Bab 19 - Sebutan Wanita Mandul (Masa Lalu~Part 2)

"Sa_ya bisa masak, Ma. Ber_sih-bersih rumah juga bisa," jawab Yulia dengan nada terbata-bata. Ia berusaha ingin dekat dan diterima oleh ibu mertuanya itu.

"Ehm, wanita ini kayaknya bisa aku manfaatin jadi ba_bu di rumahku." Batin Mama Anik.

Awalnya Bagas ingin tinggal bersama Yulia di kos-kosan atau rumah kontrakan yang tak jauh dari lokasi proyek. Namun Mama Anik mencegahnya dengan alasan menghemat biaya, sekaligus ia butuh teman di rumah.

"Sudahlah, kamu fokus ngerjakan proyek di Kalimantan. Biar Yulia sama Mama di Surabaya. Empat bulan sekali kamu kan bisa pulang ke sini seperti biasanya," pinta Mama Anik.

Bagas dan Yulia pun akhirnya menuruti keinginan Mama Anik. Keduanya menjalani kehidupan LDM an.

Satu minggu kemudian, Bagas bertolak ke Kalimantan. Yulia pastinya sedih karena harus berpisah dari suaminya itu. Namun Bagas berusaha meyakinkan Yulia bahwa dirinya sebagai suami akan berusaha untuk mengubah kehidupan mereka ke depan menjadi lebih baik. Terutama dari segi ekonomi.

Bagas bercita-cita ingin menjadi pengusaha kontraktor sendiri. Namun memang saat ini dirinya masih kerja ikut orang lain sebagai batu loncatan. Bagas dan Yulia sepakat memulai dari nol demi masa depan yang cerah.

"Baik-baik ya di rumah Mama. Kalau ada apa-apa segera kabari Mas,"

"Iya, Mas. Jangan nakal atau ge_nit di sana," ucap Yulia berbisik lirih seraya memeluk tubuh suaminya di Bandara Juanda, Surabaya, ketika mengantar Bagas yang akan bertolak ke Kalimantan.

"Punya istri cantik spek bidadari sur_ga begini kok ge_nit ke cewek lain, ya gak mungkin toh. Mas janji akan selalu setia padamu, Sayangku."

"Aku lihat janjimu itu kamu buktikan, Mas. Kalau kamu langgar, aku akan pergi sejauh mungkin dan tak sudi maafin."

"Serem, ih!"

"Biarin!" gerutu Yulia. Bagas pun tersenyum melihat tingkah lucu Yulia tersebut.

"Mas kan enggak punya mantan pacar. Jadi, kamu enggak perlu cemburu berlebihan. Cuma satu mantan pacar Mas yaitu kamu, yang sekarang berubah status jadi istriku. Kalau kamu kan mantanmu banyak," ledek Bagas di ujung kalimatnya.

"Enggak banyak kok. Cuma dua doang sebelum aku pacaran sama Mas Bagas," jawab Yulia apa adanya.

"Tetap saja aku cemburu. Apalagi usia mereka lebih muda daripada Mas,"

"Tapi kan Yulia cintanya sama Mas Bagas," ucap Yulia seraya tersipu malu.

"Kok tiba-tiba Mas jadi males berangkat ke Kalimantan ya,"

"Loh kenapa?" tanya Yulia terkejut.

"Pengin kel0nin istri saja biar makin cinta sama aku yang sudah tua ini," bisik Bagas mesra di telinga Yulia.

"Tua apaan? Ganteng dan masih muda kok. Gagah per_kasa lagi," ucap Yulia seraya memuji Bagas.

"Yang bener, Yank."

"Iya, lah. Kalau enggak, mana mungkin aku klepek-klepek," jawab Yulia.

"Love you, Yuliaku."

"Love you too, Mas Bagasku."

Yulia terpesona dan hatinya berbunga-bunga. Semburat merah pun menghiasi wajahnya secara otomatis. Bagas tipikal pria yang romantis.

Terlebih selama seminggu ini setelah mereka resmi menikah, Bagas tak pernah melepaskan dirinya. Bagas selalu membuatnya kera*mas akibat pergu_latan panas membara pengantin baru di atas ranjang.

Jarak usia keduanya memang berbeda 10 tahun. Namun tak menyurutkan insting alami yang dimiliki kedua insan yang tengah di ma*buk cinta dan has_rat itu dalam melakukan malam-malam yang melenakan sebagai pasangan halal. You know what I mean.

Dahulu mereka berdua pertama kali bertemu dan kenalan saat Bagas sedang berada di Bandung untuk mengerjakan proyek dari kantornya. Ketika itu Yulia masih duduk di bangku kelas 3 SMA.

Sebuah warteg sederhana yang kebetulan berada tak jauh dari sekolah Yulia, itulah tempat keduanya pertama kali bertemu. Bagas sudah langsung jatuh cinta dengan Yulia ketika pertama kali melihat adik kandung Ratih tersebut.

