Chapter 7: Mengasah Keahlian, Menghadapi Masa Lalu

Jian duduk di dekat kolam lotus, buku kuno berisi pengetahuan kultivasi terbuka di hadapannya. Cahaya mentari pagi menerobos dedaunan, membuat halaman-halaman buku itu berkilauan lembut. Ia mencoba memahami kata-kata kuno yang tertulis di atasnya, kata-kata yang penuh dengan misteri dan kebijaksanaan. Ia berusaha untuk menguraikan rahasia kultivasi, mencoba untuk memahami makna di balik setiap kata. Ia merasakan getaran pedang sakral di pinggangnya, seolah-olah pedang itu memanggilnya untuk melangkah lebih jauh.

"Kultivasi adalah tentang menemukan keseimbangan antara tubuh, pikiran, dan jiwa," gumamnya, mencoba untuk mengingat kata-kata Master Agung. "Tetapi bagaimana aku bisa mencapai keseimbangan itu?"

Ia mencoba untuk mengingat pelajaran-pelajaran Master Agung tentang kultivasi. Ia mengingat tentang aliran Qi, tentang Jing, tentang Shen. Ia mengingat tentang pentingnya meditasi, tentang pentingnya mengendalikan emosi, tentang pentingnya mencari harmoni dalam setiap aspek kehidupan. Ia mencoba untuk menerapkan semua yang telah ia pelajari. Ia mencoba untuk merasakan aliran Qi di dalam tubuhnya. Ia mencoba untuk menenangkan pikirannya. Ia mencoba untuk menemukan kedamaian di dalam hatinya.

Namun, ia merasa kesulitan untuk mencapai keseimbangan itu. Ia merasa seperti sedang berenang di lautan luas tanpa peta dan kompas. Ia merasa seperti sedang berjalan di hutan belantara tanpa penunjuk jalan. Ia merasa seperti sedang mencari jarum di tumpukan jerami.

"Aku membutuhkan bimbingan," pikir Jian. "Aku membutuhkan bantuan."

Ia memutuskan untuk kembali menemui Master Agung. Ia berjalan menuju kuil, merasakan getaran pedang sakral di pinggangnya, seolah-olah pedang itu memberinya kekuatan dan keberanian. Ia memasuki kuil, menemukan Master Agung sedang duduk bersila di dekat kolam lotus.

"Master Agung," kata Jian. "Aku ingin bertanya sesuatu."

"Tanyakan saja, Jian," jawab Master Agung. "Aku siap untuk membantumu."

"Bagaimana aku bisa mencapai keseimbangan dalam kultivasi?" tanya Jian. "Aku merasa kesulitan untuk merasakan aliran Qi di dalam tubuhku. Aku merasa kesulitan untuk menenangkan pikiran. Aku merasa kesulitan untuk menemukan kedamaian di dalam hatiku."

Master Agung tersenyum. "Kultivasi adalah perjalanan yang panjang dan sulit, Jian," jawabnya. "Tidak ada jalan pintas. Kau harus bersabar, berdisiplin, dan pantang menyerah. Kau harus terus belajar dan terus berlatih."

"Tapi, bagaimana aku bisa belajar dan berlatih?" tanya Jian. "Aku merasa seperti sedang tersesat di dalam hutan belantara."

Master Agung menghela napas. "Kau harus menghadapi masa lalu, Jian," jawabnya. "Masa lalu adalah kunci untuk membuka masa depan."

"Masa lalu?" tanya Jian. "Apa maksudmu?"

Master Agung mengarahkan pandangannya ke arah Jian. "Kau harus menghadapi ketakutanmu, Jian," katanya. "Kau harus menghadapi kenangan burukmu. Kau harus menghadapi trauma masa lalumu."

"Trauma masa lalu?" tanya Jian. "Trauma apa?"

Master Agung tersenyum misterius. "Kau akan menemukannya, Jian," jawabnya. "Kau akan menemukannya saat kau siap."

Master Agung kemudian memberikan Jian sebuah gulungan kuno. "Gulungan ini berisi petunjuk tentang bagaimana kau bisa menghadapi masa lalumu," kata Master Agung. "Baca dengan seksama. Dan ingat, kau tidak sendirian. Aku akan selalu ada untuk membantumu."

