Istri Duke Utara 08

Sraaak sraaak

Groooooo

Tap tap tap

Dari arah dalam hutan Levin bersama beberapa ksatria Albrus berlari dengan begitu cepat. Nafas mereka terlihat beradu dengan hawa dingin yang menyelimuti. Semua itu terlihat dari udara yang keluar melalui mulut mereka.

" Paduka hosh hosh hosh, ada monster yang muncul," lapor Levin.

" Kenapa lari, tumben. Biasanya kan langung tebas?" tanya Leoric. Ia sedikit heran melihat anak buahnya itu kembali dan bukannya menghadapi para monster.

" Itu Paduka, monster kali ini berbeda. Sepertinya~"

Grooooo

Suara erangan dari monster yang ada jauh di dalam hutan itu membuat Leoric dan Roxane saling pandang. Sedangkan Levin, ia sendiri tidak tahu mengapa dirinya berlari dan bukannya melawan.

" Penjelasan apa ini?" ucap Leoric tajam. Baru kali ini dia melihat ksatria nya seperti tidak punya nyali. Itu jelas bukan sifat Ksatria Albrus.

" Ti-tidak tahu Paduka. Saya saat berada di dalam sana tadi seperti merasakan sebuah ketakutan yang luat biasa dan tanpa sadar kaki ini melangkah pergi."

Apa yang dikatakan Levin mendapat anggukan kepala dari semua ksatria yang tadi ia bawa. Roxane mengerutkan alisnya, ia sepertinya tahu akan hal itu.

" Apa mungkin dia bisa memanipulasi pikiran manusia?" celetuk Roxane.

Leroic langung melihat ke arah istrinya itu. Apa yang diucapkan Roxane mungkin bisa juga terjadi. Namun semua masih hanya sekedar perkiraan sebelum ia melihatnya sendiri.

" Aku akan masuk kau tunggulah di sini."

Roxane mengangguk, untuk berperang mungkin dia siap sedia. Tapi untuk menghadapi monster, dia belum ada pengalaman karena di kehidupan sebelumnya tidak pernah melakukan ataupun mengalaminya.

Pada akhirnya Roxane menunggu di luar hutan bersama beberapa ksatria. Sedangkan Leoric masuk ke hutan bersama Levin dan beberapa ksatria yang lain.

" Apa Leoric selalu ikut dalam pembasmian monster?"

" Benar Paduka Grand Duchess, Paduka Grand Duke selalu ikut bahkan memimpin langsung. Karena memang beliau memiliki pengalaman dan pengetahuan perihal monster paling banyak."

Roxane terdiam, ia menatap lurus masuk ke dalam hutan. Matanya tidak lepas menatap jalan setapak itu lalu tiba-tiba kakinya melangkah dengan sendirinya.

" Grand Duchees!"

Salah seorang ksatria berteriak memanggil Roxane, tapi sepertinya ia tidak bisa mendengarnya. Bukan hanya sekedar berjalan tapi Roxane terus berlari  sampai para ksatria kesulitan mengejar nyonya mereka.

Para ksatria itu jelas heran, kemampuan Roxane dalam berlari sungguh bagus. Cepat dan lincah. Mereka belum pernah melihat hal itu sebelumnya karena  Roxane memang tidak pernah keluar dari kastel. Bahkan kalau boleh dibilang mereka lupa dengan wajah istri dari tuan penguasa Albrus.

" Paduka!" pekik beberapa ksatria. Mereka kebingungan melihat Roxane yang berlari terus. Tapi akhirnya berhenti tepat di tempat dimana Leoric sedang menebas para monster yang muncul.

Shaah

Trang trang trang

" Paduka, Nyonya~"

" Roxane, apa yang kau lakukan di sini hah!"

Leoric meninggalkan pertarungannya dan menghampiri Roxane. Tapi wanita itu bergeming, pandangan matanya kosong seperti tidak melihat Leoric yang jelas-jelas ada di depannya. Sontak, Leoric terkejut. Ia merasa ada yang salah dengan istrinya. Leoric lalu memegangi kedua lengan Roxane dan sedikit menggoyangkan tubuh sang istri. Namum, tidak ada reaksi apapun  dari Roxane.

" Roxane!" pekik Leoric lagi tapi tetap tidak membuahkan hasil karena Roxane tetap bergeming. Levin dan ksatria yang lain pun tampak bingung dengan Grand Duchess mereka.

Tak!

