Bab 10 Menjodohkan Haura Dengan Bisma

    "Sudah mama duga, Jelita itu memang tidak cocok buat Bisma. Dari awal mama merasa dia itu terlalu mayor. Dia memang perempuan mandiri, mama suka perempuan seperti itu, tapi terlalu punya obsesi yang tinggi juga tidak baik. Sudah sering Bisma mengalah demi obsesi dia, tapi ujungnya seperti ini, Jelita terlalu egois. Sia-sia Bisma membersamai Jelita kalau hanya untuk jagain jodoh orang. Kalau tahu begini, lebih baik mama nikahkan saja sama Haura," omel Bu Sindi, di akhir kalimat entah sadar atau tidak ada nama Haura disebut.

    "Haura, maksud mama, mama mau menjodohkan Haura anak angkat kita dengan Bisma? Apa-apaan mama ini, masa Bisma kita jodohkan dengan Haura. Bisma pasti tidak suka, karena Haura masih terlalu muda buatnya." Pak Saka protes sembari fokus nyetir.

    "Terlalu muda bagaimana, perbedaan mereka hanya delapan tahun lebih, itu tidak masalah buat mama. Lagipula kalau Haura jadi mantu kita, antara papa dan Haura sudah menjadi mahramnya. Jadi mama tidak khawatir lagi jika papa ditinggal di rumah ini hanya dengan Haura, sebab Haura posisinya sudah seperti anak kandung sendiri," jelas Bu Sindi penuh penekanan.

    "Papa paham, ma.Tapi, yang jadi masalah apakah Bisma suka jika kita jodohkan dengan Haura. Papa sih tidak masalah sepertinya, karena selama ini melihat Haura positif-positif saja, apalagi Haura masih muda dan anaknya terlihat sabar."

    "Itu dia, Pa. Haura itu jauh lebih muda dari Bisma, dia juga perempuan sabar. Dia juga mandiri tapi tidak terlalu punya obsesi tinggi. Perempuan yang seperti ini yang cocok dengan Bisma yang sedikit keras kepala. Lagipula Haura ini anaknya penurut, dia juga perempuan yang lemah lembut dan sepertinya tidak suka berkata dengan nada keras kalau di depan suami. Yang Bisma butuhkan justru sosok perempuan seperti Haura, selain penurut dia juga bisa menghormati Bisma."

    "Beda dengan Jelita, seandainya jadi menikah, mama khawatir Jelita justru terlalu mendominasi dan kesibukannya sangat padat, secara dia itu seorang dokter, terlebih sekarang dia ambil studi dokter spesialis," lanjut Bu Sindi lagi mengemukakan pendapatnya tentang Jelita.

    Pak Saka tidak menyahut lagi, dalam pikirannya hanya meragukan sikap Bisma saja. Pak Saka yakin Bisma tidak mudah begitu saja menerima Haura, terlebih dia saat ini masih dalam keadaan kecewa oleh dr.Jelita.

    "Tunggu sebentar, Pah. Apakah Papa tidak curiga dengan tamu pria yang tadi di rumah orang tua Jelita? Dia pindah ke dalam saat kita masuk ruang tamu, sepertinya pria itu sudah dekat dengan keluarga Jelita. Dari perawakannya, mama melihat dia seorang anggota juga. Jangan-jangan pria pilihan lain yang dimaksud mamanya Jelita adalah pria tadi. Ini akan jadi laporan buat Bisma, kebetulan mama juga tadi memotret mobil pria itu. Jangan-jangan Bisma mengenali laki-laki tadi," tutur Bu sindi mengutarakan pendapatnya mengenai pria yang dilihatnya tadi di rumah orang tua Jelita.

    "Jangan ceritakan kedatangan kita ke rumah orang tua Jelita pada Bisma, papa takut Bisma marah dan tidak terima," cegah Pak Saka khawatir.

    "Tidak apa-apa, Pa. Lagipula Bisma memang harus tahu kalau kita habis dari rumahnya Jelita pengkhianat itu, biar Bisma merasakan bahwa kita juga sama kecewanya seperti dia," usul Bu Sindi tidak mau dicegah. Pak Saka tidak lagi bicara, ia akhirnya menyerahkan keputusan kepada sang istri.

    Mobil Pak Saka tiba di rumah. Saat mereka menuruni mobil, keduanya heran karena mobil Bisma tidak ada.

    "Pergi ke mana Bisma?" gumam Pak Saka.

    "Paling dia pergi ke rumah temannya, Pa. Ya, sudah, sebaiknya kita masuk saja. Mama sudah tidak sabar untuk segera menceritakan maksud mama pada Haura," girang Bu Sindi seraya berjalan dengan cepat ke dalam rumah.

