Bab 12 Bagai Dihantam Gada

    "Kenapa Mama dan Papa mau menjodohkan Bisma disaat Bisma baru saja menerima kekecewaan dari Jelita? Yang benar saja, Ma, Pa? Jangan jodoh-jodohkan Bisma disaat hati Bisma sedang kecewa berat seperti ini. Mama dan Papa harusnya mengerti perasaan Bisma, membesarkan hati Bisma, bukan malah menjodohkan dengan gadis yang sama sekali tidak sejajar dengan Jelita," ujar Bisma menolak mentah-mentah permintaan mama dan papanya.

    "Jangan begitu Bisma, jangan merasa sombong karena pernah memiliki hubungan dengan seseorang yang status sosialnya lebih tinggi, sehingga kamu membandingkan atau kesannya malah menganggap rendah Haura yang tidak sepadan dengan Jelita. Kalau memang Jelita menurutmu jauh lebih bagus dibandingkan Haura dari segi pendidikan dan karier, tapi buktinya yang dia berikan padamu hanyalah kecewa. Jadi, jangan bicara status sosial di sini, terbukti status sosial yang tinggi justru membuat orang lupa diri dan sombong. Papa ingatkan, supaya kamu tetap rendah hati dan tidak merendahkan status seseorang hanya karena dia bukan siapa-siapa," peringat Pak Saka panjang lebar merasa tidak suka dengan kalimat yang dilontarkan Bisma mengenai Haura yang tidak sepadan dengan Jelita.

    "Maksud Bisma bukan seperti itu, Pa. Papa jangan salah paham dulu, Bisma hanya tidak suka Mama dan Papa tiba-tiba menjodoh-jodohkan Bisma dengan gadis lain, padahal Bisma baru saja patah hati. Lukanya saja masih belum kering," sergah Bisma meralat ucapannya tadi.

    "Ya sudah, kalau kamu tidak mau dijodohkan dengan Haura, tidak apa-apa. Tapi, sebaiknya kamu pikirkan kembali permintaan mama dan papa. Feeling seorang ibu tidak akan salah, kalau Haura merupakan gadis yang cocok dan baik untuk kamu," timpal Bu Sindi masih berusaha memberikan provokasi untuk Bisma.

    "Menjodohkan dengan Haura, seperti Bisma ini tidak laku dengan perempuan lain," cebiknya masih tidak terima.

    "Tapi, mama lebih tenang melihatmu bersanding dengan Haura daripada perempuan lain. Mama sudah tahu dalamnya hati Haura. Haura meskipun dia hanya anak angkat, tapi dia gadis yang baik dan tulus. Dia gadis yang tahu diri dan tidak pernah memanfaatkan kebaikan mama dan papa. Selain baik, dia juga rajin ibadah. Jadi mau mencari perempuan seperti apa lagi, Bisma? Di luaran sana sepertinya memang banyak yang menginginkan kamu, tapi mama rasa mereka hanya melihat kamu dari seragam dan pangkat saja," tutur Bu Sindi belum menyerah lalu mengungkapkan seperti apa Haura.

    "Kalau rajin ibadah, Jelita juga sama rajin ibadah, Ma. Jadi, rajinnya ibadah seseorang bukan tolok ukur bahwa orang itu benar-benar suci dan tidak pernah menyakiti orang lain. Sekarang Bisma belum mau memikirkan lagi masalah perempuan, masalah Jelita saja belum kelar, sekarang malah ditambah hal baru. Hanya bikin pusing kepala saja," gerutu Bisma terdengar suntuk dan malas.

    "Masalah Jelita, mulai detik ini kamu harus lupakan. Buat apa disesali, toh dia tidak baik buat kamu. Mama dan papa sebenarnya tadi sudah ke rumah orang tuanya Jelita. Kebetulan di sana sudah ada tamu yang papa yakini dia merupakan kekasih baru Jelita," ungkap Pak Saka menahan Bisma yang tadinya akan berdiri dan pergi.

