Bab 2 - Kapan Nikah ?

Rumah Orang Tua Yumna, Bandung.

Yumna adalah anak pertama dari dua bersaudara. Ia punya seorang adik bernama Salwa yang memiliki jarak usia sepuluh tahun dengannya.

Yumna hidup berjauhan dengan keluarganya. Ia tinggal di sebuah kos sederhana yang tak jauh dari kampusnya di Yogyakarta. Sedangkan keluarganya tinggal di Bandung.

Ibunya bernama Ratih. Sedangkan ayahnya bernama Pak Latif dan sudah meninggal dunia beberapa tahun yang lalu karena sakit. Sejak kepergian Pak Latif, Yumna yang membantu perekonomian keluarganya.

Dikarenakan sang ibu hanya menjadi tukang jahit rumahan. Terkadang menjadi juru masak jika ada tetangga yang hajatan sedang meminta bantuannya.

Hari ini Yumna sengaja bertandang ke Bandung karena tengah rindu dengan keluarganya. Kebetulan ada libur panjang yakni tanggal merah berjejer di akhir pekan.

Semalam Yumna menaiki kereta api Mutiara Selatan dari Yogyakarta dan baru tiba di Stasiun Bandung sekitar pukul setengah enam pagi. Jarak dari Stasiun Bandung ke rumah orang tua Yumna tak begitu jauh.

Dengan menaiki ojek motor sekitar dua puluh menit, Yumna tiba di rumah orang tuanya. Bu Ratih menyambut dengan penuh senyum kedatangan putri sulungnya itu.

"Assalammualaikum, Bu." Yumna mengucap salam ketika memasuki kediaman orang tuanya.

"Waalaikumsalam. Kamu pulang, Yum."

"Iya, Bu. Kan ada libur tanggal merah. Yumna di Bandung tiga hari setelah itu balik ke Jogja lagi," jawab Yumna seraya mencium tangan sang ibu penuh takzim.

"Ayo masuk. Kamu pasti capek dari perjalanan," ujar Bu Ratih menuntun putrinya itu masuk ke dalam rumah.

"Salwa mana, Bu?" tanya Yumna.

"Ada di kamarnya lagi tidur," jawab Bu Ratih.

Keduanya kini sudah duduk di ruang tamu.

"Salwa libur kerja hari ini, Bu?" tanya Yumna.

Salwa bekerja di salah satu gerai restoran cepat saji yang buka selama 24 jam. Tetap berada di kota Bandung.

"Salwa sudah enggak kerja di sana lagi," jawab Bu Ratih apa adanya.

"Loh, kenapa? Cari kerja kan susah, Bu."

"Salwa kan ada rencana menikah sama pacarnya. Kata Salwa, pacarnya itu kerjanya jadi manajer perusahaan properti. Nanti dia malu sama calon mertuanya kalau ketahuan kerja jadi pelayan restoran,"

"Mereka kan belum nikah, Bu. Memangnya pacarnya mau biayain hidup Salwa sama Ibu semuanya sebelum pernikahan terjadi?!" seru Yumna mendadak meradang setelah mendengar tingkah laku adiknya itu yang tak pernah berubah. Sok berduit dan suka flexing.

Padahal hidup mereka pas-pas an selepas kepergian Pak Latif. Yumna terpaksa harus banting tulang untuk mencukupi semuanya. Ia menjadi Generasi Sandwich, kata anak zaman now.

Generasi Sandwich adalah istilah yang menggambarkan kondisi seseorang yang harus menanggung beban finansial dan perawatan untuk dua generasi, yaitu orang tua dan anak-anak.

Tiba-tiba pintu kamar Salwa mendadak terbuka.

Ceklek...

Adik Yumna itu merasa terganggu dengan suara sang kakak yang cukup keras terdengar di telinganya ketika pagi hari saat ia tidur seperti ini. Salwa baru tidur sekitar tiga jam karena kemarin setelah resign dari tempat kerjanya, ia memutuskan pergi have fun dengan teman-temannya hingga larut malam.

