Bab 6 Kabar dr. Jelita

    Setengah perjalanan menuju kampus Haura, tidak ada seorangpun yang bicara di dalam mobil itu. Mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing.

    Haura hanya fokus dengan jalinan tangannya di atas diktat kampusnya yang berukuran persegi panjang di atas pahanya, yang hanya ia tenteng dengan tangan kosong. Tidak ada yang mau ia katakan atau tanyakan kepada Bisma, meskipun tadinya dia sudah merancang kata untuk menanyakan apakah kalungnya ada di Bisma? Haura tidak punya keberanian lagi sejak kejadian tadi malam.

    "Kampus apa namanya?" celoteh Bisma tiba-tiba sembari menoleh ke samping Haura.

    Haura mengangkat wajahnya, ia menjawab tanpa menoleh, "Universitas Desain Mode," jawab Haura pendek.

    Bisma mengangkat bibir kanannya tipis, ia seakan tersenyum sinis dengan sikap Haura yang kaku dan dingin.

    Mobil Bisma berhenti, tepat di depan Universitas Desain Mode. Haura bersiap akan turun, akan tetapi Bisma menahannya.

    "Tunggu sebentar, aku ingin mengembalikan kalungmu yang tadi malam lepas. Aku minta maaf, kejadian tadi malam di luar kendaliku. Aku harap, kamu tidak mengingatnya lagi. Anggap saja tidak pernah terjadi apa-apa. Dan ingat, ya, jangan kamu katakan pada siapapun, termasuk mama dan papa," ucap Bisma, diakhir kalimat ia memperingatkan Haura agar tidak memberitahu kejadian semalam pada siapapun.

    Bisma menarik telapak tangan Haura dengan paksa, lalu meletakkan kalung itu di telapak tangan Haura. Bisma melipat telapak tangan itu supaya digenggam Haura. Haura menarik tangannya, lalu memasukkan kalung itu ke dalam tasnya tanpa ia lihat.

    Haura tidak menyahut sepatah katapun setelahnya, dia segera membalikkan tubuhnya dengan tangan sudah akan menarik tuas pintu mobil. "Tunggu. Apakah ciuman tadi malam merupakan ciuman pertama kamu?" tanya Bisma.

    Pertanyaan Bisma membuat dada Haura bergemuruh dan matanya mulai berkaca-kaca, jelas ciuman itu yang pertama baginya, sebab selama ini Haura tidak pernah pacaran. Tapi kejadian semalam, sungguh membuat hatinya hancur dan sedih, sebab tanpa seijinnya sudah ada yang berani menjamah bibirnya, dan itu dilakukan Bisma sang kakak angkat yang harusnya menjaga atau mengayominya.

    "Terimakasih sudah mengantar, Kak. Dan maaf, pulangnya tidak usah dijemput, Haura akan pulang sendiri," ucap Haura seraya membuka pintu mobil dan membukanya.

    "Aku akan menjemputmu. Jam berapa kamu keluar kampus?" Dengan wajah kesal, Bisma menatap Haura yang kini sudah berada di luar. Gadis itu memalingkan muka, sekilas Bisma melihat ada bening jatuh membasahi pipinya. Namun, buru-buru Haura menyekanya.

    "Haura, jam berapa kamu keluar kampus?" ulang Bisma masih berharap jawaban dari Haura.

    "Kakak tidak usah menjemput," sahut Haura seraya menaiki trotoar lalu memasuki gerbang kampus. Saat yang sama, seorang pria seumuran Haura berlari menghampiri Haura dan mengajaknya jalan bareng. Mereka tampak dekat, terlihat senyum mengembang di wajah keduanya.

    "Ternyata dia di kampus ini dia tidak sepolos di rumah, buktinya dia happy-happy saja saat bertemu teman cowoknya. Huhhh," duga Bisma tersenyum sinis sembari melajukan kembali mobilnya menuju kediamannya yang selama ini hanya ditinggali dua ART nya sepasang suami istri.

