Bab 7 Kekecewaan Bisma

    Bisma lama termenung setelah ia mendengar kabar dari Rudy teman satu letingnya. Dia tidak habis pikir, kenapa Jelita bisa jalan bareng bersama Danki seperti apa yang dilihat Rudy tadi pagi.

    "Aku sama sekali tidak menduga kalau mereka ada hubungan. Padahal selama di Papua, Danki pun tahu kalau Jelita adalah tunanganku. Sepenglihatanku, mereka di sana hanya kenal biasa dan ngobrol biasa. Bahkan antara kami bertiga pernah diskusi bersama saat akan mengevakuasi salah satu penduduk setempat yang terkena sambaran petir kala itu. Interaksi kami sangat baik dan saling mendukung," cerita Bisma mengenang kebersamaan mereka saat bertugas di wilayah timur Indonesia saat itu.

    "Itu lain cerita saat kalian bertugas di wilayah yang sama. Tapi di sini berbeda. Setidaknya itu yang aku lihat. Sayangnya, aku tadi tidak kepikiran untuk memotret momen mereka berdua. Dari cara Danki membukakan pintu mobil untuk tunanganmu, sangat berbeda. Gestur tubuh mereka seakan menyiratkan bahwa mereka memiliki hubungan khusus. Dr. Jelita juga tersenyum bahagia saat dibukakan pintu oleh Danki," terang Rudy menceritakan apa yang tadi pagi dilihatnya.

    "Jika benar, mereka ada hubungan khusus, itu artinya mereka berdua pengkhianat," simpul Bisma seraya menatap ke depan dengan tatapan penuh amarah dan kecewa.

    "Kalau menurutku, Bro. Lupakan dr. Jelita. Sepertinya dia bukan jodoh kamu. Kamu bisa mendapatkan perempuan yang lebih baik dari dr. Jelita." Rudy berusaha menghibur Bisma yang terlihat marah dan sedih.

    "Yang aku tidak terima adalah, aku sudah menunggunya dengan setia dan sabar, sampai Jelita menyanggupi siap menikah setelah pulang dari tugas. Tapi apa yang aku terima? Hanya pengkhianatan," protes Bisma sembari menghentak kakinya di lantai, pertanda sangat kecewa.

    "Kamu yang sabar, Bro. Rumah impian itu, aku yakin akan kamu tempati dengan pasangan barumu yang lebih baik dari Jelita," hibur Rudy lagi seraya mengusap bahu letingnya agar bisa mengontrol diri.

    Bisma akhirnya bangkit, menyudahi pertemuannya kali ini dengan Rudy. Bagaimanapun, dia masih belum percaya apabila tidak melihat dengan mata dan kepalanya sendiri kalau Jelita ada hubungan khusus dengan Danki.

    "Aku pamit, Bro. Aku akan mencari tahu sendiri apakah mereka benar-benar terlibat hubungan khusus? Aku masih belum yakin dengan berita yang kamu sampaikan sebelum aku melihat sendiri." Bisma bangkit dan berpamitan pada Rudy.

    Rudy menatap iba terhadap Bisma yang kini sedang dilanda galau tingkat tinggi. "Hati-hati, Bro."

    Mobil Bisma kini mulai melaju dengan pelan, antara tangan dan pikirannya tidak terkoneksi dengan baik, sehingga mobil Bisma sesekali berjalan di luar lajur dan seringnya menyerobot bahu jalan. Bisma segera menyadari kesalahannya, dia kembali fokus dengan setirnya dan menata pikiran agar tidak terlalu kalut akibat kabar dari Rudy tadi.

    Sebuah pesan email masuk ke Hp nya, sejenak membuyarkan fokus Bisma. Bisma memilih meminggirkan dulu mobilnya dan melihat email masuk. Rupanya Pak Muklis mengirimkan contoh interior yang akan dipilih Bisma. Bisma lebih tertarik dengan interior gaya vintage, sehingga ia memilih yang vintage. Pesan balasan pada email Pak Muklis terkirim, Bisma kembali melajukan mobilnya.

