Bab 12 - Kado Ulang Tahun (Spesial)

Hari ini tepat setahun Yumna dan Alden dalam kondisi status yang masih bertunangan. Saat ini keduanya berada di Jogjakarta untuk merayakan ulang tahun Yumna yang ke-31 tahun.

Alden telah menyiapkan makan malam romantis untuk Yumna. Keduanya memutuskan melakukan privat dinner di dalam kamar hotel berbintang yang sekaligus menjadi tempat tinggal Alden selama di Jogjakarta.

"Happy Birthday, Yank. Semoga Ayank makin sayang sama aku, makin sukses dan makin berisi. Hehe..."

"Apaan sih! Abis romantis, mendadak ku_mat," ledek Yumna seraya terkekeh sendiri.

"Aku lebih suka calon istriku berisi daripada kurus kering kayak orang kurang gizi mirip triplek. Kalau berisi kan enak pas dipegang-pegang. Jadi terasa kenyal-kenyal empuk seperti jelly. Haha..." ujar Alden seraya tertawa terbahak-bahak.

"Terserah kamu. Kalau didebat nanti malah enggak kelar-kelar," ucap Yumna.

"Ayo potong kuenya terus suapin aku," pinta Alden dengan nada manja.

"Iya," jawab Yumna.

Akhirnya setelah make a wish dan acara tiup lilin, sampailah kue ulang tahun tersebut dipotong oleh Yumna. Di mana potongan tersebut diberikan untuk Alden.

"Makasih sudah sabar dan bertahan sejauh ini denganku. Makasih juga atas acara malam ini yang sangat romantis. Ini pertama kalinya ulang tahunku dirayakan seperti ini. Pasti uangmu banyak keluar demi acara ulang tahunku di sini," ucap Yumna seraya menyerahkan potongan kue ulang tahunnya pada Alden.

Hap...

Satu suapan kue ulang tahun diberikan oleh Yumna pada Alden. Lelaki itu sungguh bahagia sekali malam ini.

"Kan acara ulang tahun bukan setiap hari, Yank. Sesekali perlu kasih reward pada diri sendiri maupun pasangan. Enggak apa-apa kan,"

"Iya, tapi jangan keseringan. Jangan lupa uangnya ditabung buat masa depan kita nanti,"

"Tabungan itu sudah pasti. Ayank tenang saja, tabungan masa depan untukmu dan calon anak-anak kita nanti sudah aman terkendali."

Lalu Alden menyerahkan sebuah kado berupa kalung emas bertuliskan inisial huruf mereka berdua yakni A dan Y. Artinya Alden dan Yumna. Alden pun memasangkan kado tersebut ke leher Yumna.

"Beautiful," puji Alden.

"Cantikan mana, aku sama mantan-mantanmu dulu?" tanya Yumna secara tiba-tiba.

"So pasti kamu lah, Yank. Kan yang serius dan cinta cuma sama kamu. Yang lain cuma numpang masuk doang," jawab Alden ceplas-ceplos.

"Dasar playboy tukang col0kan!" geram Yumna.

Alden pun tertawa renyah melihat Yumna yang begitu gemas dengannya.

"C0lok sana-c0lok sini. Awas kalau nanti kita sudah menikah, terus kamu sampai selingkuh di belakangku. Tak be_jek-be_jek baz0okamu sampai penyet kayak tempe penyet!" ancam Yumna.

"Yang namanya selingkuh selalu di belakang, Neng. Bukannya di depan. Memangnya mau pendaftaran, pakai di depan segala. Kalah dong sama motor Yamehe yang slogannya selalu terdepan," cibir Alden. "Satu saja belum dicicipin, apalagi selingkuh. Enggak lah, Yank. Kata orang-orang, satu istri di rumah saja enggak habis-habis rasa manisnya di atas ranjang. Enggak mungkin aku selingkuh. Lebih baik kek3epin istri sendiri di rumah sampai lemes-lemes nikmat daripada istri tetangga. Jangan ya dek ya," sambungnya.

"Bagus deh kalau gitu. Oh ya, di hari ulang tahunku kali ini, ada sesuatu buatmu." Yumna pun mendadak tersenyum.

"Wow, aku dapat kado juga. Asyiiikkkk..." ucap Alden seraya tertawa bahagia.

Yumna pun membuka tas miliknya dan mengeluarkan sebuah kotak persegi panjang ukuran sedang pada Alden.

"Apa ini, Yank?"

"B0m," jawab Yumna asal ceplos seraya tertawa kecil.

