Tak Tersentuh

Tak Tersentuh

Eps 1

Dua pasangan pengantin yang baru saja sah menjadi suami istri kini telah memasuki sebuah kamar Hotel yang sudah disediakan.

Fahira Salsabila, dia seorang janda anak satu yang dinikahi oleh seorang pria yang bernama Arka Ardhinata karena di jodohkan oleh orang tua Arka.

Fahira duduk di tepi kasur masih dengan gaun pengantinnya menunggu sang suami menghampirinya. Jantung Fahira berdetak kencang seakan baru pertama kalinya dia menikah.

Sedangkan Arka yang baru saja selesai bicara dengan seseorang diluar kamar Hotel, langsung berbalik masuk menutup pintu dan menatap Fahira sambil melepas jas dan kemejanya.

"Fahira, kau sekarang sudah menjadi istriku, tapi aku tidak mencintaimu. Jangan harap aku akan menyentuhmu, kita akan tidur terpisah mulai malam ini."

Ucapan Arka membuat hatinya seakan tertusuk belati panas, dia menahan sebak di dada. Tangannya yang berada diatas paha terkepal ingin sekali menghantam suatu benda disana.

Dirinya yang masih menunduk ingin bicara seakan lidahnya tercekat dilorong tenggorokkan dan tak sanggup menahan air matanya. Baru saja menikah beberapa jam yang lalu menjadi suaminya, dia dengan terang-terangan berbicara seperti itu padanya.

"Kau tidurlah dikasur, aku akan tidur di sofa."

Ucap Arka lagi kemudian meninggalkan Fahira yang masih duduk ditepi kasur menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengganti pakaiannya.

Sedangkan Fahira masih terdiam tak sanggup mengeluarkan kata dari bibirnya. Hatinya hancur bagai cermin terlempar ke dinding relung jiwanya.

Malam pengantin yang ia dambakan selama empat tahun menjanda, kini dirinya kembali tak tersentuh sama seperti saat dirinya berstatus single parent.

Malam ini Fahira tidur meringkuk ditengah kasur tanpa ada selimut dan masih dengan gaun pengantin yang ia pakai menatap sang suami yang telah memasuki mimpi indahnya.

*

Esok hari, Fahira terus mengikuti langkah Arka sambil menyeret kopernya menuju halaman Hotel karena akan kembali kerumah Arka pribadi. Orangtua Arka menginginkan keduanya tinggal bersama, tapi karena Arka yang tidak ingin ketahuan orangtuanya karena tidur terpisah, akhirnya memilih untuk tinggal berdua dirumahnya.

Perjalanan menuju rumah Arka tak membutuhkan waktu lama, kini keduanya sudah sampai dirumah Arka yang berisikan empat kamar tidur, dua kamar mandi luar dan tiga kamar mandi dalam dengan ruang tamu yang juga besar tentunya.

Fahira mengedarkan pandangannya melihat rumah, dengan halaman yang luas disertai taman bermain membuat bibirnya tersenyum mengingat sang putri yang saat ini bersama Adik kandung Fahira yang bernama Fania Salsabila dirumahnya.

"Masuklah, ini kamar tidurmu, dan itu kamar tidurku." ucap Arka membuat Fahira mengerutkan keningnya.

"Kita tidur dengan kamar terpisah mas ?" tanya Fahira melirik ke kamarnya.

"Iya, kenapa ? Bukannya aku sudah bilang semalam ? Kalau.."

"Iya mas aku sudah tahu, tidak usah dilanjutkan." balas Fahira memotong penjelasan sang suami.

"Bagus kalau begitu, itu dapurnya disana. Kalau mau apa-apa tinggal masak saja." kata Arka menunjuk ke arah dapur dan Fahira menoleh sesuai arahnya.

"Kau mau dibuatkan apa untuk makan siang ?" tanya Fahira berusaha mendekatkan diri.

"Masak untuk dirimu sendiri saja, aku tidak makan dirumah." balas Arka membuat hatinya kembali sakit.

Bukan hanya tak mau menyentuh dirinya saja, bahkan menyentuh makanan yang ia buat saja dia tak mau menyentuhnya. Fahira berusaha menetralkan hatinya lalu kembali bicara.

"Maaf mas, Apa aku boleh membawa Yumna bersamaku disini ?"

"Ya silahkan, asal jangan bilang macam-macam pada orang tua ku tentang kita." sahut Arka diangguki oleh Fahira.

Fahira lalu memasuki kamarnya setelah Arka sudah masuk ke dalam kamarnya. Kamar keduanya bersebelahan, karena hanya dua kamar yang luas dirumah itu. Dua lainnya hanya berukuran sedang dan kecil untuk tamu jika ada yang datang.

Fahira menekan tombol diponselnya untuk menghubungi adiknya agar membawa Yumna kerumah suaminya saat ini.

"Hallo, Assalamualaikum Fan.." ucap Fahira setelah Fania mengangkat telfon darinya.

"Waalaikumsalam Kak, ada apa ?" tanya Fania.

"Aku sudah berada dirumah Mas Arka, nanti kau bawa Yumna kemari ya ?" ujar Fahira duduk ditepi kasur.

"Bukannya kakak masih tinggal di Hotel sampai besok ?"

"Nggak, Mas Arka ada kerjaan mendadak. Jadi harus pulang hari ini juga.." ujar Fahira menutupi kebohongannya.