Roxane menepis tangan Leoric dan terus berjalan ke depan. Hal itu membuat Leoric semakin frustasi, pasalnya semakin dalam masuk ke hutan maka semakin banyak monster yang ada di dalamnya. Dia memang ingin membersihkannya tapi tidak dengan Roxane bersamanya.

" Sial, sebenarnya apa yang terjadi dang istriku itu?" Leoric mengucapkan hal itu sambil mengejar Roxane. Ia lalu menarik tubuh Roxane dan membawanya ke dalam pelukannya. Roxane memberontak mencoba untuk lepas dari pelukan Leoric. Tapi pria itu tidak kehabisan akal. Dia menangkup wajah sang istri lalu mendaratkan sebuah ciuman. Ciuman yang lebih dalam yang mana seakan-akan membuat Roxane tersentak.

Bola mata yang berwana hitam legam milik Roxane terlihat sudah kembali memiliki  pandangan. Terlihat ekspresi terkejut di sana.

" Leo, apa yang kau lakukan?" pekik Roxane sembari melerai ciuman dan pelukan Leoric. Wajahnya memanas karena malu, ia tahu apa yang ia dan Leoric lakukan dilihat oleh para ksatria Albrus.

" Haah, aku yang tanya apa yang kau lakukan? Mengapa kau berlari masuk ke dalam hutan? Dan bahkan kau tidak mendengar ucapanku sama sekali."

Roxane mengerutkan alisnya, ia lalu mengedarkan pandangannya ke seluruh tempat. Dan apa yang diucapkan oleh Leoruc benar, saat ini ia sudah berada di dalam hutan. Roxane tampak terkejut karena ia sangat yakin bahwa tadi dirinya berada di bibir pintu masuk hutan.

Melihat kebingungan dari sang istri, Leoric pada akhirnya memilih untuk segera keluar dari hutan tersebut. Ia merasa ada sesuatu yang aneh yang terjadi pada Roxane.

Groooooo

Shaaah

Roxane langung membalikkan badannya ketika  mendengar suara itu. Ia bahkan sudah bersiap untuk melangkah kembali ke dalam hutan tapi oleh Leoric tubuh Roxane langsung di dekap.

" Jangan dengarkan, jangan terpengaruh dengan suara itu."

" Baik."Roxane menurut bahkan ia memejamkan matanya sepanjang perjalanan ke luar hutan.

Ada yang aneh dirasakan oleh Leoric. Suara yang baru saja muncul itu sungguh sangat jauh dari dalam hutan bahkan Levin dan yang lainnya saja tidak dengar. Dirinya juga mendengar namun hanya samar tapi agaknya tidak dengan Roxane. Istrinya itu tampak bisa mendengarkan dengan jelas.

Leoric belum tahu memang jenis monster apa yang ada di dalam. Tapi sependek pengetahuannya, ia yakin monster itu berbahaya.

" Apa yang kamu dengar tadi Roxane?" tanya Leoric, saat ini mereka sedang menunggang satu kuda bersama dalam perjalanan menuju desa.

" Suara yang keras dan bernada berat. Suara itu seolah memanggilku untuk datang mendekat. Leo, aku yakin tadi aku berada di luar hutan. Aku hanya melihat lurus ke hutan. Tapi~"

" Sudah lah tidak perlu dipikirkan. Mungkin kamu saat ini merasa kelelahan. Setelah sampai di kediaman, kita istirahat. Kamu tidak perlu memikirkan hal ini."

Leoric mengecup pucuk kepala Roxane lalu memacu kudanya dengan cepat. Dia meninggalkan para anak buahnya di belakang. Saat ini yang ia pikirkan adalah keselamatan Roxane jadi menurutnya ia harus segera membawa Roxane jauh dari hutan tersebut.

Berbeda dengan apa yang saat ini dalam kepala Roxane. Sebuah hal terlintas di sana. Apa lagi kalau bukan soal kematiannya.

" Apa itu adalah pertanda bagaimana aku akan mati? Mungkin aku bukan mati ditangan suamiku tapi mati karena monster. Melihat Leoric yang begitu  mencinta, dan aku yang mulai membuat hubungan suami istri ini membaik. Sepertinya memang benar, kali ini kematianku di tangan para monster itu."