Kebetulan Yulia waktu itu baru saja putus dari mantan pacarnya yang bernama Niko. Biasa masih cinta monyet di sekolah. Usia Yulia dan Niko sebaya. Mereka teman satu sekolah yang sama.

Usia Bagas yang terpaut sepuluh tahun dengannya, tak berpengaruh signifikan bagi Yulia. Justru ia semakin terpesona dengan kematangan Bagas yang dinilainya lebih dewasa ketimbang mantan pacarnya.

☘️☘️

Sepeninggal Bagas pergi ke Kalimantan, kehidupan Yulia yang manis di awal pernikahan, seketika berubah drastis. Terutama perlakukan Mama Anik padanya.

"Yulia !" teriak Mama Anik.

Tap...tap...tap...

Langkah kaki Yulia terdengar cepat setengah berlari menuju ke kamar ibu mertuanya itu.

"Iya, Ma. Ada apa?" tanya Yulia dengan napas yang terlihat sedikit ngos-ngosan.

"Kenapa bajuku ini ada nodanya? Perasaan waktu aku pakai sebelum masuk ke bak cucian kotor, enggak ada noda begini. Kamu pasti proses cucinya enggak bener jadi berno_da begini!" sungut Mama Anik seraya melempar bajunya tersebut ke wajah Yulia.

BUGH !!

"Maaf, Ma. Tapi aku yakin enggak melakukan kesalahan waktu cuci baju. Mungkin noda ini sudah ada sebelum baju Mama masuk ke cucian kotor," jawab Yulia seraya melihat baju ibu mertuanya itu tepat di bagian yang terkena noda.

"Jadi kamu nyalahin Mama!" pekik Mama Anik.

"Bukan begitu, Ma. Aku_" ucapan Yulia seketika terpotong.

PLAK !!

Sebuah tamparan keras langsung mendarat di pipi Yulia dari cap lima jari ibu mertuanya itu.

"Asal kamu tahu, baju itu mahal harganya! Sekarang jadi rusak gara-gara kamu enggak b3cus bersihinnya pakai mesin cuci. Di rumahmu sana pasti kamu enggak punya mesin cuci mahal seperti di rumahku. Biasa cuci baju pakai tangan atau batu ya. Maklum orang miskin," sindir Mama Anik seraya menatap sinis ke arah menantunya itu.

Jlebb...

Yulia pun seketika bersedih mendengar hinaan pedas dari ibu mertuanya. Bukan hanya kali ini, namun sudah sering. Mama Anik juga mengancam dirinya untuk tak mengadu apapun pada Bagas perihal yang terjadi di rumah.

Masih banyak lagi kemarahan Mama Anik pada Yulia seperti menca_cat hasil masakan Yulia yang tidak enak yang menurut ibu mertuanya itu selera orang kampung dan sebagainya. Yulia berusaha bertahan dengan kondisi yang ada karena ia sangat mencintai Bagas.

☘️☘️

Setahun pernikahan Bagas dan Yulia.

"Sudah setahun kalian menikah, kenapa istrimu belum ada tanda-tanda hamil? Kalian enggak menunda punya momongan kan," cecar Mama Anik ketika duduk di meja makan bersama Bagas dan Yulia. Kebetulan saat ini Bagas sedang pulang ke Surabaya.

"Kami enggak menunda kok, Ma. Mungkin belum diberi sama Tuhan. Mama yang sabar ya," jawab Bagas.

"Keluarga kita kan subur. Kamu ajak istrimu sana pergi ke dokter buat periksa. Siapa tahu dia man_dul,"

"Astaghfirullah hal adzim, Ma. Kami yakin sehat semua. Perkara anak, bukan kita yang ngatur. Semuanya dari Tuhan. Sebagai manusia kita hanya bisa berusaha dan berdoa," ucap Bagas.

Yulia hanya diam dan menundukkan kepalanya seraya mengelus perutnya sendiri di bawah meja makan. Ia terus berdoa dalam hatinya agar segera hamil.

Jujur, Yulia merasa kesepian jika ditinggal Bagas bekerja ke Kalimantan. Berharap dengan kehadiran anak di tengah mereka, bisa membuat ibu mertuanya itu sudi menerima dirinya dan tidak dikatai wanita man_dul lagi.

"Dulu Mama nikah sama almarhum Papamu saja baru sebulan sudah langsung hamil. Kalian setahun menikah, belum juga tuh istrimu hamil."

"Mama doakan saja biar kami berdua segera diberi momongan," jawab Bagas yang tak ingin semakin memantik api kemarahan. Ia berusaha meredam emosi di hatinya saat ini terhadap sikap ibu kandungnya sendiri tersebut.