    Tiba di rumah yang berlantai dua dan berukuran sedang itu, Bisma segera memasuki rumah itu. Rumah itu cukup terawat meskipun sudah sudah berbulan-bulan tidak ia tinggali karena tugas ke luar pulau. Bisma juga tidak berniat menyewakan rumahnya, dengan alasan rumah yang dibangun dengan luas 250 meter persegi itu menyimpan banyak sejarah dalam hidup Bisma.

    Rumah itu dibangun setelah Bisma pulang dari Lebanon. Ia sempat merancang masa depan bersama dr. Jelita, bahkan desain rumah itu kebanyakan ide dari dr. Jelita.

    Bisma memasuki kamar utama dilantai dua, di sini kenangan itu mulai teringat kembali.

    "Ini kamar utama, kita nanti akan tidur bersama di kamar ini," celoteh dr. Jelita setahun lalu dengan muka yang bahagia.

    Bahkan interior di dalam kamar itu, dr. Jelita sendiri yang menentukan dan merias sendiri.

    "Aku mau kamar mandinya yang lengkap, ada bathtub, shower air panas, kamar ganti," idenya lagi kala itu. Semua sudah Bisma penuhi tinggal menempati.

    Bisma menatap kamar utama itu dengan miris, ketika kini impian itu hanya tinggal kenangan. Bukan kenangan manis, melainkan kenangan pahit jika harus diingat.

    "Pak Muklis, tolong semua interior di dalam kamar utama diganti dengan yang lain. Lalu foto di dinding itu, dilepas dan dibakar saja. Dan kamar mandi juga, interiornya buang. Kamar mandi polos saja tidak perlu ada interior apapun." Bisma memanggil seorang desain interior ruangan untuk kamar utamanya, dia tidak mau ada kenangan yang mengingatkan kembali pada dr. Jelita.

    "Lalu interiornya mau diganti dengan yang bagaimana, Pak?" tanya Pak Muklis.

    "Kirim saja via email, saya nanti pilih yang mana, sekarang saya buru-buru, masih ada perlu di tempat lain." Bisma kembali menuruni tangga dan keluar rumah, di sana ia bertemu Mang Danu dan Bi Reni, ART yang menjaga dan mengurus rumahnya selama ini.

    "Mang Danu, beberapa hari lagi rumah akan saya tempati. Akan ada beberapa pekerja untuk memperbaiki interior rumah, Mang Danu dan Bi Reni awasi mereka," titah Bisma seraya berbalik menuju mobilnya. Sebelum pergi, Bisma memberikan sekantong kresek makanan dan kopi instan di dalamnya untuk Mang Danu dan Bi Reni, dari dalam mobilnya.

    "Terimakasih, Den." Mang Danu menerima kantong kresek itu dengan bahagia. Bisma kembali menuju mobilnya. Kini tujuannya ke rumah salah satu teman leting yang kemarin sama-sama ditugaskan di wilayah timur Indonesia.

    "Pot, kamu di mana?" Bisma mengirimkan sebuah pesan WA pada teman satu letingnya sebelum dia menemuinya.

     "Aku di rumah. Datanglah, Bro. Aku ada kabar buatmu," balas teman leting Bisma.

    Bisma segera menyudahi chatnya, dia sedikit penasaran dengan pesan balasan yang diberikan teman satu letingnya itu.

    Tiba di rumah teman satu leting, Bisma disambut bahagia. "Gimana Bro, jadi nikah tahun ini?" tanya teman leting Bisma yang bernama Rudy itu.

    Bisma menggeleng, perubahan wajahnya sangat kentara. Bisma terlihat sedih. Rudy menatap dengan mimik muka heran.

    "Lantas, kabar apa yang mau kamu sampaikan tadi Bro? Apakah itu sangat penting bagiku?" Bisma penasaran.

    "Sebetulnya ini ada hubungannya dengan dr. Jelita. Benar kamu tidak jadi menikah dengan dr. Jelita?" Rudy mencoba meyakinkan kembali sebelum ia memberi kabar yang tadi sempat ia akan ceritakan pada Bisma.

