Kejujuran memang sangat penting untuk membangun sebuah hubungan, baik itu persahabatan maupun cinta.
Akan tetapi, jangan lupa bahwa karakter tiap personal berbeda-beda. Kita tidak bisa memaksakan orang lain harus sama seperti diri kita yang mudah terbuka soal apapun.
Mau mulut kita berbusa untuk menyadarkan orang lain demi sebuah keterbukaan dan kejujuran, jika orang tersebut belum tergugah hatinya maka tidak akan terjadi. Dikarenakan diri kita bukanlah yang mengalami kepahitan tersebut. Dalam hal ini yang terjadi pada Yumna.
Ketika dirinya masih menjadi remaja polos, Yumna harus mengalami banyak hal berat. Merasa dirinya sudah kotor dan hina. Pintar dalam mata pelajaran sekolah, belum tentu membuat orang tersebut juga pintar dalam hal percintaan.
"Al,"
"Hem,"
"Aku boleh tanya pendapat kamu, enggak?"
"Tanya saja. Ada apa kok tumben biasanya kamu langsung sat set-sat set? Sekarang kenapa pakai daftar perizinan dahulu cuma buat tanya-tanya ke aku? Mirip mau dirikan bangunan saja sampai harus bikin IMB. Hehe..."
"Aku serius, Al."
"Iya, Sayang. Monggo, waktu dan tempat dipersilahkan. Apa yang mau ditanyakan pada Kakandamu ini?"
Yumna menarik napasnya sejenak sebelum membuka suaranya kembali.
"Setiap laki-laki yang mau menikah, apa pengin dapat calon istri yang masih pera_wan?" tanya Yumna lirih dan penuh kehati-hatian.
"Laki-laki yang baik, pastinya pengin lah dapat istri yang masih gadis. Masa bekas orang lain,"
Glug...
Yumna menelan salivanya dalam-dalam mendengar jawaban Alden barusan.
"Berarti cowok yang model kamu begini, playboy mantan teh celup, kalau dapat cewek yang sudah enggak segelan artinya gak masalah ya?"
"Gak semua cowok nakal harus dapat cewek nakal juga. Cowok nakal kayak aku begini pastinya juga punya cita-cita pengin dapat wanita baik-baik yang bisa dijadikan istri,"
Raut wajah Yumna yang awalnya sempat tersenyum tipis, kini mendadak lesu. Ia semakin takut Alden berpaling darinya jika tahu dirinya sudah tidak suci lagi.
"Siapa sih cowok di dunia ini yang gak pengin dapat istri masih pera_wan? Aku rasa gak ada. Laki-laki baik dan playboy sekalipun dominan pasti cari hal itu. Tapi, gak semua hal diukur dari itu saja. Masih banyak yang perlu dipertimbangkan dalam mencari calon istri yang bisa rukun sampai akhir hayat bersama saling mencintai. Buatku nikah cukup sekali seumur hidup. Walaupun sebelumnya kawinku udah sering. Hehe..."
"Kalau semisal kamu dapat istri yang gak pera_wan, apa kamu tetap terima istrimu atau tidak? Mungkin langsung kamu ceraikan setelah malam pertama,"
"Loh, maksudmu?"
"Ya, semisal saja begitu. Gimana pendapatmu?"
"Kamu ini lagi ngerjakan tesis kuliah atau survey mantan playboy dalam mencari jodoh?" ledek Alden seraya pura-pura menatap wajah Yumna dengan serius lalu berubah tersenyum lucu. Lelaki ini senang sekali menggoda calon istrinya itu.
"Jawab saja, Al."
"Oke-oke," Alden lalu berdehem sejenak.
"Aku kan mau nikah sama kamu yang artinya di sini kalau calon istriku enggak pera_wan. Lah kan itu kamu dong, Yank."
"Anggap saja begitu," sahut Yumna.
"Kamu masih pera_wan ting-ting kok, Yank. Kenapa jadi bahas kamu enggak pera_wan?"
