Bab 15 Bisma Kecelakaan

    Bisma dibantu beberapa orang untuk berdiri, kakinya terasa sangat sakit karena terkilir. Terpaksa tubuh Bisma dibaringkan di atas trotoar, lalu seorang pemilik bengkel di dekat trotoar itu, mencoba membantu Bisma. Dia memijat kaki Bisma yang terkilir.

    Ringisan kecil keluar dari bibirnya. "Tahan, ya, Mas," ujar bapak pemilik bengkel di dekat trotoar itu sembari mengurut kaki Bisma yang terkilir.

    "Akhhhhggg."

    Jeritan Bisma terdengar, rasa sakitnya benar-benar terasa ibarat sakit hati yang kini sedang Bisma rasakan.

    "Bagaimana, apakah sekarang sudah bisa dibawa jalan. Coba Masnya berdiri," ujar bapak yang mengurut kaki Bisma barusan. Bisma mencoba bangkit dibantu bapak-bapak yang lain yang kebetulan datang mengerubuni Bisma yang sedang diurut di atas trotoar.

    Bisma berhasil berdiri dan bisa berjalan, meskipun terlihat sedikit pincang. Karena bekas terkilir itu masih menyisakan rasa sakit meskipun tidak seperti tadi sebelum diurut bapak pemilik bengkel.

    "Alhamdulillah, sekarang Mas bisa berjalan. Lalu bagaimana dengan motornya, apakah sekalian saja saya benerin di sini?" tawar bapak yang berhasil mengurut kaki Bisma sampai kakinya bisa dibawa jalan kembali.

    "Dibenerin saja sekalian, Pak, di sini. Tapi sepertinya saya tidak bisa menunggu, biar nanti saya suruh orang untuk menunggu motor saya sampai selesai. Kira-kira kerusakan yang dialami motor saya, bisa memakan waktu berapa hari?" ujar Bisma seraya mengamati motor Haura yang body depannya ringsek.

    "Saya belum bisa memastikan berapa hari, karena saya belum melihat seperti apa kerusakannya. Bisa secepatnya atau juga bisa makan waktu sehari, tergantung kerusakannya." Bapak pemilik bengkel menjelaskan.

    "Baiklah, kalau begitu saya titip nomer Hp saya. Hubungi saya untuk perkembangan selanjutnya. Nanti beberapa saat kemudian, saya akan mendatangkan orang saya ke sini, untuk mengurus semua," tukas Bisma lagi seraya memberikan nomer Hp nya pada bapak pemilik bengkel.

    "Baiklah, Mas."

    "Kalau begitu, saya permisi dulu. Terimakasih untuk bantuannya, Pak." Bisma mengakhiri keberadaannya di trotoar depan bengkel itu. Orang-orang yang ikut mengerubunginya, kembali bubar setelah Bisma mohon diri. Bisma terpaksa mencegat ojeg yang lewat di kawasan itu untuk pulang ke rumah orang tuanya.

    "Perumahan Rajawali, Pak," beritahu Bisma seraya menduduki jok motor. Motor itu segera berlalu meninggalkan tempat itu menuju tujuan yang disebutkan Bisma tadi.

    Sepanjang jalan, Bisma masih merasakan sakit karena perih di siku kiri dan kanannya serta lutut kirinya. Belum lagi kaki yang terkilir tadi, pun masih menyisakan rasa sakit dan linu yang masih terasa.

    Tadi saat menjalankan motornya, perasaan Bisma sangat kalut. Terlebih kekalutan itu dipicu oleh kehadiran Jelita yang sengaja dihadirkan di sana oleh Mayor Erwan sang rival atau kasarnya sang perebut tunangan orang alias PENANGOR.

    Padahal Bisma sudah menegaskan, pertemuan tadi hanya dirinya dengan Mayor Erwan alias men to men. Kalau sudah melibatkan orang lain meskipun Jelita termasuk orang yang terkait dengan masalah mereka, akan tetapi Bisma tidak terima. Bisma menganggap Mayor Erwan tidak punya nyali besar untuk menemuinya seorang diri.