"Ooh begitu, baiklah nanti aku akan antar Yumna kesana, kirim saja alamatnya." jawab Fania dibalik telfonnya.

"Iya nanti kakak kirimkan, terimakasih Fan.." ucap Fahira menahan air matanya.

"Iya kak sama-sama.." sahut Fania.

"Assalamualaikum.."

"Waalaikumsalam.."

Setelah Fania menjawab salam darinya, Fahira mematikan ponselnya dan terisak tak kuasa menahan tangisnya. Hatinya masih terasa sakit dengan takdir yang ia jalani saat ini.

*

Malam harinya, Fahira sudah menyiapkan beberapa masakan untuk makan malam bersama sang suami dan Yumna yang sebentar lagi akan sampai sesuai kabar dari Fania.

Saat akan menghampiri kamar Suaminya, Fahira terkejut karena Arka sudah bersiap untuk pergi entah kemana dengan membawa kunci mobil ditangannya.

"Mau kemana Mas ?" tanya Fahira.

"Aku pergi dulu, kalau mau tidur kunci saja pintunya. Aku bawa kunci cadangan." sahut Arka dengan wajah datarnya.

"Nggak makan dulu ?" tanya Fahira berusaha tetap menawarkan suaminya untuk makan.

"Kau makan saja, aku makan diluar."

"Tapi mas.."

Fahira terdiam seketika saat melihat Arka menatapnya tajam, seakan Arka menyuruhnya untuk diam jangan banyak bicara. Arka yang sudah melihat Fahira diam dan menunduk akhirnya kembali melangkah pergi menuju mobilnya.

Dengan waktu bersamaan, saat mobil Arka keluar dari gerbang, ada sebuah taxi memasuki halaman rumah Arka. Siapa lagi kalau bukan adik Fahira bersama putri tercintanya Yumna yang baru saja datang, kedatangan Yumna membuat senyum dibibir Fahira kembali merekah.

Diusapnya air mata Fahira dari pipi, dan melangkah lebar menuju pintu untuk menyambut kedatangan putri semata wayangnya itu. Yumna yang melihat Fahira sudah terlihat diambang pintu langsung berlari menghambur memeluknya.

"Bundaaa..." teriak Yumna memeluk sang ibu yang sudah dirindukannya.

"Sayang, Bunda kangen.." tangis Fahira pecah dipelukan sang putri tercinta.

Yumna yang mendengar Fahira menangis melepas pelukannya dan menatap sang Bunda dengan begitu lekat lalu mengusap air matanya dengan lembut.

Sedangkan Fania yang sudah membayar taxi berjalan mendekat sambil menenteng sebuah tas yang berisikan baju Yumna dan bajunya beberapa potong karena akan bermalam disana satu hari.

"Bunda kenapa nangis ?" tanya Yumna dengan polosnya.

"Bunda menangis karena kangen sama Yumna sayang.." jawab Fahira seakan lukanya terobati saat melihat putrinya.

Fahira menatap Fania lalu mengusap air matanya dan tersenyum kemudian berdiri menyalaminya.

"Fan.."

"Kak.."

Keduanya saling sapa dan cipika cipiki lalu Fahira memeluk pinggang Fania untuk membawanya masuk ke dalam. Yumna dan Fania menatap rumah tersebut dengan tatapan kagum karena meski sederhana tapi terlihat mewah.

Fania yang tak melihat suami kakanya lalu bertanya pada Fahira.

"Suami kakak kemana ?"

"Ah dia sedang ada meeting mendadak di luar, katanya sih pulang malam. Beruntung kalian datang, jadi aku ada yang menemani." sahut Fahira tersenyum menutupi luka hatinya.

"Ooh begitu.."

"Ya sudah kita makan Yuk ? Yumna belum makan kan ?"

ajak Fahira mengalihkan pembicaraan, menatap sang putri yang ia gandeng di bawah pinggangnya.

"Bunda masak ?" tanya Yumna.

"Iya, Bunda masak banyak buat princess Bunda yang cantik ini.." balas Fahira mencubit hidung Yumna singkat.

"Yeee.. Bunda masak, Yumna kangen banget sama masakan Bunda.."

Fahira tersenyum lebar begitu juga dengan Fania, Fahira lalu mengajak Fania menuju dapur dan kini ketiganya sudah berada di meja makan dengan begitu riangnya untuk makan malam bersama malam ini.

...----------------...

Bersambung...

***

Hay para pembaca setiaku, aku hadir di tema cerita yang baru dan lebih menyayat hati tentunya.

Semoga kalian semua suka dengan ceritanya yaa, jangan lupa jempol dan Rating ⭐5 nyaa yaaa, jangan lupa Follow juga..

Selamat membaca, iloveu sekebon buat kalian semua..

See You 🤗🥰😘

Terpopuler

Comments

CintaAfya

CintaAfya

permulaan cerita yg bagus dan miris bgt thor.... rajin2 update double triple ya🥰🥰

2024-11-25

1

CintaAfya

CintaAfya

kk hadir di sini thor.... simpan dulu...nnti baca... wktu subuh...

2024-11-25

1

Jihan Hwang

Jihan Hwang

hai...aku mampir..
mampir juga dinovelku ya jika berkenan/Smile/

2024-11-26

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!