Bab 19 Adegan Alami dan Live

     Bisma berjalan duluan ke kamarnya dengan menaiki tangga, sementara Haura langsung ke kamarnya untuk meletakkan tas dan mengganti bajunya. Tidak lupa menyempatkan ke kamar mandi, membasuh muka, tangan, dan kakinya.

    Sementara itu, Bisma sudah tidak sabar menunggu kedatangan Haura yang dinilainya lama. Dia pikir tadi Haura akan langsung mengikutinya ke kamar, tapi sudah lima belas menit lebih, Haura belum juga muncul. Padahal ia sudah merasa tidak enak dengan perban yang menutupi siku dan lututnya. H

    Bisma berdiri di muka pintu kamar dengan sebelah tangan diletak di pinggang tanda kesal.

    "Haura lama banget, ke mana gadis ingusan itu?" rutuknya kesal. Selang beberapa menit Bisma merutuk, Haura baru muncul di penghujung tangga lalu menuju kamar Bisma.

    "Jalan saja kayak keong," kesalnya lagi masih mendumel.

    "Haura, kenapa sih harus lama?" Bisma langsung menarik lengan Haura ke dalam dengan gerakan yang cepat dan tenaga penuh, tidak diduga tubuh keduanya terhempas ke atas ranjang saling menindih. Tubuh Haura berada di atas Bisma.

    Untuk beberapa saat mereka saling terpaku dengan tatap mata saling mengunci. Ada getaran aneh yang tiba-tiba muncul dalam diri keduanya, terlebih saat ini posisi keduanya begitu intim. Kedua tangan Haura tepat di dada Bisma, sedangkan tangan Bisma menangkap pinggang Haura dua-duanya. Saat ini mereka seakan sedang melakukan adegan mesra seperti di film-film jaman kini yang sedang booming.

    Jantung keduanya berdetak cepat, bagai berlomba lari maraton. Tidak disadari Bisma maupun Haura, dari luar sana rupanya ada Bi Mimin yang tadi mengikuti Haura, Bi Mimin berinisiatif membawakan air hangat dalam baskom dan kain kompres untuk Bisma.

    Namun Bi Mimin terpaksa harus melihat adegan tidak senonoh yang menodai mata tuanya yang mulai minus setengah.

    "Ya ampun, beneran ini? Wah, gawat, mereka seperti mau ciuman persis kaya film drakor. Aduh, Bu Sindi harus tahu ini, bahaya kalau mereka menyatukan bibir. Eit, tapi tunggu dulu, aku harus ambil rekamannya untuk bukti pada Bu Sindi." Otak iseng Bi Mimin mulai bekerja untuk menjadi bahan laporan pada majikan perempuannya.

    Sebelum direkam, Bi Mimin membidik dua foto lalu setelah itu ia rekam adegan yang masih posisinya seperti tadi, entah sampai berapa detik, yang penting sampai selesai episode.

    Kepala Bisma mulai terangkat, hawa panas di dalam tubuhnya justru menuntunnya untuk mendekati bibir Haura yang sensual, karena bibir Haura sejak tadi sedikit terbuka. Dekapan tangan Bisma juga justru semakin menguat.

    Tiga senti, dua senti, sampai satu senti, wajah keduanya sudah sedekat itu, sapuan nafas mulai dirasakan keduanya dari nafasnya masing-masing. Hawa panas itu semakin mendorong Bisma untuk kembali mereguk bibir manisnya Haura. Hanya lima inci lagi kedua bibir itu menyatu, tapi Haura segera menyadarinya.

    "Awwww."

    Haura segera bangkit dengan perlahan, seraya melepas lilitan tangan Bisma di pinggangnya. Tubuhnya betul-betul jatuh tepat di atas tubuh Bisma yang kekar. Haura mukanya memerah, ia merasa malu dengan adegan tidak sengaja tadi. Jantungnya pun masih berdetak kencang seperti tadi.

