Istri Duke Utara 10

Peninjauan ke wilayah Orden kali ini dilakukan lebih lama. Jika awalnya hanya berencana satu hari, kini mereka harus berada di tempat itu sekitar 1 minggu. Kemunculan  monster yang lumayan tiba-tiba dan lain dari biasanya membuat Leoric harus berada di tempat itu untuk sementara.

Namun, ia meminta Roxane untuk kembali ke kastel. Dan Roxane benar-benar kembali keesokan harinya. Saat ini ia sedang berada di kamar Lilian.

" Apa Ayah tidyak ikut kembali Ibu?" tanya Lilian sambil mengerjakan tugas yang diberikan oleh Melba, pengasuh sekaligus guru nya.

" Belum sayang, Ayah masih banyak yang dikerjakan. Maka dari itu Ibu kembali lebih dulu agar Lili tidak kesepian. Apa Lili tidak suka melihat ibu?"

Lilian menggeleng cepat, ia jelas suka dengan keberadaan Roxane walaupun masih sedikit takut. Apalagi jika mengingat bagaimana Roxane mengacuhkannya dan berbicara keras  kepadanya.

" Lili syelalu syuka Ibu. Tapi Lili takut, Lili takut Ibu malah kalau Lili melengek dan menangis."

Greb

Roxane membawa tubuh kecil Lilian ke dalam pelukannya. Ia merasakan hatinya tertusuk jarum mendengarkan ucapan putri kecil itu. Tentu saja ia bisa merasakan hal itu, karena di kehidupan lalu dia pernah jadi anak yang tidak diinginkan oleh orang tuanya. Maka dari itu dia bertekad untuk memberikan kasih sayang kepada Lilian sebelum ajal datang menjemput.

" Apa Lili mau jalan-jalan? Ya walaupun semua tertutup salju tapi pasti menyenangkan bukan berjalan ke luar."

" Ya, Lili mau jalan-jalan belsyama Ibu."

Roxane mengenakan baju hangat kepada Lili dan juga penutup kepala agar ketika berjalan di luar tidak terllau terasa dingin. Keduanya saling tersenyum membuat beberapa orang di kastel yang melihat pun ikut tersenyum bahagia.

Bisik-bisik dari para pelayan terdengar oleh Roxane. Tapi ia acuh, lagi pula yang ia dengar adalah hal yang baik. " Paduka Grand Duchess sungguh sudah berubah." Seperti itu lah kira-kira isi ucapan mereka.

Tap tap tap

" Salam Paduka Grand Duchess, selama pagi juga bagi Putri Lilian."

Roxane memutar bola matanya dengan sangat malas melihat siapa yang saat ini berdiri di depannya sambil mengucapkan salam. memang terdengar sangat sopan tapi sebenarnya tidak karena orang itu tidak membungkukkan badan sama sekali. Roxane tahu persis bahwa orng tersebut hanya sekedar basa-basi ketika mengucapkan salam. tapi, dia tidak akan melewatkannya kali ini.

" Aah Lady Melanie, Selamat pagi. tampaknya hari ini pun tetap luar biasa ya penampilan Anda. Padahal Paduka sedang tidak ada di kastel. Dan sepertinya Anda juga harus saya datangkan guru etiket agar bisa memberi hormat dnegan baik. Duh aku tidak tahu bagaimana dulu kediaman Marquis Ethelwyn memberikan pelajaran tata krama kepada putrinya.Namun dari yang aku lihat sepertinya masih sangat kurang. Bukan kah begitu Lili, coba perlihatkan pada ibu bagaiman cara memberi salam yang benar."

Lili mengangguk lalu dengan lincah mengangkat sedikit rok nya dan membungkuk. Tidak lupa kaki kirinya ia tarik ke belakang sehingga gerakannya terlihat anggun dan sempurna.

Plok plok plok

" Hebat, putri kecil ku yang baru berusia 4 tahun sungguh sempurna dalam melakukannya," puji Roxane. Ia mengusap pipi Lili yang kemerahan karena tersipu bercampur dengan hawa dingin.

Grtttzz

Melanie mengegrtakakn gigi-giginya menahan betapa kesalnya ia sekarang. Sednagkan dibelakang Roxane, Melba dan Sonya cekikikan berusaha menahan tawa. Mereka baru kali ini melihat wajah Melanie yang merah padam karena kesal.

Bagaimana tidak kesal, Melanie terang-terangan dipermainkan oleh Roxane dan bahkan dibandingkan dengan bocah berusia 4 tahun. kepribadiannya yang congkak jelas tidak bisa menerima hal tersebut.

