PERTEMUAN DENGAN RYO

Riko dan Tatsu berjalan menyusuri gang sempit yang terletak di belakang gedung tua. Suasana malam itu terasa berbeda—sepi, hanya suara langkah kaki mereka yang mengisi udara. Riko merasa seolah-olah setiap sudut jalan menyembunyikan sesuatu yang menunggu untuk menyerangnya. Tatsu yang berjalan di depan tampak santai, hampir seperti mereka sedang menuju restoran favoritnya, padahal mereka tahu mereka akan bertemu dengan orang yang tak mereka kenal.

"Ada yang aneh nggak sih, Tatsu?" tanya Riko sambil melihat sekeliling. "Kenapa gue ngerasa kayak ini bukan tempat yang biasa-biasa aja, ya?"

Tatsu menoleh, menatap Riko dengan senyum santai. "Lo lagi paranoid lagi, bro. Kalau lo terus mikirin kayak gini, lo bakal susah tidur tiap malam. Tapi jujur aja, lo tuh keliatan kayak orang yang mau diserang sama film horor, bukan petarung."

"Serius, lo nggak lihat apa yang gue lihat?" Riko menunjuk ke arah bayangan gelap di ujung jalan. "Kayak ada orang nungguin kita, ya."

Tatsu menggelengkan kepala. "Itu cuma sampah terbang, Riko. Nggak ada yang ngikutin kita. Tapi kalau lo takut, gue bisa peluk dari belakang biar lo nggak sendirian."

Riko menatap Tatsu dengan mata tajam. "Gue bukan bocah kecil, Tatsu. Gue nggak butuh pelukan lo."

Tatsu tertawa. "Gue tau, bro, cuma bercanda. Tapi serius deh, kita udah hampir sampe. Jangan terlalu mikirin hal yang nggak perlu."

Riko menghela napas dan berusaha menenangkan dirinya. Mungkin dia memang terlalu terbawa perasaan, tapi perasaan aneh itu tetap tidak bisa dia hindari.

Akhirnya, mereka sampai di depan pintu sebuah ruangan yang tersembunyi di bawah tanah sebuah gedung besar. Lampu neon yang pudar di atas pintu memberi kesan suram, tetapi di baliknya, ada sesuatu yang tidak bisa dia abaikan. Sesuatu yang memanggilnya.

Tatsu mengetuk pintu dengan nada pelan. "Gue harap ini bukan jebakan, ya, Riko. Kalau ini jebakan, lo yang harus jawab nanti."

Riko menyeringai. "Tenang aja, gue bisa bawa diri gue sendiri. Gue udah biasa bertarung dengan hidup."

Pintu terbuka, dan seorang pria bertubuh besar dengan tatapan tajam menyambut mereka. Pria itu mengenakan jaket kulit hitam, dan senyum kecil yang muncul di wajahnya sedikit mengerikan. Namanya Ryo, dan sepertinya dia bukan tipe orang yang suka berbasa-basi.

"Lo Riko, kan?" tanya Ryo dengan suara berat, tetapi ada nada ramah yang menyembunyikan sesuatu yang lebih dalam.

Riko mengangguk, menatap Ryo dengan waspada. "Iya, gue Riko. Lo yang ngajak gue ketemu?"

Ryo melangkah mundur sedikit dan menepuk kursi yang ada di dekat meja. "Ayo duduk. Kita ada banyak hal yang perlu dibahas."

Riko dan Tatsu duduk, namun Riko merasa agak canggung. Ditemani pria berotot besar ini, suasana terasa semakin menegangkan, meski Ryo mencoba tersenyum seperti orang biasa.

"Jadi, apa yang lo mau omongin?" tanya Riko dengan nada hati-hati.

Ryo menyandarkan tubuhnya di kursi, memandangi Riko dengan tatapan tajam. "Gue mau lo bergabung sama tim gue. Kita ada proyek besar yang bisa bikin lo jadi petarung yang lebih terkenal daripada sekadar juara lokal."

Riko tersenyum kecil. "Proyek besar? Gue kira lo mau ngajak gue buat jadi bintang iklan sabun cuci piring."

Tatsu melirik Riko dan mencubit lengannya. "Lo jangan bikin suasana jadi aneh gitu, Riko."

Ryo tertawa pelan, lalu menggeleng. "Nggak, bro. Ini jauh lebih besar dari sekadar jadi iklan sabun. Gue tahu lo udah menang lawan Kuro, dan itu nggak gampang. Tapi gue juga tahu lo cuma segelintir orang yang punya potensi buat bener-bener mendominasi dunia pertarungan. Kita butuh lo di tim kita. Ada banyak orang yang pengen lo, dan gue nggak suka orang lain ngerasa punya hak buat ngatur hidup lo."

