Istri Duke Utara 15

Roxane mengerjapkan matanya ketika sinar matahari pagi menembus celah jendela. Ia ingin bangun dari tidurnya tapi tubuhnya sangat susah digerakkan. Rasanya begitu berat.

Roxane lalu berusaha membuka matanya dengan lebar. Ia sangat terkejut saat melihat dua orang kini tengah memeluknya secara bersamaan. Ya, Leoric dan Lili dengan kuat mendekap tubuhnya. Hatinya tergelitik melihat pemandangan itu.

" Aku sungguh dicintai? Tapi kapan pria ini sampai ke kastel?" gumamnya lirih.

Namun Roxane sedikit heran. Dia tidak menyadari kedatangan Leoric. Roxane yang pernah menjadi pembunuh bayaran dan juga jendral perang di kehidupan sebelumnya tentu memiliki tingkat kepekaan yang tinggi. Jadi dia bertanya-tanya, mengapa dia tidak menyadari kedatangan Leoric. Bahkan ia juga tidak merasa bahwa pria yang berstatus sebagai suaminya itu memeluknya selama tidur.

" Umhh, kau sudah bangun sayang?" ucap Leoric dengan mata yang masih terpejam.

" Hmm, kapan kau pulang? Aah tidak kembalilah tidur, aku akan bangun lebih dulu."

Leoric mengangguk kecil tapi ia masih memeluk tubuh Roxane, seperti tidak ingin wanita itu bangun.

Roxane tersenyum kecil, ia pun tidak jadi bangkit dari ranjang dan membiarkan Leoric untuk kembali tidur sambil memeluknya. Pun dengan Lili, putri kecil mereka itu agaknya juga masih enggan untuk bangun.

Cekleek

" Aah, maaf Nyonya. Sa-saya tidak tahu ka~"

" Sttt, tidak apa-apa. Pergilah, hari ini biarkan Lili tidur  lebih lama."

" Ba-baik Nyonya."

Ceklek! Tak!

Haaaah

Melba menghela nafasnya lega. Ia sungguh terkejut melihat pemandangan yang ada di dalam kamar nona nya itu. 5 tahun mengasuh Lili, tapi Melba belum pernah melihat apa yang baru saja ia lihat.

Senyumnya mengembang sempurna, ia sungguh bahagia melihat mereka yang  mulai terlihat seperti sebuah keluarga yang sesungguhnya.

Melba pun melenggang pergi. Ia memilih untuk menuju ke dapur dan membantu menyiapkan sarapan yang mungkin akan sangat terlambat.

" Melba, apa kau melihat Nyonya? Mungkinkah beliau pagi-pagi sekali sudah berlatih pedang?"

Sonya sedari tadi kebingungan mencari keberadaan Roxane. Ia yang selalu sudah siap di depan pintu kamar Roxane setiap untuk melayani sang nyonya, pagi ini dibuat bingung karena tidak juga mendapat sahutan ketika ia meminta izin untuk masuk.

" Nyonya masih tidur, Sonya. Beliau tidur di kamar Nona Lili. Dan ... ."

Melba mendekatkan bibirnya di telinga Sonya. Ia membisikkan apa yang baru saja ia lihat di kamar Lili.

Mata Sonya melebar dan senyumnya begitu cerah saat mendapat bisikan dari Melba. " Benarkah begitu? Aaah Ya Dewa, aku sungguh senang mendengarnya Melba."

Melba mengangguk, pada dasarnya Sonya menyayangi Roxane mau seperti apa dia. Meskipun sebelum berubah seperti sekarang, ia sering mendapat ucapan kasar dari Roxane. Sonya hanya merasa lumrah dan kasian. Seorang gadis yang baru menjalankan upacara kedewasaannya harus menerima keruntuhan keluarga, dinikahkan dan dibawa ke tempat yang jauh dari tempat tinggalnya.

Pada akhirnya Sonya mengikuti Melba menuju ke dapur untuk menyiapkan sarapan. Dan ternyata ketika di sana beberapa pelayang bertanya tentang mengapa mereka ada di sana. Terang saja, ini aneh. Semua orang tahu bahwa Sonya dan Melba melayani istri dan putri dari sang penguasa, jadi tidak seharusnya ada di dapur.

" Paduka Grand Duke dan Grand Duchess masih tidur. Mereka tidur di kamar Nona Lilian, dan tahu kah kalian, mereka tidur dengan saling memeluk."

" Ya? Benarkah? Woaah ini bagus sekali. Mungkin bisa jadi, tidak lama lagi kita akan mendengarkan suara tangis bayi."

