Istri Duke Utara 19

Tok! Tok! Tok!

" Nyonya, apakah Anda sudah bangun. Ini saya Sonya."

" Ya, masuk!"

Sonya terkejut sama menemukan Roxane yang sudah rapi di depan Cermin. Bahkan nyonyanya itu sudah rapi menggunakan gaun serta wajah yang sudah dirias. Roxane juga tampak segar, dan Sonya merasa raut wajah Roxane berbeda dari kemarin. Dan itu lumayan membuat Sonya takut.

" Apa aku berbuat salah Sonya?"

" Ya? Aah maksud saya, ti-tidak Nyonya. A-anda tidak berbuat salah."

Sonya menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia sungguh bingung dengan sikap Roxane yang tiba-tiba berbeda.

Brak!!!

" Woaah Nyonya sudah bagun rupanya."

" Lady Melanie harap bertindak sopan! Tidak sepatutnya Anda masuk tanpa izin dari Nyonya Grand Duchess."

Melanie menyeringai, ia tidak peduli dnegan ucapan Sonya. Karena baginya seorang pelayan tidak pantas menghalangi dirinya untuk melakukan apapun.

Melanie berjalan mendekat, ia berdiri tepat di depan Roxane. Melanie melihat mata Roxane dan tertawa puas. Ia yakin bahwa sihir di batu kristal itu bekerja. Melanie sangat percaya hanya dengan melihat Roxane yang tidak bereaksi.

Jika batu sihir itu tidak bereaksi, pastilah saat ini Roxane sudah melayangkan tatapan tajam dan juga ucapan marah kepada dirinya.

" Nyonya, selamat pagi. Aah iya, bukankah Nyonya seharusnya memberi salam pada ku!"

Sonya terkejut mendengar ucapan berani dari Melanie. Bagaimana bisa seorang selir  berani memerintah Grand Duchess seperti itu.

Tapi saat Sonya hendak bergerak menahan Melanie, ia lebih terkejut ketika melihat Roxane melakukan apa yang diinginkan oleh Melanie. Ya, Roxane memberikan salam sambil membungkuk di depan selir itu. Saking kagetnya, Sonya bahkan sampai menutup mulutnya dengan tangan. Dan secara spontan ia berbicara dengan nada yang tinggi.

" Nyonya Grand Duchess, apa yang Anda lakukan! Tolong jangan begini. Tolong jangan lakukan itu!"

" Cih, pelayan tidak tahu sopan. Dia mau melakukannya kok kamu yang repot. Nah, Nyonya aku harap kamu tidak perlu ke ruang makan ya. Cukup di kamar saja."

" Baik."

Melanie melenggang pergi dengan wajah cerah dan senyum sumringah, meninggalkan Sonya yang geram dan kesal bukan main. Sonya semakin bingung dengan apa yang dilakukan oleh Roxane.

Tidak ingin Roxane kembali seperti dulu, Sonya akhirnya memutuskan untuk pergi keluar melaporkan keanehan yang terjadi pada Roxane kepada Sang Grand Duke.

Sedangkan Roxane, ia menerbitkan sebuah seringai yang mengerikan. " Ternyata ini yang kamu inginkan Melanie. Baiklah, aku akan menemani mu bermain rumah-rumahan seperti yang kau inginkan. Dan aku harap kau segera melaporkan ini kepada ayahmu dan kaisar sialan itu. Ughhh, enaknya aku melakukan apa ya?"

Di meja makan

Leoric memindai seluruh ruangan tapi ia tidak menemukan istrinya disana. Biasanya Roxane akan datang bersama Lilian tapi kali ini tidak. Lilian diantar ke meja makan oleh pengasuhnya yakni Melba. Dan yang sudah duduk dengan ekspresi bagi Leoric menjijikan adalah Melanie.

Semakin hari semakin kesal saja Leoric melihat wajah wanita itu. Ditambah Melanie melakukan perbuatan buruk kepada Roxane dengan memberikan kristal sihir. Beruntung Roxane sama sekali tidak terpengaruh.

" Sayang, dimana ibumu? Apa pagi ini Lili tidak bersama ibu?" tanya Leoric kepada sang putri.

" Tidyak ayah. Hali ini Lili belsama Melba. Ibu tidyak ke kamal Lili, jadi Lili pelgi belsama Melba. Soalnya kalau menunggu ibu, Lili takut telambat datang salapan."