Riko mengerutkan dahi. "Tim lo? Jadi lo nggak sendirian dalam ini, kan?"

Ryo mengangguk. "Betul. Gue punya tim yang sudah berpengalaman, dan gue yakin lo bisa jadi bagian dari itu. Tapi, gue nggak nyuruh lo langsung bergabung. Lo punya pilihan, tapi gue kasih waktu buat mikir."

Tatsu yang dari tadi diam, akhirnya berbicara. "Gue penasaran nih. Kalau lo udah tahu Riko bisa jadi bagian dari tim lo, kenapa nggak lo langsung minta dia bergabung aja? Kenapa mesti kasih waktu mikir segala?"

Ryo tersenyum. "Karena gue nggak suka maksa orang. Gue pengen mereka merasa keputusan itu datang dari hati mereka sendiri. Lagipula, Riko punya cara bertarung yang unik, dan gue nggak mau nyuruh orang yang nggak siap."

Riko merasa sedikit tertekan, tapi dia juga merasa ada sesuatu yang menarik. Dunia pertarungan ini memang brutal, tapi terkadang, kesempatan seperti ini datang sekali seumur hidup. "Oke, gue mikir-mikir dulu. Tapi, kalau lo ngajak gue cuma buat jadi boneka, gue nggak bakal bergabung."

Ryo tertawa lagi, kali ini lebih keras. "Boneka? Gue nggak butuh boneka. Gue butuh orang yang bisa berdiri di atas kakinya sendiri. Yang bisa mengendalikan nasibnya."

Riko melirik Tatsu yang terlihat bingung, lalu kembali menatap Ryo. "Jadi, lo beneran yakin gue bisa jadi bagian dari tim lo?"

Ryo menatapnya dengan serius, namun dengan sedikit senyum di wajahnya. "Percaya gue, Riko. Kalau lo masuk tim gue, lo akan tahu rasa dari kemenangan yang sesungguhnya. Bukan hanya soal pertarungan, tapi tentang bagaimana mengendalikan semuanya."

Riko diam sejenak, mempertimbangkan semua yang baru saja dia dengar. Dia tahu, keputusan ini bisa mengubah hidupnya, tetapi dia juga merasa sedikit ragu. Dunia ini penuh dengan orang yang memiliki agenda tersembunyi, dan meskipun Ryo terdengar jujur, Riko tidak bisa begitu saja percaya begitu saja.

"Satu pertanyaan lagi," kata Riko sambil berdiri, "Kalau gue memutuskan untuk nggak bergabung, apa yang akan terjadi pada gue?"

Ryo tidak langsung menjawab. Dia hanya tersenyum tipis, lalu berkata, "Kalau lo nggak bergabung, ya... lo tetap bisa hidup, bro. Tapi nggak ada jaminan lo akan bertahan di arena ini selamanya."

Riko menatapnya dalam-dalam. "Oke, gue akan mikir-mikir. Tapi ingat, kalau lo macem-macem, gue nggak segan-segan buat ngelawan."

Ryo tersenyum lebih lebar, seakan-akan dia justru menunggu jawaban itu. "Itu baru petarung sejati. Gue suka gaya lo, Riko. Kita akan lihat apakah lo benar-benar siap untuk tantangan besar ini."

