Bab 14: Langkah Pertama Menuju Mimpi - Bagian Kedua

Bab 14: Langkah Pertama Menuju Mimpi - Bagian Kedua

Hari Senin: Demo di Lapangan Sekolah

Hari Senin tiba, dan suasana sekolah SD terasa lebih semarak dari biasanya. Tim DreamWorks, yang sudah menyusun rencana sejak hari Minggu, memutuskan untuk mengadakan demo game mereka di lapangan sekolah saat jam istirahat.

Sebelumnya Arya sudah minta izin ke kepala sekolah untuk mengadakan acara kecil di lapangan sekolah dan kepala sekolah mengizinkan selama tidak ada keributan atau perkelahian.

Arya, Saka, Abdi, Mitha, dan Amanda tiba lebih awal dari biasanya. Mereka membawa dua prototipe game elektronik, tic-tac-toe dan Simon Says, yang ditempatkan di atas meja sederhana yang sudah dipersiapkan di sudut lapangan. Spanduk kecil bertuliskan “Demo Game Elektronik DreamWorks” terpampang dengan tulisan tangan Mitha yang rapi.

“Kita sudah siap?” tanya Arya sambil memastikan semua perangkat bekerja.

“Sudah, semuanya aman,” jawab Saka. “Semua kabel dan komponen sudah aku periksa tadi pagi, batre nya juga sudah aku isi yang terbaru.”

Abdi berdiri di depan meja, seperti seorang MC yang siap menarik perhatian kerumunan.

"Teman-teman yang terkasih, datang dan kunjungilah demo game tercanggih abada ini" “Ayo, siapa yang mau mencoba duluan?” teriaknya lantang ketika bel istirahat berbunyi.

Kerumunan anak-anak segera berlari ke arah mereka, penasaran dengan apa yang sedang terjadi. Beberapa guru yang melihat dari kejauhan mulai tertarik dan mendekat.

***

Antusiasme di Lapangan

Seorang anak laki-laki dari kelas empat maju dengan ragu-ragu. Arya menyambutnya dengan senyum. “Ayo, coba permainan ini. Ini namanya Simon Says. Kamu harus mengikuti pola lampu yang menyala. Kalau salah, kamu kalah.”

Anak itu mencoba bermain, dan beberapa detik kemudian dia tertawa karena salah menekan tombol. Anak-anak lain mulai tertarik dan berteriak, “Aku juga mau coba!”

Mitha dengan sabar menjelaskan cara bermain tic-tac-toe kepada sekelompok anak perempuan yang berdiri di sisi lain meja. Amanda, yang menjadi maskot tim, sibuk membagikan brosur kecil buatan tangan mereka.

Guru olahraga mereka, Pak Darma, akhirnya mendekat. “Apa ini, Arya? Kalian membuat permainan sendiri?”

“Iya, Pak,” jawab Arya. “Kami membuat game elektronik sederhana. Kalau Bapak mau coba, silakan.”

Pak Darma mencoba permainan tic-tac-toe, dan dalam beberapa menit dia tampak sangat menikmati permainan tersebut. “Kalian hebat sekali. Ini inovasi yang luar biasa.”

Murid-murid lain yang melihat antusiasme Pak Darma semakin ramai berkumpul. Dalam waktu singkat, lapangan penuh dengan anak-anak yang berebut untuk mencoba permainan mendekat.

***

Keberhasilan Demo

Ketika bel masuk berbunyi, kerumunan mulai bubar. Beberapa anak mendekati Abdi untuk bertanya apakah mereka bisa meminjam game tersebut.

“Kalian bisa menyewa untuk satu hari. Nanti kami akan bawa lagi besok,” jawab Abdi dengan percaya diri.

Setelah kerumunan pergi, tim DreamWorks berkumpul kembali untuk mengevaluasi acara tersebut. “Menurutku, ini sukses besar,” kata Mitha. “Banyak yang tertarik.”

“Benar,” tambah Saka. “Tapi kita butuh lebih banyak unit. Kalau cuma dua seperti ini, kita tidak bisa memenuhi semua permintaan.”

Arya mengangguk setuju. “Aku akan coba cari cara untuk meningkatkan produksi. Kita butuh tempat khusus untuk membuat lebih banyak unit.”

***

Ide Membuka Bengkel

Malam itu, setelah mereka kembali ke rumah Arya, Nadya datang untuk melihat perkembangan mereka. Arya menceritakan kesuksesan demo di sekolah dan tantangan yang mereka hadapi.