Leoric tersenyum sambil mengusap kepala Lilian. Rasanya menyenangkan setiap kali mendengar Lilian berbicara. Dan Leoric kembali geram ketika mengingat bahwa kaisar menginginkan Lilian untuk jadi putri mahkota. Sungguh diluar prediksi Leoric.

Ia memang tahu bahwa Rowan ingin mengikatnya. Tapi ia tidak menyangka sama seklai bahwa pria brengsek itu akan menggunakan cara yang menurutnya rendahan ini. Dengan menunjuk Lilian sebagai putri mahkota, sungguh rasanya Leoric ingin menebas leher Kaisra Rowan saat ini juga.

" Paduka, maaf kalau saya menyela pembicaraan Paduka. Tapi saat ini Paduka Grand Duchess tidak ingin pergi untuk sarapan. Tadi saya sudah ke kamar beliau untuk memberi salam dan beliau berkata demikian."

Melanie menemukan celahnya untuk bisa membuat Roxane terlihat buruk di depan Leoric. Ia sungguh berharap bahwa Leoric akan menampakkan ekspresi marah. Tapi sepertinya wanita itu harus menelan kekecewaannya karena Leoric hanya ber-oh ria.

" Sial, mengapa dia hanya menanggapi begitu. Tidak, aku harus membuat Roxane melakukan kekacauan yang besar sehingga Leoric muak dengannya. Ya, dengan sihir itu pasti Roxane akan melakukan apapun yang aku katakan."

Mereka melanjutkan makan dengan tenang. Kecuali Melanie, dia benar-benar berpikir keras untuk menjatuhkan Roxane di depan Leoric.

Makanan di piring Leoric belum habis, tapi pria itu sudah bangkit dari duduknya. Ia memberi pesan kepada Melba untuk membawa Lilian kembali ke kamar dan belajar setelah sarapan.

Melba mengangguk patuh. Leoric pun melangkah pergi ke ruang kerjanya bersama dengan Oland. Sebenarnya ia ingin mengunjungi Roxane tapi tentu ia tunda agar rencana mereka berjalan lancar.

" Paduka! Paduka Grand Duke!" Sonya berlari menghampiri Leoric yang tengah berjalan beriringan bersama Oland. Wajah pelayan dari Roxane itu tampak panik.

" Ada apa Sonya?"

" Itu Paduka, Nyonya, Nyonya seperti orang yang hilang arah. Beliau mengikuti setiap apa yang Lady Melanie katakan. Bahkan tadi saat Lady Melanie meminta Nyonya untuk memberi salam sambil mengungkuk, beliau mematuhinya."

Leoric mengepalkan tangannya dengan erat. Dia sungguh marah dan rasanya ingin menebas leher Melanie saat ini juga. Tapi sebisa mungkin Leoric menahan hasrat membunuhnya itu mengingat apa yang semalam ia dan Roxane sepakati. Ya semua itu adalah bagian dari rencana Roxane. Meskipun Leoric sedikit terkejut, tapi dia mengerti sepenuhnya dengan apa yang dilakukan oleh istrinya.

" Awasi Nyonya, dan laporkan apa saja yang Melanie lakukan pada Nyonya."

" Baik Paduka."

Oland mengerutkan alisnya. Ini sedikit aneh ketika Leoric tidak banyak bereaksi atas apa yang menimpa Roxane. Ia tahu bagaimana Leoric mencintai istrinya itu. Jadi menurut Oland, ini sedikit tanggal saat Leoric hanya meminta Sonya untuk sekedar mengawasi dan melaporkan. Seharusnya Leoric sudah bergerak.

" Pasti Paduka punya pertimbangan sendiri kan mengapa membiarkan wanita itu berbuat seperti itu?"

" Cerdas, kau memang ajudanku nomor satu. Nah sekarang kembali bekerja. Masih banyak pekerjaan menunggu bukan?"

" Hahaha baiklah Paduka Grand Duke Leoric Albrus Carringtong. Apa Anda tahu kesibukan Anda melebihi Kaisar negara ini."

Tawa lepas keluar dari bibir kedua pria itu. Mereka bersama-sama berjalan menuju ruang kerja dan melanjutkan pekerjaan yang banyak tertunda.

