Bab 11 Menikahlah Dengan Haura!

    "Masa iya dr.Jelita menduakan cinta kamu dengan Mayor Erwan? Rasanya tidak mungkin, Bro. Setahuku Danki sudah mengetahui pertunangan kamu dengan dr.Jelita, bukan?" Diman semakin dilanda bingung dengan cerita Bisma bahwa mantan kekasihnya itu ada main dengan lelaki lain, yakni dengan Danki.

    "Lalu bagaimana keputusan kamu ke depannya, Bro?"

    "Keputusan apa? Sudah jelas Jelita memutuskan hubungan pertunangan, artinya pernikahan itu tidak ada. Yang harus aku lakukan sekarang adalah, mencari tahu apakah kabar dari Rudy itu benar atau tidak bahwa Jelita benar-benar ada hubungan dengan Danki. Jika benar, itu artinya Jelita dan Danki merupakan pengkhianat."

    "Kalau hanya alasan tidak ingin menjalin hubungan dengan lelaki manapun selama studi, itu menurutku tidak masuk akal. Jelita bohong, dan aku curiga Jelita memang memiliki pria lain selain aku. Akan aku cari tahu siapa sebenarnya pria itu. Jika benar Danki, maka betapa teganya mereka berdua," lanjut Bisma dengan sangat kecewa.

    "Yang sabar, Bro. Dunia tidak selebar daun kelor atau daun-daun lainnya. Di sebalik kejadian ini, pasti akan ada hikmah yang akan kamu petik," hibur Diman membesarkan hati Bisma yang sedih.

    "Jika benar Jelita menjalin kasih dengan Danki, aku akan muak apabila bertemu dia tiap hari di kantor. Lebih baik menghindar daripada makan hati," cetus Bisma seakan putus asa.

    "Menghindar? Itu tidak mungkin, Bro. Kamu atau aku sekalipun pasti tidak mungkin menghindari dia di kantor, setiap waktu kita akan dipertemukan," timpal Dimas diangguki yang lain.

    "Kenapa tidak mungkin? Masih ada kesempatan untuk mengajukan tugas ke wilayah konflik bulan depan. Untuk saat ini, lebih baik aku memilih menghindar daripada hatiku semakin hancur dengan melihat Danki setiap hari di kantor," ungkap Bisma lagi.

    "Tidak gentle kau, Bro. Hadapi saja, dia justru akan malu jika tiap hari bertemu dengan kau. Kalau kau pergi, kesannya kau menghindar dan dia akan merasa menang," ujar Diman memberi pandangannya.

    "Aku tidak bisa, Man. Daripada setiap bertemu naluriku bawaannya ingin menghabisinya, lebih baik menghindar dan menyembuhkan luka hati. Jika aku tetap memaksakan diri di sini dan harus bertemu Danki setiap hari, justru itu sangat berbahaya. Aku tidak mau punya kasus kriminal gara-gara menghabisi anggota lain, terlebih dia atasan kita, dia seorang Danki," keukeuh Bisma dengan pendiriannya.

    "Kalau begitu, terserah kau saja, Bro, jika itu memang yang terbaik menurutmu. Aku dan kawan-kawan hanya bisa mendukung dan mendoakanmu. Siapa tahu, setelah tugas yang kali ini pangkatmu bisa langsung naik melebihi pangkatnya Danki," ujar Diman diakhiri tawa.

    "Itu tidak mungkin, Man. Kecuali kalau aku bisa menghabisi ketua KKB dan meringkus semua anak buahnya dengan tanganku sendiri, itu bisa jadi dan aku naik pangkat lebih cepat," balas Bisma seraya mengisap rokoknya yang hampir habis.

    "Jangan-jangan mantan tunangan kau itu, tega mendua karena melihat pangkat dan jabatan, secara Danki itu Mayor. Itupun kalau benar dr.Jelita menjalin hubungan dengan Danki. Ini hanya kesimpulanku saja, Bro, jadi tidak usah dipikirkan," seloroh Diman, membuat Bisma berpikir keras dan sepertinya ia setuju dengan pendapat Diman.

