan sekantong Tail emas yang dia ikat di pinggang jubah nya yang sudah kekecilan itu.

Xiao Yuen menatap kearah jasad dua orang bajak laut itu, "bagai mana aku menguburkan kedua jasad bajak laut ini?" tanya Xiao Yuen pada Qilin Emas.

"Jangan khawatir tuan muda, besok juga para anak buah nya yang lari tadi akan kembali ketempat ini menguburkan dua jasad itu, lebih baik sekarang tuan muda berlatih jurus pukulan jarak jauh saja!" jawab Qilin Emas di telinga Xiao Yuen.

"Tetapi Qilin!, hari hampir malam, aku tidak bisa melihat di kegelapan malam!" sahut Xiao Yuen bingung.

"Tenanglah tuan muda, hamba akan memberikan ilmu mata Dewa kepada tuan muda agar tuan muda bisa melihat di kegelapan malam yang paling gelap sekalipun" ujar Qilin Emas.

Beberapa saat kemudian, Xiao Yuen tiba tiba merasa ada hawa panas yang mengalir dari gelang Qilin emas nya menuju ke arah perut lalu mengalir ke mata nya mata nya.

Setelah beberapa saat lama nya, mata Xiao Yuen pun terasa panas hingga air mata nya menetes karena nya.

Setelah rasa panas itu mereda, terdengar suara Qilin Emas berujar, "tuan muda, tuan sudah memiliki ilmu mata Dewa, kalau ingin mempergunakan nya, cukup tuan muda kedipkan tiga kali secara berurutan, maka tuan muda akan dapat melihat dalam kegelapan, dan bila tuan muda mau menghentikan nya, kedipkan juga mata tuan muda tiga kali dan ilmu mata Dewa akan berhenti!" ....

Xiao Yuen segera mengedipkan mata nya tiga kali berturut turut, dan secara ajaib, dia bisa melihat di kegelapan seterang siang hari.

"Nah mulai lah tuan muda berlatih pukulan jarak jauh, kumpulkan energi tuan muda pada pusat Dantian, lalu alirkan ke tangan, semakin banyak energi terkumpul di tangan tuan muda, semakin besar pula energi yang akan dikeluarkan, nah coba lah tuan muda!" ujar Qilin Emas memberikan petunjuk kepada Xiao Yuen.

Malam itu Xiao Yuen berlatih pukulan jarak jauh nyaris semalaman penuh, hingga akhirnya dia berhasil menguasai pukulan jarak jauh nya.

Keesokan hari nya, setelah sarapan sisa ayam panggang, Xiao Yuen dan Pek Eng pun Sera naik ke punggung Qilin Emas dan meluncur keangkasa.

"Tuan muda!, saya akan memakai ilmu bunglon agar kita tidak lagi bisa di lihat oleh siapapun dari bawah, maafkan saya yang lupa kemarin dan nyaris membuat geger!" ucap Qilin Emas itu.

"Tidak apa apa Qilin Emas, kau sahabat ku, sekaligus guru dan pelindung ku, aku berhutang budi kepada mu" jawab Xiao Yuen.

"Itu sudah kewajiban saya kepada ahli waris ilmu delapan Dewa itu tuan muda, mengawal tuan muda hingga kelak memasuki gerbang surgawi dan bergabung dengan para guru tuan muda di alam keabadian sana, cuma syarat nya, tuan muda harus banyak banyak berbuat kebaikan, untuk itulah tugas saya mengawal tuan muda" ujar Qilin Emas itu menjelaskan.

Mereka terus terbang keutara menuju benua Fangkea yang semakin lama, semakin jelas terlihat itu.

Pek Eng kadang kadang juga terbang di dekat Qilin Emas, sekedar untuk melemaskan otot otot sayap nya.

Menjelang senja, mereka akhirnya tiba di sebuah tanjung kecil yang sunyi senyap.

Tanpa makan malam, Xiao Yuen langsung beristirahat di pinggir pantai dengan membuat api unggun.

Malam itu Xiao Yuen kembali melatih pukulan jarak jauh nya dengan bimbingan Qilin Emas.

Saat menjelang pagi hari, Xiao Yuen sudah berhasil menumbangkan sebatang pohon kelapa dengan mudah nya, hanya dengan sekali pukulan saja.

Dari kejauhan nampak beberapa perahu nelayan bergerak menyusuri pantai menuju ke utara tanjung.

"Apakah disana ada perkampungan manusia Qilin?" tanya Xiao Yuen berbisik.

"Pastinya tuan muda!, kalau tidak kota, setidak nya ada sebuah perkampungan atau desa!" jawab Qilin Emas.