    Setelah email dari Pak Muklis masuk, kini pesan WA masuk dari sang mama, yang memberitahukan Bisma untuk menjemput Haura di kampusnya.

    "Bisma, jangan lupa jemput Haura di kampusnya 15 menit lagi," titah Bu Sindi mengingatkan Bisma. Tadinya Bisma tidak ingat sama sekali harus menjemput Haura.

    Kini mobilnya ia arahkan menuju kampus Haura. Di sana, Bisma belum melihat Haura, sembari menunggu Haura keluar kampus, Bisma meraih Hp nya dan melihat pemberitahuan pesan WA. Tanpa sengaja Bisma membuka kembali pesan WA bersama dr. Jelita. Bisma rupanya masih belum menghapus chatannya bersama perempuan yang pernah sangat ia cintai.

    Kalimat romantis saling berbalas pesan masih tersimpan di sana. Dr. Jelita benar- benar pandai merangkai kata sehingga Bisma bisa bertahan sampai sejauh ini. Namun, pada kenyataannya, kini berakhir pahit. Bahkan dr. Jelita sendiri yang memutuskan pertunangannya dengan Bisma. Dan yang lebih sakit, kini Bisma justru mendengar kabar bahwa dr. Jelita terlihat sedang jalan bareng dengan begitu bahagia bersama seorang lelaki yang Bisma kenal.

    Bisma menghapus semua chatan bersama Jelita. Tadinya dia berniat memblokir juga nomer dokter cantik itu, akan tetapi sebelum bukti itu dia temukan, Bisma masih akan menyimpan nomer mantan kekasihnya itu untuk menunjukkan kalau dia telah menemukan bukti kebersamaan dr. Jelita bersama pria lain.

    Bisma mengusak rambutnya kasar, dia benar-benar emosi kini. Mana Haura yang ditunggunya belum muncul juga membuat Bisma semakin kesal.

    Sementara itu, Haura yang baru saja keluar dari kelas bersama teman-teman lainnya termasuk Adi salah satu teman cowok satu kelasnya, merasa gembira sebab hasil tugas desainnya semalam, mendapat apresiasi yang bagus dari Dosennya.

    "Desain gaun milikmu paling disukai Bu Dina, kamu pandai buat desain sekeren itu, Haura," puji yang lain.

  "Haura dilawan," sela Adi, teman cowok yang selama ini selalu mendekati Haura dan menyukai Haura.

    "Haura, ikut denganku. Kamu tidak bawa motor, bukan? Biar nanti aku traktir makan siang dulu di kafe ujung jalan itu sebelum pulang," ajak Adi seraya meraih lengan Haura. Haura segera menghindar sebelum tangan Adi menyentuhnya.

    "Maaf, aku tidak akan ikut kamu. Aku sepertinya mau naik angkot saja. Aku mau ke toko emas dulu, mematri kalungku yang patah," tolak Haura halus. Adi terlihat kecewa, tapi dia tidak memaksa. Dengan terpaksa Adi berpamitan pada Haura untuk ambil motornya di parkiran. Adi melambaikan tangan pada Haura, sementara Haura membalasnya dengan anggukan dan tatap mata sekilas.

Haura segera menyebrang untuk menaiki angkot. Hari ini dia akan sekalian ke toko emas Berlian 99 untuk mematri kalungnya yang patah, karena ditarik Bisma.

Angkot yang Haura tuju sudah ia masuki, sekilas dari dalam angkot ia melihat mobil yang persis seperti mobil milik Bisma. Haura juga melihat yang berada di belakang kemudi adalah Bisma.

"Kak Bisma? Jadi dia menjemput? Untung saja aku sudah nyebrang dan menaiki angkot, sepertinya Kak Bisma tidak melihat aku tadi," bisiknya senang, sebab dia tidak ikut bersama Bisma.