Jian menerima gulungan kuno itu dengan hormat. Ia merasa penasaran. Ia merasa gugup. Ia merasa sedikit takut. Namun, ia juga merasa bersemangat. Ia tahu bahwa ia harus menghadapi masa lalunya. Ia tahu bahwa ia harus menemukan kebenaran. Ia tahu bahwa ia harus menemukan jati dirinya.

Jian membuka gulungan kuno itu dan mulai membaca. Ia membaca tentang masa lalunya, tentang trauma yang ia alami, tentang kenangan buruk yang ia coba lupakan. Ia membaca tentang orang tuanya, tentang desanya, tentang hidupnya. Ia membaca tentang masa lalunya, masa lalu yang telah membentuk dirinya menjadi orang yang ia sekarang.

Saat ia membaca, ia mulai merasakan emosi yang rumit. Ia merasakan kesedihan, kemarahan, ketakutan, dan penyesalan. Ia merasakan rasa sakit yang telah lama ia pendam. Ia merasakan beban yang telah lama ia pikul.

"Aku harus menghadapi masa laluku," pikir Jian. "Aku harus melepaskan rasa sakit ini."

Ia memutuskan untuk melakukan perjalanan ke desanya. Ia ingin mengunjungi orang tuanya. Ia ingin mencari tahu lebih banyak tentang masa lalunya. Ia ingin menemukan kebenaran. Ia ingin menemukan jati dirinya. Ia ingin menemukan tujuannya. Ia ingin menemukan takdirnya. Ia ingin mengendalikan kekuatan yang ada di dalam dirinya. Ia ingin menggunakan kekuatan itu untuk kebaikan. Ia ingin menjadi seorang pejuang yang kuat dan bijaksana.

(Bersambung ke Chapter 8)