“Kalian memang luar biasa,” kata Nadya. “Tapi kalian benar, tanpa fasilitas yang memadai, kalian tidak akan bisa memenuhi permintaan pasar.”

Saka mengusulkan ide untuk membuka bengkel kecil di dekat rumah. “Bengkel itu bisa jadi tempat kita membuat lebih banyak unit, sekaligus memperbaiki barang elektronik untuk menambah pemasukan.”

Nadya mengangguk. “Ide yang bagus, selama pabriknya belum berdiri untuk awal kita bisa membuka bengkel kecil. Aku akan membantu mencarikan tempat dan mengurus dokumen legalnya. Tapi kalian harus bersiap, karena membuka bengkel juga membutuhkan modal.”

Arya merenung sejenak. “Aku punya modal yang cukup. Kita bisa mulai dengan bengkel kecil dulu, sambil mencari cara untuk berkembang lebih besar.”

Amanda, yang duduk di pangkuan Nadya, tiba-tiba berkata, “Kak Arya, apa Amanda bisa bantu di bengkel?”

Semua tertawa mendengar pertanyaan polos itu. Arya mengelus kepala Amanda. “Tentu saja, Amanda. Kamu maskot DreamWorks, jadi kehadiranmu sangat penting.”

***

Langkah Awal Menuju Bengkel

Malam itu juga, Brata, ayah Arya, pulang lebih awal dan bergabung dalam diskusi mereka. Setelah mendengar cerita Arya dan timnya, Brata merasa bangga. “Kalian benar-benar luar biasa. Kalau kalian butuh tempat, aku punya teman yang punya ruko kecil di dekat pasar. Mungkin dia bisa menyewakannya dengan harga murah.”

Mendengar itu, semua langsung bersorak gembira. “Serius, Ayah? Itu akan sangat membantu!” seru Arya.

“Ayah akan bicara dengan temanku besok,” jawab Brata.

Mereka melanjutkan diskusi hingga matahari terbenam, menyusun rencana untuk mengisi bengkel dengan peralatan yang diperlukan. Nadya mencatat semua kebutuhan mereka, mulai dari komponen elektronik hingga alat kerja tambahan.

***

Harapan Baru

Hari itu diakhiri dengan semangat yang membara. Tim DreamWorks merasa bahwa langkah kecil yang mereka ambil mulai membawa mereka lebih dekat ke impian besar mereka. Meskipun masih anak-anak, mereka tahu bahwa kerja keras dan kreativitas akan menjadi kunci keberhasilan mereka.

Dengan dukungan Nadya dan Brata, mereka yakin bahwa bengkel kecil mereka akan menjadi pijakan awal yang kuat untuk membangun perusahaan besar di masa depan. DreamWorks baru saja memulai perjalanannya, dan mereka tidak sabar untuk melihat ke mana langkah ini akan membawa mereka.

Episodes
1 Bab 1: Blackhole Misterius dan Kembali ke Masa Lalu
2 Bab 2: Kenangan Kecelakaan
3 Bab 3: Rahasia Keluarga dan Perubahan Fisik
4 Bab 4: Awal Kisah dan Rahasia Sang Ayah
5 Bab 5: Awal Kisah Sang Ibu dan Pertemuan dengan Ayah
6 Bab 6: Mengunjungi Perkebunan dan Pabrik CPO
7 Bab 7: Berkunjung ke Kantor Pusat Perusahaan dan Laporan Keuangan Tahun 1983
8 Bab 8: Strategi Menyembunyikan Kekayaan Keluarga
9 Bab 9: Peristiwa Masa Depan dan Strategi 10 Tahun
10 Bab 10: Kembali ke Sekolah dan Awal yang Baru
11 Bab 11: Awal Baru dan Pertemanan yang Kuat
12 Bab 12: Awal Mimpi Bersama - DreamWorks
13 Bab 13: Langkah Pertama Menuju Mimpi - Bagian Pertama
14 Bab 14: Langkah Pertama Menuju Mimpi - Bagian Kedua
15 Bab 15: Langkah Baru DreamWorks
16 Bab 16: Menelepon Ibu di Jakarta dan Dongeng Finding Nemo
17 Bab 17: Menjemput Sulastri Pulang dari Jakarta dan Tamu dari Belanda
18 Bab 18: Persaingan dan Peluang Baru
19 Bab 19: Langkah Baru untuk Masa Depan
20 Bab 20: Menghadapi Tantangan Baru
21 Bab 21: Pengadilan dan Kebenaran yang Terungkap
22 Bab 22: Kembali Menjadi Anak-anak
23 Bab 23: Rencana Westeros Corporation Dimulai
24 Bab 24: Strategi Pelabuhan dan Diplomasi Bisnis
25 Bab 25: Strategi Mendirikan Umbrella Future Holding
26 Bab 26: Material Tercanggih Abad 21
27 Bab 27: Pertandingan Tenis di Hari Minggu
28 Bab 28: Bayang-Bayang Masa Lalu dan Rencana Perusahaan Berjalan Lancar
29 Bab 29: Fondasi Masa Depan
30 Bab 30: Curiga dan Antusiasme
31 Bab 31: Kabar Gembira untuk Studio DreamWorks
32 Bab 32: Trauma yang Tak Pernah Luntur
33 Bab 33: Rencana Besar untuk Indonesia
34 Bab 34: Rencana Strategis untuk Masa Depan Indonesia
35 Bab 35: Merancang Strategi Besar
36 Bab 36: Menata Masa Depan di Karang Agung dan Batam
37 Bab 37: Misi Strategis di Jakarta
38 Bab 38: Persaingan Dimulai
39 Bab 39: Semangat Baru di Sungai Musi
40 Bab 40: Game Corner Dika dan Titan Claw Studio
41 Bab 41: Inspirasi Permainan Baru, Board Game
42 Bab 42: Merancang Board Game Legendaris
Episodes

