Puas dengan isi ruang dimensinya, Li Mei segera keluar dan meneruskan acara tidurnya hingga pagi hari menyapa. Li Mei di bangunkan dengan suara ketukan pintu "Mei'er bangun, ayo makan dulu. Setelah ini Ibu, Ayah dan Kakak Ipar mu akan ke Ladang".
"Baik Ibu" Li Mei keluar menuju kamar mandi untuk cuci muka dan kumur-kumur, karena disini sikat menggunakan beberapa ranting kayu. Setelahnya, ia menuju ke tempat makan bersama keluarga nya.
"Bagaimana keadaanmu adik ipar?" ucap kakak ipar pertama bertanya.
"Sudah baik dan sehat kakak ipar, terima kasih perhatiannya" jawab Li Mei dengan sopan dan menatap kakak iparnya.
Keluarga nya yang mendengar ucapan Li Mei kaget, biasanya ia malu dan menunduk jika ditanya. Tapi ternyata, Mei'er menjawab dengan suara lembut dan menatap kakak iparnya. Li Mei yang di tatap oleh semua keluarga nya menggaruk belakang kepala nya yang tidak gatal. "Apa itu Li Mei yang kita kenal? Setelah mengalami kecelakaan, ia berubah. Tapi, kita bersyukur ia sudah tidak malu seperti dulu" ucap dalam hati semua keluarga.
"hm, baiklah mari makan semua" ucap Ayah Li kepada istri, anak, cucu dan menantu nya. Setelah itu, mereka mengangkat sumpit dan makan dengan diam. Li Mei yang baru masuk zaman ini, merasa sarapan ini hambar. Tak ada nasi, gandum, telur apalagi daging. Hanya ada sup bening dengan beberapa sayur liar yang terasa hambar, dan satu roti yang agak keras. Mereka memakan roti tersebut dengan mencelupkan ke sup sayur. Namun, ia tetap memakannya karena ia merasa lapar belum mengisi perutnya.
"Ibu, Ayah, nanti Mei boleh jalan-jalan?"
"Boleh, tapi jangan jauh-jauh ya. Mei'er baru sembuh, Adik dan keponakanmu biasanya bermain di bawah kaki gunung mencari sayuran liar bersama temannya atau ikut kami ke ladang" Ayah Li menjawab sambil terus makan.
"Baik Ayah"
Sekeluarga berbincang sambil makan, bercanda tawa dengan keponakan, Ibu, Ayah, Adik dan kakak iparnya. Hati Li Mei merasa hangat mendapatkan kasih sayang yang besar dari keluarga baru nya. Meskipun dengan rumah yang sudah bobrok, dan keterbatasan makanan dan minuman. Li Mei sadar, saat ini masih musim kekeringan dan kelaparan di mana-mana.
Setelah acara makan, keluarga Li menuju ke Ladang membawa cangkul dan peralatan lainnya bersama mantu dan keponakannya. Sedangkan Adik laki-laki dan perempuannya membawa keranjang menuju kaki gunung mencari sayuran liar.
Li Mei segera menuju ruang dimensi nya untuk mandi di bathup dengan meneteskan beberapa essenss mawar. Setelah 20 menit kemudian, ia selesai mandi dan menggunakan baju yang telah ia ambil di lemari bobrok nya penuh dengan tembelan namun cukup bersih.
"Haahhhh" Li Mei mendesah tak berdaya dengan baju yang dipakai nya. Ia bertekad untuk merubah kehidupan keluarganya yang serba kekurangan ini, membawa pulang kakak-kakak nya dan hanya bekerja di rumah ongkang-ongkang kaki. Tapi ia sadar, perlu beberapa bulan hingga tahun untuk mencapai itu. Tapi, ia tetap semangat dan keluar dari ruang dimensi dengan tubuh dan rambut yang wangi.
Li Mei berjalan menuju arah Gunung Wuli dan menyapa beberapa warga Desa Dong yang akan menuju ladang dan gunung. Desa Dong merupakan Desa tempat tinggal Li Mei saat ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 134 Episodes
Comments
Bzaa
tetap semangat🔛🔥
2025-03-02
0
CaH KangKung,
like
2024-12-09
1
azka aldric Pratama
buka warteg aja Li mei 🤣🤣🤣🤣di jamin laris manis 🤗🤗
2024-12-02
5