Episodes
1 PAHLAWAN TAK TERDUGA
2 BAYANGAN DIBALIK ARENA
3 PERTEMUAN DENGAN RYO
4 PILIHAN YANG BERAT
5 BERANI MENGAMBIL LANGKAH
6 TIM YANG TAK TERDUGA
7 PERSIAPAN UNTUK PERTARUNGAN
8 SERANGAN BALIK YANG MENGEJUTKAN
9 KEJUTAN BESAR DAN LAWAN BARU
10 LATIHAN EKSTREM DAN TANTANGAN BARU
11 UJIAN TAK TERDUGA DAN MISI RAHASIA
12 PELATIHAN NERAKA DAN "RAMEN RASA KEKALAHAN"
13 STRATEGI KONYOL DAN PERTARUNGAN DI PASAR MALAM
14 MISTERI GULUNGAN DAN PETUALANGAN DI PEMANDIAN AIR PANAS
15 Pembukaan Turnamen dan Strategi Aneh Tatsu
16 Tantangan Ronde Kedua dan Strategi "Goyang Ninja"
17 Pertarungan Satu Lawan Satu dan "Jurus Mie Instan"
18 Misteri di Balik Pertarungan dan “Jurus Super Nasi Goreng”
19 Pertarungan di Final dan "Strategi Terakhir: Pizza Luar Biasa"
20 Kemenangan dan Perayaan yang Tak Terlupakan
21 Masalah Besar dan Teka-teki Mencurigakan
22 Misi Dimulai, Pizza Menjadi Senjata
23 Gebrakan yang Tak Terduga
24 Senjata Kejutan
25 Terjebak di Dunia Gelap
26 Rahasia Pizza Terakhir
27 Misi Baru dan Pizza Gratis
28 Desa Bayangan dan Misteri Penduduk yang Hilang
29 Duel Kocak dan Rahasia Bayangan
30 Dunia Antara dan Rahasia yang Tersembunyi
31 Lorong Ajaib dan Misteri Masa Lalu
32 Dunia Baru dan Sang Penjaga Dimensi
33 Kembalinya Para Pahlawan
34 Perjalanan ke Kuil Cahaya
35 Ujian Penjaga Naga
36 Pertarungan dengan Api Kegelapan
37 Perjalanan Baru Dimulai
38 Langkah Menuju Kota Besar
39 Misteri Pasar Malam
40 Jejak di Balik Bayangan
41 Rahasia Lorong Tersembunyi
42 Perangkap di Balik Bayangan
43 Serangan Kejut di Tengah Malam
44 Jejak di Dalam Benteng
45 Pintu Menuju Kengerian
46 Jalan Keluar dan Kejutan
47 Persekutuan dan Rencana Baru
48 Serangan Tengah Malam
49 Kejutan di Dalam Markas
50 Perang Melawan Mesin
51 Musuh Tak Terduga
52 Menembus Labirin
53 Pertempuran Terakhir
54 Gerbang yang Tertutup
55 Titik Balik Dan Akhir
Episodes

Updated 55 Episodes

1
PAHLAWAN TAK TERDUGA
2
BAYANGAN DIBALIK ARENA
3
PERTEMUAN DENGAN RYO
4
PILIHAN YANG BERAT
5
BERANI MENGAMBIL LANGKAH
6
TIM YANG TAK TERDUGA
7
PERSIAPAN UNTUK PERTARUNGAN
8
SERANGAN BALIK YANG MENGEJUTKAN
9
KEJUTAN BESAR DAN LAWAN BARU
10
LATIHAN EKSTREM DAN TANTANGAN BARU
11
UJIAN TAK TERDUGA DAN MISI RAHASIA
12
PELATIHAN NERAKA DAN "RAMEN RASA KEKALAHAN"
13
STRATEGI KONYOL DAN PERTARUNGAN DI PASAR MALAM
14
MISTERI GULUNGAN DAN PETUALANGAN DI PEMANDIAN AIR PANAS
15
Pembukaan Turnamen dan Strategi Aneh Tatsu
16
Tantangan Ronde Kedua dan Strategi "Goyang Ninja"
17
Pertarungan Satu Lawan Satu dan "Jurus Mie Instan"
18
Misteri di Balik Pertarungan dan “Jurus Super Nasi Goreng”
19
Pertarungan di Final dan "Strategi Terakhir: Pizza Luar Biasa"
20
Kemenangan dan Perayaan yang Tak Terlupakan
21
Masalah Besar dan Teka-teki Mencurigakan
22
Misi Dimulai, Pizza Menjadi Senjata
23
Gebrakan yang Tak Terduga
24
Senjata Kejutan
25
Terjebak di Dunia Gelap
26
Rahasia Pizza Terakhir
27
Misi Baru dan Pizza Gratis
28
Desa Bayangan dan Misteri Penduduk yang Hilang
29
Duel Kocak dan Rahasia Bayangan
30
Dunia Antara dan Rahasia yang Tersembunyi
31
Lorong Ajaib dan Misteri Masa Lalu
32
Dunia Baru dan Sang Penjaga Dimensi
33
Kembalinya Para Pahlawan
34
Perjalanan ke Kuil Cahaya
35
Ujian Penjaga Naga
36
Pertarungan dengan Api Kegelapan
37
Perjalanan Baru Dimulai
38
Langkah Menuju Kota Besar
39
Misteri Pasar Malam
40
Jejak di Balik Bayangan
41
Rahasia Lorong Tersembunyi
42
Perangkap di Balik Bayangan
43
Serangan Kejut di Tengah Malam
44
Jejak di Dalam Benteng
45
Pintu Menuju Kengerian
46
Jalan Keluar dan Kejutan
47
Persekutuan dan Rencana Baru
48
Serangan Tengah Malam
49
Kejutan di Dalam Markas
50
Perang Melawan Mesin
51
Musuh Tak Terduga
52
Menembus Labirin
53
Pertempuran Terakhir
54
Gerbang yang Tertutup
55
Titik Balik Dan Akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!