Istri Duke Utara 06

" Salam Paduka Gland Duchess, semoga Paduka selalu sehat dan bahagia."

Bocah kecil nan imut itu lagi-lagi masuk ke kamar Roxane pagi- pagi. Ia melakukan hal yang sama seperti kemarin, atau boleh dibilang ia melakukan hal yang sama setiap pagi dalam waktu yang lama. Mungkin stelah ia mulai bisa berjalan dan berbicara.

Roxane tersenyum ia lalu menghampiri Lilian dan langsung membawanya dalam gendongan. Bocah itu tampak terkejut, meskipun kemarin mereka sudah berbicara dan Roxane meminta Lilian untuk memanggilnya ibu, tapi agaknya bocah itu lupa.

" Bukankah kemarin Ibu sudah meminta Lili utuk memanggil dengan sebutan ibu?"

" Aah iya, maaf Ibu. Lili belum telbiasa. Apa ibu malah?"

Roxane menggeleng, ia lalu mencium pipi milik Lili yang mana membuat bocah itu kembali terkejut.

" Ayo sekarang kita ke ruang makan. Pasti Ayah sudah ada di sana bukan?"

Lilian mengangguk, bocah itu tampak senang tapi juga terlihat takut  sedangkan Sonya dan Melba hanya saling pandang. Satu sisi mereka senang bahwa Roxane terlihat berubah, wanita itu mau bersikap baik bahkan selayaknya sebagai seroang ibu. Namun dayang dan pengasuh itu juga heran atas perubahan tiba-tiba yang terjadi pada Roxane. Dan rupanya hal tersebut bukan hanya mereka berdua yang merasakan, hampir semua penghuni kastel ikut merasakan perubahan  istri dari pengusaha mereka.

" Salam Paduka Grand Duke, semoga Anda selalu sehat dan bahagia." Roxane mengucapkan salam kepada Leoric disusul oleh Lilian. Leoric tersenyum menyambut istri dan putrinya. Bahkan Leoric bangkit dari duduknya dan menarik kursi untuk Roxane dan Lilian.

" Terimakasih Suamiku."

" Telimakasih Ayah."

Doeeeegggg

Pemandangan manis itu terasa pahit tenggorokan Melanie dan terasa pedih di matanya. Saking tidak percayanya Melanie sampai tersedak makanan yang baru saja masuk ke dalam kerongkongannya. Bagaimana tidak, sudah hidup di kastel itu selama beberapa tahun baru kali ini ia melihat pemandangan keluarga harmonis.

Tentu saja ia tidak lah senang. Keinginannya untuk jadi istri satu-satunya dan sah membuat rasa marah menggelora di dada wanita itu.

" Apa-apaan ini, sejak kapan hubungan mereka bertiga baik? Tidak, ini sudah melenceng jauh dari rencana ku?"

Hanya satu orang yang tidak menyukai kedekatan antara Leoric, Roxane dan juga Lili. Dia tidak lain dan tidak bukan adalah Melanie. Wanita itu sekarang sedang sangat kesal, terlebih dirinya seakan tidak dianggap oleh mereka. Bagaikan angin lalu yang berhembus, seperti itulah keberadaan Melanie. Terlebih pagi tadi juga Lili tidak datang ke kamarnya untuk memberi salam.

" Paduka, apakah~"

" Suamiku, apa agenda hari ini."

Grrrtttt

Melani kembali kesal, ketika ia ingin mengajak Leoric untuk berbicara, Roxane sudah langsung memotongnya. Hal tersebut sungguh membuat Melanie kesal setengah mati dibuatnya. Ia hanya bisa diam dan mengurungkan niatnya untuk melanjutkan ucapannya.

" Aku akan pergi ke wilayah  Orden, musim dingin kali ini sangat buruk di sana. Wilayah Orden memang berada paling ujung dukedome Albrus, dan aku merasa ada yang janggal makanya harus memeriksa nya."

" Bolehkan saya ikut?"

Shaaah

Semua mata langsung tertuju kepada Roxane. Ini adalah hal yang langka karena belum pernah terjadi. Leoric memang sering melakukan kunjungan wilayah tapi Roxane, ini baru kali pertamanya selama menjadi seorang Grand Duchess.

" Fu fu fu, Grand Duchess Roxane, jangan bercanda dengan keterlaluan begitu. Lihatlah semua orang jadi terkejut bukan, bahkan Paduka pun ikut terkejut. candaan Grand Duchess memang sungguh di luar nalar," cibir Melanie.