    Bisma lama merenung, dia benar-benar sakit hati jika benar Jelita menduakannya hanya karena melihat pangkat dan jabatan.

    "Sialan mereka," umpat Bisma marah seraya membuang sisa puntung rokok jauh keluar sana.

    "Aku pulang dulu, otakku rasanya mau pecah memikirkan hubungan Jelita dan laki-laki itu." Bisma berpamitan pada Diman dan semua temannya yang lain yang masih di kediaman Diman.

    Dengan gejolak hati yang semakin panas, Bisma menjalankan mobilnya dengan ugal-ugalan. Tidak jarang, hampir beberapa kali menyerempet pengguna jalan lain, sehingga sepanjang jalan Bisma puas kena maki.

    Tiba di kediaman orang tuanya, Bisma memarkir mobilnya sembarangan. Saking kalutnya, ia tidak sempat memarkir mobil itu dengan rapi dan benar. Bisma langsung masuk ke dalam rumah tanpa mengucap salam.

    Dari ruang keluarga, terdengar suara kedua orang tuanya berbincang-bincang. Bisma yakin, mama dan papanya sedang berbincang dengan Haura sang anak angkat. Mereka memang begitu menyayangi Haura bak anak kandung. Perlahan Bisma berjalan menuju ruang keluarga untuk setor muka dan mengucap salam.

    "Haura, kamu harus mau jika kami menjodohkan kamu dengan kakakmu, Bisma. Kakakmu saat ini sedang patah hati, mama rasa kamulah perempuan yang pantas untuk dia."

    "Tapi, Ma. Haura tidak pantas untuk Kak Bisma, Haura hanya ingin menjadi adik saja untuk Kak Bisma. Apa tidak sebaiknya Mama dan Papa carikan perempuan lain yang sepadan, bukan Haura yang hanya anak angkat?" ujar Haura menolak permintaan mama dan papa angkatnya.

    "Haura, jangan katakan hanya anak angkat. Kedudukan kamu di rumah dan hati kami sama seperti anak kandung bagi kami. Mama dan papa ingin menjodohkan kamu dengan Bisma, agar hubungan kita semakin dekat dan rekat. Lagipula mama tidak mau Bisma kecewa lagi oleh perempuan lain. Mama mohon Haura," pinta Bu sindi setengah memohon.

    Bisma cukup terkejut mendengar permintaan mamanya terhadap Haura. Dia tidak menduga kepulangannya ke rumah ini justru mendapat kejutan yang luar biasa dari kedua orang tuanya.

    Bisma mengurungkan niatnya menghampiri kedua orang tuanya di ruang keluarga. Bisma segera berlalu dan menaiki tangga lalu menuju kamar.

    "Yang benar saja, masa iya aku dijodohkan dengan Haura bocah ingusan itu? Tidak, aku harus bisa mengurungkan niat mama dan papa. Aku tidak mau dijodohkan dengan Haura si anak angkat," dengus Bisma seraya mendudukkan tubuhnya di ranjang. Kepala Bisma mendadak pusing, belum hilang rasa kecewa atas hubungan mantan kekasihnya dengan Danki, kini masalah Bisma seakan ditambah lagi dengan yang lebih berat.

   Tahu dirinya akan dijodohkan dengan Haura, Bisma kini membulatkan tekad untuk mengajukan diri kembali ditugaskan ke wilayah konflik di Indonesia timur. Hal ini diyakininya akan menggagalkan niat mama dan papanya untuk menjodohkan dirinya dan Haura.

Dua hari kemudian,

    "Mama dan papa ingin bicara serius dengan kamu, Bisma. Kemarilah," ajak Bu Sindi sembari berjalan duluan menuju ruang keluarga. Bisma sudah tahu ke mana arah pembicaraan mereka, tapi Bisma pura-pura tidak tahu.