    "Aduhhhhh, sakitttt, siku aku sakittt," keluh Bisma mengaduh. Padahal tadi tidak mengaduh sama sekali. Mungkin karena kedua tangan itu disingkirkan Haura dan menyentuh ranjang dengan agak kuat.

    "Non Haura, Den Bisma, maaf. Ini bibi antarkan air kompres untuk luka Den Bisma." Tiba-tiba Bi Mimin menghampiri seraya menenteng baskom kecil berisi air untuk kompres luka Bisma. Bisma dan Haura cukup terkejut, mereka takut kejadian tadi diketahui Bi Mimin. Untung saja Haura sudah mengurai tangan Bisma yang mencengkramnya kuat.

    "Oh, i~iya, terimakasih banyak, Bi," ucap Haura gelagapan.

    "Bibi ke bawah lagi, ya, Non," ucap Bi Mimin langsung pamit. Padahal kenapa Bi Mimin langsung pamit, karena ia akan segera melaporkan kejadian yang barusan dilihatnya pada Bu Sindi.

    "Bu, sebentar," tahan Bi Mimin pada majikannya yang tadinya akan menaiki tangga juga.

    "Ada apa Bi Mimin?" Bu Sindi penasaran.

    "Ini Bu, saya ada penemuan yang sangat meresahkan. Sepertinya ini lebih meresahkan dari drama Korea yang selalu saya tonton kalau sebelum tidur. Upsss," lapor Bi Mimin seraya menutup mulutnya diakhir kalimat.

    "Ada apa Bi, ada-ada saja Bi Mimin ini." Bu Sindi geleng kepala.

    "Ini Bu, lihatlah," sodor Bi Mimin memberikan Hp nya pada Bu Sindi. Sejenak Bu Sindi melongo, ia cukup tersentak melihat kedua foto dan satu rekaman yang memperlihatkan Bisma dan Haura akan berciuman.

    "Apa yang akan mereka lakukan? Bi Mimin, kirim cepat ke Hp saya, lalu segera hapus dari galeri foto Bi Mimin, foto maupun rekamannya,” titah Bu Sindi risau. Walaupun ia ingin menyatukan Bisma dengan Haura, tapi dia tidak ingin hal seperti itu terjadi di luar kendali.

“Baik, Bu. Eh tapi, padahal jangan dihapus, lumayan untuk nambah-nambah koleksi saya. Ini kan lebih alami dan live,” seloroh Bi Mimin membuat Bu Sindi meradang.

“Mimin Mintarsih, jangan berlelucon. Itu bisa menjadi bumerang buat kedua anak saya. Awas, jika Bi Mimin sampai menyebarkan,” peringat Bu Sindi khawatir.

“Baik, Bu. Saya hanya bercanda kok, hehe,” balas Bi Mimin sembari senyum-senyum membayangkan kejadian tadi di kamar Bisma.

Bu Sindi segera menaiki tangga, lalu menuju kamar Bisma yang kini sedang ada Haura tengah mengobati luka Bisma.

Tiba di muka pintu, Bu Sindi menahan langkahnya. Ia melihat Haura menduduki bibir ranjang dan mengobati luka Bisma dengan telaten, kadang jeritan kecil keluar dari bibir Bisma.

“Haura, bisa pelan sedikit tidak? Ini sakit tahu,” sentak Bisma seraya memegangi siku kanannya yang luka, oleh tangan kiri.

“Kak Bisma sabar dulu, ini tidak akan lama. Ini sedang Haura bersihkan dengan alkohol. Sebentar lagi ditetesi betadin lalu diperban,” bujuk Haura.

“Sabar, sabar. Harusnya kamu yang sabar, bukan aku yang dirawat yang sabar,” protes Bisma lagi. Bu Sindi yang menyaksikan, cukup geleng-geleng kepala melihat sikap Bisma yang sedikit kolokan. Bu Sindi tidak akan mengganggu dulu Haura yang sedang mengobati luka anaknya, dia masih berdiri di muka pintu. Setelah selesai, Bu Sindi baru akan masuk dan menyapa mereka.