"Dari mana kamu tahu aku masih pera_wan?"
"Tahu lah, Yank. Kamu pasti tahu masa laluku seperti apa. Tak perlu aku jabarkan dari A-Z. Jadi, aku tahu kamu itu masih suci. Walaupun aku belum melakukan test drive dengan memasukimu. Hehe..." kelakar Alden seraya terkekeh di ujung kalimatnya. "Soalnya kamu beda lah sama para wanita yang pernah kutiduri di mana mereka memang sudah enggak suci sejak awal sebelum main denganku," sambungnya.
"Kamu kan belum main sama aku. Kok bisa bilang kalau aku masih suci dan beda sama mantan-mantanmu itu?"
"Lihat ini," ucap Alden seraya mendadak salah satu telapak tangannya menyentuh lengan bagian atas pada tubuh Yumna hingga sedikit mere_masnya.
Seketika ada desir tak biasa yang mendadak hinggap pada diri Yumna. Tubuhnya pun bergetar akibat sentuhan Alden barusan.
"Apa yang kamu rasakan?" tanya Alden.
"Aneh," jawab Yumna terkesan malu-malu. Ia terus menundukkan kepalanya di depan Alden.
"Cie...cie... kenapa wajahmu jadi merah merona begitu, Yank?" goda Alden.
"Apaan sih, kamu." Yumna semakin tersipu malu seraya memukul lengan Alden.
Namun kali ini pukulan Yumna terkesan lembut, tidak kencang seperti biasanya. Sebab, sang empunya tubuh tengah mengalami dag, dig, dug, serr usai disentuh Alden.
Jantung Yumna mendadak berdetak kencang. Yumna memilih mengalihkan pandangannya ke arah lain dan tak ingin menghadap Alden. Malu-malu meong.
"Tandanya kamu masih gadis, Yank. Kalau wanita yang sudah enggak pera_wan, pasti rasanya hambar alias nothing special saat aku menyentuh tubuhnya. Enggak seperti aku sentuh kamu barusan. Sebagai laki-laki, aku tahu mana wanita yang masih gadis dan yang tidak."
"Masa sih,"
"Loh, kamu kok meragukan ilmu kanuragan plus tel3pati Kakanda Alden Pratama Bentleymu ini. Aku yakin kok. Kenapa kamu yang punya tubuh malah enggak yakin? Memangnya kamu pernah begituan? Apa sama mantan pacarmu atau siapa?" cecar Alden.
Deg...
Seketika Yumna gelagapan mendapat serbuan pertanyaan mendadak dari Alden. Wajah Yumna langsung berubah pias. Ia pun bingung harus menjawabnya seperti apa.
Bersambung...
🍁🍁🍁
*Like dan Komen banyak-banyak💋
Nuhun...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 71 Episodes
Comments
Ais
Wajar seh yumna terkesan lelet buat jujur sm alden karena hal semacam ini perlu kesiapan mental yg luar biasa apalg yumna merasa dia ngak perawan lg hny dr apa yg dia lihat pas sadar dr tidurnya bkn berdasarkan karena apa yg dia rasakan scr langsung jd msh abu"juga apalg yoga meyakini dia ngak merasa menduri yumna kala itu
2024-12-17
3
Akhmad Soimun
Kocak yah pas Alden ngomong punya ilmu Kanuragan n telepati..🤣🤣🤣 aku ngakak ngetawain, yha Alden dianya udah serius², udh bener bgt ngomong,ngejawab, nasehatinya..ehh tiba² dia nyeletuk begitu😂😂🙈🙈
2024-12-17
3
Risma Waty
Curiganya memang benar Yoga tidak ngapa-ngapain ke Yumma krn saat itu dia teler berat. Nah, bercak merah yg Yumma lihat kemungkinan akal2an Mikha.
Apakah Yumma merasakan sakit saat itu?
2024-12-17
4