Updated 42 Episodes

1
Bab 1: Blackhole Misterius dan Kembali ke Masa Lalu
2
Bab 2: Kenangan Kecelakaan
3
Bab 3: Rahasia Keluarga dan Perubahan Fisik
4
Bab 4: Awal Kisah dan Rahasia Sang Ayah
5
Bab 5: Awal Kisah Sang Ibu dan Pertemuan dengan Ayah
6
Bab 6: Mengunjungi Perkebunan dan Pabrik CPO
7
Bab 7: Berkunjung ke Kantor Pusat Perusahaan dan Laporan Keuangan Tahun 1983
8
Bab 8: Strategi Menyembunyikan Kekayaan Keluarga
9
Bab 9: Peristiwa Masa Depan dan Strategi 10 Tahun
10
Bab 10: Kembali ke Sekolah dan Awal yang Baru
11
Bab 11: Awal Baru dan Pertemanan yang Kuat
12
Bab 12: Awal Mimpi Bersama - DreamWorks
13
Bab 13: Langkah Pertama Menuju Mimpi - Bagian Pertama
14
Bab 14: Langkah Pertama Menuju Mimpi - Bagian Kedua
15
Bab 15: Langkah Baru DreamWorks
16
Bab 16: Menelepon Ibu di Jakarta dan Dongeng Finding Nemo
17
Bab 17: Menjemput Sulastri Pulang dari Jakarta dan Tamu dari Belanda
18
Bab 18: Persaingan dan Peluang Baru
19
Bab 19: Langkah Baru untuk Masa Depan
20
Bab 20: Menghadapi Tantangan Baru
21
Bab 21: Pengadilan dan Kebenaran yang Terungkap
22
Bab 22: Kembali Menjadi Anak-anak
23
Bab 23: Rencana Westeros Corporation Dimulai
24
Bab 24: Strategi Pelabuhan dan Diplomasi Bisnis
25
Bab 25: Strategi Mendirikan Umbrella Future Holding
26
Bab 26: Material Tercanggih Abad 21
27
Bab 27: Pertandingan Tenis di Hari Minggu
28
Bab 28: Bayang-Bayang Masa Lalu dan Rencana Perusahaan Berjalan Lancar
29
Bab 29: Fondasi Masa Depan
30
Bab 30: Curiga dan Antusiasme
31
Bab 31: Kabar Gembira untuk Studio DreamWorks
32
Bab 32: Trauma yang Tak Pernah Luntur
33
Bab 33: Rencana Besar untuk Indonesia
34
Bab 34: Rencana Strategis untuk Masa Depan Indonesia
35
Bab 35: Merancang Strategi Besar
36
Bab 36: Menata Masa Depan di Karang Agung dan Batam
37
Bab 37: Misi Strategis di Jakarta
38
Bab 38: Persaingan Dimulai
39
Bab 39: Semangat Baru di Sungai Musi
40
Bab 40: Game Corner Dika dan Titan Claw Studio
41
Bab 41: Inspirasi Permainan Baru, Board Game
42
Bab 42: Merancang Board Game Legendaris

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!