TBC 

Terpopuler

Comments

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝒔𝒂𝒚𝒂 𝒚𝒂𝒌𝒊𝒏 𝒌𝒂𝒎𝒖 𝒈𝒂𝒌 𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒎𝒂𝒕𝒊 𝑹𝒐𝒙𝒂𝒏𝒏𝒆

2024-11-26

1

marie_shitie💤💤

marie_shitie💤💤

waaah penasaran mosterny baik ap jahat nih

2024-11-26

0

lihat semua
Episodes
1 Istri Duke Utara 01
2 Istri Duke Utara 02
3 Istri Duke Utara 03
4 Istri Duke Utara 04
5 Istri Duke Utara 05
6 Istri Duke Utara 06
7 Istri Duke Utara 07
8 Istri Duke Utara 08
9 Istri Duke Utara 09
10 Istri Duke Utara 10
11 Istri Duke Utara 11
12 Istri Duke Utara 12
13 Istri Duke Utara 13
14 Istri Duke Utara 14
15 Istri Duke Utara 15
16 Istri Duke Utara 16
17 Istri Duke Utara 17
18 Istri Duke Utara 18
19 Istri Duke Utara 19
20 Istri Duke Utara 20
21 Istri Duke Utara 21
22 Istri Duke Utara 22
23 Istri Duke Utara 23
24 Istri Duke Utara 24
25 Istri Duke Utara 25
26 Istri Duke Utara 26
27 Istri Duke Utara 27
28 Istri Duke Utara 28
29 Istri Duke Utara 29
30 Istri Duke Utara 30
31 Istri Duke Utara 31
32 Istri Duke Utara 32
33 Istri Duke Utara 33
34 Istri Duke Utara 34
35 Istri Duke Utara 35
36 Istri Duke Utara 36
37 Istri Duke Utara 37
38 Istri Duke Utara 38
39 Istri Duke Utara 39
40 Istri Duke Utara 40
41 Istri Duke Utara 41
42 Istri Duke Utara 42
43 Istri Duke Utara 43
44 Istri Duke Utara 44
45 Istri Duke Utara 45
46 Istri Duke Utara 46
47 Istri Duke Utara 47
48 Istri Duke Utara 48
49 Istri Duke Utara 49
50 Istri Duke Utara 50
51 Istri Duke Utara 51
52 Istri Duke Utara 52
53 Istri Duke Utara 53
54 Istri Duke Utara 54
55 Istri Duke Utara 55
56 Promo Karya Baru : Pembalas Istri Yang Disia-siakan
Episodes

Updated 56 Episodes

1
Istri Duke Utara 01
2
Istri Duke Utara 02
3
Istri Duke Utara 03
4
Istri Duke Utara 04
5
Istri Duke Utara 05
6
Istri Duke Utara 06
7
Istri Duke Utara 07
8
Istri Duke Utara 08
9
Istri Duke Utara 09
10
Istri Duke Utara 10
11
Istri Duke Utara 11
12
Istri Duke Utara 12
13
Istri Duke Utara 13
14
Istri Duke Utara 14
15
Istri Duke Utara 15
16
Istri Duke Utara 16
17
Istri Duke Utara 17
18
Istri Duke Utara 18
19
Istri Duke Utara 19
20
Istri Duke Utara 20
21
Istri Duke Utara 21
22
Istri Duke Utara 22
23
Istri Duke Utara 23
24
Istri Duke Utara 24
25
Istri Duke Utara 25
26
Istri Duke Utara 26
27
Istri Duke Utara 27
28
Istri Duke Utara 28
29
Istri Duke Utara 29
30
Istri Duke Utara 30
31
Istri Duke Utara 31
32
Istri Duke Utara 32
33
Istri Duke Utara 33
34
Istri Duke Utara 34
35
Istri Duke Utara 35
36
Istri Duke Utara 36
37
Istri Duke Utara 37
38
Istri Duke Utara 38
39
Istri Duke Utara 39
40
Istri Duke Utara 40
41
Istri Duke Utara 41
42
Istri Duke Utara 42
43
Istri Duke Utara 43
44
Istri Duke Utara 44
45
Istri Duke Utara 45
46
Istri Duke Utara 46
47
Istri Duke Utara 47
48
Istri Duke Utara 48
49
Istri Duke Utara 49
50
Istri Duke Utara 50
51
Istri Duke Utara 51
52
Istri Duke Utara 52
53
Istri Duke Utara 53
54
Istri Duke Utara 54
55
Istri Duke Utara 55
56
Promo Karya Baru : Pembalas Istri Yang Disia-siakan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!