TBC 

Terpopuler

Comments

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝑴𝒆𝒍𝒂𝒏𝒊𝒆 𝒃𝒍𝒎 𝒕𝒉 𝒂𝒋𝒂 𝒌𝒍 𝑹𝒐𝒙𝒂𝒏𝒏𝒆 𝒔𝒅𝒏𝒈 𝒎𝒂𝒊𝒏" 𝒔𝒂𝒎𝒂 𝒌𝒂𝒎𝒖 😏😏

2024-12-03

0

marie_shitie💤💤

marie_shitie💤💤

hahaha kyknya si kaisar harus di gulingkan

2024-12-04

0

marie_shitie💤💤

marie_shitie💤💤

shom....bong sekali anda

2024-12-04

0

lihat semua
Episodes
1 Istri Duke Utara 01
2 Istri Duke Utara 02
3 Istri Duke Utara 03
4 Istri Duke Utara 04
5 Istri Duke Utara 05
6 Istri Duke Utara 06
7 Istri Duke Utara 07
8 Istri Duke Utara 08
9 Istri Duke Utara 09
10 Istri Duke Utara 10
11 Istri Duke Utara 11
12 Istri Duke Utara 12
13 Istri Duke Utara 13
14 Istri Duke Utara 14
15 Istri Duke Utara 15
16 Istri Duke Utara 16
17 Istri Duke Utara 17
18 Istri Duke Utara 18
19 Istri Duke Utara 19
20 Istri Duke Utara 20
21 Istri Duke Utara 21
22 Istri Duke Utara 22
23 Istri Duke Utara 23
24 Istri Duke Utara 24
25 Istri Duke Utara 25
26 Istri Duke Utara 26
27 Istri Duke Utara 27
28 Istri Duke Utara 28
29 Istri Duke Utara 29
30 Istri Duke Utara 30
31 Istri Duke Utara 31
32 Istri Duke Utara 32
33 Istri Duke Utara 33
34 Istri Duke Utara 34
35 Istri Duke Utara 35
36 Istri Duke Utara 36
37 Istri Duke Utara 37
38 Istri Duke Utara 38
39 Istri Duke Utara 39
40 Istri Duke Utara 40
41 Istri Duke Utara 41
42 Istri Duke Utara 42
43 Istri Duke Utara 43
44 Istri Duke Utara 44
45 Istri Duke Utara 45
46 Istri Duke Utara 46
47 Istri Duke Utara 47
48 Istri Duke Utara 48
49 Istri Duke Utara 49
50 Istri Duke Utara 50
51 Istri Duke Utara 51
52 Istri Duke Utara 52
53 Istri Duke Utara 53
54 Istri Duke Utara 54
55 Istri Duke Utara 55
56 Promo Karya Baru : Pembalas Istri Yang Disia-siakan
Episodes

Updated 56 Episodes

1
Istri Duke Utara 01
2
Istri Duke Utara 02
3
Istri Duke Utara 03
4
Istri Duke Utara 04
5
Istri Duke Utara 05
6
Istri Duke Utara 06
7
Istri Duke Utara 07
8
Istri Duke Utara 08
9
Istri Duke Utara 09
10
Istri Duke Utara 10
11
Istri Duke Utara 11
12
Istri Duke Utara 12
13
Istri Duke Utara 13
14
Istri Duke Utara 14
15
Istri Duke Utara 15
16
Istri Duke Utara 16
17
Istri Duke Utara 17
18
Istri Duke Utara 18
19
Istri Duke Utara 19
20
Istri Duke Utara 20
21
Istri Duke Utara 21
22
Istri Duke Utara 22
23
Istri Duke Utara 23
24
Istri Duke Utara 24
25
Istri Duke Utara 25
26
Istri Duke Utara 26
27
Istri Duke Utara 27
28
Istri Duke Utara 28
29
Istri Duke Utara 29
30
Istri Duke Utara 30
31
Istri Duke Utara 31
32
Istri Duke Utara 32
33
Istri Duke Utara 33
34
Istri Duke Utara 34
35
Istri Duke Utara 35
36
Istri Duke Utara 36
37
Istri Duke Utara 37
38
Istri Duke Utara 38
39
Istri Duke Utara 39
40
Istri Duke Utara 40
41
Istri Duke Utara 41
42
Istri Duke Utara 42
43
Istri Duke Utara 43
44
Istri Duke Utara 44
45
Istri Duke Utara 45
46
Istri Duke Utara 46
47
Istri Duke Utara 47
48
Istri Duke Utara 48
49
Istri Duke Utara 49
50
Istri Duke Utara 50
51
Istri Duke Utara 51
52
Istri Duke Utara 52
53
Istri Duke Utara 53
54
Istri Duke Utara 54
55
Istri Duke Utara 55
56
Promo Karya Baru : Pembalas Istri Yang Disia-siakan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!