Tanpa berkata apapun, Melanie langsung membalikkan badannya dan berjalan meninggalkan Roxane. Tapi baru beberapa langkah Melanie berhenti. Ia berdiri terpaku di sana dan tidak berani untuk bergerak sedikit pun.

" Lady Ethelwyn, apakah seperti ini wujud kesopananmu terhadap Grand Duchess Carrington!"

Suara yang pelan tapi tajam itu membuat Melanie bergidik. Seumur-umur  baru kali ini dirinya mendapat perkataan dnegan nada seperti itu.

" Apa kamu bisu sehingga tidak bisa menjawab perkataanku! Sekali lagi, Lady Ethelwyn, apa kau~"

" Ma-maaf Paduka Grand Duchess. Maafkan kesalahan saya yang sudah bertindak tidak sopan kepada Anda. Saya berjanji tidak akan melakukan kesalahan yang sama paduka."

Klotak klotak klotak

Roxane berjalan mendekat ke arah Melanie berdiri. Ia lalu mendekatkan bibirnya tepat di telinga Melani dan membisikkan sesuatu yang membuat Melanie terhenyak. Bukan hanya itu, tubuhnya bergetar hebat. Sebuah ketakutan menjalar di sana membuat wajahnya pucat pasi.

" Jadi Lady Melanie, bersikaplah sesuai posisi mu. Jangan berani melawati batas."

Roxane meninggalkan Melanie yang masih berdiri mematung. Ia tersenyum puas karena berhasil memberikan sebuah pukulan yang luar biasa untuk wanita yang jelas ia tahu ingin merebut posisinya.

Walaupun Roxane yang asli selalu mengurung diri di dalam kamar dan dia tidak pernah tahu apa yang dilakukan Melanie, tapi sekarang Roxane yang seperti itu sudah tidak ada. Roxane yang sudah berganti jiwa tentu langsung bisa menyadari bahwa Melanie tidak dikirim ke tempat itu tanpa rencana apapun. Dan salah satu yang tampak adalah keinginan Melanie untuk menguasai seisi kastel Albrus.

" Apa yang Anda lakukan sungguh luar biasa paduka," puji Sonya. Baru kali ini dia melihat Roxane memposisikan dirinya sebagai istri penguasa Dukedome Albrus.

" Apakah kau sesenang  itu Sonya?" tanya Roxane. Ia bisa melihat binar di mata Sonya.

" Tentu saja Paduka. Lady Melanie itu selama Paduka berada di kamar, dia bersikap layaknya nyonya rumah. Dia bertindak sesukanya sendiri seakan-akan paduka sudah tidak ada di kastel ini lagi," papar Sonya.

Roxane hanya terdiam. meskipun dia memiliki ingatan tubuh asli tapi dia jelas tidak tahu apa yang terjadi di luar kamar. Dia bukan tuhan yang serba tahu apa yang tidak ia lihat. Roxane memang memiliki ingatan tubuh asli tapi ingatan itu hanya sekitar apa yang dilakukan. Dan selama ini Roxane yang asli hanya menghabiskan semua kegiatannya di kamar.

Ini lah yang membuat Roxane tidak menyadari betapa mencintainya Leoric terhadap dirinya. Karena ia tidak pernah tahu apa yang Leoric lakukan terhadap di rinya. Intinya Roxane tidak tahu apa yang terjadi di luar kamar.

" kamu tidak perlu khawatir Sonya, mulai hari ini aku akan melakukan tugasku layaknya seorang Grand Duchess. Aku juga akan jadi istri dan ibu yang baik untuk putri kecilku yang menggemaskan ini. Semua akan ku lakukan dengan sangat baik sampai ajal datang menjemput."

Degh!

Sonya dan Melba tersentak mendengar ucapan Roxane. tapi mereka berdua tidak bernai bertanya, terlebih melihat senyuman Roxane yang mereka anggap memiliki sebuah makna yang dalam.

TBC 

Terpopuler

Comments

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝒃𝒂𝒈𝒖𝒔 𝑹𝒐𝒙𝒂𝒏𝒏𝒆 𝒌𝒂𝒎𝒖 𝒉𝒓𝒔 𝒕𝒖𝒏𝒋𝒖𝒌𝒂𝒏 𝒔𝒎𝒂 𝑴𝒆𝒍𝒂𝒏𝒊𝒆 𝒌𝒍 𝒌𝒎𝒖 𝒈𝒂𝒌 𝒎𝒅𝒉 𝒅𝒊𝒕𝒊𝒏𝒅𝒂𝒔 💪💪

2024-11-27

0

marie_shitie💤💤

marie_shitie💤💤

hahaha baru ajh ketahuan emng g ad sopan santun ny semua nya palsu

2024-11-28

0

Tiara Bella

Tiara Bella

apakah benar akan meninggal roxane kali ini....