"Laki-laki kan boleh punya istri lebih dari satu," celetuk Mama Anik.

"Maksud Mama?" tanya Bagas.

"Ya kalau istrimu memang enggak bisa kasih keturunan buat keluarga kita, kamu menikah lagi saja dengan wanita lain. Mawar misalnya untuk jadi istri keduamu," tawar Mama Anik.

Deg...

Bersambung...

🍁🍁🍁

Terpopuler

Comments

Ais

Ais

Ya Allah apa jng"sebenarnya yumna msh memiliki ayah kandung dan si bagas ini msh hidup dan bahagia bersama keluarga barunya akibat fitnah keji dr ibu kandung bagas

2024-12-22

8

Sugiharti Rusli

Sugiharti Rusli

apa segitu nelangsanya yah kehidupan si Yulia, soalnya dia ga dapat restu dari ibu kandungnya walo dengan alasan yang ga syar'i sih yah,,,

2024-12-22

2

Aditya HP/bunda lia

Aditya HP/bunda lia

ya ampun bagaimana cepat hamil ahik ahik nya ajah 4 bln sekali sadar gak sih bu kalo anak sama menantu mu tuh ldr'an ...

2024-12-22

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Pertama Kali Berjumpa
2 Bab 2 - Kapan Nikah ?
3 Bab 3 - Kedatangan Alden ke Bandung
4 Bab 4 - Jalan-Jalan Malam
5 Bab 5 - Tamu di Tengah Malam
6 Bab 6 - Romeo adalah Yoga
7 Bab 7 - Persiapan Pertunangan
8 Bab 8 - Restoran Sayang Jando
9 Bab 9 - Berbicara Empat Mata
10 Bab 10 - Playboy Cap Balsem
11 Bab 11 - Empty Love Syndrome
12 Bab 12 - Kado Ulang Tahun (Spesial)
13 Bab 13 - Awal Mula
14 Bab 14 - Sebuah Kutukan
15 Bab 15 - Gara-Gara Tendangan
16 Bab 16 - Deep Talk
17 Bab 17 - Apa Aku Anak Haram ? (Yumna)
18 Bab 18 - Menikah Tanpa Restu (Masa Lalu~Part 1)
19 Bab 19 - Sebutan Wanita Mandul (Masa Lalu~Part 2)
20 Bab 20 - Bu Titik Meninggal dan Kehamilan Yulia (Masa Lalu~Part 3)
21 Bab 21 - Perihal Wali Nikah
22 Bab 22 - Batal Berbicara
23 Bab 23 - Sebuah Foto
24 Bab 24 - Terungkap Jati Diri Yumna
25 Bab 25 - Bertemu Mantan Kekasih
26 Bab 26 - Menunda Pernikahan
27 Bab 27 - Bule Cap Balsem Ngambek
28 Bab 28 - Pergi ke Bali (Kejutan)
29 Bab 29 - Adu Mulut (Calon Istri vs Mantan Kekasih)
30 Bab 30 - Kegaduhan
31 Bab 31 - Jujur Walau Terasa Pahit
32 Bab 32 - Cita-Cita Yumna Di Masa Lalu (Jodoh Bule)
33 Bab 33 - Ulet Bulu Kelimpungan
34 Bab 34 - Bias Masa Lalu (Bagas-Yulia-Mawar)
35 Bab 35 - Poligami (Bagas-Yulia-Mawar)
36 Bab 36 - Siang Berdarah
37 Bab 37 - Golongan Darah dan Tes DNA
38 Bab 38 - Tabur Tuai
39 Bab 39 - Perkara Harta Warisan
40 Bab 40 - Pinjam Uang
41 Bab 41 - Interview User
42 Bab 42 - Tak Sengaja Terjatuh (Sebuah Petunjuk)
43 Bab 43 - Kun Fayakun
44 Bab 44 - Jalur Langit (Doa Anak yang Salihah)
45 Bab 45 - Penolakan dan Ketakutan Meka
46 Bab 46 - Tiba di Surabaya
47 Bab 47 - Pelukan Ayah dan Anak
48 Bab 48 - Sebuah Tamparan
49 Bab 49 - Diusir Paksa
50 Bab 50 - Apa Kabar Istri Ayah ?
51 Bab 51 - Menyisir Rambut
52 Bab 52 - Meminta Restu
53 Bab 53 - Hamil di Luar Nikah
54 Bab 54 - Gelang Emas Wasiat
55 Bab 55 - Kecurigaan Bu Ratih
56 Bab 56 - Modus Calon Mantu
57 Bab 57 - Tetangga Julid dan Kepo
58 Bab 58 - Gelang Wasiat Berhasil Kembali
59 Bab 59 - Dilarikan ke Rumah Sakit
60 Bab 60 - Akhirnya Menikah (Yumna dan Alden)
61 Bab 61 - Di Atas Langit Masih Ada Langit
62 Bab 62 - Setelah Makan Malam
63 Bab 63 - Menuju Puncak
64 Bab 64 - Keguguran
65 Bab 65 - Minta Maaf dan Penyesalan Salwa
66 Bab 66 - Tabur Tuai
67 Bab 67 - Lanjutin Yuk
68 Bab 68 - Memilikimu Seutuhnya
69 Bab 69 - Menuju Garis Finish
70 Bab 70 - Cinta Sejati (TAMAT)
71 PROMO NOVEl BARU
Episodes