    "Pangkat dan jabatan saja yang lebih tinggi dariku, tapi nyalinya hanya sebatas itu," ejek Bisma tadi sepanjang menjalankan motor. Tangannya terus memainkan stang motor, tapi pikiran masih seputar kekecewaan terhadap Danki dan Jelita, sehingga insiden hampir menabrak pengendara sepeda motor yang akan menyebrang tadi terjadi.

    Bisma tidak fokus sehingga ia mengalami kejadian tadi. Untung saja dia sigap membanting stang ke kiri dan loncat dari motor, merelakan tubuhnya menimpa aspal jalan yang kasar dan sukses melukai kulit tangan dan kakinya.

    Motor ojeg itu tiba di depan rumah orang tua Bisma. Bisma turun dari motor, tidak lupa membayar ongkosnya.

    Di depan halaman rumah, belum ada mobil sang papa. Sepertinya kedua orang tua Bisma masih sibuk di tempat usahanya masing-masing.

    Bisma berjalan tergopoh ke dalam tanpa salam. Namun, suara langkah kakinya mampu terdengar oleh Haura yang saat ini sedang berada di ruang tengah. Haura segera menutup diktatnya dan merapikan buku gambar yang dipakai untuk mendesain sebuah gaun.

    Haura bangkit dan melangkah menuju ruang depan atau ruang tamu. Di sana ia menemukan Bisma berjalan terpincang-pincang menahan sakit. Luka di siku dan lutut juga kakinya, terlihat sangat jelas oleh Haura.

    Haura menghampiri Bisma, meskipun sebenarnya ia canggung dan risih, tapi naluri kemanusiaan dalam dirinya begitu besar, sehingga Haura untuk sementara mengesampingkan terlebih dahulu rasa risih dan kesal terhadap Bisma sebelumnya.

    "Kak Bisma, kenapa Kak? Kakak kecelakaan? Mana motor Haura?" Selain panik melihat keadaan Bisma sang kakak angkat, Haura tidak lupa menanyakan motor miliknya yang dia beli dari hasil bekerja paruh waktu dengan cara mencicil.

    "Tolong bawa aku ke kamar? Kenapa kamu justru sibuk menanyakan motor bututmu itu? Tidakkah kamu lihat, aku celaka gara-gara motormu itu," sentak Bisma menumpahkan perasaan sakit hati dan sakit fisik kepada Haura.

    Haura tercengang mendengar perkataan Bisma yang dinilainya keterlaluan, padahal butut-butut juga, motor itu sangat berjasa mengantar dirinya ke sana kemari dengan selamat.

    Meskipun sakit hati atas umpatan Bisma, tidak ayal Haura menghampiri dan meraih tangan Bisma untuk dibantu jalan menuju tangga.

    "Non Haura, Den Bisma, ada apa ini?" Tiba-tiba Bi Mimin datang dan kaget melihat Bisma yang dipapah oleh Haura.

    "Bi, boleh saya minta tolong? Tolong bawakan saya air hangat serta handuk kecil untuk kompres. Tidak lupa bawakan juga betadin, alkohol, kapas, plester dan kain kasa," suruh Haura pada Bi Mimin.

    Bi Mimin segera melaksanakan perintah Haura, menyiapkan apa yang diminta Haura.

    Haura kini sudah membaringkan tubuh Bisma, mengatur kepalanya di bantal. Tak ayal, wajah Haura dan Bisma harus kembali berjarak hanya beberapa senti, mengingatkan kembali peristiwa ternodanya bibir suci Haura.

    Haura segera melepaskan tangannya di leher Bisma, dia muak dengan bayangan peristiwa itu. Lebih muak lagi saat mendengar perkataan Bisma yang menyebutnya hanya anak angkat yang tidak sepadan dengan dr.Jelita. Dari rencana perjodohan dirinya dengan Bisma itulah, akhirnya Haura tahu hubungan kakak angkatnya bersama dr.Jelita kandas karena menurut yang didengarnya, Bisma diputuskan sepihak oleh dr.Jelita.