    "Ada apa, Ma, kenapa seperti penting banget?" tanya Bisma masih pura-pura.

    Bu Sindi dan Pak Saka menduduki sofa, disusul Bisma. "Kami ingin membicarakan suatu hal penting denganmu, Bisma," intro Bu Sindi terdengar sangat hati-hati.

    "Apa itu, Ma? Jangan membuat Bisma penasaran," ujar Bisma.

    "Menikahlah dengan Haura, dia gadis baik dan tentunya penurut. Haura juga gadis yang mandiri, tapi mama yakin dia bukan perempuan egois yang maunya menang sendiri," bujuk Bu Sindi langsung pada poin utama.

    "Apa, menikah dengan Haura? Haura anak angkat Mama dan Papa yang ayahnya seorang ODGJ?" kejut Bisma dengan wajah yang sama sekali tidak terima.

Terpopuler

Comments

Mrs.Riozelino Fernandez

Mrs.Riozelino Fernandez

Terlalu berharap dan terlalu mencintai ya pasti gini PATAH HATI MERANA

2024-11-28

1

Arieee

Arieee

Bisma stressss bisa nya menghina pdhal dia sendiri gak bisa move on

2024-11-28

1

𝑸𝒖𝒊𝒏𝒂

𝑸𝒖𝒊𝒏𝒂

betul tuh, jdi laki jgn lemah tunjukin klo py harga diri yg tinggi

2024-11-28

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Patah Hati
2 Bab 2 Kopi Buatan Haura
3 Bab 3 Pertemuan Yang Membuat Bisma Hancur Sehancur-Hancurnya
4 Bab 4 Bisma Frustasi
5 Bab 5 Gara-gara Satu Sloki
6 Bab 6 Kabar dr. Jelita
7 Bab 7 Kekecewaan Bisma
8 Bab 8 Ancaman Bisma
9 Bab 9 Mendatangi Bekas Calon Besan
10 Bab 10 Menjodohkan Haura Dengan Bisma
11 Bab 11 Menikahlah Dengan Haura!
12 Bab 12 Bagai Dihantam Gada
13 Bab 13 Pengajuan Bisma Ditolak
14 Bab 14 Pertemuan Di Luar Kesepakatan
15 Bab 15 Bisma Kecelakaan
16 Bab 16 Mengobati Bisma
17 Bab 17 Haura Mengikuti Lomba
18 Ban 18 Haura Pulang Terlambat
19 Bab 19 Adegan Alami dan Live
20 Bab 20 Haura Tidak Sepadan
21 Bab 21 Ada Yang Bingung
22 Bab 22 Bisma Tidur di Kamar Haura
23 Bab 23 Gaun Rancangan Haura dikontrak
24 Bab 24 Kejutan Untuk Bisma
25 Bab 25 Penantian Bisma
26 Bab 26 Harus Menikah
27 Bab 27 Menemui Ayah
28 Bab 28 Kesedihan Haura
29 Bab 29 Misi Perjodohan Digelar Lagi
30 Bab 30 Misi Berhasil
31 Bab 31 Bisma Bingung
32 Bab 32 Salah Paham
33 Bab 33 KTP Untuk Pengajuan Nikah
34 Bab 34 Mengajukan Nikah
35 Bab 35 Haura Linglung
36 Bab 36 Harus Menghadap Komandan
37 Bab 37 Adiknya Danton?
38 Bab 38 Haura Siap Mencintai Kak Bisma
39 Bab 39 Jawaban Cerdas Haura
40 Bab 40 Godaan Teman Kantor
41 Bab 41 Jangan Jadikan Haura Pelarian
42 Bab 42 Permintaan Bu Sindi Pada Haura