Episodes
1 Chapter 1: Senja di Desa Yún Wàiwéi
2 Chapter 2: Menjelajahi Hutan Sunyi Menuju Takdir
3 Chapter 3: Lembah Tersembunyi dan Jalan Menuju Kultivasi yang Mendalam
4 Chapter 4: Menguak Rahasia Kultivasi dan Menghadapi Tantangan
5 Chapter Khusus: Sistem Kultivasi
6 Chapter 5: Pertempuran di Lembah Tersembunyi
7 Chapter 6: Rahasia Terkuak, Kebenaran Terungkap
8 Chapter 7: Mengasah Keahlian, Menghadapi Masa Lalu
9 Chapter 8: Kembali ke Akar, Menghadapi Kenangan
10 Chapter 9: Mencari Makna di Tengah Jalan Kultivasi yang Panjang
11 Chapter 10: Menjelajahi Masa Depan, Memilih Jalan
12 Chapter 11: Bayangan Kembali, Mempersiapkan Pertempuran di Lembah Tersembunyi
13 Chapter 12: Pertempuran di Lembah Tersembunyi
14 Chapter 13: Kemenangan dan Pengorbanan
15 Chapter 14: Kebangkitan dan Harapan
16 Chapter 15: Jejak Masa Lalu
17 Chapter 16: Jejak di Hutan Tua
18 Chapter 17: Pertemuan di Pondok
19 Chapter 18: Benih Perubahan
20 Chapter 19: Harapan yang Membara di Jalan Panjang
21 Chapter 20: Jalan Menuju Hal Baru
22 Chapter 21: Ujian Kekuatan
23 Chapter 22: Rahasia Kekuatan
24 Chapter 23: Penghujung Bayangan
25 Chapter 24: Hutan Berbisik
26 Chapter 25: Bisikan Jembatan
27 Chapter 26: Cahaya dan Bayangan Aurora
28 Chapter 27: Bisikan Bayangan
29 Chapter 28: Bayangan Menuju Cahaya
30 Chapter 29: Ancaman Bayangan
31 Chapter 30: Jejak Cahaya
32 Bab 31: Jejak Menuju Artefak
33 Bab 32: Pencarian Artefak
34 Chapter 33: Hutan Kelam
35 Chapter 34: Pertempuran di Lembah Bayangan
36 Chapter 35: Penjaga dan Gelang Kehidupan
37 Chapter 36: Ujian Jiwa
38 Chapter 37: Jantung Kegelapan yang Berbisik
39 Chapter 38: Tarian Bayangan dan Cahaya Kematian
40 Chapter 39: Rahasia Gelang Kehidupan
41 Chapter 40: Pertarungan Terakhir
42 Chapter 41: Bayangan Peta
43 Chapter 42: Titik Merah – Bayangan Ritual
44 Chapter 43: Pertempuran di Jantung Kegelapan
45 Chapter 44: Ekor Kegelapan
46 Chapter 45: Bisikan Kegelapan
47 Chapter 46: Cakar Kegelapan
48 chapter 47: Tarian Maut di Jantung Kegelapan – Jeritan Jiwa yang Memudar
49 chapter 48: Bayangan Menelan Dunia – Harapan yang Memudar
50 Chapter 49: Pertarungan Terakhir
51 Chapter 50: Harapan yang Baru
52 Chapter 51: Jejak Pertama
53 Chapter 52: Pertemuan di Hutan Terlarang
54 Chapter 53: Kuil Kuno dan Rahasia Terpendam
55 Chapter 54: Bayangan Pedang dan Cahaya
56 Chapter 55: Peta Kuno dan Rencana Aksi
57 Chapter 56: Pertarungan di Altar Kuno
58 Chapter 57: Pertarungan Terakhir
59 Chapter 58: Jalan Menuju Kebangkitan
60 Chapter 59: Bayang-Bayang yang Mengintai
61 Chapter 60: Perjalanan Menuju Pengetahuan
62 Chapter 61: Pertarungan di Bawah Cahaya Bulan
63 Chapter 62: Penguasa Kegelapan - Warisan Tersembunyi
64 Chapter 63: Bayangan Gunung Maut, Bisikan Kuno, dan Ujian Pertama
65 Chapter 64: Menari di Tepi Maut
66 Chapter 65: Makam Bisikan dan Bayangan yang Mengintai
67 Chapter 66: Lorong Bisikan dan Bayangan yang Bergerak
68 Chapter 67: Pertarungan di Kegelapan
69 Chapter 68: Jejak yang Tersisa
70 Chapter 69: Bayangan di Altar Kuno
71 Chapter 70: Rahasia Peti Kuno - Terang dan Bayangan
72 Chapter 71: Waktu yang Terbatas
73 Chapter 72: Perlombaan Melawan Waktu
74 Chapter 73: Perlombaan Menuju Waktu
75 Chapter 74: Pengorbanan
76 Chapter 75: Bayangan yang Tersisa
77 Chapter 76: Gua Tersembunyi
78 Chapter 77: Bayangan Mei
79 Chapter 78: Rahasia Gua
80 Chapter 79: The Shadow Awakens
81 Chapter 80: The Labyrinth of Traps
Episodes