Angkot itu melaju. Namun, bayang-bayang Bisma yang sudah menodai bibirnya semalam, masih saja lekat di kepalanya dan sulit untuk dilupakan.

Sementara itu, Bisma yang sejak tadi masih fokus dengan Hpnya, sedikit lega karena sudah selesai menghapus hampir semua foto-foto kebersamaan dirinya dengan dr.Jelita. Wajahnya kembali mendongak, menatap ke depan dan ke dalam kampus. Namun Haura belum juga terlihat batang hidungnya.

"Sialan, ke mana perginya Haura?" bingungnya seraya turun dari mobil dan bermaksud bertanya pada seorang mahasiswi yang sedang menunggu jemputan.

"Maaf Mbak, boleh bertanya? Mahasiswa jurusan fashion designer apakah belum keluar kelas?" tanya Bisma.

"Fashion Designer sudah pulang semua, Mas. Sepuluh menit yang lalu. Kebetulan saya juga di jurusan yang sama," jawab mahasiswi itu sembari berlalu karena jemputannya telah tiba.

Bisma tertegun juga kesal dengan Haura yang pergi begitu saja saat dirinya menunggu sejak setengah jam yang lalu. Bisma kembali ke mobil membawa rasa kecewa yang dalam.

"Sudah ditungguin malah pergi duluan. Tidak tahu adab banget itu bocah," umpatnya seraya melajukan mobilnya meninggalkan depan kampusnya Haura.

    