    Haura memang belum kenal dengan dr. Jelita, karena pada saat itu dirinya memang belum diperkenalkan oleh Bisma, terlebih dirinya dengan Bisma saja belum akrab dan tidak dekat.

    "Non Haura, ini semua peralatan yang Non minta tadi. Semua kumplit bersama air kompresan di baskom kecil ini." Kedatangan Bi Mimin cukup mengejutkan Haura yang tengah termenung.

    "Baik, Bi. Letakkan semua di meja itu," kata Haura seraya menunjuk ke arah meja. Bi Mimin meletakkan semua barang yang diminta Haura di meja.

    "Apakah Non Haura butuh bantuan bibi?"

    "Sepertinya tidak, Bi. Saya bisa menanganinya sendiri. Lagian ini hanya luka kecil," tukas Haura.

    "Baiklah, kalau begitu bibi tinggal dulu saja. Kalau Non Haura membutuhkan bibi, segera panggil bibi," ujar Bi Mimin seraya berlalu keluar kamar.

    Kini hanya Haura dan Bisma di kamar itu, Haura belum menyentuh Bisma. Lagi-lagi perasaan kecewa akibat ucapan Bisma kemarin terngiang kembali sehingga membuat Haura rasanya enggan mengobati Bisma seperti niat awalnya.

Terpopuler

Comments

Mrs.Riozelino Fernandez

Mrs.Riozelino Fernandez

ya udah tinggalkan aja,biar dia obati sendiri luka nya...kan juga luka kecil...

2024-11-30

1

hari123 hari123

hari123 hari123

perwira kok cemen, gara2 wanita jd kacau, cr yg lain, msh bnyk yg lbh ok

2025-02-08

1

Mrs.Riozelino Fernandez

Mrs.Riozelino Fernandez

celaka juga kamu buat sendiri...
setres ya...

