Bab 13 - Awal Mula

Keduanya saling pandang dan mendadak termenung. Seketika Yumna teringat dengan kenangan masa lalunya yang pahit.

Saat Yumna masih berumur 17 tahun, Surabaya.

Ketika SMA, Yumna tinggal dan bersekolah di Surabaya bersama keluarganya. Saat Yumna duduk di bangku kelas 2 SMA, Pak Latif yakni ayah Yumna dimutasi kerja ke Bandung. Mereka semua pindah ke Bandung, kecuali Yumna.

Dikarenakan tinggal setahun lagi Yumna akan lulus SMA. Rasanya tanggung jika pindah sekolah ke Bandung. Pastinya terbentur biaya masuk dan sebagainya.

Akhirnya Yumna diputuskan untuk tinggal bersama bibinya yang seorang janda tanpa anak. Lagipula bibinya itu juga tengah sakit-sakitan dan tak ada yang menjaganya.

Siang itu Yumna pulang sekolah terlihat begitu kesal. Sebab ia baru saja dipermalukan oleh Yoga alias Romeo, lelaki yang menjadi primadona cewek-cewek di sekolahnya.

Ia baru saja diputus cinta secara sepihak oleh Yoga hingga merasa malu di depan teman-teman satu sekolah. Yumna langsung masuk ke dalam kamarnya.

"Dasar Yoga brengsek !!" maki Yumna.

"Hiks...hiks...hiks..." Yumna pun menangis tersedu-sedu. Ia menumpahkan segala kekesalan di hatinya dengan merebahkan diri di kamarnya seharian penuh sambil menangis.

Romeo alias Yoga ternyata tidak tulus mencintainya. Pacaran dengannya selama tiga bulan hanya karena taruhan semata.

"Dasar bodoh kau, Salsa !!"

Ia merutuki dirinya sendiri yang begitu bodoh hingga terperdaya dan menganggap cinta Yoga tulus padanya. Ternyata semua itu kepalsuan belaka dari Yoga alias Romeo.

Yumna terus bersedih selama kurang lebih sebulan terakhir ini. Namun ia tetap masuk sekolah. Akan tetapi, ia selalu menundukkan kepalanya ketika berada di lingkungan sekolah.

Banyak murid lainnya yang selalu mengejeknya, jika berpapasan dengan dirinya di area sekolah.

"Lihat itu si itik kismin yang berharap jadi cinderelanya Yoga. Haha..." ledek Mekayla yang biasa dipanggil Meka. Wanita ini termasuk salah satu primadona di sekolah yang sama dengan Yumna.

Yoga, Yumna, dan Meka adalah satu angkatan di tahun yang sama di sekolah tersebut. Yoga dan Meka berasal dari keluarga kalangan atas. Tentu saja mereka bisa bersekolah di sana karena punya uang yang banyak. Sedangkan Yumna masuk sekolah favorit tersebut karena prestasinya dan mendapat beasiswa.

Yumna tak menggubris cibiran Meka dan teman-temannya itu. Ia tetap berjalan seperti biasa sembari kepalanya tetap tertunduk.

"Lihat ke bawah terus, kenapa woi? Lagi cari recehan ya? Nih ambil," ujar Meka seraya melempar ke tubuh Yumna berupa satu koin uang pecahan lima ratus rupiah.

PLUG...

Seketika langkah kaki Yumna pun terhenti.

"Kalau kalian punya uang receh, segera lempar saja ke cinderela halu tak tahu diri ini. Namanya bukan Salsabila tapi jadi Salsabebek. Kasihan banget Doi lagi butuh duit yang banyak biar bisa datang ke pesta dansa minggu depan. Haha..." Meka semakin tertawa terbahak-bahak.

Ia terus merendahkan dan menghina Yumna di depan teman-temannya yang lain.

"Memangnya dia punya gaun bagus buat datang ke pesta?" tanya salah satu teman Meka.

"Keluarga dia enggak sanggup beli gaun mahal. Palingan sewa atau ny0long. Haha..." cibir Meka semakin memojokkan Yumna.

"Ayo kita taruhan saja. Kira-kira dia datang ke pesta perpisahan Yoga yang mau pindah sekolah apa enggak?" Salah satu teman Meka tiba-tiba terbesit ide buat taruhan.

"Oke, siapa takut. Aku pasang taruhan kalau si itik kismin ini enggak akan datang ke pesta itu," sahut Meka.

"Loh, Mek. Kok kamu yakin kalau dia enggak datang?"

"Soalnya dia cupu dan c3men. Artinya enggak salah kalau Yoga putusin dia beberapa waktu yang lalu," sindir Meka.

Yumna pun bergegas pergi dari sana. Telinganya begitu panas mendengar semua itu. Senyum menyeringai terpancar jelas di wajah Meka.