    "Ya ampun, Mama. Hati-hati jalannya, jangan cepat-cepat begitu. Tenang dulu jangan sampai grasa-grusu menyampaikannya, bisa-bisa Haura nanti kaget," peringat Pak Saka pada istrinya yang sangat antusias ingin menjodohkan Haura dengan Bisma.

***

    Di lain tempat, Bisma kini sudah berada di rumah teman satu leting. Kebetulan teman satu letingnya baru pulang dari kampung halamannya di pulau Sumatera dan menikah.

    "Silahkan masuk, Bro." Diman, teman satu leting Bisma menyambut dan mempersilahkan Bisma masuk. Di dalam rumah Diman sudah ada beberapa teman satu leting lainnya dan ada juga adik leting yang sengaja diundang ke sana.

    Berhubung mereka tidak bisa menghadiri pernikahan Diman di Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, Diman memutuskan mengundang mereka datang ke rumah untuk membagikan oleh-oleh dari kampungnya di sana juga makan-makan. Terlebih Diman tahu diri, karena teman-teman satu leting dan adik leting sudah memberikan amplop saat Diman pergi ke kampungnya.

    "Wong rumah belum diajak sekalian, Man?" tanya Bisma menirukan kebiasaan orang sana jika menanyakan istri. Wong rumah artinya istri menurut orang Lubuk Linggau atau wilayah di bagian Sumatera Selatan.

    "Belum. Wong rumah masih sibuk mengurus surat kepindahan kedinasan," jawab Diman yang kebetulan istrinya merupakan seorang Bidan. Jika pindah dan ikut suami, butuh waktu kurang lebih sebulan untuk di acc, belum lagi syarat lain yang tentu saja menyita waktu.

    "Kasihan banget kau Man, baru beberapa hari menikah sudah berjauhan," ledek yang lain diimbuhi tawa.

    "Yang penting sudah setoran sebelum LDR-an," balas Diman, tak ayal apa yang diucapkannya mendapat kekehan dari semua teman-temannya.

    "Kamu kapan pengajuan nikah, Bro? Kamu kata setelah pulang dari tugas Papua akan mengajukan nikah?" Diman bertanya pada Bisma, yang setahunya memang ada rencana mengajukan menikah setelah selesai tugas dari Papua.

    "Tidak. Aku cancel."

    "Lho, kenapa? Kamu masih dengan dr.Jelita itu, kan?" serobot Diman lagi, diikuti yang lain yang sangat kaget dengan jawaban Bisma.

    "Semua batal gara-gara dia," sahut Bisma masih teka-teki.

    "Dia, dia siapa? Dr.Jelita?" Diman mencoba meyakinkan.

    "Siapa lagi kalau bukan Jelita."

    "Alasannya?" korek Diman lagi masih penasaran.

    "Alasannya, Jelita mau melanjutkan studi ke jenjang selanjutnya ambil dokter spesialis. Dia bilang, dia tidak mau membuat aku menunggu lama karena studi dia yang memakan waktu kurang lebih empat sampai enam tahu," tutur Bisma sembari tatapnya lurus ke depan.

    "Aku pikir itu hanya alasan saja, mungkin ada alasan lain yang membuat tunanganmu memutuskan hubungan," tebak Diman mengena.

    "Itu, dia. Rudy pun sempat menemukan bukti kalau Jelita jalan dengan Danki," ujar Bisma.

    "Danki kita? Mayor Erwan?" tanya Diman penuh rasa tidak percaya.

    "Iya. Tapi itu menurut Rudy. Tapi aku masih belum yakin apabila aku tidak menemukan bukti sendiri kalau Jelita ternyata ada main di belakangku dengan pria lain, terlebih dengan Danki. Kalau benar, rasanya sakit dada ini," ungkap Bisma kembali sedih karena teringat akan keputusan dr.Jelita yang dianggapnya mengada-ngada dan tidak masuk akal.