    "Benar. Jelita memutuskan hubungan pertunangan kemarin siang, dengan alasan ingin melanjutkan studi. Kali ini dia tidak ingin menjalin hubungan dengan siapapun, dia ingin fokus dengan studinya, untuk meraih gelar dokter spesialis," terang Bisma sedih.

    "Yang benar? Yakin itu alasan dari dr. Jelita?"

    "Setidaknya itu yang keluar dari mulutnya Jelita. Benar atau tidak aku belum tahu. Aku pikir itu hanya alasan yang tidak masuk akal. Aku harus cari tahu, apa sebenarnya alasan dia memutuskan hubungan."

    "Aku rasa kamu tidak perlu cari tahu lagi apa alasannya, Pot?" cegah Rudy membuat Bisma heran.

    "Kenapa?"

    "Tadi pagi, aku melihat dr. Jelita jalan berdua dengan Danki," berita Rudy terlihat serius.

"Serius? Lalu kabar yang tadi mau kamu sampaikan itu apa, Bro?" Bisma penasaran, wajahnya mulai terlihat menegang.

"Kabarnya yang barusan aku sampaikan, Bro," ujar Rudy benar-benar membuat Bisma tidak percaya.

"*Danki dan Jelita? Ada hubungan apa*?" batin Bisma kalut.

Terpopuler

Comments

Mrs.Riozelino Fernandez

Mrs.Riozelino Fernandez

enak bener bilang lupakan setelah meng obrak Abrik bibir Haura...
untung cuma bibir,klo yang lain rugi Haura donk😤

2024-11-26

1

Merica Bubuk

Merica Bubuk

Pot ? Cepot mksud'y ? 🤭🤭

2025-02-13

1

Mrs.Riozelino Fernandez

Mrs.Riozelino Fernandez

laaaah apa salahnya berteman???
mank Haura ngapain ma temannya???
nuduh kok gak pake logika 😒