Tawa renyah memenuhi dapur, mereka tampak senang. Dan cerita itu pun langsung menyebar ke penjuru kastel bagaikan angin yang berhembus.

Klotak klotak klotak

Suara sepatu yang beradu dengan lantai terdengar nyaring. Melanie amat sangat senang karena Leoric sudah kembali. Senyumnya tidak lepas dari bibir mulai dari bangun tidur hingga saat ini dia berjalan cepat menuju ruang makan.

" Selamat pagi Paduke Grand Duke, sa~"

Krik krik krik

Sunyi, di ruang makan tidak ada siapapun yang duduk di sana. Hanya ada beberapa pelayan yang tengah wira-wiri menyiapkan makanan. Melanie tentu saja merasa terkejut, ia sudah lumayan terlambat datang karena harus bersiap sendiri tanpa dibantu pelayan. Tapi ternyata ruang makan kosong melompong.

" Apa sarapannya sudah selesai? Padahal aku hanya terlambat sedikit?" tanya Melanie kepada pelayan.

" Maaf Lady Melanie, Paduka Grand Duke dan Grand Duchess serta Nona Lilian masih tidur. Mereka saat ini masih tidur."

" Apa?"

Melanie terlihat terkejut sekali saat mendengar hal tersebut. Ia tidak tahu harus bereaksi seperti apa. Tapi yang pasti dia kesal dan merasa tidak terima. Terlebih saat mendengar pelayan yang berbicara mengenai Leoric dan Roxane yang tidur bersama.

" Bohong, semua itu pasti bohong," pekik Melanie.

Merasa tidak percaya dengan apa yang ia dengar, Melanie pun ingin memastikan sendiri dengan mata dan kepalanya. Dengan langkah terburu-buru, dia bergegas menuju ke kamar Lilian.

Tak!

" Apa kau merindukanku?" Suara Leoric yang serak khas bangun tidur bisa Melanie dengar dari luar kamar. Disana sangat sunyi jadi sekecil apapun suara pasti bisa terdengar. Suara yang berat namun seksi itu sungguh membuat Melanie ingin sekali memilikinya.

" Tentu saja aku rindu. Seminggu kita tidak bertemu, bagaimana aku tidak rindu. Aaah .... ."

Mata Melanie membelalak saat mendengar desahann dari Roxane. Ia bahkan sampai menutup mulutnya karena saking terkejutnya. Kepalanya menggeleng cepat, ia berusaha tidak percaya dengan apa yang ia dengar.

" Leo, hentikan. Ini sangat geli. Kau bisa membangunkan putri kita jika terus begini."

Semakin panaslah hati Melanie mendengar Roxane memanggil nama Leoric tanpa embel-embel gelar. Ini tentu membuktikan bahwa hubungan mereka berjalan dengan sangat baik.

Sreeeet

Klotak klotak klotak

Melanie tidak sanggup mendengar semuanya lebih lanjut. Meskipun dia awalnya tidak peduli dengan pasangan itu karena fokusnya hanya untuk menjadi Grand Duchess, tapi tidak ia pungkiri ia pun ingin memiliki Leoric sebagai suami.

" Mengapa, mengapa semua tidak berjalan seperti apa yang aku harapkan? Mengapa semua tidak sesuai dengan keinginanku? Wanita jalangg itu, aku sungguh ingin menghancurkan tubuhnya hingga berkeping-keping. Tunggu, tunggu saja. Aku akan mendapatkan semuanya yang harusnya jadi milikku."

Dengan perasaan marah, Melanie memilih untuk ke ruang makan. Awalnya ia enggan, tapi perutnya butuh diisi untuk bisa berpikir dalam menjalankan rencananya. Ia pun makan pagi sendirian tanpa ada siapapun di sana. Rasanya menyesakkan memang, tapi saat ini ia tidak ada waktu untuk meratapi. Ia harus bangkit untuk menang. Seperti itulah isi kepala Melanie saat ini. Tekadnya begitu besar apalagi jelas ia mendapatkan sokongan dari Kaisar Rowan.

TBC 

Terpopuler

Comments

Tiara Bella

Tiara Bella

semoga roxone diwaktunya dia umur 25 GK meninggoy ya...semoga hidup bahagia sm leoric sm Lily.....