Terpopuler

Comments

Rani

Rani

Orang lubuk linggau kakak nya apa ! Aku orang lubuk linggau

2025-02-17

2

Lita Pujiastuti

Lita Pujiastuti

Bisma...sabaarr...jodoh terbaik psti dapet ..lebih baik dr Jelita

2024-12-27

1

Arieee

Arieee

🤣🤣🤣🤣🤣🤣Bisma kyk gak laku aja

2024-11-28

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Patah Hati
2 Bab 2 Kopi Buatan Haura
3 Bab 3 Pertemuan Yang Membuat Bisma Hancur Sehancur-Hancurnya
4 Bab 4 Bisma Frustasi
5 Bab 5 Gara-gara Satu Sloki
6 Bab 6 Kabar dr. Jelita
7 Bab 7 Kekecewaan Bisma
8 Bab 8 Ancaman Bisma
9 Bab 9 Mendatangi Bekas Calon Besan
10 Bab 10 Menjodohkan Haura Dengan Bisma
11 Bab 11 Menikahlah Dengan Haura!
12 Bab 12 Bagai Dihantam Gada
13 Bab 13 Pengajuan Bisma Ditolak
14 Bab 14 Pertemuan Di Luar Kesepakatan
15 Bab 15 Bisma Kecelakaan
16 Bab 16 Mengobati Bisma
17 Bab 17 Haura Mengikuti Lomba
18 Ban 18 Haura Pulang Terlambat
19 Bab 19 Adegan Alami dan Live
20 Bab 20 Haura Tidak Sepadan
21 Bab 21 Ada Yang Bingung
22 Bab 22 Bisma Tidur di Kamar Haura
23 Bab 23 Gaun Rancangan Haura dikontrak
24 Bab 24 Kejutan Untuk Bisma
25 Bab 25 Penantian Bisma
26 Bab 26 Harus Menikah
27 Bab 27 Menemui Ayah
28 Bab 28 Kesedihan Haura
29 Bab 29 Misi Perjodohan Digelar Lagi
30 Bab 30 Misi Berhasil
31 Bab 31 Bisma Bingung
32 Bab 32 Salah Paham
33 Bab 33 KTP Untuk Pengajuan Nikah
34 Bab 34 Mengajukan Nikah
35 Bab 35 Haura Linglung
36 Bab 36 Harus Menghadap Komandan
37 Bab 37 Adiknya Danton?
38 Bab 38 Haura Siap Mencintai Kak Bisma
39 Bab 39 Jawaban Cerdas Haura
40 Bab 40 Godaan Teman Kantor
41 Bab 41 Jangan Jadikan Haura Pelarian
42 Bab 42 Permintaan Bu Sindi Pada Haura
43 Bab 43 Bisma Ke Kampus Haura
44 Bab 44 Nomer Bisma Belum Disimpan
45 Bab 45 Udang Di Balik Batu
46 Bab 46 Perjumpaan Bisma dan Jelita
47 Bab 47 Dokter Jelita Menemui Haura
48 Bab 48 Hinaan Dokter Jelita
49 Bab 49 Kita Akan Menikah
50 Bab 50 Makan Malam Bersama
51 Bab 51 Bertemu Jelita
52 Bab 52 Penyesalan Dokter Jelita
53 Bab 53 Bara Rindu Ketika Hujan Lebat
54 Bab 54 Petir
55 Bab 55 Perintah Komandan
56 Bab 56 Pernikahan
57 Bab 57 Pedang Pora dan Pesona Haura
58 Bab 58 Masih Sibuk Menjelang Keberangkatan
59 Bab 59 Halangan
60 Bab 60 Kamu Bisa Pijat?
61 Bab 61 Jaga Hati
62 Bab 62 Keberangkatan Bisma
63 Bab 63 Gundah
64 Bab 64 Ada Apa Dengan Ayah Haura?
65 Bab 65 Meninggal
66 Bab 66 Provokasi dokter Jelita
67 Bab 67 Salah Sangka Bisma
68 Bab 68 Perkembangan Bagus Devaryo
69 Bab 69 Membujuk Devaryo
70 Bab 70 Menjelang Kepulangan Bisma
71 Bab 71 Akhirnya Kembali Dengan Selamat
72 Bab 72 Jamu Stamina
73 Bab 73 Malam Pertama
74 Bab 74 Sudah Sebulan Menikah Malah Lupa
75 Bab 75 Bisma Kembali Cemburu
76 Bab 76 Kejutan
77 Bab 77 Ucapan Ulang Tahun Dari Keluarga Mertua
78 Bab 78 Pesan WA dari dokter Jelita
79 Bab 79 I Love You Kak Bisma
80 Bab 80 Ada Yang Retak
81 Bab 81 Ijin Bisma
82 Bab 82 Kontrak Kerja Enam Bulan
83 Bab 83 Gaun Rancangan Haura
84 Bab 84 Berita Haura di Media Online
85 Bab 85 Peresmian Rumah Mode Haura
86 Bab 86 Setelah Lulus, Ditodong Punya Anak
87 Bab 87 Kedatangan Tamu Kenamaan
88 Bab 88 Haura Merindukan Bisma
89 Bab 89 Bulan Madu di Rumah Orang Tua
90 Bab 90 Garis Dua
91 Bab 91 Kado Untuk Bisma
92 Bab 92 Akhir Yang Bahagia (END)