2024-11-30

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Patah Hati
2 Bab 2 Kopi Buatan Haura
3 Bab 3 Pertemuan Yang Membuat Bisma Hancur Sehancur-Hancurnya
4 Bab 4 Bisma Frustasi
5 Bab 5 Gara-gara Satu Sloki
6 Bab 6 Kabar dr. Jelita
7 Bab 7 Kekecewaan Bisma
8 Bab 8 Ancaman Bisma
9 Bab 9 Mendatangi Bekas Calon Besan
10 Bab 10 Menjodohkan Haura Dengan Bisma
11 Bab 11 Menikahlah Dengan Haura!
12 Bab 12 Bagai Dihantam Gada
13 Bab 13 Pengajuan Bisma Ditolak
14 Bab 14 Pertemuan Di Luar Kesepakatan
15 Bab 15 Bisma Kecelakaan
16 Bab 16 Mengobati Bisma
17 Bab 17 Haura Mengikuti Lomba
18 Ban 18 Haura Pulang Terlambat
19 Bab 19 Adegan Alami dan Live
20 Bab 20 Haura Tidak Sepadan
21 Bab 21 Ada Yang Bingung
22 Bab 22 Bisma Tidur di Kamar Haura
23 Bab 23 Gaun Rancangan Haura dikontrak
24 Bab 24 Kejutan Untuk Bisma
25 Bab 25 Penantian Bisma
26 Bab 26 Harus Menikah
27 Bab 27 Menemui Ayah
28 Bab 28 Kesedihan Haura
29 Bab 29 Misi Perjodohan Digelar Lagi
30 Bab 30 Misi Berhasil
31 Bab 31 Bisma Bingung
32 Bab 32 Salah Paham
33 Bab 33 KTP Untuk Pengajuan Nikah
34 Bab 34 Mengajukan Nikah
35 Bab 35 Haura Linglung
36 Bab 36 Harus Menghadap Komandan
37 Bab 37 Adiknya Danton?
38 Bab 38 Haura Siap Mencintai Kak Bisma
39 Bab 39 Jawaban Cerdas Haura
40 Bab 40 Godaan Teman Kantor
41 Bab 41 Jangan Jadikan Haura Pelarian
42 Bab 42 Permintaan Bu Sindi Pada Haura
43 Bab 43 Bisma Ke Kampus Haura
44 Bab 44 Nomer Bisma Belum Disimpan
45 Bab 45 Udang Di Balik Batu
46 Bab 46 Perjumpaan Bisma dan Jelita
47 Bab 47 Dokter Jelita Menemui Haura
48 Bab 48 Hinaan Dokter Jelita
49 Bab 49 Kita Akan Menikah
50 Bab 50 Makan Malam Bersama
51 Bab 51 Bertemu Jelita
52 Bab 52 Penyesalan Dokter Jelita
53 Bab 53 Bara Rindu Ketika Hujan Lebat
54 Bab 54 Petir
55 Bab 55 Perintah Komandan
56 Bab 56 Pernikahan
57 Bab 57 Pedang Pora dan Pesona Haura
58 Bab 58 Masih Sibuk Menjelang Keberangkatan
59 Bab 59 Halangan
60 Bab 60 Kamu Bisa Pijat?
61 Bab 61 Jaga Hati
62 Bab 62 Keberangkatan Bisma
63 Bab 63 Gundah
64 Bab 64 Ada Apa Dengan Ayah Haura?
65 Bab 65 Meninggal
66 Bab 66 Provokasi dokter Jelita
67 Bab 67 Salah Sangka Bisma
68 Bab 68 Perkembangan Bagus Devaryo
69 Bab 69 Membujuk Devaryo
70 Bab 70 Menjelang Kepulangan Bisma
71 Bab 71 Akhirnya Kembali Dengan Selamat
72 Bab 72 Jamu Stamina
73 Bab 73 Malam Pertama
74 Bab 74 Sudah Sebulan Menikah Malah Lupa
75 Bab 75 Bisma Kembali Cemburu
76 Bab 76 Kejutan
77 Bab 77 Ucapan Ulang Tahun Dari Keluarga Mertua
78 Bab 78 Pesan WA dari dokter Jelita
79 Bab 79 I Love You Kak Bisma
80 Bab 80 Ada Yang Retak
81 Bab 81 Ijin Bisma
82 Bab 82 Kontrak Kerja Enam Bulan
83 Bab 83 Gaun Rancangan Haura
84 Bab 84 Berita Haura di Media Online
85 Bab 85 Peresmian Rumah Mode Haura
86 Bab 86 Setelah Lulus, Ditodong Punya Anak
87 Bab 87 Kedatangan Tamu Kenamaan
88 Bab 88 Haura Merindukan Bisma
89 Bab 89 Bulan Madu di Rumah Orang Tua
90 Bab 90 Garis Dua
91 Bab 91 Kado Untuk Bisma
92 Bab 92 Akhir Yang Bahagia (END)
93 Karya Baru Bab 1 Melepas Kepergian Satgas
94 Bab 94 Penyesalan, Pernikahan(Kisah Jelita dan Danki Erwan) End