“*Manis sekali mereka. Bisma yang sedikit kolokan dan Haura yang sabar, sangat cocok*.” Bu Sindi membatin dengan tekadnya yang tetap ingin menyatukan Bisma dan Haura.

“Ya ampun, sakitttt, bisa pelan sedikit tidak Haura?” Bisma kembali protes seraya menahan lengan Haura yang sedang mengobatinya.

“Sedikit lagi, Kak. Sabar, ya,” bujuk Haura seraya melepaskan tangan Bisma. Saat ini mereka seperti sedang saling berpegangan tangan. Haura segera melepaskan tangannya di tangan Bisma, ia buru-buru menyelesaikan tugasnya, karena jantungnya tiba-tiba berdetak kembali seperti tadi tidak karuan.

“Selesai,” ujarnya senang.

“Alhamdulillah, akhirnya bayi besar yang manja itu sudah kamu obati. Terimakasih Haura,” celoteh Bu Sindi yang tiba-tiba masuk dan mengagetkan Bisma dan Haura.

Terpopuler

Comments

Mrs.Riozelino Fernandez

Mrs.Riozelino Fernandez

ganti perban gak bisa,narik anak gadis orang sekencang itu...
😆😆😆😆

2024-12-02

1

Mrs.Riozelino Fernandez

Mrs.Riozelino Fernandez

yang gak level,ternyata malah mau di embat...
munak lu Bisma...

2024-12-02

1

Mrs.Riozelino Fernandez

Mrs.Riozelino Fernandez

mantap Bi....👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
aku dukung 😆😆😆😆