2024-11-27

0

lihat semua
Episodes
1 Istri Duke Utara 01
2 Istri Duke Utara 02
3 Istri Duke Utara 03
4 Istri Duke Utara 04
5 Istri Duke Utara 05
6 Istri Duke Utara 06
7 Istri Duke Utara 07
8 Istri Duke Utara 08
9 Istri Duke Utara 09
10 Istri Duke Utara 10
11 Istri Duke Utara 11
12 Istri Duke Utara 12
13 Istri Duke Utara 13
14 Istri Duke Utara 14
15 Istri Duke Utara 15
16 Istri Duke Utara 16
17 Istri Duke Utara 17
18 Istri Duke Utara 18
19 Istri Duke Utara 19
20 Istri Duke Utara 20
21 Istri Duke Utara 21
22 Istri Duke Utara 22
23 Istri Duke Utara 23
24 Istri Duke Utara 24
25 Istri Duke Utara 25
26 Istri Duke Utara 26
27 Istri Duke Utara 27
28 Istri Duke Utara 28
29 Istri Duke Utara 29
30 Istri Duke Utara 30
31 Istri Duke Utara 31
32 Istri Duke Utara 32
33 Istri Duke Utara 33
34 Istri Duke Utara 34
35 Istri Duke Utara 35
36 Istri Duke Utara 36
37 Istri Duke Utara 37
38 Istri Duke Utara 38
39 Istri Duke Utara 39
40 Istri Duke Utara 40
41 Istri Duke Utara 41
42 Istri Duke Utara 42
43 Istri Duke Utara 43
44 Istri Duke Utara 44
45 Istri Duke Utara 45
46 Istri Duke Utara 46
47 Istri Duke Utara 47
48 Istri Duke Utara 48
49 Istri Duke Utara 49
50 Istri Duke Utara 50
51 Istri Duke Utara 51
52 Istri Duke Utara 52
53 Istri Duke Utara 53
54 Istri Duke Utara 54
55 Istri Duke Utara 55
56 Promo Karya Baru : Pembalas Istri Yang Disia-siakan
Episodes

Updated 56 Episodes

1
Istri Duke Utara 01
2
Istri Duke Utara 02
3
Istri Duke Utara 03
4
Istri Duke Utara 04
5
Istri Duke Utara 05
6
Istri Duke Utara 06
7
Istri Duke Utara 07
8
Istri Duke Utara 08
9
Istri Duke Utara 09
10
Istri Duke Utara 10
11
Istri Duke Utara 11
12
Istri Duke Utara 12
13
Istri Duke Utara 13
14
Istri Duke Utara 14
15
Istri Duke Utara 15
16
Istri Duke Utara 16
17
Istri Duke Utara 17
18
Istri Duke Utara 18
19
Istri Duke Utara 19
20
Istri Duke Utara 20
21
Istri Duke Utara 21
22
Istri Duke Utara 22
23
Istri Duke Utara 23
24
Istri Duke Utara 24
25
Istri Duke Utara 25
26
Istri Duke Utara 26
27
Istri Duke Utara 27
28
Istri Duke Utara 28
29
Istri Duke Utara 29
30
Istri Duke Utara 30
31
Istri Duke Utara 31
32
Istri Duke Utara 32
33
Istri Duke Utara 33
34
Istri Duke Utara 34
35
Istri Duke Utara 35
36
Istri Duke Utara 36
37
Istri Duke Utara 37
38
Istri Duke Utara 38
39
Istri Duke Utara 39
40
Istri Duke Utara 40
41
Istri Duke Utara 41
42
Istri Duke Utara 42
43
Istri Duke Utara 43
44
Istri Duke Utara 44
45
Istri Duke Utara 45
46
Istri Duke Utara 46
47
Istri Duke Utara 47
48
Istri Duke Utara 48
49
Istri Duke Utara 49
50
Istri Duke Utara 50
51
Istri Duke Utara 51
52
Istri Duke Utara 52
53
Istri Duke Utara 53
54
Istri Duke Utara 54
55
Istri Duke Utara 55
56
Promo Karya Baru : Pembalas Istri Yang Disia-siakan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!