Dia orang pertama yang tertawa saat Roxane mengatakan ingin ikut dalam tinjauan wilayah yang dilakukan Leoric. Tapi Roxane hanya diam, dia tidak mau menanggapi ocehan Melani. Saat ini Roxane benar-benar menganggap Melanie tidak ada wujudnya di meja makan pagi itu.

" Apakah Anda keberatan Suamiku?"

" Hmmm, tidak. Baiklah kalau kamu mau ikut. Tapi mungkin perjalanan ini tidak akan menyenangkan karena tidak ada yang bisa dilihat. Semua berwarna putih, tidak seperti di selatan."

" Tidak masalah, saya pasti akan menyukainya."

Leroic tersenyum dan dibalas juga oleh Roxane. Mereka kembali melanjutkan makan pagi dengan tenang. Roxane sesekali menyuapi dan menyeka mulut Lili, Loric terlihat senang melihat pemandangan itu. Rupanya apa yang dikatakan istrinya saat di ruang kerja benar-benar dilakukan.

Meskipun masih terasa aneh dan belum terbiasa karena terjadi secara tiba-tiba, tapi Leoric sungguh menikmatinya. Pun dengan Llili, putri kecil milik Grand Duke Utara itu terlihat nyaman berada di samping sang ibu.

Bukan hanya Leoric, tapi Sonya, Melba, Oland dan beberapa pelayan yang ada di ruang makan itu tampak takjub dnegan hubungan baik yang saat ini mereka lihat antara ibu dan anak itu. Hal tersebut tampak kontras dari beberapa waktu yang lalu.

" Iiih sungguh menjengkelkan, masa makan sendiri saja tidak bisa. Melba, apa yang kau ajarkan pada anak ini hah! Sungguh tidak becus jadi seorang pengasuh!"

Itu lah kata-kata Roxane setiap mereka makan bersama. Ia selalu kesal dan tidak suka ketika Lili makan dengan berantakan. Notabene nya anak sekecil itu belum bisa sempurna dalam menggunakan peralatan makan, tapi Roxane  tentu tidak berpikir begitu. Yang ia utamakan adalah rasa kesal dan marahnya. Maka dari itu Melba sungguh tidak menyangka bisa melihat pemandangan ini di depan matanya.

" Ooh lihatlah, mereka sangat terharu dengan apa yang aku lakukan. Haah, wanita ini pasti dulu sangat buruk perangainya. Maka dari itu mereka tampak takjub melihat ku yang berperilaku baik dan manis terhadap Lili."

Roxane berbicara dalam hati, ia tahu saat ini semua orang sedang melihat ke arahnya dengan tatapan yang bahagia. Terkecuali satu orang. Melanie, ia tidak suka. Sepanjang makan pagi itu raut wajah Melanie sangat buruk. Setiap makanan yang masuk ke mulutnya terasa hambar. Apalagi interaksi Roxane terhadap Leoric dan Lili yang sangat baik dan manis, sungguh membuat Melanie muak.

Ingin sekali ia segera meninggalkan ruang makan. Tapi jelas itu tidak bisa ia lakukan karena itu adalah hal yang tidak bosan. Selain Leoric tidak ada yang bisa meninggalkan meja makan terlebih dulu.

" ughhh, sampai kapan aku harus melihat itu. makanan yang masuk ke mulut rasanya sangat pait. lagi pula sejak kapan sih wanita sialan itu berubah. Sudah bagus baginya mengurung diri di kamar, kenapa pula sekarang dia menunjukkan diri dan bersikap seolah-olah sebagi Grand Duchess yang sebenarnya."

Agaknya Melanie lupa jika wanita yang saat ini ia gerutukan itu sungguh-sungguh seorang Grand Duchess. Ambisinya untuk mengisi posisi itu rupanya malah semakin membawa. Selama ini dia sudah berusaha untuk tenang, tapi melihat perubahan Roxane menjadikan Melani terbakar.

" Aku akan mendapatkan posisi itu bagaimanapun caranya."

TBC 

Terpopuler

Comments

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝑴𝒆𝒍𝒂𝒏𝒊𝒆 𝒈𝒂𝒌 𝒕𝒉 𝒂𝒋𝒂 𝒌𝒍 𝑹𝒐𝒙𝒂𝒏𝒏𝒆 𝒔𝒅𝒉 𝒃𝒆𝒓𝒖𝒃𝒂𝒉 𝒈𝒂𝒌 𝒌𝒂𝒚𝒂𝒌 𝒅𝒖𝒍𝒖 𝒅𝒂𝒏 𝒋𝒏𝒈𝒏 𝒉𝒂𝒓𝒂𝒑 𝒃𝒊𝒔𝒂 𝒓𝒆𝒃𝒖𝒕 𝑳𝒆𝒐𝒓𝒊𝒄 𝒅𝒓 𝒕𝒂𝒏𝒈𝒂𝒏 𝑹𝒐𝒙𝒂𝒏𝒏𝒆 😏😏