2024-12-02

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Patah Hati
2 Bab 2 Kopi Buatan Haura
3 Bab 3 Pertemuan Yang Membuat Bisma Hancur Sehancur-Hancurnya
4 Bab 4 Bisma Frustasi
5 Bab 5 Gara-gara Satu Sloki
6 Bab 6 Kabar dr. Jelita
7 Bab 7 Kekecewaan Bisma
8 Bab 8 Ancaman Bisma
9 Bab 9 Mendatangi Bekas Calon Besan
10 Bab 10 Menjodohkan Haura Dengan Bisma
11 Bab 11 Menikahlah Dengan Haura!
12 Bab 12 Bagai Dihantam Gada
13 Bab 13 Pengajuan Bisma Ditolak
14 Bab 14 Pertemuan Di Luar Kesepakatan
15 Bab 15 Bisma Kecelakaan
16 Bab 16 Mengobati Bisma
17 Bab 17 Haura Mengikuti Lomba
18 Ban 18 Haura Pulang Terlambat
19 Bab 19 Adegan Alami dan Live
20 Bab 20 Haura Tidak Sepadan
21 Bab 21 Ada Yang Bingung
22 Bab 22 Bisma Tidur di Kamar Haura
23 Bab 23 Gaun Rancangan Haura dikontrak
24 Bab 24 Kejutan Untuk Bisma
25 Bab 25 Penantian Bisma
26 Bab 26 Harus Menikah
27 Bab 27 Menemui Ayah
28 Bab 28 Kesedihan Haura
29 Bab 29 Misi Perjodohan Digelar Lagi
30 Bab 30 Misi Berhasil
31 Bab 31 Bisma Bingung
32 Bab 32 Salah Paham
33 Bab 33 KTP Untuk Pengajuan Nikah
34 Bab 34 Mengajukan Nikah
35 Bab 35 Haura Linglung
36 Bab 36 Harus Menghadap Komandan
37 Bab 37 Adiknya Danton?
38 Bab 38 Haura Siap Mencintai Kak Bisma
39 Bab 39 Jawaban Cerdas Haura
40 Bab 40 Godaan Teman Kantor
41 Bab 41 Jangan Jadikan Haura Pelarian
42 Bab 42 Permintaan Bu Sindi Pada Haura
43 Bab 43 Bisma Ke Kampus Haura
44 Bab 44 Nomer Bisma Belum Disimpan
45 Bab 45 Udang Di Balik Batu
46 Bab 46 Perjumpaan Bisma dan Jelita
47 Bab 47 Dokter Jelita Menemui Haura
48 Bab 48 Hinaan Dokter Jelita
49 Bab 49 Kita Akan Menikah
50 Bab 50 Makan Malam Bersama
51 Bab 51 Bertemu Jelita
52 Bab 52 Penyesalan Dokter Jelita
53 Bab 53 Bara Rindu Ketika Hujan Lebat
54 Bab 54 Petir
55 Bab 55 Perintah Komandan
56 Bab 56 Pernikahan
57 Bab 57 Pedang Pora dan Pesona Haura
58 Bab 58 Masih Sibuk Menjelang Keberangkatan
59 Bab 59 Halangan
60 Bab 60 Kamu Bisa Pijat?
61 Bab 61 Jaga Hati
62 Bab 62 Keberangkatan Bisma
63 Bab 63 Gundah
64 Bab 64 Ada Apa Dengan Ayah Haura?
65 Bab 65 Meninggal
66 Bab 66 Provokasi dokter Jelita
67 Bab 67 Salah Sangka Bisma
68 Bab 68 Perkembangan Bagus Devaryo
69 Bab 69 Membujuk Devaryo
70 Bab 70 Menjelang Kepulangan Bisma
71 Bab 71 Akhirnya Kembali Dengan Selamat
72 Bab 72 Jamu Stamina
73 Bab 73 Malam Pertama
74 Bab 74 Sudah Sebulan Menikah Malah Lupa
75 Bab 75 Bisma Kembali Cemburu
76 Bab 76 Kejutan
77 Bab 77 Ucapan Ulang Tahun Dari Keluarga Mertua
78 Bab 78 Pesan WA dari dokter Jelita
79 Bab 79 I Love You Kak Bisma
80 Bab 80 Ada Yang Retak
81 Bab 81 Ijin Bisma
82 Bab 82 Kontrak Kerja Enam Bulan
83 Bab 83 Gaun Rancangan Haura
84 Bab 84 Berita Haura di Media Online
85 Bab 85 Peresmian Rumah Mode Haura
86 Bab 86 Setelah Lulus, Ditodong Punya Anak
87 Bab 87 Kedatangan Tamu Kenamaan
88 Bab 88 Haura Merindukan Bisma
89 Bab 89 Bulan Madu di Rumah Orang Tua
90 Bab 90 Garis Dua
91 Bab 91 Kado Untuk Bisma
92 Bab 92 Akhir Yang Bahagia (END)
93 Karya Baru Bab 1 Melepas Kepergian Satgas
94 Bab 94 Penyesalan, Pernikahan(Kisah Jelita dan Danki Erwan) End