    "Apa, Mama dan Papa pergi ke rumah orang tua Jelita? Kenapa kalian tidak ajak Bisma? Kalau saja Bisma tahu kalian akan pergi ke sana, Bisma pasti ikut dan menghabisi kekasih baru Jelita," desis Bisma penuh amarah.

    "Buat apa kami mengajak kamu, hanya akan mempermalukan kamu di hadapan mereka? Sekarang tidak perlu lagi ingat-ingat Jelita, mama dan papa juga kecewa berat dengan dia." Bu Sindi menimpali sehingga perdebatan tentang Jelita masih saja belum selesai.

    "Nah, mama menyimpan bukti atas kecurigaan mama terhadap tamu pria di rumah orang tua Jelita. Mama tadi berhasil mengambil foto mobil milik pria itu," ujar Bu Sindi seraya memperlihatkan foto mobil yang berhasil dibidiknya tadi sebelum meninggalkan pagar rumah orang tua Jelita.

    Bisma menajamkan penglihatannya, dia tahu persis mobil itu milik siapa. Nomer polisinya juga sangat ia kenal.

    "Mayor Erwan," gumam Bisma dengan wajah yang sangat kecewa. Benar apa yang dikabarkan Rudy tempo hari, kalau dia pernah melihat kebersamaan Jelita dan Mayor Erwan. Dan keberadaan mobil Mayor Erwan di rumah orang tua Jelita, itu artinya mereka memang benar-benar ada hubungan.

    "Siapa Mayor Erwan, kamu kenal?" Pak Saka penasaran, dia menatap sang putra dengan iba.

    "Dia Danki di kantor Bisma, Pa," jawab Bisma dengan suara yang lemah, begitu dalam kekecewaan yang Bisma rasakan sekarang. Dia benar-benar tidak percaya, tapi faktanya ia betul-betul ditusuk dari belakang oleh dua orang yang sama-sama dekat dengannya.

    Bisma bangkit dari sofa, dan berlalu dari ruang keluarga. Sesak di dadanya yang kini dirasakan, bagai hantaman gada yang bertubi-tubi menghujam tiada henti.

    Bisma berjalan dengan kaki dihentak dan sesekali menendang permukaan, sebagai pertanda dia sangat kecewa.

    Di samping tembok ruang tamu, Bisma menemukan Haura yang hendak melangkahkan kaki dari tempat itu. Bisma menduga kalau Haura sudah sejak tadi berada di sana dan menguping pembicaraannya dengan kedua orang tuanya.

    Sejenak Bisma menatap Haura penuh amarah, Haura sepertinya kena imbas atas amarah Bisma terhadap Jelita dan Danki. Bisma mendilak benci, kemudian berlalu dari tempat itu menuju kamarnya.

    Haura menatap kepergian Bisma dengan sedih. Dia mendengar semua perdebatan Bisma dan kedua orang tua angkatnya. Haura segera berlalu dari tempat itu, karena mata dan hatinya begitu sedih dengan apa yang didengarnya tadi dari bibir Bisma.

    Haura tahu diri, dia hanya anak angkat dan bukan perempuan berpendidikan tinggi seperti mantan kekasih Bisma. Dan ucapan Bisma tadi sungguh sangat menyakiti hatinya.

    Haura memasuki kamarnya, dia menangis karena tidak bisa lagi membendung air mata yang sejak tadi dia tahan.

    Sementara Bisma yang kini sudah memasuki kamar dan mengunci kamar itu. Membanting tubuhnya di atas ranjang, sesekali ia menumpahkan rasa kecewanya di sana. Kecewa karena seorang wanita. Bisma belum pernah sesakit ini dan mendapat perlakuan seperti ini. Dan hari inilah dia menangis dan merasa sangat cengeng.

    "Kenapa tidak pria lain saja Jelita? Kenapa harus Danki, kenapa Mayor Erwan? Tahukah kamu, aku sangat sakit dan kecewa atas perlakuanmu? Perlakuanmu sungguh tidak termaafkan," desaunya menumpahkan segala kekecewaannya terhadap Jelita. Hantaman gada itu kini kian menyakiti dadanya, sehingga Bisma tanpa segan menumpahkan tangisannya di atas bantalnya.