"Masa b0m? Suka ngadi-ngadi deh, Ayank. Nanti aku cium loh," canda Alden.

"Buka saja," pinta Yumna.

"Kok aku jadi takut ya, Yank."

"Cepetan buka, sebelum kadaluwarsa!" ancam Yumna dengan gemas pada Alden.

Akhirnya perlahan tapi pasti, Alden membuka kado dari Yumna tersebut.

Deg...

Alden pun mendadak terdiam dan terpaku melihat isi kadonya. Tak berselang lama, senyuman lebar seketika terpancar jelas di raut wajah Alden saat dirinya usai mengeluarkan kado tersebut dari kotaknya dan membacanya dengan seksama.

"Apa bener ini, Yank?"

"Iya, bener."

"Aku enggak mimpi kan?" Alden masih tak percaya.

"Enggak,"

"Cium dong buat buktikan kalau aku enggak mimpi," pinta Alden mulai aneh-aneh alias ngelunjak.

"Auch..." Alden tiba-tiba justru menjerit akibat cubitan panas dari Yumna yang mendadak singgah di tangannya.

"Nah, bukan mimpi kan. Sudah percaya?"

"Tega kamu, Yank. Minta cium eh malah dicubit," ujar Alden setengah merajuk.

"Masih mending aku cubit daripada aku lempar dirimu dari balkon kamar ini. Jatuh jadi remp3yek dan tinggal nama doang. Mau?"

"Ogah. Aku masih pengin k3kepin Ayank pas malam pertama nanti setelah kita menikah. Rasanya pasti nano-nano," jawab Alden.

"Nah itu sudah aku kabulkan permulaannya,"

"Jadi beneran ini, kita fix nikah dua bulan lagi?"

"Iya, aku sudah b0oking waktu untuk bertemu dengan pihak W O. Kita bisa diskusikan konsep acara pernikahan kita, biaya dan sebagainya dengan mereka."

"Aku ikut kamu saja, Yank. Terserah kamu. Soal dana pernikahan, nanti aku transfer ke kamu. Jadi urusan sama W O, cukup kamu saja. Kalau sudah fitting baju dan sisanya, baru aku temenin."

"Kok gitu? Takutnya nanti konsepku atau warna baju dan tema yang aku pilih, enggak sesuai seleramu."

"Aku pasti suka kok. Apapun pilihan Ayank, aku pasti suka dan terima. Aku enggak mau terlalu ikut campur urusan seperti itu dengan pihak wanita. Yang aku tahu di luar sana, dominan pernikahan bisa batal hanya gara-gara calon pengantin bertengkar karena perbedaan konsep pernikahan, selera warna baju pengantin, venue acara dan sebagainya terkait prin*tilan-prin*tilan itu. Dan aku enggak mau hal itu terjadi pada kita,"

"Yakin?"

"Sangat yakin. Yang penting bisa nikah sama kamu, aku sudah bahagia kok. Sisanya serahkan pada Tuhan," jawab Alden.

Ya, Yumna menyerahkan sebuah kado pada Alden yakni undangan pernikahan. Dimana dalam undangan tersebut tertera nama lengkap Alden dan Yumna sebagai calon pengantin.

Bulan dan tahun pernikahan juga tertera jelas yakni sekitar dua bulan lagi. Hanya tanggal pernikahan serta venue acara berlangsung yang masih dikosongi karena belum mereka tentukan atau diskusikan.

"Asyik..." Alden mendadak berdiri dan berteriak bahagia. "Akhirnya aku kawin sama Yumna!"

"Bukan kawin tapi nikah," ucap Yumna yang berusaha meralat perkataan Alden barusan.

Yumna pun tersenyum lucu melihat tingkah Alden yang kini tengah berdiri dan jing*krak-jing*krak mirip orang menang undian.

"Horeee..."

Alden pun tiba-tiba mengangkat tubuh Yumna yang tengah duduk. Lalu ia gendong ala bridal style sambil berputar-putar. Seketika tanpa sengaja kaki Alden terantuk bagian tepi ranjang lalu hilang keseimbangan.

BUGH...

Alhasil tubuh keduanya terjatuh dan tak sengaja dalam posisi saling menindih di atas ranjang. Yumna berada di bawah tubuh Alden.

Deg...

Bersambung...