93 Karya Baru Bab 1 Melepas Kepergian Satgas
94 Bab 94 Penyesalan, Pernikahan(Kisah Jelita dan Danki Erwan) End
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Bab 1 Patah Hati
2
Bab 2 Kopi Buatan Haura
3
Bab 3 Pertemuan Yang Membuat Bisma Hancur Sehancur-Hancurnya
4
Bab 4 Bisma Frustasi
5
Bab 5 Gara-gara Satu Sloki
6
Bab 6 Kabar dr. Jelita
7
Bab 7 Kekecewaan Bisma
8
Bab 8 Ancaman Bisma
9
Bab 9 Mendatangi Bekas Calon Besan
10
Bab 10 Menjodohkan Haura Dengan Bisma
11
Bab 11 Menikahlah Dengan Haura!
12
Bab 12 Bagai Dihantam Gada
13
Bab 13 Pengajuan Bisma Ditolak
14
Bab 14 Pertemuan Di Luar Kesepakatan
15
Bab 15 Bisma Kecelakaan
16
Bab 16 Mengobati Bisma
17
Bab 17 Haura Mengikuti Lomba
18
Ban 18 Haura Pulang Terlambat
19
Bab 19 Adegan Alami dan Live
20
Bab 20 Haura Tidak Sepadan
21
Bab 21 Ada Yang Bingung
22
Bab 22 Bisma Tidur di Kamar Haura
23
Bab 23 Gaun Rancangan Haura dikontrak
24
Bab 24 Kejutan Untuk Bisma
25
Bab 25 Penantian Bisma
26
Bab 26 Harus Menikah
27
Bab 27 Menemui Ayah
28
Bab 28 Kesedihan Haura
29
Bab 29 Misi Perjodohan Digelar Lagi
30
Bab 30 Misi Berhasil
31
Bab 31 Bisma Bingung
32
Bab 32 Salah Paham
33
Bab 33 KTP Untuk Pengajuan Nikah
34
Bab 34 Mengajukan Nikah
35
Bab 35 Haura Linglung
36
Bab 36 Harus Menghadap Komandan
37
Bab 37 Adiknya Danton?
38
Bab 38 Haura Siap Mencintai Kak Bisma
39
Bab 39 Jawaban Cerdas Haura
40
Bab 40 Godaan Teman Kantor
41
Bab 41 Jangan Jadikan Haura Pelarian
42
Bab 42 Permintaan Bu Sindi Pada Haura
43
Bab 43 Bisma Ke Kampus Haura
44
Bab 44 Nomer Bisma Belum Disimpan
45
Bab 45 Udang Di Balik Batu
46
Bab 46 Perjumpaan Bisma dan Jelita
47
Bab 47 Dokter Jelita Menemui Haura
48
Bab 48 Hinaan Dokter Jelita
49
Bab 49 Kita Akan Menikah
50
Bab 50 Makan Malam Bersama
51
Bab 51 Bertemu Jelita
52
Bab 52 Penyesalan Dokter Jelita
53
Bab 53 Bara Rindu Ketika Hujan Lebat
54
Bab 54 Petir
55
Bab 55 Perintah Komandan
56
Bab 56 Pernikahan
57
Bab 57 Pedang Pora dan Pesona Haura
58
Bab 58 Masih Sibuk Menjelang Keberangkatan
59
Bab 59 Halangan
60
Bab 60 Kamu Bisa Pijat?
61
Bab 61 Jaga Hati
62
Bab 62 Keberangkatan Bisma
63
Bab 63 Gundah
64
Bab 64 Ada Apa Dengan Ayah Haura?
65
Bab 65 Meninggal
66
Bab 66 Provokasi dokter Jelita
67
Bab 67 Salah Sangka Bisma
68
Bab 68 Perkembangan Bagus Devaryo
69
Bab 69 Membujuk Devaryo
70
Bab 70 Menjelang Kepulangan Bisma
71
Bab 71 Akhirnya Kembali Dengan Selamat
72
Bab 72 Jamu Stamina
73
Bab 73 Malam Pertama
74
Bab 74 Sudah Sebulan Menikah Malah Lupa
75
Bab 75 Bisma Kembali Cemburu
76
Bab 76 Kejutan
77
Bab 77 Ucapan Ulang Tahun Dari Keluarga Mertua
78
Bab 78 Pesan WA dari dokter Jelita
79
Bab 79 I Love You Kak Bisma
80
Bab 80 Ada Yang Retak
81
Bab 81 Ijin Bisma
82
Bab 82 Kontrak Kerja Enam Bulan
83
Bab 83 Gaun Rancangan Haura
84
Bab 84 Berita Haura di Media Online
85
Bab 85 Peresmian Rumah Mode Haura
86
Bab 86 Setelah Lulus, Ditodong Punya Anak
87
Bab 87 Kedatangan Tamu Kenamaan
88
Bab 88 Haura Merindukan Bisma
89
Bab 89 Bulan Madu di Rumah Orang Tua
90
Bab 90 Garis Dua
91
Bab 91 Kado Untuk Bisma
92
Bab 92 Akhir Yang Bahagia (END)
93
Karya Baru Bab 1 Melepas Kepergian Satgas
94
Bab 94 Penyesalan, Pernikahan(Kisah Jelita dan Danki Erwan) End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!