"Sebaik nya kita kesana saja!" ujar Xiao Yuen.

"Tuan muda, nanti jika ada orang, tuan muda tidak usah bicara dengan hamba, bila tuan ingin bertanya sesuatu, cukup konsentrasi pada hamba, lalu bicara dengan hati dan pikiran tuan muda, pasti hamba akan mendengar nya" ujar Qilin Emas.

Xiao Yuen segera melesat ke Utara menyusuri pantai tanjung itu hingga tiba di muara sebuah sungai besar.

Terlihat perahu nelayan itu bergerak memasuki sungai besar itu.

Karena tidak ada jalan, Xiao Yuen terpaksa melompat dari pohon ke pohon hingga tiba di pinggir sebuah jalan raya. Ada beberapa buah rumah berdiri di kanan kiri jalan, meski jarang jarang jarak nya.

Xiao Yuen berjalan dengan Elang putih bertengger di pundak nya.

Semakin lama, suasana semakin ramai saja, kiri dan kanan jalan mulai padat dengan rumah rumah penduduk.

Beberapa orang pria menatap kearah nya dengan tatapan heran, melihat seorang bocah berjalan dengan seekor burung elang putih dipundak nya.

Belum terlalu jauh berjalan, Xiao Yuen melihat sebuah toko pakaian, karena pakaian yang dia pakai selama ini sebenar nya sudah sangat kekecilan.

Xiao Yuen membeli beberapa stel pakaian dan beberapa jubah berwarna putih.

Setelah berganti pakaian, Xiao Yuen keluar dari toko pakaian itu, berjalan menuju kesebuah rumah makan yang cukup ramai dikunjungi orang.

Karena dia seorang putra mahkota yang sedari dini sudah diajari tatakrama, sehingga dia sudah tahu bersikap dengan orang tua, bertatakrama yang baik.

Setelah selesai memesan makanan, Xiao Yuen memilih sebuah sudut ruangan tempat dia makan.

Baru saja dia mau memulai makan, dari arah luar masuk tiga orang anak laki laki sebaya dengan nya, yang di kawal tiga orang pria dewasa.

Karena hampir semua meja sudah penuh, maka mereka menempati meja yang berada didekat Xiao Yuen makan.

"Kau sendirian nak?, bolehkah kami bergabung?" tanya salah seorang pria itu.

"Benar paman, saya hanya sendirian saja, silahkan paman!" Xiao Yuen mempersilahkan mereka untuk duduk.

"Nama mu siapa nak?, dan kau berasal dari mana?" tanya orang tua itu lagi.

"Nama saya Xiao Yuen, saya berasal dari tanah seberang lautan sana, awal nya saya bersama kakek saya, namun ditengah laut, kali diserang badai, dan perahu kami karam, saya terpisah Dangan kakek saya, entah beliau masih hidup atau sudah mati!" jawab Xiao Yuen.

Pria paro baya itu mengangguk anggukan kepala nya, "ooh, semoga kakek mu masih hidup ya nak ya, panggil saja saya paman Lee, dan ini putra saya Lee Cio Ma, ini paman Oiy , dan ini putra nya Oiy Bik pang, dan itu paman Bu dan putra nya Bu Leng CIA, kami semua dari desa Leng Kha di muara sungai Xibo ini" ujar paman Lee memperkenalkan rombongan mereka satu persatu.

"Mau kemanakah paman semua?" tanya Xiao Yuen heran.

"Kami semua mau kekota Shi King di Utara, mengantarkan anak anak ini ke Kau Lun Bu Koan, untuk menuntut ilmu disana" ujar paman Lee menjelaskan.

Jauh di Utara di hulu sungai Xibo, tidak jauh dari kota Shi King, tepat nya di kaki pegunungan Kau Lun bagian barat, ada sebuah perguruan yang bernama Kau Lun Bu Koan (perguruan silat Kau Lun) yang sangat terkenal di belahan selatan benua Fangkea ini.

Setiap tahun nya, perguruan ini menerima siswa angkatan baru yang berasal dari beberapa kota di selatan ini.

Perguruan ini bukan hanya mengajarkan ilmu silat saja, tetapi juga termasuk ilmu baca tulis, ilmu kerohanian, ilmu hitung hitungan, kultivasi, dan ilmu tata negara.

Perguruan Kau Lun Bu Koan ini termasuk salah satu yang terbesar di selatan Benua Fangkea ini.