    "Kalian pengkhianat," dengusnya lagi sembari membanting barang-barang yang berada di atas meja kerjanya.

***

    Malam harinya setelah Bisma mulai tenang dan menguasai diri. Bisma membuka Hp nya lalu mencari kontak WA Jelita. Tanpa basa-basi, Bisma mengirimkan foto mobil milik Danki yang terparkir di halaman rumah orang tua Jelita.

    "Tidak akan mendapatkan kebahagiaan bagi pengkhianat seperti kalian." Pesan itu terkirim dan sudah dibaca oleh Jelita. Tanpa menunggu lama, Jelita membalas.

    "Mas ...."

    Bisma segera memblokir nomer Hp Jelita, sebelum Jelita mengirimkan pesan kembali.

Terpopuler

Comments

Ida Naurah

Ida Naurah

buat Haura jngn klamar klemer ya yg tegas biar g gampang dtindas n jngn gampang jatuh cinta

2025-02-17

1

Mrs.Riozelino Fernandez

Mrs.Riozelino Fernandez

wow...good papa...
sombong bener nih si Bisma...

2024-11-29

2

Murni Zain

Murni Zain

𝙸𝚔𝚑𝚕𝚊𝚜𝚔𝚊𝚗 𝙱𝚒𝚜𝚖𝚊... 𝚎𝚖𝚊𝚗𝚐 𝚜𝚞𝚜𝚊𝚑 𝚍𝚗 𝚜𝚞𝚕𝚒𝚝 𝚝𝚙 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚊𝚙𝚊 𝚝𝚛𝚜² 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚒𝚔𝚜𝚊 𝚍𝚒𝚛𝚒.