"Aku yakin setelah ini dia pasti berubah pikiran. Dia akan datang ke pestanya Yoga. Welcome to the jungle, Salsa. Pesona Meka dilawan maka bersiap nera_ka yang akan kamu terima," batin Meka.

☘️☘️

Pesta perpisahan Yoga alias Romeo pun tiba. Dikarenakan bisnis orang tua Yoga semakin berkembang, maka keluarga mereka memutuskan untuk pindah ke Batam.

Acara tersebut mengundang semua murid yang satu angkatan dengan Yoga. Ada sekitar enam kelas dengan jumlah murid 25 orang per kelasnya. Maka total murid yang Yoga undang sekitar 150 orang belum termasuk kepala sekolah, para guru dan karyawan lainnya yang bekerja di sekolah tersebut juga turut diundangnya.

Acara dilaksanakan di salah satu hotel bintang lima di Surabaya. Yumna pada akhirnya memutuskan untuk datang. Ia tak ingin semakin dihina atau direndahkan lagi oleh teman-teman yang lain jika sampai tidak hadir dalam pesta tersebut.

Sejak putus, Yumna dan Yoga jarang bertegur sapa. Walaupun mereka berada dalam satu kelas yang sama. Namun malam itu mendadak Yoga terpukau sama kecantikan Yumna yang biasa ia panggil Salsa. Akhirnya ia berjalan mendekati Yumna.

"Hai, Sa. Apa kabar?" tanya Romeo alias Yoga.

"Baik," jawab Yumna singkat.

"Terima kasih kamu sudah hadir di pestaku malam ini,"

"Sama-sama,"

"Kamu cantik sekali malam ini, Sa." Seketika Yumna menatap mantan kekasihnya itu secara tajam.

"Sudah berapa banyak wanita yang jadi korbanmu seperti aku?"

"Maksudmu, pacar taruhanku?"

"Hem,"

"Cuma kamu," jawab Yoga apa adanya.

"Oh, bodohnya diriku." Yumna semakin menyalahkan dirinya sendiri.

Ya, faktanya mantan kekasih Yoga memang banyak. Bahkan Mekayla yang menjadi gadis populer di sekolah adalah salah satu mantan kekasih Yoga. Namun hanya Yumna yang menjadi pacar taruhan Yoga.

"Sebelum aku pindah sekolah, maafkan semua khilafku, Sa."

"Andai memaafkan semudah minta maaf. Pastinya banyak kesalahan yang mudah terlupakan cukup dengan kata maaf," sindir Yumna.

"Terserah kamu mau maafin aku atau enggak. Yang pasti sebelum aku pergi dari kota ini, aku minta maaf ke kamu."

Yumna hanya terdiam dan tak menjawab apapun perihal pemintaan maaf dari Yoga.

"Aku ke sana dulu, Sa. Mau sapa beberapa teman basketku," pamit Yoga.

Yumna hanya meliriknya dengan kesal. Sebab lelaki itu tak ada usaha lain agar permintaan maafnya tadi diterima dengan baik dan dimaafkan.

Alhasil ketika ada seorang pelayan yang membawa nampan berisi beberapa minuman tengah berjalan perlahan ke arah Yumna, kakak Salwa ini pun menghentikannya. Lalu ia mengambil satu gelas dan meminumnya hingga habis tak bersisa.

"Dasar buaya darat!" batin Yumna semakin kesal karena ia melihat Yoga tengah duduk di sudut lain. Lelaki itu justru asyik tertawa bersama teman-teman yang lain seolah tanpa beban.

Beberapa menit kemudian tiba-tiba kepala Yumna terasa pusing dan mengantuk.

"Aduh, kenapa jadi pusing begini ya? Hoamm..." gumam Yumna seraya menguap dan memegang kepalanya yang terasa pusing.

Matanya perlahan mulai berkunang-kunang. Yumna berusaha tetap terjaga. Namun kedua matanya rasanya ingin sekali memejam.

"Aku harus segera pulang. Padahal tadi aku sudah tidur siang. Kenapa baru jam segini sudah ngantuk?" gumam Yumna seraya melirik jam tangannya yang baru menunjukkan waktu yakni pukul sembilan malam.

Yumna pun memutuskan pergi ke toilet sejenak. Berharap dengan cuci muka, ngantuknya akan hilang. Yumna berjalan semp0yongan menyusuri lorong hotel.

Kata petugas, toilet di dalam venue acara sedang rusak. Jadi Yumna disarankan naik satu lantai untuk pergi ke toilet yang ada di luar venue acara.

"Kenapa semakin gelap ya? Apa lampu hotelnya mati?" batin Yumna seraya berusaha mencari toilet yang disampaikan petugas tadi dengan kondisi kepala pusing serta mengantuk.