🍁🍁🍁

Terpopuler

Comments

Nena Anwar

Nena Anwar

semoga dengan jatuhnya Yumna dan Alden menjadi titik awal untuk Yumna bicara jujur pada Alden karena bukan tidak mungkin posisi jatuhnya mereka pasti mengingatkan trauma Yumna pada kisah masa lalu yg kelam dan semoga setelah diterbangkan ke langit Alden tak jatuh meluncur ke bumi

2024-12-12

1

Zuhril Witanto

Zuhril Witanto

udah setahun tapi Yumna kok masih gak mau terbuka .

2024-12-12

2

As Lamiah

As Lamiah

waduh bisa salah paham nih Yumna
apa malah jadi keinget masalalu dengan yoga nih 🤔

2024-12-12

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Pertama Kali Berjumpa
2 Bab 2 - Kapan Nikah ?
3 Bab 3 - Kedatangan Alden ke Bandung
4 Bab 4 - Jalan-Jalan Malam
5 Bab 5 - Tamu di Tengah Malam
6 Bab 6 - Romeo adalah Yoga
7 Bab 7 - Persiapan Pertunangan
8 Bab 8 - Restoran Sayang Jando
9 Bab 9 - Berbicara Empat Mata
10 Bab 10 - Playboy Cap Balsem
11 Bab 11 - Empty Love Syndrome
12 Bab 12 - Kado Ulang Tahun (Spesial)
13 Bab 13 - Awal Mula
14 Bab 14 - Sebuah Kutukan
15 Bab 15 - Gara-Gara Tendangan
16 Bab 16 - Deep Talk
17 Bab 17 - Apa Aku Anak Haram ? (Yumna)
18 Bab 18 - Menikah Tanpa Restu (Masa Lalu~Part 1)
19 Bab 19 - Sebutan Wanita Mandul (Masa Lalu~Part 2)
20 Bab 20 - Bu Titik Meninggal dan Kehamilan Yulia (Masa Lalu~Part 3)
21 Bab 21 - Perihal Wali Nikah
22 Bab 22 - Batal Berbicara
23 Bab 23 - Sebuah Foto
24 Bab 24 - Terungkap Jati Diri Yumna
25 Bab 25 - Bertemu Mantan Kekasih
26 Bab 26 - Menunda Pernikahan
27 Bab 27 - Bule Cap Balsem Ngambek
28 Bab 28 - Pergi ke Bali (Kejutan)
29 Bab 29 - Adu Mulut (Calon Istri vs Mantan Kekasih)
30 Bab 30 - Kegaduhan
31 Bab 31 - Jujur Walau Terasa Pahit
32 Bab 32 - Cita-Cita Yumna Di Masa Lalu (Jodoh Bule)
33 Bab 33 - Ulet Bulu Kelimpungan
34 Bab 34 - Bias Masa Lalu (Bagas-Yulia-Mawar)
35 Bab 35 - Poligami (Bagas-Yulia-Mawar)
36 Bab 36 - Siang Berdarah
37 Bab 37 - Golongan Darah dan Tes DNA
38 Bab 38 - Tabur Tuai
39 Bab 39 - Perkara Harta Warisan
40 Bab 40 - Pinjam Uang
41 Bab 41 - Interview User
42 Bab 42 - Tak Sengaja Terjatuh (Sebuah Petunjuk)
43 Bab 43 - Kun Fayakun
44 Bab 44 - Jalur Langit (Doa Anak yang Salihah)
45 Bab 45 - Penolakan dan Ketakutan Meka
46 Bab 46 - Tiba di Surabaya
47 Bab 47 - Pelukan Ayah dan Anak
48 Bab 48 - Sebuah Tamparan
49 Bab 49 - Diusir Paksa
50 Bab 50 - Apa Kabar Istri Ayah ?
51 Bab 51 - Menyisir Rambut
52 Bab 52 - Meminta Restu
53 Bab 53 - Hamil di Luar Nikah
54 Bab 54 - Gelang Emas Wasiat
55 Bab 55 - Kecurigaan Bu Ratih
56 Bab 56 - Modus Calon Mantu
57 Bab 57 - Tetangga Julid dan Kepo
58 Bab 58 - Gelang Wasiat Berhasil Kembali
59 Bab 59 - Dilarikan ke Rumah Sakit
60 Bab 60 - Akhirnya Menikah (Yumna dan Alden)
61 Bab 61 - Di Atas Langit Masih Ada Langit
62 Bab 62 - Setelah Makan Malam
63 Bab 63 - Menuju Puncak
64 Bab 64 - Keguguran
65 Bab 65 - Minta Maaf dan Penyesalan Salwa
66 Bab 66 - Tabur Tuai
67 Bab 67 - Lanjutin Yuk
68 Bab 68 - Memilikimu Seutuhnya
69 Bab 69 - Menuju Garis Finish
70 Bab 70 - Cinta Sejati (TAMAT)
71 PROMO NOVEl BARU
Episodes