43 Bab 43 Bisma Ke Kampus Haura
44 Bab 44 Nomer Bisma Belum Disimpan
45 Bab 45 Udang Di Balik Batu
46 Bab 46 Perjumpaan Bisma dan Jelita
47 Bab 47 Dokter Jelita Menemui Haura
48 Bab 48 Hinaan Dokter Jelita
49 Bab 49 Kita Akan Menikah
50 Bab 50 Makan Malam Bersama
51 Bab 51 Bertemu Jelita
52 Bab 52 Penyesalan Dokter Jelita
53 Bab 53 Bara Rindu Ketika Hujan Lebat
54 Bab 54 Petir
55 Bab 55 Perintah Komandan
56 Bab 56 Pernikahan
57 Bab 57 Pedang Pora dan Pesona Haura
58 Bab 58 Masih Sibuk Menjelang Keberangkatan
59 Bab 59 Halangan
60 Bab 60 Kamu Bisa Pijat?
61 Bab 61 Jaga Hati
62 Bab 62 Keberangkatan Bisma
63 Bab 63 Gundah
64 Bab 64 Ada Apa Dengan Ayah Haura?
65 Bab 65 Meninggal
66 Bab 66 Provokasi dokter Jelita
67 Bab 67 Salah Sangka Bisma
68 Bab 68 Perkembangan Bagus Devaryo
69 Bab 69 Membujuk Devaryo
70 Bab 70 Menjelang Kepulangan Bisma
71 Bab 71 Akhirnya Kembali Dengan Selamat
72 Bab 72 Jamu Stamina
73 Bab 73 Malam Pertama
74 Bab 74 Sudah Sebulan Menikah Malah Lupa
75 Bab 75 Bisma Kembali Cemburu
76 Bab 76 Kejutan
77 Bab 77 Ucapan Ulang Tahun Dari Keluarga Mertua
78 Bab 78 Pesan WA dari dokter Jelita
79 Bab 79 I Love You Kak Bisma
80 Bab 80 Ada Yang Retak
81 Bab 81 Ijin Bisma
82 Bab 82 Kontrak Kerja Enam Bulan
83 Bab 83 Gaun Rancangan Haura
84 Bab 84 Berita Haura di Media Online
85 Bab 85 Peresmian Rumah Mode Haura
86 Bab 86 Setelah Lulus, Ditodong Punya Anak
87 Bab 87 Kedatangan Tamu Kenamaan
88 Bab 88 Haura Merindukan Bisma
89 Bab 89 Bulan Madu di Rumah Orang Tua
90 Bab 90 Garis Dua
91 Bab 91 Kado Untuk Bisma
92 Bab 92 Akhir Yang Bahagia (END)
93 Karya Baru Bab 1 Melepas Kepergian Satgas
94 Bab 94 Penyesalan, Pernikahan(Kisah Jelita dan Danki Erwan) End
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Bab 1 Patah Hati
2
Bab 2 Kopi Buatan Haura
3
Bab 3 Pertemuan Yang Membuat Bisma Hancur Sehancur-Hancurnya
4
Bab 4 Bisma Frustasi
5
Bab 5 Gara-gara Satu Sloki
6
Bab 6 Kabar dr. Jelita
7
Bab 7 Kekecewaan Bisma
8
Bab 8 Ancaman Bisma
9
Bab 9 Mendatangi Bekas Calon Besan
10
Bab 10 Menjodohkan Haura Dengan Bisma
11
Bab 11 Menikahlah Dengan Haura!
12
Bab 12 Bagai Dihantam Gada
13
Bab 13 Pengajuan Bisma Ditolak
14
Bab 14 Pertemuan Di Luar Kesepakatan
15
Bab 15 Bisma Kecelakaan
16
Bab 16 Mengobati Bisma
17
Bab 17 Haura Mengikuti Lomba
18
Ban 18 Haura Pulang Terlambat
19
Bab 19 Adegan Alami dan Live
20
Bab 20 Haura Tidak Sepadan
21
Bab 21 Ada Yang Bingung
22