Tiba-tiba...

Brugh...

Tubuh Yumna mendadak ambruk tak sadarkan diri di lantai hotel, tepatnya di lorong yang kebetulan sedang sepi.

Bersambung...

🍁🍁🍁

Terpopuler

Comments

sitimusthoharoh

sitimusthoharoh

ow ow ternyata emang disengaja banget ini mah.tapi moga aj malem itu gk terjadi hal2 yg dipikirkan yumna selama ini y kak fira,biar jadi kejutan buat si yumna kalok ternyata dia m yoga gk ngapa2in malem itu
lanjut

2024-12-13

3

As Lamiah

As Lamiah

hemm pasti kerjaan Meka nih yg bikin kisah kelam Yumna dengan yoga 🤦 bikin empet dah baca nya

2024-12-13

4

Sugiharti Rusli

Sugiharti Rusli

oh Yumna sepertinya dijebak dan diadu domba sama si Yoga gegara ini yah, sepertinya ini ulah Meka,,,

2024-12-13

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Pertama Kali Berjumpa
2 Bab 2 - Kapan Nikah ?
3 Bab 3 - Kedatangan Alden ke Bandung
4 Bab 4 - Jalan-Jalan Malam
5 Bab 5 - Tamu di Tengah Malam
6 Bab 6 - Romeo adalah Yoga
7 Bab 7 - Persiapan Pertunangan
8 Bab 8 - Restoran Sayang Jando
9 Bab 9 - Berbicara Empat Mata
10 Bab 10 - Playboy Cap Balsem
11 Bab 11 - Empty Love Syndrome
12 Bab 12 - Kado Ulang Tahun (Spesial)
13 Bab 13 - Awal Mula
14 Bab 14 - Sebuah Kutukan
15 Bab 15 - Gara-Gara Tendangan
16 Bab 16 - Deep Talk
17 Bab 17 - Apa Aku Anak Haram ? (Yumna)
18 Bab 18 - Menikah Tanpa Restu (Masa Lalu~Part 1)
19 Bab 19 - Sebutan Wanita Mandul (Masa Lalu~Part 2)
20 Bab 20 - Bu Titik Meninggal dan Kehamilan Yulia (Masa Lalu~Part 3)
21 Bab 21 - Perihal Wali Nikah
22 Bab 22 - Batal Berbicara
23 Bab 23 - Sebuah Foto
24 Bab 24 - Terungkap Jati Diri Yumna
25 Bab 25 - Bertemu Mantan Kekasih
26 Bab 26 - Menunda Pernikahan
27 Bab 27 - Bule Cap Balsem Ngambek
28 Bab 28 - Pergi ke Bali (Kejutan)
29 Bab 29 - Adu Mulut (Calon Istri vs Mantan Kekasih)
30 Bab 30 - Kegaduhan
31 Bab 31 - Jujur Walau Terasa Pahit
32 Bab 32 - Cita-Cita Yumna Di Masa Lalu (Jodoh Bule)
33 Bab 33 - Ulet Bulu Kelimpungan
34 Bab 34 - Bias Masa Lalu (Bagas-Yulia-Mawar)
35 Bab 35 - Poligami (Bagas-Yulia-Mawar)
36 Bab 36 - Siang Berdarah
37 Bab 37 - Golongan Darah dan Tes DNA
38 Bab 38 - Tabur Tuai
39 Bab 39 - Perkara Harta Warisan
40 Bab 40 - Pinjam Uang
41 Bab 41 - Interview User
42 Bab 42 - Tak Sengaja Terjatuh (Sebuah Petunjuk)
43 Bab 43 - Kun Fayakun
44 Bab 44 - Jalur Langit (Doa Anak yang Salihah)
45 Bab 45 - Penolakan dan Ketakutan Meka
46 Bab 46 - Tiba di Surabaya
47 Bab 47 - Pelukan Ayah dan Anak
48 Bab 48 - Sebuah Tamparan
49 Bab 49 - Diusir Paksa
50 Bab 50 - Apa Kabar Istri Ayah ?
51 Bab 51 - Menyisir Rambut
52 Bab 52 - Meminta Restu
53 Bab 53 - Hamil di Luar Nikah
54 Bab 54 - Gelang Emas Wasiat
55 Bab 55 - Kecurigaan Bu Ratih
56 Bab 56 - Modus Calon Mantu
57 Bab 57 - Tetangga Julid dan Kepo
58 Bab 58 - Gelang Wasiat Berhasil Kembali
59 Bab 59 - Dilarikan ke Rumah Sakit
60 Bab 60 - Akhirnya Menikah (Yumna dan Alden)
61 Bab 61 - Di Atas Langit Masih Ada Langit
62 Bab 62 - Setelah Makan Malam
63 Bab 63 - Menuju Puncak
64 Bab 64 - Keguguran
65 Bab 65 - Minta Maaf dan Penyesalan Salwa
66 Bab 66 - Tabur Tuai
67 Bab 67 - Lanjutin Yuk
68 Bab 68 - Memilikimu Seutuhnya
69 Bab 69 - Menuju Garis Finish
70 Bab 70 - Cinta Sejati (TAMAT)
71 PROMO NOVEl BARU
Episodes