2025-01-01

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Patah Hati
2 Bab 2 Kopi Buatan Haura
3 Bab 3 Pertemuan Yang Membuat Bisma Hancur Sehancur-Hancurnya
4 Bab 4 Bisma Frustasi
5 Bab 5 Gara-gara Satu Sloki
6 Bab 6 Kabar dr. Jelita
7 Bab 7 Kekecewaan Bisma
8 Bab 8 Ancaman Bisma
9 Bab 9 Mendatangi Bekas Calon Besan
10 Bab 10 Menjodohkan Haura Dengan Bisma
11 Bab 11 Menikahlah Dengan Haura!
12 Bab 12 Bagai Dihantam Gada
13 Bab 13 Pengajuan Bisma Ditolak
14 Bab 14 Pertemuan Di Luar Kesepakatan
15 Bab 15 Bisma Kecelakaan
16 Bab 16 Mengobati Bisma
17 Bab 17 Haura Mengikuti Lomba
18 Ban 18 Haura Pulang Terlambat
19 Bab 19 Adegan Alami dan Live
20 Bab 20 Haura Tidak Sepadan
21 Bab 21 Ada Yang Bingung
22 Bab 22 Bisma Tidur di Kamar Haura
23 Bab 23 Gaun Rancangan Haura dikontrak
24 Bab 24 Kejutan Untuk Bisma
25 Bab 25 Penantian Bisma
26 Bab 26 Harus Menikah
27 Bab 27 Menemui Ayah
28 Bab 28 Kesedihan Haura
29 Bab 29 Misi Perjodohan Digelar Lagi
30 Bab 30 Misi Berhasil
31 Bab 31 Bisma Bingung
32 Bab 32 Salah Paham
33 Bab 33 KTP Untuk Pengajuan Nikah
34 Bab 34 Mengajukan Nikah
35 Bab 35 Haura Linglung
36 Bab 36 Harus Menghadap Komandan
37 Bab 37 Adiknya Danton?
38 Bab 38 Haura Siap Mencintai Kak Bisma
39 Bab 39 Jawaban Cerdas Haura
40 Bab 40 Godaan Teman Kantor
41 Bab 41 Jangan Jadikan Haura Pelarian
42 Bab 42 Permintaan Bu Sindi Pada Haura
43 Bab 43 Bisma Ke Kampus Haura
44 Bab 44 Nomer Bisma Belum Disimpan
45 Bab 45 Udang Di Balik Batu
46 Bab 46 Perjumpaan Bisma dan Jelita
47 Bab 47 Dokter Jelita Menemui Haura
48 Bab 48 Hinaan Dokter Jelita
49 Bab 49 Kita Akan Menikah
50 Bab 50 Makan Malam Bersama
51 Bab 51 Bertemu Jelita
52 Bab 52 Penyesalan Dokter Jelita
53 Bab 53 Bara Rindu Ketika Hujan Lebat
54 Bab 54 Petir
55 Bab 55 Perintah Komandan
56 Bab 56 Pernikahan
57 Bab 57 Pedang Pora dan Pesona Haura
58 Bab 58 Masih Sibuk Menjelang Keberangkatan
59 Bab 59 Halangan
60 Bab 60 Kamu Bisa Pijat?
61 Bab 61 Jaga Hati
62 Bab 62 Keberangkatan Bisma
63 Bab 63 Gundah
64 Bab 64 Ada Apa Dengan Ayah Haura?
65 Bab 65 Meninggal
66 Bab 66 Provokasi dokter Jelita
67 Bab 67 Salah Sangka Bisma
68 Bab 68 Perkembangan Bagus Devaryo
69 Bab 69 Membujuk Devaryo
70 Bab 70 Menjelang Kepulangan Bisma
71 Bab 71 Akhirnya Kembali Dengan Selamat
72 Bab 72 Jamu Stamina
73 Bab 73 Malam Pertama
74 Bab 74 Sudah Sebulan Menikah Malah Lupa
75 Bab 75 Bisma Kembali Cemburu
76 Bab 76 Kejutan
77 Bab 77 Ucapan Ulang Tahun Dari Keluarga Mertua
78 Bab 78 Pesan WA dari dokter Jelita
79 Bab 79 I Love You Kak Bisma
80 Bab 80 Ada Yang Retak
81 Bab 81 Ijin Bisma
82 Bab 82 Kontrak Kerja Enam Bulan
83 Bab 83 Gaun Rancangan Haura
84 Bab 84 Berita Haura di Media Online
85 Bab 85 Peresmian Rumah Mode Haura
86 Bab 86 Setelah Lulus, Ditodong Punya Anak
87 Bab 87 Kedatangan Tamu Kenamaan
88 Bab 88 Haura Merindukan Bisma
89 Bab 89 Bulan Madu di Rumah Orang Tua
90 Bab 90 Garis Dua
91 Bab 91 Kado Untuk Bisma
92 Bab 92 Akhir Yang Bahagia (END)
93 Karya Baru Bab 1 Melepas Kepergian Satgas
94 Bab 94 Penyesalan, Pernikahan(Kisah Jelita dan Danki Erwan) End