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Bab 1 Patah Hati
2
Bab 2 Kopi Buatan Haura
3
Bab 3 Pertemuan Yang Membuat Bisma Hancur Sehancur-Hancurnya
4
Bab 4 Bisma Frustasi
5
Bab 5 Gara-gara Satu Sloki
6
Bab 6 Kabar dr. Jelita
7
Bab 7 Kekecewaan Bisma
8
Bab 8 Ancaman Bisma
9
Bab 9 Mendatangi Bekas Calon Besan
10
Bab 10 Menjodohkan Haura Dengan Bisma
11
Bab 11 Menikahlah Dengan Haura!
12
Bab 12 Bagai Dihantam Gada
13
Bab 13 Pengajuan Bisma Ditolak
14
Bab 14 Pertemuan Di Luar Kesepakatan
15
Bab 15 Bisma Kecelakaan
16
Bab 16 Mengobati Bisma
17
Bab 17 Haura Mengikuti Lomba
18
Ban 18 Haura Pulang Terlambat
19
Bab 19 Adegan Alami dan Live
20
Bab 20 Haura Tidak Sepadan
21
Bab 21 Ada Yang Bingung
22
Bab 22 Bisma Tidur di Kamar Haura
23
Bab 23 Gaun Rancangan Haura dikontrak
24
Bab 24 Kejutan Untuk Bisma
25
Bab 25 Penantian Bisma
26
Bab 26 Harus Menikah
27
Bab 27 Menemui Ayah
28
Bab 28 Kesedihan Haura
29
Bab 29 Misi Perjodohan Digelar Lagi
30
Bab 30 Misi Berhasil
31
Bab 31 Bisma Bingung
32
Bab 32 Salah Paham
33
Bab 33 KTP Untuk Pengajuan Nikah
34
Bab 34 Mengajukan Nikah
35
Bab 35 Haura Linglung
36
Bab 36 Harus Menghadap Komandan
37
Bab 37 Adiknya Danton?
38
Bab 38 Haura Siap Mencintai Kak Bisma
39
Bab 39 Jawaban Cerdas Haura
40
Bab 40 Godaan Teman Kantor
41
Bab 41 Jangan Jadikan Haura Pelarian
42
Bab 42 Permintaan Bu Sindi Pada Haura
43
Bab 43 Bisma Ke Kampus Haura
44
Bab 44 Nomer Bisma Belum Disimpan
45
Bab 45 Udang Di Balik Batu
46
Bab 46 Perjumpaan Bisma dan Jelita
47
Bab 47 Dokter Jelita Menemui Haura
48
Bab 48 Hinaan Dokter Jelita
49
Bab 49 Kita Akan Menikah
50
Bab 50 Makan Malam Bersama
51
Bab 51 Bertemu Jelita
52
Bab 52 Penyesalan Dokter Jelita
53
Bab 53 Bara Rindu Ketika Hujan Lebat
54
Bab 54 Petir
55
Bab 55 Perintah Komandan
56
Bab 56 Pernikahan
57
Bab 57 Pedang Pora dan Pesona Haura
58
Bab 58 Masih Sibuk Menjelang Keberangkatan
59
Bab 59 Halangan
60
Bab 60 Kamu Bisa Pijat?
61
Bab 61 Jaga Hati
62
Bab 62 Keberangkatan Bisma
63
Bab 63 Gundah
64
Bab 64 Ada Apa Dengan Ayah Haura?
65
Bab 65 Meninggal
66
Bab 66 Provokasi dokter Jelita
67
Bab 67 Salah Sangka Bisma
68
Bab 68 Perkembangan Bagus Devaryo
69
Bab 69 Membujuk Devaryo
70
Bab 70 Menjelang Kepulangan Bisma
71
Bab 71 Akhirnya Kembali Dengan Selamat
72
Bab 72 Jamu Stamina
73
Bab 73 Malam Pertama
74
Bab 74 Sudah Sebulan Menikah Malah Lupa
75
Bab 75 Bisma Kembali Cemburu
76
Bab 76 Kejutan
77
Bab 77 Ucapan Ulang Tahun Dari Keluarga Mertua
78
Bab 78 Pesan WA dari dokter Jelita
79
Bab 79 I Love You Kak Bisma
80
Bab 80 Ada Yang Retak
81
Bab 81 Ijin Bisma
82
Bab 82 Kontrak Kerja Enam Bulan
83
Bab 83 Gaun Rancangan Haura
84
Bab 84 Berita Haura di Media Online
85
Bab 85 Peresmian Rumah Mode Haura
86
Bab 86 Setelah Lulus, Ditodong Punya Anak
87
Bab 87 Kedatangan Tamu Kenamaan
88
Bab 88 Haura Merindukan Bisma
89
Bab 89 Bulan Madu di Rumah Orang Tua
90
Bab 90 Garis Dua
91
Bab 91 Kado Untuk Bisma
92
Bab 92 Akhir Yang Bahagia (END)
93
Karya Baru Bab 1 Melepas Kepergian Satgas
94
Bab 94 Penyesalan, Pernikahan(Kisah Jelita dan Danki Erwan) End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!