Updated 71 Episodes

1
Bab 1 - Pertama Kali Berjumpa
2
Bab 2 - Kapan Nikah ?
3
Bab 3 - Kedatangan Alden ke Bandung
4
Bab 4 - Jalan-Jalan Malam
5
Bab 5 - Tamu di Tengah Malam
6
Bab 6 - Romeo adalah Yoga
7
Bab 7 - Persiapan Pertunangan
8
Bab 8 - Restoran Sayang Jando
9
Bab 9 - Berbicara Empat Mata
10
Bab 10 - Playboy Cap Balsem
11
Bab 11 - Empty Love Syndrome
12
Bab 12 - Kado Ulang Tahun (Spesial)
13
Bab 13 - Awal Mula
14
Bab 14 - Sebuah Kutukan
15
Bab 15 - Gara-Gara Tendangan
16
Bab 16 - Deep Talk
17
Bab 17 - Apa Aku Anak Haram ? (Yumna)
18
Bab 18 - Menikah Tanpa Restu (Masa Lalu~Part 1)
19
Bab 19 - Sebutan Wanita Mandul (Masa Lalu~Part 2)
20
Bab 20 - Bu Titik Meninggal dan Kehamilan Yulia (Masa Lalu~Part 3)
21
Bab 21 - Perihal Wali Nikah
22
Bab 22 - Batal Berbicara
23
Bab 23 - Sebuah Foto
24
Bab 24 - Terungkap Jati Diri Yumna
25
Bab 25 - Bertemu Mantan Kekasih
26
Bab 26 - Menunda Pernikahan
27
Bab 27 - Bule Cap Balsem Ngambek
28
Bab 28 - Pergi ke Bali (Kejutan)
29
Bab 29 - Adu Mulut (Calon Istri vs Mantan Kekasih)
30
Bab 30 - Kegaduhan
31
Bab 31 - Jujur Walau Terasa Pahit
32
Bab 32 - Cita-Cita Yumna Di Masa Lalu (Jodoh Bule)
33
Bab 33 - Ulet Bulu Kelimpungan
34
Bab 34 - Bias Masa Lalu (Bagas-Yulia-Mawar)
35
Bab 35 - Poligami (Bagas-Yulia-Mawar)
36
Bab 36 - Siang Berdarah
37
Bab 37 - Golongan Darah dan Tes DNA
38
Bab 38 - Tabur Tuai
39
Bab 39 - Perkara Harta Warisan
40
Bab 40 - Pinjam Uang
41
Bab 41 - Interview User
42
Bab 42 - Tak Sengaja Terjatuh (Sebuah Petunjuk)
43
Bab 43 - Kun Fayakun
44
Bab 44 - Jalur Langit (Doa Anak yang Salihah)
45
Bab 45 - Penolakan dan Ketakutan Meka
46
Bab 46 - Tiba di Surabaya
47
Bab 47 - Pelukan Ayah dan Anak
48
Bab 48 - Sebuah Tamparan
49
Bab 49 - Diusir Paksa
50
Bab 50 - Apa Kabar Istri Ayah ?
51
Bab 51 - Menyisir Rambut
52
Bab 52 - Meminta Restu
53
Bab 53 - Hamil di Luar Nikah
54
Bab 54 - Gelang Emas Wasiat
55
Bab 55 - Kecurigaan Bu Ratih
56
Bab 56 - Modus Calon Mantu
57
Bab 57 - Tetangga Julid dan Kepo
58
Bab 58 - Gelang Wasiat Berhasil Kembali
59
Bab 59 - Dilarikan ke Rumah Sakit
60
Bab 60 - Akhirnya Menikah (Yumna dan Alden)
61
Bab 61 - Di Atas Langit Masih Ada Langit
62
Bab 62 - Setelah Makan Malam
63
Bab 63 - Menuju Puncak
64
Bab 64 - Keguguran
65
Bab 65 - Minta Maaf dan Penyesalan Salwa
66
Bab 66 - Tabur Tuai
67
Bab 67 - Lanjutin Yuk
68
Bab 68 - Memilikimu Seutuhnya
69
Bab 69 - Menuju Garis Finish
70
Bab 70 - Cinta Sejati (TAMAT)
71
PROMO NOVEl BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!