2024-11-30

0

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝒌𝒂𝒔𝒊𝒉𝒂𝒏 𝒅𝒆𝒉 𝑴𝒆𝒍𝒂𝒏𝒊𝒆 𝒋𝒅 𝒋𝒏𝒈𝒏 𝒃𝒆𝒓𝒉𝒂𝒓𝒂𝒑 𝒚𝒂 𝒏𝒂𝒏𝒕𝒊 𝒋𝒂𝒕𝒖𝒉𝒏𝒚𝒂 𝒔𝒂𝒌𝒊𝒕 𝒍𝒉𝒐 😏😏

2024-11-30

0

marie_shitie💤💤

marie_shitie💤💤

pasti si ular panas dengernya

2024-11-30

0

lihat semua
Episodes
1 Istri Duke Utara 01
2 Istri Duke Utara 02
3 Istri Duke Utara 03
4 Istri Duke Utara 04
5 Istri Duke Utara 05
6 Istri Duke Utara 06
7 Istri Duke Utara 07
8 Istri Duke Utara 08
9 Istri Duke Utara 09
10 Istri Duke Utara 10
11 Istri Duke Utara 11
12 Istri Duke Utara 12
13 Istri Duke Utara 13
14 Istri Duke Utara 14
15 Istri Duke Utara 15
16 Istri Duke Utara 16
17 Istri Duke Utara 17
18 Istri Duke Utara 18
19 Istri Duke Utara 19
20 Istri Duke Utara 20
21 Istri Duke Utara 21
22 Istri Duke Utara 22
23 Istri Duke Utara 23
24 Istri Duke Utara 24
25 Istri Duke Utara 25
26 Istri Duke Utara 26
27 Istri Duke Utara 27
28 Istri Duke Utara 28
29 Istri Duke Utara 29
30 Istri Duke Utara 30
31 Istri Duke Utara 31
32 Istri Duke Utara 32
33 Istri Duke Utara 33
34 Istri Duke Utara 34
35 Istri Duke Utara 35
36 Istri Duke Utara 36
37 Istri Duke Utara 37
38 Istri Duke Utara 38
39 Istri Duke Utara 39
40 Istri Duke Utara 40
41 Istri Duke Utara 41
42 Istri Duke Utara 42
43 Istri Duke Utara 43
44 Istri Duke Utara 44
45 Istri Duke Utara 45
46 Istri Duke Utara 46
47 Istri Duke Utara 47
48 Istri Duke Utara 48
49 Istri Duke Utara 49
50 Istri Duke Utara 50
51 Istri Duke Utara 51
52 Istri Duke Utara 52
53 Istri Duke Utara 53
54 Istri Duke Utara 54
55 Istri Duke Utara 55
56 Promo Karya Baru : Pembalas Istri Yang Disia-siakan
Episodes

Updated 56 Episodes

1
Istri Duke Utara 01
2
Istri Duke Utara 02
3
Istri Duke Utara 03
4
Istri Duke Utara 04
5
Istri Duke Utara 05
6
Istri Duke Utara 06
7
Istri Duke Utara 07
8
Istri Duke Utara 08
9
Istri Duke Utara 09
10
Istri Duke Utara 10
11
Istri Duke Utara 11
12
Istri Duke Utara 12
13
Istri Duke Utara 13
14
Istri Duke Utara 14
15
Istri Duke Utara 15
16
Istri Duke Utara 16
17
Istri Duke Utara 17
18
Istri Duke Utara 18
19
Istri Duke Utara 19
20
Istri Duke Utara 20
21
Istri Duke Utara 21
22
Istri Duke Utara 22
23
Istri Duke Utara 23
24
Istri Duke Utara 24
25
Istri Duke Utara 25
26
Istri Duke Utara 26
27
Istri Duke Utara 27
28
Istri Duke Utara 28
29
Istri Duke Utara 29
30
Istri Duke Utara 30
31
Istri Duke Utara 31
32
Istri Duke Utara 32
33
Istri Duke Utara 33
34
Istri Duke Utara 34
35
Istri Duke Utara 35
36
Istri Duke Utara 36
37
Istri Duke Utara 37
38
Istri Duke Utara 38
39
Istri Duke Utara 39
40
Istri Duke Utara 40
41
Istri Duke Utara 41
42
Istri Duke Utara 42
43
Istri Duke Utara 43
44
Istri Duke Utara 44
45
Istri Duke Utara 45
46
Istri Duke Utara 46
47
Istri Duke Utara 47
48
Istri Duke Utara 48
49
Istri Duke Utara 49
50
Istri Duke Utara 50
51
Istri Duke Utara 51
52
Istri Duke Utara 52
53
Istri Duke Utara 53
54
Istri Duke Utara 54
55
Istri Duke Utara 55
56
Promo Karya Baru : Pembalas Istri Yang Disia-siakan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!