Bab 22 Bisma Tidur di Kamar Haura
23
Bab 23 Gaun Rancangan Haura dikontrak
24
Bab 24 Kejutan Untuk Bisma
25
Bab 25 Penantian Bisma
26
Bab 26 Harus Menikah
27
Bab 27 Menemui Ayah
28
Bab 28 Kesedihan Haura
29
Bab 29 Misi Perjodohan Digelar Lagi
30
Bab 30 Misi Berhasil
31
Bab 31 Bisma Bingung
32
Bab 32 Salah Paham
33
Bab 33 KTP Untuk Pengajuan Nikah
34
Bab 34 Mengajukan Nikah
35
Bab 35 Haura Linglung
36
Bab 36 Harus Menghadap Komandan
37
Bab 37 Adiknya Danton?
38
Bab 38 Haura Siap Mencintai Kak Bisma
39
Bab 39 Jawaban Cerdas Haura
40
Bab 40 Godaan Teman Kantor
41
Bab 41 Jangan Jadikan Haura Pelarian
42
Bab 42 Permintaan Bu Sindi Pada Haura
43
Bab 43 Bisma Ke Kampus Haura
44
Bab 44 Nomer Bisma Belum Disimpan
45
Bab 45 Udang Di Balik Batu
46
Bab 46 Perjumpaan Bisma dan Jelita
47
Bab 47 Dokter Jelita Menemui Haura
48
Bab 48 Hinaan Dokter Jelita
49
Bab 49 Kita Akan Menikah
50
Bab 50 Makan Malam Bersama
51
Bab 51 Bertemu Jelita
52
Bab 52 Penyesalan Dokter Jelita
53
Bab 53 Bara Rindu Ketika Hujan Lebat
54
Bab 54 Petir
55
Bab 55 Perintah Komandan
56
Bab 56 Pernikahan
57
Bab 57 Pedang Pora dan Pesona Haura
58
Bab 58 Masih Sibuk Menjelang Keberangkatan
59
Bab 59 Halangan
60
Bab 60 Kamu Bisa Pijat?
61
Bab 61 Jaga Hati
62
Bab 62 Keberangkatan Bisma
63
Bab 63 Gundah
64
Bab 64 Ada Apa Dengan Ayah Haura?
65
Bab 65 Meninggal
66
Bab 66 Provokasi dokter Jelita
67
Bab 67 Salah Sangka Bisma
68
Bab 68 Perkembangan Bagus Devaryo
69
Bab 69 Membujuk Devaryo
70
Bab 70 Menjelang Kepulangan Bisma
71
Bab 71 Akhirnya Kembali Dengan Selamat
72
Bab 72 Jamu Stamina
73
Bab 73 Malam Pertama
74
Bab 74 Sudah Sebulan Menikah Malah Lupa
75
Bab 75 Bisma Kembali Cemburu
76
Bab 76 Kejutan
77
Bab 77 Ucapan Ulang Tahun Dari Keluarga Mertua
78
Bab 78 Pesan WA dari dokter Jelita
79
Bab 79 I Love You Kak Bisma
80
Bab 80 Ada Yang Retak
81
Bab 81 Ijin Bisma
82
Bab 82 Kontrak Kerja Enam Bulan
83
Bab 83 Gaun Rancangan Haura
84
Bab 84 Berita Haura di Media Online
85
Bab 85 Peresmian Rumah Mode Haura
86
Bab 86 Setelah Lulus, Ditodong Punya Anak
87
Bab 87 Kedatangan Tamu Kenamaan
88
Bab 88 Haura Merindukan Bisma
89
Bab 89 Bulan Madu di Rumah Orang Tua
90
Bab 90 Garis Dua
91
Bab 91 Kado Untuk Bisma
92
Bab 92 Akhir Yang Bahagia (END)
93
Karya Baru Bab 1 Melepas Kepergian Satgas
94
Bab 94 Penyesalan, Pernikahan(Kisah Jelita dan Danki Erwan) End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!