"Pagi-pagi pera_wan tua sudah ngomel !! Kenapa sih suka ikut campur urusanku? Mending urusin hidupmu yang enggak nikah-nikah sampai sekarang!" seru Salwa seraya menatap tajam ke arah Yumna.

Seketika Yumna langsung berdiri dari kursinya.

"Mending aku belum nikah, tapi enggak nyusahin orang tua!"

"Memangnya aku nyusahin?" balas Salwa tak mau kalah.

"Sudah dibiayain kuliah ujungnya gak terus. Eh, malah duit SPP dipakai foya-foya enggak jelas! Itu duit bukan daun yang tinggal metik. Buat dapetin duit, butuh perjuangan dan kerja keras. Bukan enak-enak tidur, saat mata kita meeleek tuh duit jatuh sendiri ke muka kita. Itu mimpi namanya!"

"Terus, Mbak Yumna enggak ikhlas nih kemarin-kemarin biayain aku kuliah. Mbak enggak lupa kan sama pesan almarhum bapak sebelum meninggal. Mbak Yumna wajib sekolahin aku sampai kuliah. Apa Mbak sudah pikun?"

"Oh tentu Mbak enggak pikun. Mbak nepatin janji ke almarhum bapak kok. Sudah Mbak kuliahin kamu, terus hasilnya apa?!" jawab Yumna seraya menyindir balik Salwa.

"Tenang saja nanti kalau aku jadi menikah sama pacarku yang mapan itu, uang dari Mbak Yumna aku kembalikan seratus persen. Jika minta bunga deposito, aku berikan juga kok. Tenang saja,"

"Kamu pikir semuanya bisa dinilai begitu!" desis Yumna.

"Sudah cukup !!" pekik Bu Ratih berusaha melerai kedua putrinya yang tengah bertengkar hebat tersebut.

"Biarin, Bu. Sekali-kali nih anak perlu ditegesin. Kalau enggak, bisa ngelunjak dan semaunya sendiri."

"Sekarang yang perlu Mbak lakuin cuma satu," ujar Salwa.

"Apa?" tanya Yumna menantang Salwa.

"Kapan nikah?"

Deg...

Bersambung...

🍁🍁🍁

* Flexing adalah istilah yang menggambarkan perilaku memamerkan kekayaan, pencapaian, atau gaya hidup mewah untuk mendapatkan perhatian dan pengakuan.

Terpopuler

Comments

Nena Anwar

Nena Anwar

dih amit2 Yumna punya Adik satu2nya tapi belagu dan berani sama Kakaknya dimana rasa hormat seorang Adik, hey Salwa jangan sombong belom dinikahin udah angkuh nanti kamu ditipu sama calon suami kamu terus hidup kamu susah mau pergi kemana selain ke Yumna Kakak kamu emang ada temen atau sodara dikala susah mau nerima congkak banget sih jadi Manusia

2024-11-30

7

Ais

Ais

Kuatir euy klo salwa tau calon suami yumna kaya raya melintir bakalan jd pelakor ini si salwa amit"

2024-11-30

4

Nurlaela

Nurlaela

hadeh gitu amat punya adek,,,awas nanti jangan ganggu Alden tp si play boy tahu mana wanita yang baik dan tulus heeee...siap siap ya dalam cinta pasti ada badai kalau kuat good, Alden kan insyaf pasti banyak ujian disini saatnya Alden membuktikan,,,baru baca sebagian serahkan ke author 👍👍👍