"Saudara Xiao Yuen!, kalau kau tidak punya tujuan pasti, sebaiknya kau ikut kami ke kota Shi King menuju ke Kau Lun Bu Koan, siapa tahu bisa menjadi pendekar terkenal di kemudian hari, banyak murid lulusan Kau Lun Bu Koan ini yang bekerja sebagai keamanan ataupun Piaw Su di berbagai Piaw Kiok!" ujar Cio Ma anak laki laki sepantaran dengan Xiao Yuen.

"Benar saudara Xiao Yuen!, dari pada pergi tanpa tujuan, lebih baik ikut kami ke Kau Lun Bu Koan saja, siapa tahu diterima sebagai murid di sana!" Bik pang mendukung saran sahabat nya Cio Ma itu.

Cukup lama Xiao Yuen memikirkan tentang saran para sahabat baru nya itu, sebelum mengambil keputusan apa yang harus dia lakukan.

...****************...

*Kau Lun Bu Koan\= perguruan silat Kau Lun.

*Piaw Kiok \= perusahaan pengawal perjalanan/barang.

*Piaw Su \=Anggota Pengawal perjalanan/ barang.

Terpopuler

Comments

Imran Kalimanjaro

Imran Kalimanjaro

thor, tolong jangan cm upsate 1 chap aja... 2 atau 3 dong... lagi seru²nya baca, ehhh... udah abis...

2024-12-26

0

Amir Hamzah

Amir Hamzah

bukan nya nambah update malah 2 hari enggak update ☕☕☕ ngopi dulu thor

2024-12-28

0

Amir Hamzah

Amir Hamzah

sebenarnya cerita bagus tapi klau setiap hari harus nunggu update nya cuma satu kadang kita jadi malas karena selalu tanggung baca cerita nya.jadi saran nya update di perbanyak jangan cuma 1

2024-12-26

5

lihat semua
Episodes
1 Istana Negeri Hindi Pura.
2 Kedatangan Guru Darma.
3 Berlayar.
4 Diamuk Badai.
5 Shi Lai Yung, Si Ratu Duyung.
6 Bantuan Ratu Duyung.
7 Kuil Emas di Tengah Lembah.
8 Buah Pir Iblis.
9 Masih ada Harapan.
10 Pusara Delapan Dewa.
11 Pusaka Peninggalan Delapan Dewa.
12 Setelah Tiga Musim Berlalu.
13 Qilin Emas Surgawi.
14 Menuju Daratan besar
15 Bajak Laut Hai Kwi.
16 Tiba di Kota Xibo.
17 Kau Lun Bu Koan.
18 Puncak Gunung di Balik Awan.
19 Leluhur Rao Tan Ho
20 Mo Thianshi (Bidadari Iblis).
21 Kematian yang Membingungkan.
22 Dara Kecil yang Sombong.
23 Pek Ngo Sian Li (Dewi Angsa putih).
24 Perjanjian.
25 Adik Seperguruan.
26 Ji Bin Kui.
27 Tertuduh.
28 Dijadikan Tumbal Kesalahan.
29 Tragedi Memalukan.
30 Anak Tak Berguna, ataukah Anak Istimewa?.
31 Tabib Kecil.
32 Perebutan Qilin emas sakti.
33 Munculnya Tokoh Tokoh Tua.
34 Perebutan Gelang Sakti.
35 Lembah Sim Cik kok.
36 Turun Gunung.
37 Kawanan Serigala Loreng.
38 Kedatangan Siluman Serigala Loreng.
39 Manusia Siluman Serigala.
40 Putri Siluman Serigala Loreng.
41 Dilema Putri Ya Yuna.
42 Yang Chun Sam Sai.
43 Pengkhianat.
44 Penyusup.
45 Tertuduh.
46 Pertemuan Kembali.
47 Pembalasan dari Niu Niu.
48 Perjalanan ke Utara.
49 Siluman Burung Hantu.
50 Sim Cik Kui.
51 Membuat Huru Hara.
52 Korban Mulai Berjatuhan.
53 Dihadang.
54 Ang Hek Siang Mo.
55 Penghadangan yang Gagal.
56 Tiba di Istana Sucang.
57 Racun Ulat Sutera Salju.
58 Di Kurung.
59 Pembebasan Kota Raja Sucang.
60 Tiba di Pantai Utara.
61 Mencari Letak Makam Kuno.
62 Hutan Persik.
63 Pertukaran benda paling Berharga
64 Kembali ke Daratan Besar.
65 Jing Thaoke.
66 Guan Taijin.
67 Tawaran Menjadi Pengawal.
68 Dua Pemuda Kembar.
69 Siasat Licik Yu Fei.
70 Masuk Perangkap.
71 Nyaris Saja.
72 Hek Lim.
73 Pertarungan Ditengah Rimba.
74 Pertarungan dengan Kha Bu Tha.
75 Undangan sang Ratu.
76 Kemurkaan Ratu Gao Shi Me.
77 Pertarungan Xiao Yuen dan Ratu Gao Shi Me.
78 Ouwyang Kuan Tong.
79 Ratu Gao Shi Me Kasmaran.
80 Ratu Gao Shi Me Gila.
81 Sumpah Sang Ratu.
82 Kejadian.
83 Xiao Yuen sang Pembantai.
84 Cahaya Rembulan Ditengah Gurun.
85 Cincin Portal Dimensi Ruang Waktu.
86 Pewaris Lam Hun Po Kiam.
87 Kota Siluman.
88 Ciok Seng Kok, (Lembah Batu Suci).
89 Ciok Seng (Batu Suci).
Episodes