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Bab 1 Patah Hati
2
Bab 2 Kopi Buatan Haura
3
Bab 3 Pertemuan Yang Membuat Bisma Hancur Sehancur-Hancurnya
4
Bab 4 Bisma Frustasi
5
Bab 5 Gara-gara Satu Sloki
6
Bab 6 Kabar dr. Jelita
7
Bab 7 Kekecewaan Bisma
8
Bab 8 Ancaman Bisma
9
Bab 9 Mendatangi Bekas Calon Besan
10
Bab 10 Menjodohkan Haura Dengan Bisma
11
Bab 11 Menikahlah Dengan Haura!
12
Bab 12 Bagai Dihantam Gada
13
Bab 13 Pengajuan Bisma Ditolak
14
Bab 14 Pertemuan Di Luar Kesepakatan
15
Bab 15 Bisma Kecelakaan
16
Bab 16 Mengobati Bisma
17
Bab 17 Haura Mengikuti Lomba
18
Ban 18 Haura Pulang Terlambat
19
Bab 19 Adegan Alami dan Live
20
Bab 20 Haura Tidak Sepadan
21
Bab 21 Ada Yang Bingung
22
Bab 22 Bisma Tidur di Kamar Haura
23
Bab 23 Gaun Rancangan Haura dikontrak
24
Bab 24 Kejutan Untuk Bisma
25
Bab 25 Penantian Bisma
26
Bab 26 Harus Menikah
27
Bab 27 Menemui Ayah
28
Bab 28 Kesedihan Haura
29
Bab 29 Misi Perjodohan Digelar Lagi
30
Bab 30 Misi Berhasil
31
Bab 31 Bisma Bingung
32
Bab 32 Salah Paham
33
Bab 33 KTP Untuk Pengajuan Nikah
34
Bab 34 Mengajukan Nikah
35
Bab 35 Haura Linglung
36
Bab 36 Harus Menghadap Komandan
37
Bab 37 Adiknya Danton?
38
Bab 38 Haura Siap Mencintai Kak Bisma
39
Bab 39 Jawaban Cerdas Haura
40
Bab 40 Godaan Teman Kantor
41
Bab 41 Jangan Jadikan Haura Pelarian
42
Bab 42 Permintaan Bu Sindi Pada Haura
43
Bab 43 Bisma Ke Kampus Haura
44
Bab 44 Nomer Bisma Belum Disimpan
45
Bab 45 Udang Di Balik Batu
46
Bab 46 Perjumpaan Bisma dan Jelita
47
Bab 47 Dokter Jelita Menemui Haura
48
Bab 48 Hinaan Dokter Jelita
49
Bab 49 Kita Akan Menikah
50
Bab 50 Makan Malam Bersama
51
Bab 51 Bertemu Jelita
52
Bab 52 Penyesalan Dokter Jelita
53
Bab 53 Bara Rindu Ketika Hujan Lebat
54
Bab 54 Petir
55
Bab 55 Perintah Komandan
56
Bab 56 Pernikahan
57
Bab 57 Pedang Pora dan Pesona Haura
58
Bab 58 Masih Sibuk Menjelang Keberangkatan
59
Bab 59 Halangan
60
Bab 60 Kamu Bisa Pijat?
61
Bab 61 Jaga Hati
62
Bab 62 Keberangkatan Bisma
63
Bab 63 Gundah
64
Bab 64 Ada Apa Dengan Ayah Haura?
65
Bab 65 Meninggal
66
Bab 66 Provokasi dokter Jelita
67
Bab 67 Salah Sangka Bisma
68
Bab 68 Perkembangan Bagus Devaryo
69
Bab 69 Membujuk Devaryo
70
Bab 70 Menjelang Kepulangan Bisma
71
Bab 71 Akhirnya Kembali Dengan Selamat
72
Bab 72 Jamu Stamina
73
Bab 73 Malam Pertama
74
Bab 74 Sudah Sebulan Menikah Malah Lupa
75
Bab 75 Bisma Kembali Cemburu
76
Bab 76 Kejutan
77
Bab 77 Ucapan Ulang Tahun Dari Keluarga Mertua
78
Bab 78 Pesan WA dari dokter Jelita
79
Bab 79 I Love You Kak Bisma
80
Bab 80 Ada Yang Retak
81
Bab 81 Ijin Bisma
82
Bab 82 Kontrak Kerja Enam Bulan
83
Bab 83 Gaun Rancangan Haura
84
Bab 84 Berita Haura di Media Online
85
Bab 85 Peresmian Rumah Mode Haura
86
Bab 86 Setelah Lulus, Ditodong Punya Anak
87
Bab 87 Kedatangan Tamu Kenamaan
88
Bab 88 Haura Merindukan Bisma
89
Bab 89 Bulan Madu di Rumah Orang Tua
90
Bab 90 Garis Dua
91
Bab 91 Kado Untuk Bisma
92
Bab 92 Akhir Yang Bahagia (END)
93
Karya Baru Bab 1 Melepas Kepergian Satgas
94
Bab 94 Penyesalan, Pernikahan(Kisah Jelita dan Danki Erwan) End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!