2024-11-26

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Patah Hati
2 Bab 2 Kopi Buatan Haura
3 Bab 3 Pertemuan Yang Membuat Bisma Hancur Sehancur-Hancurnya
4 Bab 4 Bisma Frustasi
5 Bab 5 Gara-gara Satu Sloki
6 Bab 6 Kabar dr. Jelita
7 Bab 7 Kekecewaan Bisma
8 Bab 8 Ancaman Bisma
9 Bab 9 Mendatangi Bekas Calon Besan
10 Bab 10 Menjodohkan Haura Dengan Bisma
11 Bab 11 Menikahlah Dengan Haura!
12 Bab 12 Bagai Dihantam Gada
13 Bab 13 Pengajuan Bisma Ditolak
14 Bab 14 Pertemuan Di Luar Kesepakatan
15 Bab 15 Bisma Kecelakaan
16 Bab 16 Mengobati Bisma
17 Bab 17 Haura Mengikuti Lomba
18 Ban 18 Haura Pulang Terlambat
19 Bab 19 Adegan Alami dan Live
20 Bab 20 Haura Tidak Sepadan
21 Bab 21 Ada Yang Bingung
22 Bab 22 Bisma Tidur di Kamar Haura
23 Bab 23 Gaun Rancangan Haura dikontrak
24 Bab 24 Kejutan Untuk Bisma
25 Bab 25 Penantian Bisma
26 Bab 26 Harus Menikah
27 Bab 27 Menemui Ayah
28 Bab 28 Kesedihan Haura
29 Bab 29 Misi Perjodohan Digelar Lagi
30 Bab 30 Misi Berhasil
31 Bab 31 Bisma Bingung
32 Bab 32 Salah Paham
33 Bab 33 KTP Untuk Pengajuan Nikah
34 Bab 34 Mengajukan Nikah
35 Bab 35 Haura Linglung
36 Bab 36 Harus Menghadap Komandan
37 Bab 37 Adiknya Danton?
38 Bab 38 Haura Siap Mencintai Kak Bisma
39 Bab 39 Jawaban Cerdas Haura
40 Bab 40 Godaan Teman Kantor
41 Bab 41 Jangan Jadikan Haura Pelarian
42 Bab 42 Permintaan Bu Sindi Pada Haura
43 Bab 43 Bisma Ke Kampus Haura
44 Bab 44 Nomer Bisma Belum Disimpan
45 Bab 45 Udang Di Balik Batu
46 Bab 46 Perjumpaan Bisma dan Jelita
47 Bab 47 Dokter Jelita Menemui Haura
48 Bab 48 Hinaan Dokter Jelita
49 Bab 49 Kita Akan Menikah
50 Bab 50 Makan Malam Bersama
51 Bab 51 Bertemu Jelita
52 Bab 52 Penyesalan Dokter Jelita
53 Bab 53 Bara Rindu Ketika Hujan Lebat
54 Bab 54 Petir
55 Bab 55 Perintah Komandan
56 Bab 56 Pernikahan
57 Bab 57 Pedang Pora dan Pesona Haura
58 Bab 58 Masih Sibuk Menjelang Keberangkatan
59 Bab 59 Halangan
60 Bab 60 Kamu Bisa Pijat?
61 Bab 61 Jaga Hati
62 Bab 62 Keberangkatan Bisma
63 Bab 63 Gundah
64 Bab 64 Ada Apa Dengan Ayah Haura?
65 Bab 65 Meninggal
66 Bab 66 Provokasi dokter Jelita
67 Bab 67 Salah Sangka Bisma
68 Bab 68 Perkembangan Bagus Devaryo
69 Bab 69 Membujuk Devaryo
70 Bab 70 Menjelang Kepulangan Bisma
71 Bab 71 Akhirnya Kembali Dengan Selamat
72 Bab 72 Jamu Stamina
73 Bab 73 Malam Pertama
74 Bab 74 Sudah Sebulan Menikah Malah Lupa
75 Bab 75 Bisma Kembali Cemburu
76 Bab 76 Kejutan
77 Bab 77 Ucapan Ulang Tahun Dari Keluarga Mertua
78 Bab 78 Pesan WA dari dokter Jelita
79 Bab 79 I Love You Kak Bisma
80 Bab 80 Ada Yang Retak
81 Bab 81 Ijin Bisma
82 Bab 82 Kontrak Kerja Enam Bulan
83 Bab 83 Gaun Rancangan Haura
84 Bab 84 Berita Haura di Media Online
85 Bab 85 Peresmian Rumah Mode Haura
86 Bab 86 Setelah Lulus, Ditodong Punya Anak
87 Bab 87 Kedatangan Tamu Kenamaan
88 Bab 88 Haura Merindukan Bisma
89 Bab 89 Bulan Madu di Rumah Orang Tua
90 Bab 90 Garis Dua
91 Bab 91 Kado Untuk Bisma
92 Bab 92 Akhir Yang Bahagia (END)
93 Karya Baru Bab 1 Melepas Kepergian Satgas
94 Bab 94 Penyesalan, Pernikahan(Kisah Jelita dan Danki Erwan) End
