Pagi itu, mereka akhirnya bersiap melanjutkan sarapan yang sempat tertunda. Fort, dengan senyum lebar penuh semangat, menunggu Peat di dermaga, tapi saat melihatnya datang keduanya malah hanya diam.
Boss, yang sibuk memastikan semua perlengkapan di speedboat, memperhatikan dua orang itu dengan dahi berkerut. Ia berdiri di atas kapal dengan tangan terlipat, menatap mereka bergantian seperti seorang detektif yang sedang menyelidiki sesuatu.
‘’Kenapa wajah kalian sangat merah? Aku seperti melihat ada dua pohon tomat,’’ kata Boss dengan nada kocak, membuat keduanya tersentak.
Fort dan Peat secara bersamaan menoleh.
‘’Diam bajingan!’’ serunya dengan nada suara begitu mirip, membuat Boss tertawa terbahak-bahak sambil menunjuk mereka.
‘’Aku tahu sesuatu terjadi semalam! Jangan kira aku bodoh,’’ goda Boss membuat Fort dan Peat hanya bisa menghela napas panjang, memutuskan untuk mengabaikannya.
......................
Setelah perjalanan singkat dengan speedboat, mereka tiba di lokasi penyelaman.
Dunia bawah laut yang penuh warna menyambut mereka, membuat Peat kembali terpesona seperti pertama kali. Fort dengan sabar menunjuk berbagai satwa laut dan formasi karang yang unik.
Di satu titik, Fort menemukan kerang besar yang tergeletak di dasar laut. Ia memberi isyarat kepada Peat untuk mendekat, lalu mengangkat kerang itu dengan bangga seperti seorang pemburu yang baru saja menangkap hasil buruan.
Peat tersenyum di balik masker selamnya, merasa sedikit lebih nyaman dengan suasana ini.
Setelah mereka kembali ke permukaan, Fort membawa kerang besar itu ke kapal.
Boss, yang sudah menyiapkan peralatan memasak, menyeringai sambil mengangkat alis. ‘’Lihat ini, kau membawa harta karun. Apa kau mau melamarnya dengan kerang itu?’’
Fort melotot tajam. ‘’Diam kau, bocah sialan! Siapkan saja api!’’
Peat hanya menggelengkan kepala melihat kakak beradik itu.
Dalam waktu singkat, kerang itu dimasak dengan bumbu sederhana yang mereka bawa. Aroma lezat memenuhi udara, membuat perut mereka bertiga berbunyi hampir bersamaan.
‘’Kerang ini enak sekali,’’ ujar Peat sambil mengunyah perlahan.
‘’Ya, tentu saja. Itu hasil tangkapan profesional,’’ kata Fort sambil tersenyum bangga.
‘’Profesional apanya? Aku yang memasaknya, jadi aku yang pantas dipuji,’’ protes Boss.
‘’Kalau bukan karena aku yang menyelam dan mengambil kerang itu, kau tidak akan punya apa pun untuk dimasak,’’ tambah Fort.
‘’Kalau begitu, aku juga pantas dipuji karena aku yang memastikan kerang itu tidak gosong!’’ balas Boss sambil menunjuk wajah kakaknya.
Peat tertawa kecil. ‘’Kalian berdua ini seperti anak kecil. Yang penting, sarapan kita hari ini jauh lebih baik daripada yang pertama kali.’’
‘’Ya, kali ini tanpa insiden tenggelam,’’ goda Fort dengan nada lembut.
‘’Jangan ungkit-ungkit itu lagi. Kalau tidak, aku yang akan menenggelamkanmu!’’ balas Peat.
Ketiganya tertawa bersama di atas kapal, menikmati pagi yang cerah dengan suasana yang semakin akrab.
......................
Krismon mulai mencoba metode absurd, seperti memeriksa ramalan bintang, bertanya ke peramal, hingga mencoba aplikasi AI yang katanya bisa melacak orang hilang berdasarkan ciri-ciri. Sayangnya, hasil AI tersebut justru memberi lokasi yang semakin aneh.
‘’Mungkin di Jurassic Park.’’
‘’Ada kemungkinan orang yang kau cari ada di Atlantis.’’
Ia pun mengomel sambil membanting ponsel. ‘’Atlantis?! Tempat itu bahkan masih menjadi misteri dunia, bagaimana Peat bisa ada di sana?!’’
Meski begitu, Krismon tetap mencobanya sekali lagi.
‘’Maaf, silahkan coba lagi.’’
Krismon pun meledak dan mengutuk aplikasi Al di ponselnya itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 251 Episodes
Comments
Libra Roshi
jurassick park dn atlantis/Facepalm//Curse/
2024-12-08
20
Pisces Aprodithe
apk ai nya ngawur banget😂😂😂
2025-01-04
13
Jor Mary
🏞️🦖🌅🧜
2024-12-08
15