Updated 71 Episodes

1
Bab 1 - Pertama Kali Berjumpa
2
Bab 2 - Kapan Nikah ?
3
Bab 3 - Kedatangan Alden ke Bandung
4
Bab 4 - Jalan-Jalan Malam
5
Bab 5 - Tamu di Tengah Malam
6
Bab 6 - Romeo adalah Yoga
7
Bab 7 - Persiapan Pertunangan
8
Bab 8 - Restoran Sayang Jando
9
Bab 9 - Berbicara Empat Mata
10
Bab 10 - Playboy Cap Balsem
11
Bab 11 - Empty Love Syndrome
12
Bab 12 - Kado Ulang Tahun (Spesial)
13
Bab 13 - Awal Mula
14
Bab 14 - Sebuah Kutukan
15
Bab 15 - Gara-Gara Tendangan
16
Bab 16 - Deep Talk
17
Bab 17 - Apa Aku Anak Haram ? (Yumna)
18
Bab 18 - Menikah Tanpa Restu (Masa Lalu~Part 1)
19
Bab 19 - Sebutan Wanita Mandul (Masa Lalu~Part 2)
20
Bab 20 - Bu Titik Meninggal dan Kehamilan Yulia (Masa Lalu~Part 3)
21
Bab 21 - Perihal Wali Nikah
22
Bab 22 - Batal Berbicara
23
Bab 23 - Sebuah Foto
24
Bab 24 - Terungkap Jati Diri Yumna
25
Bab 25 - Bertemu Mantan Kekasih
26
Bab 26 - Menunda Pernikahan
27
Bab 27 - Bule Cap Balsem Ngambek
28
Bab 28 - Pergi ke Bali (Kejutan)
29
Bab 29 - Adu Mulut (Calon Istri vs Mantan Kekasih)
30
Bab 30 - Kegaduhan
31
Bab 31 - Jujur Walau Terasa Pahit
32
Bab 32 - Cita-Cita Yumna Di Masa Lalu (Jodoh Bule)
33
Bab 33 - Ulet Bulu Kelimpungan
34
Bab 34 - Bias Masa Lalu (Bagas-Yulia-Mawar)
35
Bab 35 - Poligami (Bagas-Yulia-Mawar)
36
Bab 36 - Siang Berdarah
37
Bab 37 - Golongan Darah dan Tes DNA
38
Bab 38 - Tabur Tuai
39
Bab 39 - Perkara Harta Warisan
40
Bab 40 - Pinjam Uang
41
Bab 41 - Interview User
42
Bab 42 - Tak Sengaja Terjatuh (Sebuah Petunjuk)
43
Bab 43 - Kun Fayakun
44
Bab 44 - Jalur Langit (Doa Anak yang Salihah)
45
Bab 45 - Penolakan dan Ketakutan Meka
46
Bab 46 - Tiba di Surabaya
47
Bab 47 - Pelukan Ayah dan Anak
48
Bab 48 - Sebuah Tamparan
49
Bab 49 - Diusir Paksa
50
Bab 50 - Apa Kabar Istri Ayah ?
51
Bab 51 - Menyisir Rambut
52
Bab 52 - Meminta Restu
53
Bab 53 - Hamil di Luar Nikah
54
Bab 54 - Gelang Emas Wasiat
55
Bab 55 - Kecurigaan Bu Ratih
56
Bab 56 - Modus Calon Mantu
57
Bab 57 - Tetangga Julid dan Kepo
58
Bab 58 - Gelang Wasiat Berhasil Kembali
59
Bab 59 - Dilarikan ke Rumah Sakit
60
Bab 60 - Akhirnya Menikah (Yumna dan Alden)
61
Bab 61 - Di Atas Langit Masih Ada Langit
62
Bab 62 - Setelah Makan Malam
63
Bab 63 - Menuju Puncak
64
Bab 64 - Keguguran
65
Bab 65 - Minta Maaf dan Penyesalan Salwa
66
Bab 66 - Tabur Tuai
67
Bab 67 - Lanjutin Yuk
68
Bab 68 - Memilikimu Seutuhnya
69
Bab 69 - Menuju Garis Finish
70
Bab 70 - Cinta Sejati (TAMAT)
71
PROMO NOVEl BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!