2024-11-25

0

JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊

JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊

ya teruskn berangan² ngak salah jg berangan²🤭🤭

2025-01-06

0

marie_shitie💤💤

marie_shitie💤💤

mang enak di cuekin km Melani buktinya Leon mlh senang

2024-11-25

0

lihat semua
Episodes
1 Istri Duke Utara 01
2 Istri Duke Utara 02
3 Istri Duke Utara 03
4 Istri Duke Utara 04
5 Istri Duke Utara 05
6 Istri Duke Utara 06
7 Istri Duke Utara 07
8 Istri Duke Utara 08
9 Istri Duke Utara 09
10 Istri Duke Utara 10
11 Istri Duke Utara 11
12 Istri Duke Utara 12
13 Istri Duke Utara 13
14 Istri Duke Utara 14
15 Istri Duke Utara 15
16 Istri Duke Utara 16
17 Istri Duke Utara 17
18 Istri Duke Utara 18
19 Istri Duke Utara 19
20 Istri Duke Utara 20
21 Istri Duke Utara 21
22 Istri Duke Utara 22
23 Istri Duke Utara 23
24 Istri Duke Utara 24
25 Istri Duke Utara 25
26 Istri Duke Utara 26
27 Istri Duke Utara 27
28 Istri Duke Utara 28
29 Istri Duke Utara 29
30 Istri Duke Utara 30
31 Istri Duke Utara 31
32 Istri Duke Utara 32
33 Istri Duke Utara 33
34 Istri Duke Utara 34
35 Istri Duke Utara 35
36 Istri Duke Utara 36
37 Istri Duke Utara 37
38 Istri Duke Utara 38
39 Istri Duke Utara 39
40 Istri Duke Utara 40
41 Istri Duke Utara 41
42 Istri Duke Utara 42
43 Istri Duke Utara 43
44 Istri Duke Utara 44
45 Istri Duke Utara 45
46 Istri Duke Utara 46
47 Istri Duke Utara 47
48 Istri Duke Utara 48
49 Istri Duke Utara 49
50 Istri Duke Utara 50
51 Istri Duke Utara 51
52 Istri Duke Utara 52
53 Istri Duke Utara 53
54 Istri Duke Utara 54
55 Istri Duke Utara 55
56 Promo Karya Baru : Pembalas Istri Yang Disia-siakan
Episodes

Updated 56 Episodes

1
Istri Duke Utara 01
2
Istri Duke Utara 02
3
Istri Duke Utara 03
4
Istri Duke Utara 04
5
Istri Duke Utara 05
6
Istri Duke Utara 06
7
Istri Duke Utara 07
8
Istri Duke Utara 08
9
Istri Duke Utara 09
10
Istri Duke Utara 10
11
Istri Duke Utara 11
12
Istri Duke Utara 12
13
Istri Duke Utara 13
14
Istri Duke Utara 14
15
Istri Duke Utara 15
16
Istri Duke Utara 16
17
Istri Duke Utara 17
18
Istri Duke Utara 18
19
Istri Duke Utara 19
20
Istri Duke Utara 20
21
Istri Duke Utara 21
22
Istri Duke Utara 22
23
Istri Duke Utara 23
24
Istri Duke Utara 24
25
Istri Duke Utara 25
26
Istri Duke Utara 26
27
Istri Duke Utara 27
28
Istri Duke Utara 28
29
Istri Duke Utara 29
30
Istri Duke Utara 30
31
Istri Duke Utara 31
32
Istri Duke Utara 32
33
Istri Duke Utara 33
34
Istri Duke Utara 34
35
Istri Duke Utara 35
36
Istri Duke Utara 36
37
Istri Duke Utara 37
38
Istri Duke Utara 38
39
Istri Duke Utara 39
40
Istri Duke Utara 40
41
Istri Duke Utara 41
42
Istri Duke Utara 42
43
Istri Duke Utara 43
44
Istri Duke Utara 44
45
Istri Duke Utara 45
46
Istri Duke Utara 46
47
Istri Duke Utara 47
48
Istri Duke Utara 48
49
Istri Duke Utara 49
50
Istri Duke Utara 50
51
Istri Duke Utara 51
52
Istri Duke Utara 52
53
Istri Duke Utara 53
54
Istri Duke Utara 54
55
Istri Duke Utara 55
56
Promo Karya Baru : Pembalas Istri Yang Disia-siakan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!