Updated 71 Episodes

1
Bab 1 - Pertama Kali Berjumpa
2
Bab 2 - Kapan Nikah ?
3
Bab 3 - Kedatangan Alden ke Bandung
4
Bab 4 - Jalan-Jalan Malam
5
Bab 5 - Tamu di Tengah Malam
6
Bab 6 - Romeo adalah Yoga
7
Bab 7 - Persiapan Pertunangan
8
Bab 8 - Restoran Sayang Jando
9
Bab 9 - Berbicara Empat Mata
10
Bab 10 - Playboy Cap Balsem
11
Bab 11 - Empty Love Syndrome
12
Bab 12 - Kado Ulang Tahun (Spesial)
13
Bab 13 - Awal Mula
14
Bab 14 - Sebuah Kutukan
15
Bab 15 - Gara-Gara Tendangan
16
Bab 16 - Deep Talk
17
Bab 17 - Apa Aku Anak Haram ? (Yumna)
18
Bab 18 - Menikah Tanpa Restu (Masa Lalu~Part 1)
19
Bab 19 - Sebutan Wanita Mandul (Masa Lalu~Part 2)
20
Bab 20 - Bu Titik Meninggal dan Kehamilan Yulia (Masa Lalu~Part 3)
21
Bab 21 - Perihal Wali Nikah
22
Bab 22 - Batal Berbicara
23
Bab 23 - Sebuah Foto
24
Bab 24 - Terungkap Jati Diri Yumna
25
Bab 25 - Bertemu Mantan Kekasih
26
Bab 26 - Menunda Pernikahan
27
Bab 27 - Bule Cap Balsem Ngambek
28
Bab 28 - Pergi ke Bali (Kejutan)
29
Bab 29 - Adu Mulut (Calon Istri vs Mantan Kekasih)
30
Bab 30 - Kegaduhan
31
Bab 31 - Jujur Walau Terasa Pahit
32
Bab 32 - Cita-Cita Yumna Di Masa Lalu (Jodoh Bule)
33
Bab 33 - Ulet Bulu Kelimpungan
34
Bab 34 - Bias Masa Lalu (Bagas-Yulia-Mawar)
35
Bab 35 - Poligami (Bagas-Yulia-Mawar)
36
Bab 36 - Siang Berdarah
37
Bab 37 - Golongan Darah dan Tes DNA
38
Bab 38 - Tabur Tuai
39
Bab 39 - Perkara Harta Warisan
40
Bab 40 - Pinjam Uang
41
Bab 41 - Interview User
42
Bab 42 - Tak Sengaja Terjatuh (Sebuah Petunjuk)
43
Bab 43 - Kun Fayakun
44
Bab 44 - Jalur Langit (Doa Anak yang Salihah)
45
Bab 45 - Penolakan dan Ketakutan Meka
46
Bab 46 - Tiba di Surabaya
47
Bab 47 - Pelukan Ayah dan Anak
48
Bab 48 - Sebuah Tamparan
49
Bab 49 - Diusir Paksa
50
Bab 50 - Apa Kabar Istri Ayah ?
51
Bab 51 - Menyisir Rambut
52
Bab 52 - Meminta Restu
53
Bab 53 - Hamil di Luar Nikah
54
Bab 54 - Gelang Emas Wasiat
55
Bab 55 - Kecurigaan Bu Ratih
56
Bab 56 - Modus Calon Mantu
57
Bab 57 - Tetangga Julid dan Kepo
58
Bab 58 - Gelang Wasiat Berhasil Kembali
59
Bab 59 - Dilarikan ke Rumah Sakit
60
Bab 60 - Akhirnya Menikah (Yumna dan Alden)
61
Bab 61 - Di Atas Langit Masih Ada Langit
62
Bab 62 - Setelah Makan Malam
63
Bab 63 - Menuju Puncak
64
Bab 64 - Keguguran
65
Bab 65 - Minta Maaf dan Penyesalan Salwa
66
Bab 66 - Tabur Tuai
67
Bab 67 - Lanjutin Yuk
68
Bab 68 - Memilikimu Seutuhnya
69
Bab 69 - Menuju Garis Finish
70
Bab 70 - Cinta Sejati (TAMAT)
71
PROMO NOVEl BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!