Setelah mencapai lokasi menyelam terbaik di pulau itu, Fort membantu Peat memakai perlengkapan dengan hati-hati. Tangannya bergerak cekatan, memastikan semua terpasang dengan benar.
‘’Kak Peat, jangan terlalu nyaman dengan bantuan Kak Fort. Dia sudah biasa melayani turis cantik seperti ini,’’ goda Boss memegang masker selam.
Fort tersenyum lebar. ‘’Ya, tapi tidak ada yang secantik dia.’’
Peat mendelik. ‘’Jangan pikir aku terpesona dengan kata-katamu. Cepat selesaikan saja.’’
Setelah semuanya siap, mereka melompat ke dalam air satu per satu, kecuali Boss yang tinggal di speedboat untuk menyiapkan hidangan.
Meski sedikit gugup, Peat mengikuti arahan Fort yang menuntunnya dengan tenang.
Saat berada di bawah air, Peat tercengang. Keindahan karang warna-warni, ikan-ikan tropis yang berenang riang, dan kilauan sinar matahari yang menembus air membuatnya terdiam kagum.
Fort menunjuk beberapa satwa laut, menjelaskan nama-namanya dengan isyarat tangan. Tapi Peat terlalu sibuk menikmati pemandangan dan mulai berenang lebih jauh.
Ketika Peat berenang sendiri ke arah batu karang besar, tanpa sengaja tali penghubung regulator ke tabung oksigennya tersangkut dan akhirnya robek, membuatnya tiba-tiba kehilangan udara.
Fort yang menyadari Peat sudah terlalu jauh, segera menyelam lebih dalam ke arahnya. Ia melihat Peat dalam kepanikan, dan tanpa berpikir dua kali, ia melepaskan regulatornya sendiri, memberikan napas buatan secara langsung.
Mata Peat membulat besar ketika bibir mereka bertemu, membuatnya langsung mendorong Fort. Namun, pria itu tetap memaksa menciumnya untuk memberikan nafas buatan.
Peat yang tadinya menolak, akhirnya mulai tenang.
Fort kemudian memasang regulatornya pada Peat, dan mengisyaratkan untuk segera berenang ke permukaan.
‘’Boss!’’
Orang yang dipanggil menoleh dan segera menghampiri. ‘’Apa yang terjadi?’’
‘’Dia hampir tenggelam,’’ kata Fort.
Boss terbelalak. ‘’Aku cuma pergi lima menit untuk selfie, dan dia hampir tenggelam?!’’
‘’Kalau kau sibuk dengan selfie, aku akan menenggelamkanmu di sini. Cepat bantu dia naik!’’ seru Fort.
‘’Dasar kakak bajingan,’’ umpat Boss mengulurkan tangan sambil Peat menaiki tangga speedboat lalu memapahnya ke sofa.
Fort segera mengambil handuk dan menyelimuti Peat sambil memastikan wanita itu tidak mengalami cedera serius.
‘’Kau baik-baik saja?’’ tanyanya dengan nada khawatir.
Peat terengah-engah, tapi akhirnya mengangguk. ‘’Aku... Aku baik-baik saja. Terima kasih.’’
......................
Krismon duduk di depan laptopnya mencoba men-stalker postingan Peat.‘’Astaga, masih belum ada postingan terbaru di akun sosmednya. Ini tidak mungkin.’’
Ia mengecek akun sosmed Peat lainnya dan hasilnya tetap sama. Wanita itu sama sekali belum mengunggah apa pun, seolah-olah memang sengaja menyembunyikan keberadaannya.
‘’Dia juga belum melihat pesanku. Apakah dia memblokir nomorku? Tapi, foto profilnya masih terpajang. Ya Tuhan, sebenarnya pergi ke mana Ciptaan-mu yang satu itu? hiks, hiks….’’
......................
Fort membawa kapal perlahan kembali ke pulau. Angin laut yang sejuk membantu menenangkan Peat, yang kini duduk dengan pandangan mengarah ke cakrawala. ia terus meliriknya sesekali dari tempat kemudi, raut wajahnya penuh rasa bersalah.
Boss yang biasanya cerewet, justru kali ini lebih pendiam. Ia duduk di dekat Peat, sesekali mencoba mencairkan suasana. ‘’Kakak Ipar, kau tahu aku sebenarnya pahlawan di sini, kan? Kalau aku tidak ada, mungkin Kak Fort sudah lebih gugup lagi.’’
Peat hanya tersenyum kecil, sedangkan Fort menatap adiknya dengan tajam. ‘’Diamlah bajingan, ini bukan saatnya bercanda.’’
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 251 Episodes
Comments
Libra Roshi
Krismon ini keknya asik/CoolGuy/
2024-12-08
20
Pisces Aprodithe
heha ciuman pertama peat!!!!!!
2025-01-04
13
Jor Mary
🤭🤭🤭
2024-12-08
15