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Bab 1 Patah Hati
2
Bab 2 Kopi Buatan Haura
3
Bab 3 Pertemuan Yang Membuat Bisma Hancur Sehancur-Hancurnya
4
Bab 4 Bisma Frustasi
5
Bab 5 Gara-gara Satu Sloki
6
Bab 6 Kabar dr. Jelita
7
Bab 7 Kekecewaan Bisma
8
Bab 8 Ancaman Bisma
9
Bab 9 Mendatangi Bekas Calon Besan
10
Bab 10 Menjodohkan Haura Dengan Bisma
11
Bab 11 Menikahlah Dengan Haura!
12
Bab 12 Bagai Dihantam Gada
13
Bab 13 Pengajuan Bisma Ditolak
14
Bab 14 Pertemuan Di Luar Kesepakatan
15
Bab 15 Bisma Kecelakaan
16
Bab 16 Mengobati Bisma
17
Bab 17 Haura Mengikuti Lomba
18
Ban 18 Haura Pulang Terlambat
19
Bab 19 Adegan Alami dan Live
20
Bab 20 Haura Tidak Sepadan
21
Bab 21 Ada Yang Bingung
22
Bab 22 Bisma Tidur di Kamar Haura
23
Bab 23 Gaun Rancangan Haura dikontrak
24
Bab 24 Kejutan Untuk Bisma
25
Bab 25 Penantian Bisma
26
Bab 26 Harus Menikah
27
Bab 27 Menemui Ayah
28
Bab 28 Kesedihan Haura
29
Bab 29 Misi Perjodohan Digelar Lagi
30
Bab 30 Misi Berhasil
31
Bab 31 Bisma Bingung
32
Bab 32 Salah Paham
33
Bab 33 KTP Untuk Pengajuan Nikah
34
Bab 34 Mengajukan Nikah
35
Bab 35 Haura Linglung
36
Bab 36 Harus Menghadap Komandan
37
Bab 37 Adiknya Danton?
38
Bab 38 Haura Siap Mencintai Kak Bisma
39
Bab 39 Jawaban Cerdas Haura
40
Bab 40 Godaan Teman Kantor
41
Bab 41 Jangan Jadikan Haura Pelarian
42
Bab 42 Permintaan Bu Sindi Pada Haura
43
Bab 43 Bisma Ke Kampus Haura
44
Bab 44 Nomer Bisma Belum Disimpan
45
Bab 45 Udang Di Balik Batu
46
Bab 46 Perjumpaan Bisma dan Jelita
47
Bab 47 Dokter Jelita Menemui Haura
48
Bab 48 Hinaan Dokter Jelita
49
Bab 49 Kita Akan Menikah
50
Bab 50 Makan Malam Bersama
51
Bab 51 Bertemu Jelita
52
Bab 52 Penyesalan Dokter Jelita
53
Bab 53 Bara Rindu Ketika Hujan Lebat
54
Bab 54 Petir
55
Bab 55 Perintah Komandan
56
Bab 56 Pernikahan
57
Bab 57 Pedang Pora dan Pesona Haura
58
Bab 58 Masih Sibuk Menjelang Keberangkatan
59
Bab 59 Halangan
60
Bab 60 Kamu Bisa Pijat?
61
Bab 61 Jaga Hati
62
Bab 62 Keberangkatan Bisma
63
Bab 63 Gundah
64
Bab 64 Ada Apa Dengan Ayah Haura?
65
Bab 65 Meninggal
66
Bab 66 Provokasi dokter Jelita
67
Bab 67 Salah Sangka Bisma
68
Bab 68 Perkembangan Bagus Devaryo
69
Bab 69 Membujuk Devaryo
70
Bab 70 Menjelang Kepulangan Bisma
71
Bab 71 Akhirnya Kembali Dengan Selamat
72
Bab 72 Jamu Stamina
73
Bab 73 Malam Pertama
74
Bab 74 Sudah Sebulan Menikah Malah Lupa
75
Bab 75 Bisma Kembali Cemburu
76
Bab 76 Kejutan
77
Bab 77 Ucapan Ulang Tahun Dari Keluarga Mertua
78
Bab 78 Pesan WA dari dokter Jelita
79
Bab 79 I Love You Kak Bisma
80
Bab 80 Ada Yang Retak
81
Bab 81 Ijin Bisma
82
Bab 82 Kontrak Kerja Enam Bulan
83
Bab 83 Gaun Rancangan Haura
84
Bab 84 Berita Haura di Media Online
85
Bab 85 Peresmian Rumah Mode Haura
86
Bab 86 Setelah Lulus, Ditodong Punya Anak
87
Bab 87 Kedatangan Tamu Kenamaan
88
Bab 88 Haura Merindukan Bisma
89
Bab 89 Bulan Madu di Rumah Orang Tua
90
Bab 90 Garis Dua
91
Bab 91 Kado Untuk Bisma
92
Bab 92 Akhir Yang Bahagia (END)
93
Karya Baru Bab 1 Melepas Kepergian Satgas
94
Bab 94 Penyesalan, Pernikahan(Kisah Jelita dan Danki Erwan) End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!