Terpopuler

Comments

Dian Isnawati

Dian Isnawati

lanjut

2024-11-27

1

Titik Sofiah

Titik Sofiah

lanjut lanjut Thor

2024-11-26

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Patah Hati
2 Bab 2 Kopi Buatan Haura
3 Bab 3 Pertemuan Yang Membuat Bisma Hancur Sehancur-Hancurnya
4 Bab 4 Bisma Frustasi
5 Bab 5 Gara-gara Satu Sloki
6 Bab 6 Kabar dr. Jelita
7 Bab 7 Kekecewaan Bisma
8 Bab 8 Ancaman Bisma
9 Bab 9 Mendatangi Bekas Calon Besan
10 Bab 10 Menjodohkan Haura Dengan Bisma
11 Bab 11 Menikahlah Dengan Haura!
12 Bab 12 Bagai Dihantam Gada
13 Bab 13 Pengajuan Bisma Ditolak
14 Bab 14 Pertemuan Di Luar Kesepakatan
15 Bab 15 Bisma Kecelakaan
16 Bab 16 Mengobati Bisma
17 Bab 17 Haura Mengikuti Lomba
18 Ban 18 Haura Pulang Terlambat
19 Bab 19 Adegan Alami dan Live
20 Bab 20 Haura Tidak Sepadan
21 Bab 21 Ada Yang Bingung
22 Bab 22 Bisma Tidur di Kamar Haura
23 Bab 23 Gaun Rancangan Haura dikontrak
24 Bab 24 Kejutan Untuk Bisma
25 Bab 25 Penantian Bisma
26 Bab 26 Harus Menikah
27 Bab 27 Menemui Ayah
28 Bab 28 Kesedihan Haura
29 Bab 29 Misi Perjodohan Digelar Lagi
30 Bab 30 Misi Berhasil
31 Bab 31 Bisma Bingung
32 Bab 32 Salah Paham
33 Bab 33 KTP Untuk Pengajuan Nikah
34 Bab 34 Mengajukan Nikah
35 Bab 35 Haura Linglung
36 Bab 36 Harus Menghadap Komandan
37 Bab 37 Adiknya Danton?
38 Bab 38 Haura Siap Mencintai Kak Bisma
39 Bab 39 Jawaban Cerdas Haura
40 Bab 40 Godaan Teman Kantor
41 Bab 41 Jangan Jadikan Haura Pelarian
42 Bab 42 Permintaan Bu Sindi Pada Haura
43 Bab 43 Bisma Ke Kampus Haura
44 Bab 44 Nomer Bisma Belum Disimpan
45 Bab 45 Udang Di Balik Batu
46 Bab 46 Perjumpaan Bisma dan Jelita
47 Bab 47 Dokter Jelita Menemui Haura
48 Bab 48 Hinaan Dokter Jelita
49 Bab 49 Kita Akan Menikah
50 Bab 50 Makan Malam Bersama
51 Bab 51 Bertemu Jelita
52 Bab 52 Penyesalan Dokter Jelita
53 Bab 53 Bara Rindu Ketika Hujan Lebat
54 Bab 54 Petir
55 Bab 55 Perintah Komandan
56 Bab 56 Pernikahan
57 Bab 57 Pedang Pora dan Pesona Haura
58 Bab 58 Masih Sibuk Menjelang Keberangkatan
59 Bab 59 Halangan
60 Bab 60 Kamu Bisa Pijat?
61 Bab 61 Jaga Hati
62 Bab 62 Keberangkatan Bisma
63 Bab 63 Gundah
64 Bab 64 Ada Apa Dengan Ayah Haura?
65 Bab 65 Meninggal
66 Bab 66 Provokasi dokter Jelita
67 Bab 67 Salah Sangka Bisma
68 Bab 68 Perkembangan Bagus Devaryo
69 Bab 69 Membujuk Devaryo
70 Bab 70 Menjelang Kepulangan Bisma
71 Bab 71 Akhirnya Kembali Dengan Selamat
72 Bab 72 Jamu Stamina
73 Bab 73 Malam Pertama
74 Bab 74 Sudah Sebulan Menikah Malah Lupa
75 Bab 75 Bisma Kembali Cemburu
76 Bab 76 Kejutan
77 Bab 77 Ucapan Ulang Tahun Dari Keluarga Mertua
78 Bab 78 Pesan WA dari dokter Jelita
79 Bab 79 I Love You Kak Bisma
80 Bab 80 Ada Yang Retak
81 Bab 81 Ijin Bisma
82 Bab 82 Kontrak Kerja Enam Bulan
83 Bab 83 Gaun Rancangan Haura
84 Bab 84 Berita Haura di Media Online
85 Bab 85 Peresmian Rumah Mode Haura
86 Bab 86 Setelah Lulus, Ditodong Punya Anak
87 Bab 87 Kedatangan Tamu Kenamaan
88 Bab 88 Haura Merindukan Bisma
89 Bab 89 Bulan Madu di Rumah Orang Tua
90 Bab 90 Garis Dua
91 Bab 91 Kado Untuk Bisma
92 Bab 92 Akhir Yang Bahagia (END)
93 Karya Baru Bab 1 Melepas Kepergian Satgas