Updated 89 Episodes

1
Istana Negeri Hindi Pura.
2
Kedatangan Guru Darma.
3
Berlayar.
4
Diamuk Badai.
5
Shi Lai Yung, Si Ratu Duyung.
6
Bantuan Ratu Duyung.
7
Kuil Emas di Tengah Lembah.
8
Buah Pir Iblis.
9
Masih ada Harapan.
10
Pusara Delapan Dewa.
11
Pusaka Peninggalan Delapan Dewa.
12
Setelah Tiga Musim Berlalu.
13
Qilin Emas Surgawi.
14
Menuju Daratan besar
15
Bajak Laut Hai Kwi.
16
Tiba di Kota Xibo.
17
Kau Lun Bu Koan.
18
Puncak Gunung di Balik Awan.
19
Leluhur Rao Tan Ho
20
Mo Thianshi (Bidadari Iblis).
21
Kematian yang Membingungkan.
22
Dara Kecil yang Sombong.
23
Pek Ngo Sian Li (Dewi Angsa putih).
24
Perjanjian.
25
Adik Seperguruan.
26
Ji Bin Kui.
27
Tertuduh.
28
Dijadikan Tumbal Kesalahan.
29
Tragedi Memalukan.
30
Anak Tak Berguna, ataukah Anak Istimewa?.
31
Tabib Kecil.
32
Perebutan Qilin emas sakti.
33
Munculnya Tokoh Tokoh Tua.
34
Perebutan Gelang Sakti.
35
Lembah Sim Cik kok.
36
Turun Gunung.
37
Kawanan Serigala Loreng.
38
Kedatangan Siluman Serigala Loreng.
39
Manusia Siluman Serigala.
40
Putri Siluman Serigala Loreng.
41
Dilema Putri Ya Yuna.
42
Yang Chun Sam Sai.
43
Pengkhianat.
44
Penyusup.
45
Tertuduh.
46
Pertemuan Kembali.
47
Pembalasan dari Niu Niu.
48
Perjalanan ke Utara.
49
Siluman Burung Hantu.
50
Sim Cik Kui.
51
Membuat Huru Hara.
52
Korban Mulai Berjatuhan.
53
Dihadang.
54
Ang Hek Siang Mo.
55
Penghadangan yang Gagal.
56
Tiba di Istana Sucang.
57
Racun Ulat Sutera Salju.
58
Di Kurung.
59
Pembebasan Kota Raja Sucang.
60
Tiba di Pantai Utara.
61
Mencari Letak Makam Kuno.
62
Hutan Persik.
63
Pertukaran benda paling Berharga
64
Kembali ke Daratan Besar.
65
Jing Thaoke.
66
Guan Taijin.
67
Tawaran Menjadi Pengawal.
68
Dua Pemuda Kembar.
69
Siasat Licik Yu Fei.
70
Masuk Perangkap.
71
Nyaris Saja.
72
Hek Lim.
73
Pertarungan Ditengah Rimba.
74
Pertarungan dengan Kha Bu Tha.
75
Undangan sang Ratu.
76
Kemurkaan Ratu Gao Shi Me.
77
Pertarungan Xiao Yuen dan Ratu Gao Shi Me.
78
Ouwyang Kuan Tong.
79
Ratu Gao Shi Me Kasmaran.
80
Ratu Gao Shi Me Gila.
81
Sumpah Sang Ratu.
82
Kejadian.
83
Xiao Yuen sang Pembantai.
84
Cahaya Rembulan Ditengah Gurun.
85
Cincin Portal Dimensi Ruang Waktu.
86
Pewaris Lam Hun Po Kiam.
87
Kota Siluman.
88
Ciok Seng Kok, (Lembah Batu Suci).
89
Ciok Seng (Batu Suci).

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!