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Bab 1 Patah Hati
2
Bab 2 Kopi Buatan Haura
3
Bab 3 Pertemuan Yang Membuat Bisma Hancur Sehancur-Hancurnya
4
Bab 4 Bisma Frustasi
5
Bab 5 Gara-gara Satu Sloki
6
Bab 6 Kabar dr. Jelita
7
Bab 7 Kekecewaan Bisma
8
Bab 8 Ancaman Bisma
9
Bab 9 Mendatangi Bekas Calon Besan
10
Bab 10 Menjodohkan Haura Dengan Bisma
11
Bab 11 Menikahlah Dengan Haura!
12
Bab 12 Bagai Dihantam Gada
13
Bab 13 Pengajuan Bisma Ditolak
14
Bab 14 Pertemuan Di Luar Kesepakatan
15
Bab 15 Bisma Kecelakaan
16
Bab 16 Mengobati Bisma
17
Bab 17 Haura Mengikuti Lomba
18
Ban 18 Haura Pulang Terlambat
19
Bab 19 Adegan Alami dan Live
20
Bab 20 Haura Tidak Sepadan
21
Bab 21 Ada Yang Bingung
22
Bab 22 Bisma Tidur di Kamar Haura
23
Bab 23 Gaun Rancangan Haura dikontrak
24
Bab 24 Kejutan Untuk Bisma
25
Bab 25 Penantian Bisma
26
Bab 26 Harus Menikah
27
Bab 27 Menemui Ayah
28
Bab 28 Kesedihan Haura
29
Bab 29 Misi Perjodohan Digelar Lagi
30
Bab 30 Misi Berhasil
31
Bab 31 Bisma Bingung
32
Bab 32 Salah Paham
33
Bab 33 KTP Untuk Pengajuan Nikah
34
Bab 34 Mengajukan Nikah
35
Bab 35 Haura Linglung
36
Bab 36 Harus Menghadap Komandan
37
Bab 37 Adiknya Danton?
38
Bab 38 Haura Siap Mencintai Kak Bisma
39
Bab 39 Jawaban Cerdas Haura
40
Bab 40 Godaan Teman Kantor
41
Bab 41 Jangan Jadikan Haura Pelarian
42
Bab 42 Permintaan Bu Sindi Pada Haura
43
Bab 43 Bisma Ke Kampus Haura
44
Bab 44 Nomer Bisma Belum Disimpan
45
Bab 45 Udang Di Balik Batu
46
Bab 46 Perjumpaan Bisma dan Jelita
47
Bab 47 Dokter Jelita Menemui Haura
48
Bab 48 Hinaan Dokter Jelita
49
Bab 49 Kita Akan Menikah
50
Bab 50 Makan Malam Bersama
51
Bab 51 Bertemu Jelita
52
Bab 52 Penyesalan Dokter Jelita
53
Bab 53 Bara Rindu Ketika Hujan Lebat
54
Bab 54 Petir
55
Bab 55 Perintah Komandan
56
Bab 56 Pernikahan
57
Bab 57 Pedang Pora dan Pesona Haura
58
Bab 58 Masih Sibuk Menjelang Keberangkatan
59
Bab 59 Halangan
60
Bab 60 Kamu Bisa Pijat?
61
Bab 61 Jaga Hati
62
Bab 62 Keberangkatan Bisma
63
Bab 63 Gundah
64
Bab 64 Ada Apa Dengan Ayah Haura?
65
Bab 65 Meninggal
66
Bab 66 Provokasi dokter Jelita
67
Bab 67 Salah Sangka Bisma
68
Bab 68 Perkembangan Bagus Devaryo
69
Bab 69 Membujuk Devaryo
70
Bab 70 Menjelang Kepulangan Bisma
71
Bab 71 Akhirnya Kembali Dengan Selamat
72
Bab 72 Jamu Stamina
73
Bab 73 Malam Pertama
74
Bab 74 Sudah Sebulan Menikah Malah Lupa
75
Bab 75 Bisma Kembali Cemburu
76
Bab 76 Kejutan
77
Bab 77 Ucapan Ulang Tahun Dari Keluarga Mertua
78
Bab 78 Pesan WA dari dokter Jelita
79
Bab 79 I Love You Kak Bisma
80
Bab 80 Ada Yang Retak
81
Bab 81 Ijin Bisma
82
Bab 82 Kontrak Kerja Enam Bulan
83
Bab 83 Gaun Rancangan Haura
84
Bab 84 Berita Haura di Media Online
85
Bab 85 Peresmian Rumah Mode Haura
86
Bab 86 Setelah Lulus, Ditodong Punya Anak
87
Bab 87 Kedatangan Tamu Kenamaan
88
Bab 88 Haura Merindukan Bisma
89
Bab 89 Bulan Madu di Rumah Orang Tua
90
Bab 90 Garis Dua
91
Bab 91 Kado Untuk Bisma
92
Bab 92 Akhir Yang Bahagia (END)
93
Karya Baru Bab 1 Melepas Kepergian Satgas
94
Bab 94 Penyesalan, Pernikahan(Kisah Jelita dan Danki Erwan) End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!