2024-12-01

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Pertama Kali Berjumpa
2 Bab 2 - Kapan Nikah ?
3 Bab 3 - Kedatangan Alden ke Bandung
4 Bab 4 - Jalan-Jalan Malam
5 Bab 5 - Tamu di Tengah Malam
6 Bab 6 - Romeo adalah Yoga
7 Bab 7 - Persiapan Pertunangan
8 Bab 8 - Restoran Sayang Jando
9 Bab 9 - Berbicara Empat Mata
10 Bab 10 - Playboy Cap Balsem
11 Bab 11 - Empty Love Syndrome
12 Bab 12 - Kado Ulang Tahun (Spesial)
13 Bab 13 - Awal Mula
14 Bab 14 - Sebuah Kutukan
15 Bab 15 - Gara-Gara Tendangan
16 Bab 16 - Deep Talk
17 Bab 17 - Apa Aku Anak Haram ? (Yumna)
18 Bab 18 - Menikah Tanpa Restu (Masa Lalu~Part 1)
19 Bab 19 - Sebutan Wanita Mandul (Masa Lalu~Part 2)
20 Bab 20 - Bu Titik Meninggal dan Kehamilan Yulia (Masa Lalu~Part 3)
21 Bab 21 - Perihal Wali Nikah
22 Bab 22 - Batal Berbicara
23 Bab 23 - Sebuah Foto
24 Bab 24 - Terungkap Jati Diri Yumna
25 Bab 25 - Bertemu Mantan Kekasih
26 Bab 26 - Menunda Pernikahan
27 Bab 27 - Bule Cap Balsem Ngambek
28 Bab 28 - Pergi ke Bali (Kejutan)
29 Bab 29 - Adu Mulut (Calon Istri vs Mantan Kekasih)
30 Bab 30 - Kegaduhan
31 Bab 31 - Jujur Walau Terasa Pahit
32 Bab 32 - Cita-Cita Yumna Di Masa Lalu (Jodoh Bule)
33 Bab 33 - Ulet Bulu Kelimpungan
34 Bab 34 - Bias Masa Lalu (Bagas-Yulia-Mawar)
35 Bab 35 - Poligami (Bagas-Yulia-Mawar)
36 Bab 36 - Siang Berdarah
37 Bab 37 - Golongan Darah dan Tes DNA
38 Bab 38 - Tabur Tuai
39 Bab 39 - Perkara Harta Warisan
40 Bab 40 - Pinjam Uang
41 Bab 41 - Interview User
42 Bab 42 - Tak Sengaja Terjatuh (Sebuah Petunjuk)
43 Bab 43 - Kun Fayakun
44 Bab 44 - Jalur Langit (Doa Anak yang Salihah)
45 Bab 45 - Penolakan dan Ketakutan Meka
46 Bab 46 - Tiba di Surabaya
47 Bab 47 - Pelukan Ayah dan Anak
48 Bab 48 - Sebuah Tamparan
49 Bab 49 - Diusir Paksa
50 Bab 50 - Apa Kabar Istri Ayah ?
51 Bab 51 - Menyisir Rambut
52 Bab 52 - Meminta Restu
53 Bab 53 - Hamil di Luar Nikah
54 Bab 54 - Gelang Emas Wasiat
55 Bab 55 - Kecurigaan Bu Ratih
56 Bab 56 - Modus Calon Mantu
57 Bab 57 - Tetangga Julid dan Kepo
58 Bab 58 - Gelang Wasiat Berhasil Kembali
59 Bab 59 - Dilarikan ke Rumah Sakit
60 Bab 60 - Akhirnya Menikah (Yumna dan Alden)
61 Bab 61 - Di Atas Langit Masih Ada Langit
62 Bab 62 - Setelah Makan Malam
63 Bab 63 - Menuju Puncak
64 Bab 64 - Keguguran
65 Bab 65 - Minta Maaf dan Penyesalan Salwa
66 Bab 66 - Tabur Tuai
67 Bab 67 - Lanjutin Yuk
68 Bab 68 - Memilikimu Seutuhnya
69 Bab 69 - Menuju Garis Finish
70 Bab 70 - Cinta Sejati (TAMAT)
71 PROMO NOVEl BARU
Episodes