Updated 81 Episodes

1
Chapter 1: Senja di Desa Yún Wàiwéi
2
Chapter 2: Menjelajahi Hutan Sunyi Menuju Takdir
3
Chapter 3: Lembah Tersembunyi dan Jalan Menuju Kultivasi yang Mendalam
4
Chapter 4: Menguak Rahasia Kultivasi dan Menghadapi Tantangan
5
Chapter Khusus: Sistem Kultivasi
6
Chapter 5: Pertempuran di Lembah Tersembunyi
7
Chapter 6: Rahasia Terkuak, Kebenaran Terungkap
8
Chapter 7: Mengasah Keahlian, Menghadapi Masa Lalu
9
Chapter 8: Kembali ke Akar, Menghadapi Kenangan
10
Chapter 9: Mencari Makna di Tengah Jalan Kultivasi yang Panjang
11
Chapter 10: Menjelajahi Masa Depan, Memilih Jalan
12
Chapter 11: Bayangan Kembali, Mempersiapkan Pertempuran di Lembah Tersembunyi
13
Chapter 12: Pertempuran di Lembah Tersembunyi
14
Chapter 13: Kemenangan dan Pengorbanan
15
Chapter 14: Kebangkitan dan Harapan
16
Chapter 15: Jejak Masa Lalu
17
Chapter 16: Jejak di Hutan Tua
18
Chapter 17: Pertemuan di Pondok
19
Chapter 18: Benih Perubahan
20
Chapter 19: Harapan yang Membara di Jalan Panjang
21
Chapter 20: Jalan Menuju Hal Baru
22
Chapter 21: Ujian Kekuatan
23
Chapter 22: Rahasia Kekuatan
24
Chapter 23: Penghujung Bayangan
25
Chapter 24: Hutan Berbisik
26
Chapter 25: Bisikan Jembatan
27
Chapter 26: Cahaya dan Bayangan Aurora
28
Chapter 27: Bisikan Bayangan
29
Chapter 28: Bayangan Menuju Cahaya
30
Chapter 29: Ancaman Bayangan
31
Chapter 30: Jejak Cahaya
32
Bab 31: Jejak Menuju Artefak
33
Bab 32: Pencarian Artefak
34
Chapter 33: Hutan Kelam
35
Chapter 34: Pertempuran di Lembah Bayangan
36
Chapter 35: Penjaga dan Gelang Kehidupan
37
Chapter 36: Ujian Jiwa
38
Chapter 37: Jantung Kegelapan yang Berbisik
39
Chapter 38: Tarian Bayangan dan Cahaya Kematian
40
Chapter 39: Rahasia Gelang Kehidupan
41
Chapter 40: Pertarungan Terakhir
42
Chapter 41: Bayangan Peta
43
Chapter 42: Titik Merah – Bayangan Ritual
44
Chapter 43: Pertempuran di Jantung Kegelapan
45
Chapter 44: Ekor Kegelapan
46
Chapter 45: Bisikan Kegelapan
47
Chapter 46: Cakar Kegelapan
48
chapter 47: Tarian Maut di Jantung Kegelapan – Jeritan Jiwa yang Memudar
49
chapter 48: Bayangan Menelan Dunia – Harapan yang Memudar
50
Chapter 49: Pertarungan Terakhir
51
Chapter 50: Harapan yang Baru
52
Chapter 51: Jejak Pertama
53
Chapter 52: Pertemuan di Hutan Terlarang
54
Chapter 53: Kuil Kuno dan Rahasia Terpendam
55
Chapter 54: Bayangan Pedang dan Cahaya
56
Chapter 55: Peta Kuno dan Rencana Aksi
57
Chapter 56: Pertarungan di Altar Kuno
58
Chapter 57: Pertarungan Terakhir
59
Chapter 58: Jalan Menuju Kebangkitan
60
Chapter 59: Bayang-Bayang yang Mengintai
61
Chapter 60: Perjalanan Menuju Pengetahuan
62
Chapter 61: Pertarungan di Bawah Cahaya Bulan
63
Chapter 62: Penguasa Kegelapan - Warisan Tersembunyi
64
Chapter 63: Bayangan Gunung Maut, Bisikan Kuno, dan Ujian Pertama
65
Chapter 64: Menari di Tepi Maut
66
Chapter 65: Makam Bisikan dan Bayangan yang Mengintai
67
Chapter 66: Lorong Bisikan dan Bayangan yang Bergerak
68
Chapter 67: Pertarungan di Kegelapan
69
Chapter 68: Jejak yang Tersisa
70
Chapter 69: Bayangan di Altar Kuno
71
Chapter 70: Rahasia Peti Kuno - Terang dan Bayangan
72
Chapter 71: Waktu yang Terbatas
73
Chapter 72: Perlombaan Melawan Waktu
74
Chapter 73: Perlombaan Menuju Waktu
75
Chapter 74: Pengorbanan
76
Chapter 75: Bayangan yang Tersisa
77
Chapter 76: Gua Tersembunyi
78
Chapter 77: Bayangan Mei
79
Chapter 78: Rahasia Gua
80
Chapter 79: The Shadow Awakens
81
Chapter 80: The Labyrinth of Traps

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!