94 Bab 94 Penyesalan, Pernikahan(Kisah Jelita dan Danki Erwan) End
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Bab 1 Patah Hati
2
Bab 2 Kopi Buatan Haura
3
Bab 3 Pertemuan Yang Membuat Bisma Hancur Sehancur-Hancurnya
4
Bab 4 Bisma Frustasi
5
Bab 5 Gara-gara Satu Sloki
6
Bab 6 Kabar dr. Jelita
7
Bab 7 Kekecewaan Bisma
8
Bab 8 Ancaman Bisma
9
Bab 9 Mendatangi Bekas Calon Besan
10
Bab 10 Menjodohkan Haura Dengan Bisma
11
Bab 11 Menikahlah Dengan Haura!
12
Bab 12 Bagai Dihantam Gada
13
Bab 13 Pengajuan Bisma Ditolak
14
Bab 14 Pertemuan Di Luar Kesepakatan
15
Bab 15 Bisma Kecelakaan
16
Bab 16 Mengobati Bisma
17
Bab 17 Haura Mengikuti Lomba
18
Ban 18 Haura Pulang Terlambat
19
Bab 19 Adegan Alami dan Live
20
Bab 20 Haura Tidak Sepadan
21
Bab 21 Ada Yang Bingung
22
Bab 22 Bisma Tidur di Kamar Haura
23
Bab 23 Gaun Rancangan Haura dikontrak
24
Bab 24 Kejutan Untuk Bisma
25
Bab 25 Penantian Bisma
26
Bab 26 Harus Menikah
27
Bab 27 Menemui Ayah
28
Bab 28 Kesedihan Haura
29
Bab 29 Misi Perjodohan Digelar Lagi
30
Bab 30 Misi Berhasil
31
Bab 31 Bisma Bingung
32
Bab 32 Salah Paham
33
Bab 33 KTP Untuk Pengajuan Nikah
34
Bab 34 Mengajukan Nikah
35
Bab 35 Haura Linglung
36
Bab 36 Harus Menghadap Komandan
37
Bab 37 Adiknya Danton?
38
Bab 38 Haura Siap Mencintai Kak Bisma
39
Bab 39 Jawaban Cerdas Haura
40
Bab 40 Godaan Teman Kantor
41
Bab 41 Jangan Jadikan Haura Pelarian
42
Bab 42 Permintaan Bu Sindi Pada Haura
43
Bab 43 Bisma Ke Kampus Haura
44
Bab 44 Nomer Bisma Belum Disimpan
45
Bab 45 Udang Di Balik Batu
46
Bab 46 Perjumpaan Bisma dan Jelita
47
Bab 47 Dokter Jelita Menemui Haura
48
Bab 48 Hinaan Dokter Jelita
49
Bab 49 Kita Akan Menikah
50
Bab 50 Makan Malam Bersama
51
Bab 51 Bertemu Jelita
52
Bab 52 Penyesalan Dokter Jelita
53
Bab 53 Bara Rindu Ketika Hujan Lebat
54
Bab 54 Petir
55
Bab 55 Perintah Komandan
56
Bab 56 Pernikahan
57
Bab 57 Pedang Pora dan Pesona Haura
58
Bab 58 Masih Sibuk Menjelang Keberangkatan
59
Bab 59 Halangan
60
Bab 60 Kamu Bisa Pijat?
61
Bab 61 Jaga Hati
62
Bab 62 Keberangkatan Bisma
63
Bab 63 Gundah
64
Bab 64 Ada Apa Dengan Ayah Haura?
65
Bab 65 Meninggal
66
Bab 66 Provokasi dokter Jelita
67
Bab 67 Salah Sangka Bisma
68
Bab 68 Perkembangan Bagus Devaryo
69
Bab 69 Membujuk Devaryo
70
Bab 70 Menjelang Kepulangan Bisma
71
Bab 71 Akhirnya Kembali Dengan Selamat
72
Bab 72 Jamu Stamina
73
Bab 73 Malam Pertama
74
Bab 74 Sudah Sebulan Menikah Malah Lupa
75
Bab 75 Bisma Kembali Cemburu
76
Bab 76 Kejutan
77
Bab 77 Ucapan Ulang Tahun Dari Keluarga Mertua
78
Bab 78 Pesan WA dari dokter Jelita
79
Bab 79 I Love You Kak Bisma
80
Bab 80 Ada Yang Retak
81
Bab 81 Ijin Bisma
82
Bab 82 Kontrak Kerja Enam Bulan
83
Bab 83 Gaun Rancangan Haura
84
Bab 84 Berita Haura di Media Online
85
Bab 85 Peresmian Rumah Mode Haura
86
Bab 86 Setelah Lulus, Ditodong Punya Anak
87
Bab 87 Kedatangan Tamu Kenamaan
88
Bab 88 Haura Merindukan Bisma
89
Bab 89 Bulan Madu di Rumah Orang Tua
90
Bab 90 Garis Dua
91
Bab 91 Kado Untuk Bisma
92
Bab 92 Akhir Yang Bahagia (END)
93
Karya Baru Bab 1 Melepas Kepergian Satgas
94
Bab 94 Penyesalan, Pernikahan(Kisah Jelita dan Danki Erwan) End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!