Updated 71 Episodes

1
Bab 1 - Pertama Kali Berjumpa
2
Bab 2 - Kapan Nikah ?
3
Bab 3 - Kedatangan Alden ke Bandung
4
Bab 4 - Jalan-Jalan Malam
5
Bab 5 - Tamu di Tengah Malam
6
Bab 6 - Romeo adalah Yoga
7
Bab 7 - Persiapan Pertunangan
8
Bab 8 - Restoran Sayang Jando
9
Bab 9 - Berbicara Empat Mata
10
Bab 10 - Playboy Cap Balsem
11
Bab 11 - Empty Love Syndrome
12
Bab 12 - Kado Ulang Tahun (Spesial)
13
Bab 13 - Awal Mula
14
Bab 14 - Sebuah Kutukan
15
Bab 15 - Gara-Gara Tendangan
16
Bab 16 - Deep Talk
17
Bab 17 - Apa Aku Anak Haram ? (Yumna)
18
Bab 18 - Menikah Tanpa Restu (Masa Lalu~Part 1)
19
Bab 19 - Sebutan Wanita Mandul (Masa Lalu~Part 2)
20
Bab 20 - Bu Titik Meninggal dan Kehamilan Yulia (Masa Lalu~Part 3)
21
Bab 21 - Perihal Wali Nikah
22
Bab 22 - Batal Berbicara
23
Bab 23 - Sebuah Foto
24
Bab 24 - Terungkap Jati Diri Yumna
25
Bab 25 - Bertemu Mantan Kekasih
26
Bab 26 - Menunda Pernikahan
27
Bab 27 - Bule Cap Balsem Ngambek
28
Bab 28 - Pergi ke Bali (Kejutan)
29
Bab 29 - Adu Mulut (Calon Istri vs Mantan Kekasih)
30
Bab 30 - Kegaduhan
31
Bab 31 - Jujur Walau Terasa Pahit
32
Bab 32 - Cita-Cita Yumna Di Masa Lalu (Jodoh Bule)
33
Bab 33 - Ulet Bulu Kelimpungan
34
Bab 34 - Bias Masa Lalu (Bagas-Yulia-Mawar)
35
Bab 35 - Poligami (Bagas-Yulia-Mawar)
36
Bab 36 - Siang Berdarah
37
Bab 37 - Golongan Darah dan Tes DNA
38
Bab 38 - Tabur Tuai
39
Bab 39 - Perkara Harta Warisan
40
Bab 40 - Pinjam Uang
41
Bab 41 - Interview User
42
Bab 42 - Tak Sengaja Terjatuh (Sebuah Petunjuk)
43
Bab 43 - Kun Fayakun
44
Bab 44 - Jalur Langit (Doa Anak yang Salihah)
45
Bab 45 - Penolakan dan Ketakutan Meka
46
Bab 46 - Tiba di Surabaya
47
Bab 47 - Pelukan Ayah dan Anak
48
Bab 48 - Sebuah Tamparan
49
Bab 49 - Diusir Paksa
50
Bab 50 - Apa Kabar Istri Ayah ?
51
Bab 51 - Menyisir Rambut
52
Bab 52 - Meminta Restu
53
Bab 53 - Hamil di Luar Nikah
54
Bab 54 - Gelang Emas Wasiat
55
Bab 55 - Kecurigaan Bu Ratih
56
Bab 56 - Modus Calon Mantu
57
Bab 57 - Tetangga Julid dan Kepo
58
Bab 58 - Gelang Wasiat Berhasil Kembali
59
Bab 59 - Dilarikan ke Rumah Sakit
60
Bab 60 - Akhirnya Menikah (Yumna dan Alden)
61
Bab 61 - Di Atas Langit Masih Ada Langit
62
Bab 62 - Setelah Makan Malam
63
Bab 63 - Menuju Puncak
64
Bab 64 - Keguguran
65
Bab 65 - Minta Maaf dan Penyesalan Salwa
66
Bab 66 - Tabur Tuai
67
Bab 67 - Lanjutin Yuk
68
Bab 68 - Memilikimu Seutuhnya
69
Bab 69 - Menuju Garis Finish
70
Bab 70 - Cinta Sejati (TAMAT)
71
PROMO NOVEl BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!